Pria yang akrab disapa Abah Ghony tiba di lokasi sekitar pukul 18.30 WIB. Didampingi pengurus paguyuban serta koordinator pasar, ia menyusuri lapak-lapak pedagang yang tengah sibuk melayani pembeli. Dalam kesempatan itu, Ghony berdialog langsung dengan para pedagang untuk menggali kondisi pasar, mulai dari pelayanan petugas hingga kenyamanan berjualan.
“Bagaimana kondisi berjualan di Pasar Gempol? Apakah pelayanannya sudah ramah dan nyaman?” tanya Ghony kepada Sila, pedagang sayur asal Karangploso, Kabupaten Malang.
Sila mengungkapkan, dirinya telah berjualan di Pasar Gempol hampir dua tahun. Sebelumnya, ia mencoba berjualan di Porong namun belum mendapatkan tempat yang layak. Beruntung, Pasar Gempol masih memiliki ruang bagi pedagang sayur saat itu.
“Awalnya memang sepi, tapi alhamdulillah sekarang sudah ramai. Petugas pasar dan paguyuban juga kompak untuk memajukan pasar,” ujarnya.
Pedagang sayur di Pasar Gempol sendiri datang dari berbagai wilayah, seperti Tutur, Purwodadi, Ngoro, hingga Malang. Mereka menyatakan siap mematuhi seluruh ketentuan yang ditetapkan pemerintah daerah, mulai dari pembayaran retribusi, menjaga kebersihan, hingga keamanan, demi keberlangsungan usaha dan semakin ramainya Pasar Gempol.
Sementara itu, Iman Sayuti, pedagang sayur yang berjualan di area belakang pasar, berharap adanya perhatian lebih dari Pemkab Pasuruan terkait sarana dan prasarana pasar. Ia menilai masih perlu dilakukan penataan dan penambahan fasilitas yang layak.
“Kalau bisa ada perapian dan tambahan sarana. Stand Pasar lantai II yang masih kosong juga bisa dimanfaatkan untuk pedagang buah,” harapnya.
Menanggapi berbagai masukan tersebut, Ghony menjelaskan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan pengelola pasar daerah. Tujuannya untuk mengetahui secara langsung keluhan dan persoalan pedagang maupun petugas pasar, sehingga perbaikan dapat segera dilakukan, terutama terkait pelayanan, kenyamanan, dan ketertiban.
“Harapan kami ke depan, seluruh pasar daerah bisa semakin ramai, dengan pedagang dan pembeli merasa nyaman saat bertransaksi,” tegasnya.
Ia menambahkan, berdasarkan laporan yang diterima, aktivitas perdagangan di Pasar Gempol, khususnya pedagang sayur pada sore hingga malam hari, mengalami peningkatan signifikan. Untuk memastikan hal tersebut, pihaknya turun langsung ke lapangan.
“Faktanya memang cukup ramai. Bahkan, berdasarkan keterangan petugas pasar, peningkatan PAD dari Pasar Gempol mencapai lebih dari 100 persen, dan sekitar separuhnya berasal dari retribusi pasar sayur,” pungkasnya.(Usj)


Post A Comment:
0 comments: