Tag Label

Kepolisian (3788) daerah (1010) Pemerintahan (549) Jurnalistik (388) Demontrasi (84) Lintas Opini (73) DPRD (69) Desa (61) RSUD (44) Kebakaran (34) KPU (30) Iklan (28) Mahasiswa (11) DPRD kota pasuruan (7) PDAM (5) Desperindag (4) DPR RI (2)
Tampilkan postingan dengan label Budaya. Tampilkan semua postingan

Ziaroh Kubro Makam Serambi Winongan, Bupati Pasuruan Selalu Mendukung Kegiatan Keagamaan Menebar Kedamaian

 


Pasuruan,suarakpkcyber.com - Rusdi Sutejo Bupati Pasuruan menghadiri acara ziaroh kubro di makam Serambi Winongan yang berlokasi di Komplek Masjid Jami' Baitul Atiq Dusun Serambi, Desa Winongan Kidul, Kecamatan Winongan, Kabupaten Pasuruan, Senin (10/11/2025) sore. 

Acara Ziaroh Qubro yang di hadiri ribuan jamaah di diisi dengan tahlil dan doa bersama untuk Auliya' dan Habaib Serambi ini juga dihadiri Wakil Bupati Pasuruan, Shobih Asrori

Tampak pula para ulama, habaib hingga para kiyai juga hadir guna bersilaturahmi dan memperkuat ukhuwah Islamiyah. Diantaranya Habib Taufiq bin Abdul Qodir Assegaf, Habib Ahmad, Lora Ismail Al Kholili Bangkalan dan ulama lainnya. 

Di sambutan singkat, mas Bupati Bupati Rusdi mengucapan terima kasih kepada seluruh habaib, kiyai hingga ribuan umat islam dari Penjuru Pasuruan.

"Terima kasih sudah datang dalam acara yang sangat baik ini. Semoga acara ini menjadi berkah untuk seluruh umat islam di Kabupaten Pasuruan. Wabil Khusus untuk masyarakat Desa Winongan, terutama di sekitar Makam Serambi," katanya. 

Rusdi menambahkan bahwa Pemerintah Kabupaten Pasuruan selalu mendukung semua kegiatan keagamaan yang bertujuan untuk menebar kedamaian dan kecintaan kepada Rasulullah SAW.

"Selama kegiatan dilakukan dengan damai dan membawa manfaat bagi umat, pemerintah daerah tentu mendukung," imbuhnya. 

Tak lupa, Mas Rusdi meyakini seluruh umat islam di Pasuruan berkomitmen untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa serta kedamaian yang akan selalu terjaga.

"Mari bersama-sama kita jaga Pasuruan tercinta. Mudah-mudahan turunnya hujan ini menjadi simbol keberkahan bagi semua umat beragama di Pasuruan," harapnya. 

Sementara itu, Habib Taufiq menjelaskan Ziaroh Qubro menjadi bagian dari syiar dakwah Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) yang telah menjadi tradisi turun-temurun di masyarakat Pasuruan dan sekitarnya.

Dalam tausiahnya, ia berpesan kepada seluruh umat islam di manapaun untuk menjaga supaya Agama Islam tetap Jaya di Indonesia. 

Tak hanya itu, Habib Taufiq juga berpesan agar seluruh umat islam di Pasuruan tak mudah terprovokasi dengan isu atau framing apapun yang dapat berpotensi menggoyahkan persatuan dan kesatuan umat dan bagian dari Bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

"Pesan saya satu. Islam tetap jaya di dunia, khususnya di Indonesia. Umat islam harus tetap kompak, bersatu padu jangan sampai goyah," harapnya. (Usj)

Ketua DPRD Samsul Hidayat Menyambut Hangat Perwakilan Umat Hindu, Ingin Ada Lembaga Khusus Di Bidang Agama Hindu.


Pasuruan,suarakpkcyber.com - Sejumlah perwakilan umat hindu yang tergabung dalam Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI), Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI), Perhimpunan Pemuda Hindu Indonesia (PERADAH) dan Pecalang mendatangi kantor DPRD, Rabu (5/11/2025) siang.

Kedatangan perwakilan umat hindu ini untuk silaturahmi dengan wakil rakyat di gedung dewan. Rombongan ditemui langsung Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan Samsul Hidayat didampingi Agus Setiya Wardana, Ketua Komisi II dan Ketua Komisi IV Andri Wahyudi.

Puja Wasista, Sekretaris PHDI mengatakan, ada beberapa hal yang didiskusikan dalam pertemuan ini. Dia berterima kasih karena sudah mendapat kesempatan untuk bisa bertemu dan diterima dengan baik di gedung dewan. Ini sebuah hal yang istimewa.

Kedua, dia juga menyampaikan informasi dan kondisi umat Hindu yang ada di Pasuruan dengan jumlah kurang lebih 20 ribu. Dan itu tersebar di beberapa lokasi, mulai Kecamatan Tutur, Tosari, Puspo dan beberapa kecamatan lainnya. Semuanya masyarakat Kabupaten Pasuruan.

Ketiga, kata dia, pihaknya juga menyampaikan beberapa agenda atau even keagamaan umat Hindu seperti Hari Raya Nyepi, Kasada dan lainnya. Selama ini, belum ada perhatian pemerintah terkait agenda keagamaan umat Hindu. Padahal ini bisa menjadi potensi yang baik.

“Kami mohon support dan dukungan pemerintah. Selama ini, kami juga belum punya kantor yang bisa digunakan untuk melayani teman - teman Hindu. Kami berharap, kebutuhan kami bisa disupport dan didukung oleh pemerintah,” tambahnya.

Disisi lain, dia juga ingin ada perhatian khusus terhadap 

Pasraman, lembaga pendidikan khusus di bidang agama Hindu. Pasraman ini berfungsi sebagai tempat belajar yang yang melengkapi pendidikan formal. Menurutnya, perlu ada bantuan agar pasraman bisa beroperasi maksimal.

“Ada kurang lebih 21 pasraman di Kabupaten Pasuruan. Ada yang aktif, dan ada yang tidak aktif. Operasional pasraman itu dibiayai secara mandiri. Kalau ada support pemerintah lebih baik sehingga pasraman bisa beroperasi semua. Untuk buku saja, beli pakai biaya sendiri,” jelasnya.

Ketua Komisi II Agus Seteya Wardana yang juga tokoh tengger atau umat Hindu mengaku akan menyampaikan

aspirasi ini ke Bupati Pasuruan. Targetnya, kata dia, mulai tahun 2026, kebutuhan PHDI ini bisa diakomodir dan bisa diberikan perhatian untuk kebutuhannya.

“Kami ingin, pemerintah juga memikirkan masyarakat Hindu tanpa mengesampingkan masyarakat lainnya. Selama ini, belum ada perhatian banyak dari pemerintah karena tidak ada perwakilan. Nah, kebetulan saya warga Tengger, saya akan perjuangkan betul ini,” imbuhnya.

Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan Samsul Hidayat mengaku akan menampung dan memperjuangkan aspirasi yang disampaikan, baik terkait rencana pembangunan Kantor PHDI, Pasraman, pemberian insentif bagi Guru Pasraman, maupun dukungan terhadap kegiatan budaya Hindu.

Menurutnya, Pawai Ogoh-ogoh yang menjadi bagian dari kekayaan tradisi umat Hindu di Kabupaten Pasuruan. Ia menegaskan, Pemkab dan DPRD memiliki tanggung jawab moral dan konstitusional untuk memberikan ruang dan perhatian yang sama ke semua umat beragama.

“Kehadiran PHDI hari ini menjadi bukti nyata semangat kebersamaan dan pluralitas di Kabupaten Pasuruan. Kami di DPRD akan berupaya agar apa yang menjadi aspirasi umat Hindu bisa difasilitasi sesuai kemampuan keuangan daerah dan regulasi yang berlaku,” paparnya.

Ia juga mendorong agar sinergi antara PHDI, Pemkab, dan DPRD terus diperkuat, terutama dalam pengembangan Pasraman sebagai sarana pembinaan karakter generasi muda umat Hindu, serta pelestarian budaya seperti Ogo-ogo yang dapat menjadi potensi wisata budaya.

“Harapannya, komunikasi dan koordinasi lintas umat terus terjaga, sehingga Pasuruan tetap damai, harmonis, dan toleransi. Kebersamaan dan saling menghormati antarumat beragama adalah modal utama membangun Pasuruan yang maju dan berkeadilan untuk semua,” tutupnya. (Red)

Warga Desa Krebet Adakan Bersih Desa dengan Tema Peduli Budaya



Malang,suarakpkcyber.com - Warga desa Krebet Kecamatan Bululawang Kabupaten Malang menggelar tradisi bersih desa memperingati tahun baru islam atau sering di sebut di masyarakat suroan. Tradisi yang di gelar setiap tahun ini bertujuan untuk menjauhkan desa dari marah bahaya dan tolak balak. Acara bersih desa ini atau Gerebek Suro dilaksanan di desa Krebet yg terletak di tengah-tengah persawahan yg ada di desa krebet tersebut, Sabtu (29/06/2025).

Rangkaian acara bersih desa tersebut diawali dengan berbagai kegiatan. Mulai dari arak arakan warga yg membawa gunungan berisi berbagai macam hasil bumi yg nanti nya di perebutkan warga setelah di didoakan di penghujung acara. Arak-arakan diberangkatkan dari balai desa krebet dan berakhir di lapangan pertengahan sawah yang ada di desa tersebut.



Kegiatan tersebut diawali dengan sambutan-sambutan dan pertunjukan kesenian Budaya meliputi Tarian Tradisional dari SDN 1 Krebet, Bantengan, Marlena, Sakera Barongsai, pencak silat dan Drumband Tek tok. 

Dr. H. Nurkholis M.Si selaku kepala desa Krebet menyampaikan bahwa Budaya leluhur harus terus dilestarikan supaya generasi penerus bisa mengenalnya.

" Kita harus bisa melestarikan budaya budaya leluhur kita supaya bisa di kenal sejak dini oleh generasi penerus kita. Dan supaya tdk luntur tergerus oleh kemajuan jaman" ujarnya.

Tradisi bersih desa ini mengumpulkan seluruh warga untuk membawa material kenduri untuk kita do'a kan bersama. Warga Desa Krebet berbondong-bondong membawa hasil bumi beserta tumpengan sayur lauk pauknya sebagai bentuk sedekah dan harapan agar dapat dijauhkan dari marabahaya.

Lebih lanjut Nurkholis menambahkan bahwa acara bersih desa merupakan kegiatan tahunan yang selalu diadakan di Des Krebet.

"Acara bersih desa seperti ini rutin kita lakukan setiap satu tahun sekali untuk memperingatinya", tambahnya. (Ihw)

Ruwatan Desa Randupitu , Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan Mendukung penuh Pelestarian Budaya





Pasuruan,suarakpkcyber.com
- Sebagai upaya melestarikan tradisi budaya yang kini mulai meredup, Pemdes Randupitu menghidupkan budaya kembali ditengah masyarakat khususnya masyarakat Desa Randupitu dengan mengadakan kegiatan Ruwat Desa dengan pertunjukan tampilan wayang kulit dan campursari yang diadakan di Dusun Babat Desa Randupitu Kecamatan Gempol, Rabu (18/06/2025).

Pagelaran wayang kulit dan campursari dimulai jam 13.00 wib hingga semalam suntup dengan menampilkan Dalang Ki Sudarto dari Purwosari, acara begitu meriah dan warga sangat antusias dalam kegiatan tersebut. Warga memadati lokasi mulai siang hari, kegiatan ini dimulai dengan kirab gunungan tumpeng dari hasil pertanian hal ini bertujuan sebagai rasa syukur warga untuk desanya.


Pemilihan lokasi Ruwat Desa memang sengaja diadakan di Dusun Babat Desa Randupitu, selain lokasinya yang sangat strategis juga kebanyakan antusias warga dengan adanya pagelaran budaya tradisional ini.

Kegiatan ini Dihadiri oleh ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, H. Samsul Hidayat, Kepala Desa Randupitu M. Fuad, jajaran Forkopimcam, Tokoh Pemuda dan masyarakat serta didukung penuh oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan kabupaten Pasuruan.

Samsul Hidayat Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan dalam sambutannya, mengapresiasi kegiatan Ruwat Desa sebagai bentuk pelestarian budaya tradisi leluhur bangsa.

" Wayang kulit dan campursari bukan hanya sekedar hiburan tetapi suatu warisan budaya yang mengandung nilai nilai pendidikan moral, spiritual ini yang harus dilestarikan dan di rawat", ujarnya.

Samsul juga menambahkan bahwa DPRD Kabupaten Pasuruan terus mendorong dan mendukung kegiatan pelestarian kebudayaan serupa di desa-desa lain.

" Saya akan terus mendorong dan mendukung kegiatan kebudayaan serupa di desa desa lain, sebab kebudayaan adalah simbul identitas kita, ketika kita bangga dengan budayanya disitulah akar pembangunan yang berkarakter tumbuh dengan baik di masyarakat" pungkasnya.

GS Jala Swara Madani Tampi Memukau di Opening Popda Jatim XIV



Bangkalan,suarakpkcyber.com - Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) XIV dan pekan paralympic Pelajar Daerah (Peparpeda) Jawa Timur diselenggarakan di Stadion Gelora Bangkalan (SGB) pada selasa (5/11/2024).

Diawali dengan tampilan display pembuka dari Genderang Seruling (GS) Jala Swara Madani SMAN 1 Taruna Madani Jawa Timur tampil apik dan membuat penonton terpukau melihatnya. Tampilan pertama menampilkan lagu mars Taruna Madani dan dilanjutkan dengan tampilan unjuk kebolehan membawakan lagu Pahlawan Muda, Hadrah Kolosal Alamate Anak Sholeh, Manuk Dadali dan Maju tak Gentar.

Sekolah Taruna Madani merupakan sekolah unggulan berasrama yang dikelola oleh pemerintah Provinsi Jawa Timur dengan motto "Disiplin, Smart and Religius". Hal ini sebagai ciri khas dari penampilan GS Jala Swara Madani dengan menampilkan bacaan qiroati disela tampilan GS Jala Swara Madani.

Popda XIV dibuka dengan penyalaan obor Api Popda XIV dan Paperda II Jatim 2024 PJ Gubernur Jatim, Ardhy Karyono. Ardhy Karyono menyatakan pembukaan kejuaraan olaheaga Multi-event ini berlangsung dengan standar nasional. "Saya menyampaikan terimakasih kepada semua pihak yang telah ikut mensukseskan gelaran Multi event ini. Kami yakin dengan ini Jawa Timur akan memperoleh bibit-bibit atlet yang mampu mewakili Jawa Timur di kancah Nasional dan Internasional", katanya. (Usj)

Lahir di-tengah2 hiruk pikuk Pariwisata Kuta Bali Putra Daerah Graha Wicaksana Hadir Membangun Kabupaten Badung

 


Bali, suarakpkcyber.com - Tidak menyurutkan niatnya untuk mengikuti jejak orang tuanya Jero Mangku I Made Suwedja penyandang DAN.4 (hor)bagi seorang Karateka dari Perguruan Institut Karate-Do Indonesia INKAI.

Jero Mangku I Made Suwedja 

Sudah tidak asing bagi masyarakat Badung khususnya masyarakat Kuta.

Tersebut seorang anak Kuta yg bernama I Nyoman Graha Wicaksana,B.Com. MM (GW) putra dari Jero Mangku Suwedja yg secara totalitas mengikuti jejak orang tuanya dari mantan Atlit Katate PON Bali sampai menapak ke kancah Politik sebagai Komisi 4 DPRD Badung,Graha Wicaksana yang lebih akrab dengan nama populernya juga sangat memperhatikan perkembangan 

hiruk pikuk Pariwisata Kuta,tidak menyurutkan niatnya untuk mengikuti jejak orang tuanya Jero Mangku I Made Suwedja penyandang DAN.4 (hor)sbg seorang Karateka dari Perguruan Institut Karate-Do Indonesia INKAI.

Jero Mangku I Made Suwedja sudah tidak asing bagi masyarakat Badung khususnya Kuta 

Putra daerah anak Kuta yang bernama I Nyoman Graha Wicaksana,B.Com. MM (GW) putra dari Jero Mangku Suwedja yg secara totalitas mengikuti jejak orang tuanya dari mantan Atlit Katate PON Bali sampai menapak ke kancah Politik Graha Wicaksana yg lebih akrab dg nama populernya GW dg Motto 'Sutindih Tanpa Wates* baru baru ini kembali di nobatkan sebagai Anggota DPRD.Badung yg ke 2 (dua)yang membidangi Pendidikan,Kesehatan,kebudayaan,Kesra 

Lahir di-tengah2 hiruk pikuk pariwisata Kuta,tidak menyurutkan niatnya untuk mengikuti jejak orang tuanya Jero Mangku I Made Suwedja penyandang DAN.4 (hor)sbg seorang Karateka dari Perguruan Institut Karate-Do Indonesia INKAI.

Jero Mangku I Made Suwedja sudah tidak asing bagi masyarakat Badung khususnya masyarakat Kuta.

GW yg relatif sangat muda sangat aktif di berbagai bidang diantaranya Ketua INKAI Cab.Badung,Ketua Persatuan Sepak Bola Badung Dengan Motto Sutindih tanpa wates(membantu tanpa batas) sering membantu orang/masyarakat seperti Upacara Agama,membantu warga yg sakit,membangun tempat2 Ibadah/Pura Dlsbnya.Kami sbg keluarga tentu sangat bangga atas kiprah GW tersebut yg sangat meng'inspirasi sodara sodara kami yang lain di Kuta Bali, terlebih kehidupan di tengah tengah hiruk pikuknya Pariwisata di Kuta generasi muda Bangsa harus mampu membentengi diri dari pengaruh2 negatif Budaya luar,demikian tambahan harapan Jro Mangku I Made Supatra Karang yg juga sebagai Pakdenya GW.

Jro Made Supatra karang juga Ketua dewan penasihat MIO Media independen online provinsi Bali dan juga salah satu dewan kehormatan di PHRI Bali,

Jro Made Sangat Mengapresiasi Graha Wicaksana yang juga adalah Putra terbaik di Kuta Badung menjadi panutan warga kuta dan juga Badung Bali,

Program untuk mensejahterakan masyarakat Kuta sudah sangat dirasakan warga kuta sampai saat ini semua program kegiatan keagamaan maupun sosial sudah sangat dirasakan dimasyarakat k Kabupaten Badung Bali 

Semoga Putra daerah Kuta Badung Graha Wicaksana menjadi contoh agar generasi berikutnya bisa ikut membangun Bali menjadi Lebih maju,tutup nya. (Red) 




Polemik Prasasti Cunggrang Tak Kunjung Selesai, Pemkab Pasuruan Terkesan Lamban Menanganinya


Pasuruan,Suarakpkcyber.com - Polemik kepemilikan Prasasti Cunggrang yang notabennya merupakan aset negara antara ahli waris dengan pemerintah Kabupaten Pasuruan tak kunjung selesai, hal ini merupakan bukti nyata bila Pemkab Pasuruan kurang serius menangani persoalan tersebut.

Saat dikonfirmasi oleh awak media, Kades Bulusari kecamatan Gempol Siti Nurhayati, menyayangkan lambannya Pemerintah Kabupaten Pasuruan dalam menyelesaikan persoalan prasasti Cunggrang yang notabennya merupakan situs sejarah lahirnya kabupaten Pasuruan

”Ini simbul Pemkab Pasuruan dan merupakan aset negara seharusnya ada perhatian serius. Seharusnya Pemkab hadir untuk menyelesaikanya "ujarnya.

Nurhayati menambahkan, Imbas lambanya Pemkab Pasuruan menyelesaikan persoalan ini berdampak langsung di tingkat bawah, munculnya gelombang penolakan masyarakat saat adanya kegiatan pihak ahli waris yang akan menggelar kegiatan pagelaran wayang kulit.

Dirinya membantah keras jika upaya yang dilakukan pihak Desa melakukan penelusuruan bukti-bukti administrasi, konfirmasi intansi terkait yang menanganani cagar budaya karena ada motivasi untuk mengusai aset negara tersebut tapi hal itu semata-mata untuk meluruskan sesuai dengan bukti bukti administrasi yang ada di desa.

” persoalan ada yang mengklaim itu miliknya itu kami hargai sebagai hak pribadi , tapi perlu di dukung bukti dan dukungan materiil yang autentik, kami pihak desa juga memiliki bukti bukti yang lengkap mulai riwayat tanah di peta blok, juga keterngan dari intansi berwenang “jelasnya.(usj) 

Perayaan Cap Go Mek Di Klenteng Poo San Sie Kertosono Nganjuk


NGANJUK,suarakpkcyber.com- Perayaan Cap Go Mek di rayakan umat kepercayaan TAO malam ke 15 setelah perayaan Imlek.

Perayaan Cap Go Mek ini di laksanakan pada hari Sabtu malam di Klenteng Poo San Sie Kertosono Nganjuk. (24/2/2024)

Rangkaian acara di laksanakan begitu meriah, dengan pertunjukan Barong Sai, Leang Leong dan pembagian angpao. 

Masyarakat umum yang berada di sekitar wilayah tersebut sangat antusias melihat berbagai antraksi yang di mainkan Barong Sai.

Menurut Suganda tujuan di memperihati Cap Go Mek ini agar kita umat kepercayaan TAO selalu di berikan rejeki yang banyak, selalu sehat, dan makmur

" Kesenian barong sai ini merupakan tradisi dari para  leluhur, semoga negara selalu dalam keadaan aman dan makmur," urainya.

Selain barong sai ini merupakan tradisi juga untuk menghibur masyarakat sekitar pada  khususnya dengan membagi Ang Poo (uang yang di bungkus dalam amplop).(sr) 

Semarak Kegiatan Pekan Budaya Mojopahit Di Mojokerto


MOJOKERTO, Suarakpkcyber.com-Gerakan Ekonomi Kreatif Mojokerto Raya terlibat aktif dalam rangka kegiatan Pekan Budaya salah satunya mengisi stand utama menampilkan produk unggulan para pelaku usaha di Mojokerto Raya yang merupakan anggota pilihan yang melalui Proses KURASI PRODUK UNGGULAN yang diselenggarakan seminggu sebelum kegiatan tersebut dari Tgl. 10-16 November 2023 dilapangan Raden Wijaya Surodinawan Kota Mojokerto ini event pertama kali untuk memperingati Hari Lahirnya Kerajaan Mojopahit yang ke 730Tahun 

Acara dengan rangkaian kegiatan budaya yang syarat akan nilai nilai luhur yang akan terus dilaksanakan sebagai penguat nilai nila kebangsaan sebagai pondasi karakter manusia Nusantara yang pernah menguasai 2/3 wilayah di dunia dengan meninggalkan budaya kearifan lokal yang Luarbiasa 



Sebagai bangsa besar era keemasan ini harus terus di publikasikan dengan bagus dan pelibatan masyarakat lebih masif di era digital yang salah satu dampak negatifnya timbul masalah sosial yang perlu diantisipasi dengan baik  

Hadirnya kegiatan ini merupakan langkah baik yang harus disambut nyata dengan tahapan yang bagus berkesinambungan dan berkelanjutan sehingga ekosistem berusaha terbentuk dengan sendirinya paduan dari budaya 

Nilai nilai ini yang ditampilkan oleh masyarakat dari berbagai komunitas budaya seni dan usaha kerakyatan 


Gekraf Mojokerto Raya menampilkan produk produk unggulan baik Kuliner Makanan dan Minuman serta Kerajinan dengan sentuhan tradisional dan potensi daerah sehingga produk lokal akan terus menjadi pondasi penguat perekonomian nasional

Bangsa yang kuat dan mandiri merupakan motto para pelaku usaha dan keterlibatan stake holder yang lain harus saling mendukung dengan sistematis berkelanjutan tidak saja sekali namun menjadi agenda tahunan yang di nanti semua pihak baik para pekerja seni, budaya dan pelaku usaha 



Ruang publik ini menjadi gerakan Ekonomi Kreatif yang akan dinanti begitu kata Ketua Gerakan Ekonomi Kreatif Mojokerto Raya Abdul Rachman dalam kesempatan ini salam kreatif berdaya saing kuat dan mandiri(alfan) 

Hut Ke-3 Yayasan (YKKB) Kesatria Keris Bali Wilayah Badung


KUTA BALI,suarakpkcyber.com-Perayaan HUT yang ke 3 Yayasan YKKB Kabupaten Badung yang berlokasi di Pasar Seni Kuta (Jaba Pura Desa Adat Kuta) Sabtu malam (11/11), langsung dihadiri oleh Ketua Umum YKKB I Ketut Putra Ismaya Jaya (Jero Bima), Ketua YKKB Badung (Jero Nyoman Tandur), Jero Bendesa Adat Kuta (Jero Ardana), Ketua Bupda Kuta (Wayan Swali Karang), Duwe Nyama Bali (DNB) dan Ketua DPW MIO Bali (Bramono Sitanggang) dan Tokoh Kuta (Man Mantra).

Dalam sambutannya Ketua Umum YKKB ini menyampaikan harapannya wadah bersatu bangkitnya jiwa para ksatria di tanah Bali, yang membela tanah air Indonesia tanah di Bali (membela kehormatan). Orang-orang yang terpilih bergabung di Organisasi ini (diuji) ketulusannya yang tidak mendapat materi tetapi yakin mendapatkan karma anugerah yang kekal di kehidupan selanjutnya. Bersama-sama menjaga tanah Bali. Bersama-sama juga untuk selalu berbuat baik satu sama lain karena jalan dharma di tanah Bali. Hilangkan ego-kesombongan untuk berbuat sosial kepada siapa saja. Dan Ketua Umum mengakui dirinya adalah nahkoda (lambang kapal perahu dan keris) / supir dari Ida Ratu/ Organisasi ini.

Motto dari YKKB adalah 3 M (Menyame Tanpa Batas, Menyame TANPA Identitas, Menyame Sampai tuntas).


Terbentuknya Yayasan Ksatria Keris Bali adalah di Puri Agung Klungkung pada tanggal 06 September 2020 dan kemudian wilayah Kabupaten Badung menetapkan pada tanggal 11 Nopember 2020.

Adapun juga pernyataan dari Ketua YKKB Kab. Badung (Jero Nyoman Tandur) saat diwawancarai tadi malam semangatnya untuk lebih bergiat sosial seperti donor darah, pemberian kursi roda dan bantuan hukum bagi orang-orang yang tidak mampu selain yang sudah sering dilakukan seperti bersih-bersih pantai. Untuk Struktur Kepengurusan Wilayah Kecamatan Kabupaten Badung yang sedang diproses adalah Mengwi (Sempidi) dan yang belum sama sekali adalah Kecamatan Petang.

Acara ini diakhiri dengan makan malam bersama serta acara bebas hiburan penyanyi lawas Bali Panji Kuning, Joget Bumbung, dan penyanyi Bali lainnya.

(Red)

Pawai Budaya Di Hadiri Pj Bupati Jombang Di Desa Tanggungkramat Kec Ploso Kab Jombang


JOMBANG,suarakpkcyber.com -Pj bupati Jombang Sugiat melepas pemberangkatan pawai budaya dalam rangka sedekah bumi di Desa Tanggungkramat Kecamatan Ploso kabupaten Jombang, Sabtu 04/11/2023 pukul 08.30 WIB. 

Tampak hadir  di acara Pj bupati Jombang, camat Ploso dan Forkopimcam, kepala desa beserta perangkat ,Koramil  ploso,Polsek Ploso,BPD,karang taruna,PKK

Linmas,tokoh agama,dan seluruh undangan

 yang hadir.

Warga masyarakat Tanggung kramat yang

meliputi dusun Kleco,dusun Tanggungan,

dusun kramat semua dengan kompak berbondong bondong menyemarakkan  pawai budaya dalam rangka sedekah bumi. 

Untuk melestarikan uri uri budaya leluhur, yang di ikuti dari kalangan anak anak hingga orang dewasa bahkan kalangan pendidikan dikawasan kecamatan Ploso,(04/11)

Sebagai wujud syukur kehadiran Tuhan Yang Maha Esa atas  limpahan rejeki hasil panen warga masyarakat

Pj bupati Jombang Sugiat S.sos di dampingi Pj tim penggerak PKK kabupaten Jombang

Yayuk Sugiat sangat mengapresiasi kegiatan pawai budaya sebagai ajang silahturohmi,guyub rukun masyarakat, serta upaya pelestarian budaya,demikian juga pengembangan UMKM,red (04/11)

" Alhamdulillah kita bisa berkumpul di pendopo balaidesa Tanggungkramat dalam rangka sedekah bumi dengan pelaksanaan pawai budaya, semoga acara pada hari ini berjalan  lancar dan  sukses,ucap Sugiat Pj Jombang ,(04/11)

Widha dwi Priyanto kepala desa Tanggung kramat menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pj bupati Jombang beserta jajaran atas kehadirannya dan kesediaannya memberangkatkan peserta  pawai budaya dalam rangka  sedekah bumi di mulai dari pendopo balai  desa Tanggungkramat" ucap   kades,(04/11).

Semoga dengan terselenggaranya pawai budaya dalam rangka sedekah bumi desa Tanggungkramat kecamatan Ploso kabupaten Jombang pada hari sabtu 04/11/2023 sebagai acara tahunan, tahun depan akan lebih meriah lagi.red (jacky)

Grand Opening Toserba Sae Mart Suwaskito Panjor Tembelang Jombang Berlangsung semarak


JOMBANG,-suarakpkcyber. com -Dalam rangka grand opening toserba SAE Mart. di Dsn Panjor, Desa Kedunglosari, Kecamatan Tembelang , Kabupaten Jombang menampilkan pagelaran wayang kulit cakra budaya selasa malam, (24/10/2023) acara tersebut berlangsung semarak 

Pagelaran wayang kulit oleh Kidalang  Rudi Gareng dari Blitar, dan lawak Cak Percil cs, 

Sempat Memukau Penonton dari berbagai daerah berduyun -duyun mendatangi  berlangsungnya acara 



Grand opening toserba sae mart mengundang decak kagum dari masyarakat. nampak hadir calon dewan dari Gerindra, Mbak DELA dan Mas Farid dari Gerindra Jawa Timur dapil X no 2, turut hadir H Warsubi SH, Kepala Desa Kedunglosari beserta perangkat, Babinsa dan Babinkamtibmas dan tamu undangan lainnya 

Kedua calon tersebut memperoleh dukungan dari masyarakat, mengingat keterbukaan dan komitmen dalam membangun hubungan tali silaturrahmi yang erat dengan warga masyarakat sekitarnya 



Suwaskito, pemilik SAE Mart merupakan sosok figur terkemuka di Dusun Penjor, Desa Kedung Losari, Kecamatan Tembelang, Kabupaten Jombang. “Pada malam ini grand opening sae mart resmi saya buka dan saya sengaja menyediakan toko serba ada (toserba) di lingkungan saya sendiri dan saya mengajak masyarakat untuk berbelanja tanpa harus bepergian jauh,”ucapnya. 

Octadella Bilytha Permatasari ST Mda, /Mbak Della, panggilan akrabnya merupakan caleg DPRD Jombang dapil 6, yang meliputi kecamatan Megaluh, Tembelang, dan Kesamben berharap “Kami mohon dukungan dan doa restunya kepada masyarakat untuk maju sebagai wakil rakyat  agar ada kemajuan demi terwujud kehidupan " Baldatun thoyyibatun Warobbun Ghofur,”paparnya 

Dengan di bukanya grand opening sae mart  di Dsn Penjor, Desa Kedunglosari masyarakat bisa lebih mudah berbelanja bisa hidup ekonomis sejahtera 

(srd -team)

Pawai Sedekah Bumi Desa Kedungdowo Kec Ploso Kab Jombang


JOMBANG,suarakpkcyber.com Semarak pawai budaya dalam rangka sedekah bumi adalah ritual tradisional masyarakat yang populer di Indonesia khususnya Pulau Jawa yang masih menjadi tradisi ini Khususnya di Desa Kedungdowo Kecamatan Ploso kabupaten Jombang, Minggu 22/10/2023 pukul 08.00 WIB. 

Tampak hadir  di acara tersebut camat Ploso,DPRD dari fraksi PKB Hj Erna Kusnawati, kepala desa Kedungdowo beserta perangkat, dewan juri,

koramil,polsek,,BPD,

Linmas,tokoh agama,karang taruna, dan seluruh  undangan yang hadir,



Wujud dalam mensyukuri, warga desa Kedungdowo terhadap Tuhan Yang Maha Esa, serta antusias dari kalangan elemen masyarakat dari anak anak hingga orang dewasa  berbagai lembaga pendidikan yang berada di kawasan desa Kedungdowo juga ikut menyemarakkan pawai budaya dengan membawa tumpeng

yang di bentuk berbagai macam kreasi dan unik,serta menampilkan kreativitas seperti ogo Ogo,leak,badut,naga,rajawali dan lain lain begitu juga tari tarian,jaranan ,reog, dengan berbagai kostum yang indah dan lucu dengan iringan audio sound system yang di rakit dan di hias minggu 22/10/2023.

Sulistiowati kepala desa Kedungdowo  mengucapkan terima kasih kepada panitia penyelenggara dan seluruh masyarakat, yang meliputi 5(lima)  dusun Gangga, kunden, Kedung glagah,  Waru tunggal,dan dusun Kalikijing yang sangat begitu kompak,dalam pelaksanaannya . 

"Alhamdulilah berkat rahmat Alloh SWT kita semua senantiasa selalu sehat dan pada Pagi ini bisa menggelar acara pawai budaya

dalam rangka sedekah bumi harapan saya (kades) semoga  bisa membantu kelancaran ekonomi masyarakat dan memajukan desa 

Kedungdowo ,di jauhkan dari segala musibah

 dan kita semua di berikan kelancaran rejeki yang barokah... aminn"pungkas kades

Tridoyo S.STP Camat Ploso sangat mengapresiasi dengan di gelarnya kirab budaya di desa Kedungdowo kecamatan Ploso kabupaten Jombang,karena acara tersebut salah satu uri uri tradisi dari leluhur yang diselenggarakan rutin tiap tahunnya,

Pungkas Camat Ploso

Sejak pagi semua peserta sudah mulai rame berkumpul karena di ikuti 19 grup  baik dari   pendidik maupun masyarakat , walaupun ribuan orang yang memadati jalan raya bagi  kendaraan yang melintas tetap lancar dan aman terkendali. ( jeky & team)

Wayangan Jogolewon Bagorwetan Sukomoro Melestarikan Budaya


NGANJUK,Suarakpkcyber.com,- Nyadran merupakan adat Jawa yang harus dilestarikan.

Dalam melestarikan budaya Dusun Jogolewon Bagorwetan Sukomoro Nganjuk gelar wayangan pada Rabu malam (9/8/2023) sekitar pukul 20.00 wib.

Turut hadir dalam nyadran ini Babintrantibmas, Babinsa, seluruh perangkat desa Bagorwetan, serta seluruh masyarakat Dusun jogolewon Bagorwetan.

Selaku Kades Bagorwetan Sugeng menyampaikan bahwa bersih dusun ini merupakan ucapan rasa syukur masyarakat Bagorwetan Sukomoro Nganjuk khususnya dusun jogolewon sebagai rasa syukur atas Rahmat yang di berikan oleh sang pencipta, berupa panen yang melimpah, masyarakat guyub rukun, kesehatan serta rejeki.

" Dengan di gelarnya pertunjukan wayang berarti kita juga melestarikan budaya Jawa agar tidak terkikis oleh budaya asing," urainya.(sr)

Pelurusan Sejarah Boyongan Dari Berbek Ke Pendopo KRT Soesto Koesoemo Nganjuk


NGANJUK,Suarakpkcyber.com,-  Boyongan merupakan perpindahan pemerintahan dari Berbek ke Pendopo KRT Soesro Koesoemo Nganjuk.

Prosesi ini di laksanakan pada hari Selasa siang (6/6/2023) tepatnya pukul 12.00 wib seluruh Forpimda berangkat dari Berbek menuju Pendopo Nganjuk.

Acara boyongan ini merupakan kegiatan pertama kali yang dilaksanaka. Oleh pemerintah Kabupaten Nganjuk dengan tujuan untuk pelurusan sejarah, agar generasi penerus paham apa sesungguhnya boyongan itu.

Boyongan Projo ini merupakan Boyongan pemerintahan yang di peringati setiap tanggal 6 Juni.



Acara ini di ikuti oleh semua OPD, Desa/Kelurahan, Kecamatan dan para pengusaha ikut memeriahkan boyongan dengan berjalan dari taman nyawiji menuju pendopo kabupaten Nganjuk dengan memakai pakaian adat Jawa kuno, 

 Samsul Huda Ketua Panitia menjelaskan, kegiatan ini merupakan peringatan boyongan dari kabupaten Berbek ke Nganjuk sekaligus acara sedekah bumi.

“Boyongan itu menurut ahli sejarah, yakni menginspirasi melestarikan adat Jawa yang sudah melekat di Nganjuk yang sedekah bumi ( Nyadran )," jelasnya.

Sementara itu menurut Bupati Nganjuk Kang Marhaen mengatakan, Boyong Kabupaten Nganjuk dilaksanakan setiap tahun tepatnya tanggal  6 Juni, hari ini merupakan peringatan yang ke148 mulai dari tahun 1980 sampai dengan 2023. 

“Saya berharap boyongan ini menjadi agenda rutin Kabupaten Nganjuk dan segera di tetapkan Surat Keputusan tersebut," tuturnya.

Boyongan dan sedekah bumi merupakan kegiatan yang mempunyai arti bersyukur telah diberikan rejeki yang berlimpah.

" Selain itu kedua kegiatan ini mencerminkan perilaku  gotong royong bekerja secara bersama-sama agar tidak berat beban yang di pikul, " pungkasnya.(sr) 

Uri-Uri Tradisi Dan Kirim Doa Arwah Para Leluhur


JOMBANG, suarakpkcyber. com-Untuk menciptakan suasana bersih, indah dan nyaman tidaklah mudah bagi suatu Pemerintahan Desa,tentunya  perlu  kerja keras dan kekompakan yang seimbang. Untuk itu Pemerintahan Desa Ngudirejo, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang gelar acara kirim doa(tumpengan,) dan uri-uri tradisi/budaya  leluhur di pendopo balai desa  , Jum'at (5/5/2023) 

Acara yang berlangsung hikmad  penuh makna bertujuan  untuk mengenang jasa para leluhur desa yang  terdahulu. Nampak  hadir Camat Diwek, Danramil beserta anggota, Kapolsek beserta anggota Babinsa, Babinkamtibmas, Perangkat Desa ,Tokoh Masyarakat Tokoh Agama ,RT, RW  dan warga sekitarnya. 

Sebelum acara di mulai, yang hadir di minta untuk mempersiapkan diri (noto ati, red)  supaya doanya lebih mantab / mustajabah dan doa tersebut di tujukan kepada arwah para sesepuh, pinisepuh, dan para leluhur desa 



Lantarno (kades, red)  menyampaikan " Saya  selaku kepala desa yang bertanggung jawab untuk wilayah desa dan desa ada yang baurekso (Nyai danyang/kaki danyang, jawa)  untuk itu pada kesempatan ini saya sengaja  mengajak  untuk uri-uri tradisi /budaya  yang sudah ada setiap jum'at legi sekali ,,paparnya 

Sholawat serta salam tetap tercurahkan pada junjungan kita Nabi Besar Muhammad SAW  dan tak lupa  kirim doa kepada para arwah sesepuh, pinisepuh/leluhur  desa yang sudah bersusah payah membangun desa agar kelak arwahnya mendapat tempat di sisi yang maha kuasa. 

Harapan saya,  acara kirim doa (tumpengan ) dan uri-uri tradisi/ budaya kali ini ada guna manfaatnya . terlebih untuk warga masyarakat dan pemerintah desa saya minta untuk  bersatu padu dan berkesinambungan demi terciptanya desa bersih, indah dan nyaman,, pungkasnya 

Dengan terlaksananya acara tersebut semoga yang maha kuasa mengabulkan niat baiknya dan menjadikan desa Baldatun Toyyibatun warobbun Ghofur yang sesuai harapan warga masyarakat terlepas dari wabah dan bencana tak kurang suatu apa.  ( srd )

Uri-Uri Tradisi Budaya Mato'an-Manduro -Kabuh Jawa Timur

Paragono kerawitan

JOMBANG,Suarakpkcyber. Com-Uri - Uri  tradisi budaya atau sedekah bumi juga biasa di sebut sedekah  dusun  yang di laksanakan di rumah polo Taji acara tersebut di dusun mato'an desa  manduro, kecamatan Kabuh Kabupaten Jombang, hari minggu pukul 14.00 wib tepatnya tanggal 30/04/2023

Hasil yang di bawa oleh Warga setempat di antaranya tumpeng ayam pangang dan  serta hasil bumi (jolen) yang di hasilkan dari hasil panen semua warga dusun mato' an berbondong bondong di kumpulkan satu tempat yang di tentukan. 

Polo atau kasun biasa di sebut oleh warga manduro dalam penyapaiannya  Sebelum dilakukan acara dimulai terlebih dahulu mari kita bersama  sama kirim doa mengajak warganya semua dan di hadiri oleh tokoh agama, sesepuh pinisepuh ,serta semua perangkat desa beserta masyarakat setempat, sesuai adat di desa manduro terutama di dusun mato'an. mendoakan semua warga yang hadir atau yang belum bisa hadir agar semuanya di beri panjang umur, banyak rezeki , di muda kan urusannya dunia maupun akhiratnya, serta mendoakan para leluhur leluhur sebelum kita . Pungkas polo Taji. Tokoh 

Tokoh masyarakat dusun mato'an


Hasil panen dan usaha dari semua warga dusun yang di kumpulkan dan di doai bersama untuk  semua warga dusun yang hadir maupun yang ngak bisa hadir serta  mendoakan juga semua para leluhur yang sebelumnya.   Makanan dan hasil panen buah buahan .sayur sayuran,polo wijo, polo pendem yang telah di kumpulkan serta sehabis acara selesai di bagi dan  dan di rebut kan sambil melihat dan tertawa nikmati bersama sama. 

Hal ini sangat kelihatan sekali guyup rukunnya suatu warga mato'an. 

Sedangkan  jamilun kades manduro yang telah di wawancarai oleh salah satu awak media mengatakan, kegiatan ini bertahun tahun di lestarikan oleh  warga masyarakat dusun mato'an sebagai rasa syukur atas nikmat dan karunia yang sudah diberikan kepada warga masyarakat. 

Dirinya juga berharap kegiatan sedekah bumi ini supaya bisa di agendakan tahunan oleh dusun mato'an sesuai adat setempat , 

Terlepas acara ini di teruskan oleh beberapa hiburan, karawitan, serta pagelaran wayang kulit malamnya. Pungkas kepala desa Jamilun. (Na2ng)

Kirab Sedekah Dusun Lengkong, Desa Jatigedung Kecamatan Ploso Kabupaten Jombang


JOMBANG, suarakpkcyber. Com-Hari Selasa tepatnya tanggal 11 Oktober 2022 di  kediaman rumah warga  dusun Lengkong masing masing Rt telah mempersiapkan pawai bermacam macam penampilannya untuk mensuksedkan hajatan di dsn lengkong desa jati gedong kecamatan  Ploso Kabupaten Jombang

Tampak ada giat yang  sampai menarik perhatian dari penguna jalan yakni arak arakan jolen ,dari jolen sayur sayuran, buah buahan, polo pendem,serta polo wijo yang di dapat dari hasil panen warga dusun Lengkong desa jati Gedong kecamatan ploso Kabupaten jombang

Dalam rangka Sedekah Dusun bumi lengkong Desa Jati Gedong tahun 2022. 



Setelah vakum selama 2 tahun dikarenakan musibah covid 19 akan tetap selalu mengadakan hanya syukuran di punden karena musih tersebut udah berakhir. 

pagi hari sekitar pukul 10 00 wib hari selasa 11/09/2022

Habis kirim doa siangnya sekitar pukul 13.45 wib  di teruskan  karnaval kirap sedekah dusun Lengkong 

 dengan ucapan alkamdullilah acara berjalan semarak dan meriah  

Hari selasa ini  memang hari special yang di cetusnya hari jadinya dusun Lengkong desa jatigedong kecamatan ploso, kepercayaan hari itu adalah hari jadi Dusun Lengkong  pungkas kasun . 



Acara di  buka  sebenar nya di buka oleh camat Ploso , karena beliau ngak bisa hadir di karenakan bersamanya beliau menghadiri acara BULAGA ,dan akhirnya di buka oleh pemangku desa jatigedong

 Pelaksanakan arak arakan jolen dan hasil bumi warga dusun Lengkong, serta  tampilan masing-masing dari RT tampak sekali semangat guyub rukun kebersamaannya telah di jaga. 

Giat arak arakan yang hampir mirip karnaval ini dipimpin dengan  ketua panitia  (Utomo ) selaku Inspektur upacara arak arak an. 

Penampilan pentas seni jaranan yang dipimpin cak wito dari desa jatirowo desa jatigedong sendiri serta penampilan berbagai macam - macam suku dan adat dari segi seninya seni bela diri persatuan pencak silat Persaudaraan Setia Hati  dari dusun lengkang malamnya dilanjutkan kesenian   drum band  dari adik adik sekolah Dasar negeri sekitar



Di indahkan lagi waktu malam nya seni budaya wayang kulit yang di dalangi oleh Ki Mad. Raji

Yang berasal dari desa jegrek kecamatan kudu kabupaten jombang

Acara  sedekah dusun Lengkong tersebut dalam pelaksanaanya sedekah  pengamannya  di bantu  oleh jajaran  kepolisian,koramil, dan elemen dari pemerintah Desa jatigedong ( na2ng )

Ritual Selamatan Desa, Bentuk Rasa Cinta Kepada Sang Leluhur Yang Babat Desa Bulusari


PASURUAN,suarakpkcyber.com-Masyarakat desa masih mempercayai adat istiadat yang diwariskan oleh leluhur atau yang babat alas(punden)Salah satu tradisi yang masih dilakukan sampai saat ini adalah ritual selamatan desa(kardeso) 

Tentunya beberapa desa di Indonesia melakukan selamatan desa dengan cara berbeda dan memiliki ciri khas tersendiri. Ada salah satu desa yang masih melaksanakan ritual tersebut, yaitu desa Bulusari.

Pemerintah Desa Bulusari Kecamatan Gempol Kabupaten Pasuruan  menjadwalkan agenda berziarah ke permakaman dan prasasti di enam tempat bersejarah, sabtu (18/9/2022) pagi ini dalam rangka ruwat deso.

Enam tempat yang diziarahi itu antara lain: 1. Prasasti Cungrang dan ziarah makam Kepala desa Bulusari pertamam Djoyo Sudarso era Pemerintahan Belanda yang wafat tahun 1958, 2. Makam Mbah Cho yang babat dusun Mbulu, 3. Ziarah makam Karto Admojo kepala desa pertama Bulusari), 4. Makam H. Moh. Tohir (Mantan Kepala desa Bulusari), 5. Makam H. Yudono (mantan kepala desa Bulusari), 6. Kunjungi Petilasan Baru Rantai dan ziarah Makam Sayyid Ibrahim dan Eyang Gozali.



"Prosesi Sowan ziarah ke makam leluhur desa ini selain untuk memanjatkan doa untuk para leluhur desa, juga untuk mengingat akan perjuangan dan pengabdian para leluhur terdahulu. Sowan ziarah ini sangat penting agar generasi-generasi muda sekarang ini tidak lupa sejarah tempat dimana kita berpijak." ucap Ibu Kades Bulusari Hj. Siti Nurhayati.

Terpisah Subhan yang juga merupakan Ketua BPD Desa Bulusari  dalam obrolan ringan setelah acara selesai "Kalau bisa kegiatan ini berlangsung terus sebagai agenda kegiatan desa, sekaligus dijadikan sebagai sarana mengenang kembali sejarah. Selain sebagai ritual  nyekar atau ritual  ’keabadian’ dalam masa hidup yang begitu pendek di dunia,” katanya. 

Idealnya, setelah nyekar, seseorang akan berubah menjadi pribadi yang lebih baik. “Melestarikan nama baik leluhur, itu yang lebih penting daripada menabur bunganya. Minimal mengenang sisi baik orang yang sudah meninggal, lalu bertekad untuk menjadi lebih baik, insya Allah akan beramal yang abadi, Yang pada intinya menyenangkan yang sudah meninggal dan menyenangkan yang masih hidup. "tuturnya, bijak.  



Ada yang menarik disaat awak media berada di  Prasasti Cungrang, yang berada di Dusun Sukci. Di sebelah selatan prasasti ada makam keluarga, tampak di sisi tembok ada bener bertuliskan makam Keluarga Djojo Soedarso.

Saat awak media penasaran dan melakukan penelusuran, sosok wanita menghampiri, dia mengaku sebagai cucu dari Djojosudarso, wanita tersebut menceritakan bahwa yang di makamkan di sini adalah  kepala desa pertama Desa Bulusari Djojosudarso, berkuasa  era Mataram Islam, pemerintahan  kekuasaan Belanda,  menjabat mulai tahun 1923 – 1932.

" Mbah Djojosudarso Lurah Bulusari di era Mataram, meninggal 1 Agustus 1958, punya anak namanya Supoyo Trunojoyo, yaa saya ini anaknya. Saat itu Saya masih ingat sekitar tahun 1976 Presiden pertama Indonesia IR. Soekarno pernah singgah di rumah saya, waktu itu saya masih umur 7 tahun, Pak Soekarno mengajak Bapak saya Supoyo Trunojoyo mengambil Pusaka desa Bulusari di Sumber Pancuran. Pak Karno itu kalau manggil Bapak itu dengan Panggilan Gus Cung, Yai Cung. "Tutur Mbah Ja'ani.

Ditempat itu rombongan Semua Unsur Perangkat desa Bulusari yang di pimpin Kepala desa Hj. Siti Nurhayati dan PJ. Camat Gempol dan rombongan di Prasasti Cungrang melakukan Istighozah dan tabur bunga di lanjutkan ke makam Mbah Cho, setelah itu melukukan ziarah ke makam K. Kerto Atmodjo yang saat itu menjabat mulai tahun 1941 – 1980  makamnya Selatan Balaidesa Bulusari barat jalan. Teguh Setiyawan cucu dari Kerto Atmodjo menyambut kedatangan rombongan.

"Ini makam Mbah Atmojo, beliau menjabat kepala desa tahun 1941 – 1980, sebenarnya sebelum Indonesia sudah menjabat, namun baru dapat SK tahun 1941, bahkan SKnya saya masih simpan sebagai arsip sejarah leluhur, " Terang Teguh.

Selesai melakukan Istighosah Rombongan melanjutkan Ziarah di makam H. M. Thohir menjabat mulai tahun 1989 – 2007 dan 

H.    Yudono menjabat mulai tahun 2007 – 2018. Selanjutnya melakukan perjalanan ke Petilasan Batu Rantai dan ziarah Makam Sayyid Ibrahim dan Eyang Gozali.

Bulusari adalah wilayah yang menjadi catatan sejarah bagi Kabupaten Pasuruan, khususnya Dusun Sukci yang memiliki Prasasti Cunggrang. Pasalnya, dari dusun itulah asal usul Kabupaten Pasuruan berdiri.

Berdasarkan pertimbangan perjalanan sejarah, 18 September 929 kemudian ditetapkan sebagai hari lahir Kabupaten Pasuruan.

Keputusan ini tertuang dalam Peraturan Daerah Kabupaten Pasuruan Nomor 8 Tahun 2007 tentang Hari Jadi Kabupaten Pasuruan, yang menetapkan 18 September sebagai Hari Jadi Kabupaten Pasuruan.(tim)

Gus Taji Dan Tasirin Komite Kawal Siswa-Siswi SMAN 1 Gedek Tampil Di Malam Anggoro Kasih Di Pemkab Mojokerto

Gus taji

MOJOKERTO.suarakpkcyber.com-Malam Anggoro Kasih yang rutin menampilkan seni-budaya di Pendopo Kabupaten Mojokerto yang dimotori Ahmad Taji (Gus Taji), Tasirin, Minarto Tjandra dkk, dari hari ke hari makin menggeliat hangat meskipun minim dukungan dari jajaran terkait, swadiri. Begitupun malam ini, saat ini, Senin 5 September 2022, Malam Anggoro Kasih digelar untuk kesekian kalinya.

Tampilan gamelan yang selalu mengiringi hampir di sepanjang acara, membawa kepada nuansa klasik masa lalu yang syahdu, mengiring kepada sesuatu yang tenang.

Namun tampilan malam ini yang berbeda dari sebelum-sebelumnya. Kali ini melibatkan siswa-siswi SMA yang dimulai dari para pelajar SMAN 1 Gedek Kabupaten Mojokerto yang didampingi Tasirin selaku komite.



Para pelajar SMAN 1 Gedek menampilkan dua seni. Yang pertama berupa musikalisasi dua puisi, dan yang kedua berupa Jatilan yang dilakukan para pelajar putri yang cantik-cantik.

"Kebetulan kami komite di SMAN 1 Gedek memotivasi para pelajar SMAN 1 Gedek saya ajak untuk tampil dalam Malam Anggoro Kasih malam ini dengan Tari Jatilan," ungkap Tasirin yang pernah menjadi anggota DPRD Kabupaten seraya berharap hal tersebut mendapat dukungan lebih dari jajaran terkait termasuk Forkopimda, Kapolres, Dandim dan lainnya.

Sambutan yang antusias datang dari Ahmad Taji (Gus Taji), atas tampilnya pelajar SMAN 1 Gedek dalam Malam Anggoro Kasih kali ini. Ahmad Taji pun berharap hal tersebut akan diikuti SMA-SMA lain di Mojokerto untuk peduli tampil mengidupkan seni - budaya, seni - tradisi, melalui Malam Anggoro Kasih dimana untuk tempat di Pendopo Kabupaten telah mendapat persetujuan dari Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati beserta jajarannya.



"Kami minta untuk Malam Anggoro yang episode-episode ke depan SMA-SMA lain juga tampil bergantian dalam acara Anggoro Kasih, saling mengisi, saling support," ungkap Ahmad Taji yang juga Ketua Harian PODSI yang membawahi olahraga dayung sehingga olahraga dayung di Mojokerto pun menggeliat serta diikuti para pelajar SMA-SMA se-Mojokerto maupun para pelajar SMP-SMP-nya.

Ahmad Taji menyampaikan, untuk mengawali Malam Anggoro Kasih hampir sama dengan ketika mengawali olahraga dayung di Mojokerto dimana harus dengan merogoh kocek sendiri terlebih dahulu meskipun kemudian juga belum tentu mendapat dukungan yang proporsional.



Terpisah Siswahyu Kurniawan penulis buku biografi Asmuni - Srimulat mengapresiasi Ahmad Taji, Tasirin, Minarto Tjandra dkk yang menginisiasi bersama Malam Anggoro Kasih sehingga menghidupkan suasana Pendopo Kabupaten Mojokerto pada setiap 'pentasnya'. Siswahyu Kurniawan juga sepakat, prihatin, dengan kurang proporsionalnya perhatian dari jajaran terkait. Lebih-lebih pada saat pelaksanaan Malam Anggoro Kasih harus mengusung tampilan suatu grup karawitan, menyediakan segala sesuatunya, tak jarang menu utama. Pendapat Anda? Sms atau WA kesini= 081216271926 (Sis).