Tag Label

Kepolisian (3865) daerah (1074) Pemerintahan (576) Jurnalistik (459) Demontrasi (84) Lintas Opini (75) DPRD (74) Desa (62) RSUD (47) Iklan (37) Kebakaran (34) KPU (30) Mahasiswa (11) DPRD kota pasuruan (8) PDAM (5) Desperindag (4) DPR RI (2)

Tranding Topic

Konflik UNUBA Belum Usai, Gus Najib Siapkan Universitas Pancawahana demi Keberlangsungan Pendidikan Mahasiswa

Pasuruan,suarakpkcyber.com, – Konflik yang berkepanjangan terkait pengelolaan Universitas Nahdlatul Ulama Bangil (UNUBA) masih belum menemuk...

Headline NewsLihat Semuanya

Konflik UNUBA Belum Usai, Gus Najib Siapkan Universitas Pancawahana demi Keberlangsungan Pendidikan Mahasiswa

Pasuruan,suarakpkcyber.com,– Konflik yang berkepanjangan terkait pengelolaan Universitas Nahdlatul Ulama Bangil (UNUBA) masih belum menemukan penyelesaian. Di tengah situasi tersebut, Najib Syafi’i atau yang akrab disapa Gus Najib memilih memprioritaskan kelangsungan pendidikan mahasiswa sambil menyiapkan identitas baru bagi perguruan tinggi yang dikelolanya.

Saat ditemui di kediamannya pada Kamis (18/6/2026), Gus Najib mengatakan bahwa kepentingan mahasiswa menjadi perhatian utama. Menurutnya, proses belajar mengajar harus tetap berjalan meski persoalan internal kampus belum selesai.

“Sementara kita mengalah, mahasiswa biar sekolah di sini,” ujar Gus Najib.

Ia juga menanggapi langkah sejumlah mahasiswa yang sebelumnya meminta pendampingan hukum kepada DPC PERADI Bangil. Menurutnya, upaya tersebut merupakan hak mahasiswa untuk mencari kepastian hukum atas kondisi yang sedang mereka hadapi.

“Itu hak mahasiswa,” katanya singkat.

Gus Najib menambahkan, apabila nantinya ada permintaan klarifikasi dari pihak mana pun, termasuk DPC PERADI Bangil, dirinya siap memberikan penjelasan sesuai fakta yang ada.

“Kalau PERADI meminta konfirmasi, tentu akan kita jelaskan dan kita dukung,” tuturnya.

Dalam kesempatan itu, Gus Najib mengaku sudah cukup lelah menghadapi konflik yang berkepanjangan. Karena itu, ia mulai menyiapkan langkah baru dengan menghadirkan nama perguruan tinggi yang tidak lagi menggunakan identitas Nahdlatul Ulama, yakni Universitas Pancawahana (UNIPA).

Menurutnya, langkah tersebut diambil sebagai bentuk ikhtiar agar aktivitas pendidikan tidak terus tersandera persoalan internal.

“Kita akan ganti nama menjadi Universitas Pancawahana (UNIPA). Kita sudah lelah, sudah diajak damai tetapi tidak mau,” ungkapnya.

Meski demikian, Gus Najib tetap menegaskan bahwa legalitas UNUBA masih berada di bawah yayasan yang dipimpinnya.

“UNUBA tetap milik kami secara legalitas. Kalau kemudian dianggap berada di bawah NU, ya sudah. Legalitas UNUBA tetap kami miliki, sementara kami akan menghadirkan UNIPA yang sama sekali tidak menggunakan nama NU,” tegasnya.

Mahasiswa Cari Kepastian Hukum

Sebelumnya, pada Rabu (17/6/2026) malam, sejumlah mahasiswa UNUBA mendatangi Kantor Hukum Suryono Pane SH & Partner di Jalan Joko Sambang Nomor 3A, Desa Gununggangsir, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan. Mereka meminta pendampingan hukum kepada DPC PERADI Bangil terkait polemik yang terjadi di lingkungan kampus.

Mahasiswa berharap memperoleh advokasi atas hak-hak akademik mereka, termasuk mendorong adanya transparansi birokrasi kampus dan kepastian penyelesaian dualisme kepemimpinan yang dinilai menimbulkan keresahan.

Ketua DPC PERADI Bangil, H. Suryono Pane, menjelaskan bahwa persoalan yang paling banyak dikeluhkan mahasiswa adalah menyangkut kepastian keabsahan ijazah setelah mereka menyelesaikan studi.

Menurutnya, mahasiswa mempertanyakan siapa pihak yang nantinya memiliki kewenangan sah untuk menandatangani ijazah, sehingga tidak menimbulkan persoalan hukum di kemudian hari.

Selain itu, Suryono Pane meminta seluruh pihak yang berselisih agar segera membuka ruang dialog dan mencari solusi bersama sebelum persoalan berkembang semakin luas.

Ia juga mengingatkan bahwa apabila konflik terus dibiarkan tanpa penyelesaian, bukan tidak mungkin akan muncul konsekuensi hukum yang lebih serius sehingga semua pihak diminta berhati-hati dalam mengambil langkah.

Sejumlah Pejabat Kampus Dikabarkan Tidak Diperbolehkan Masuk

Di sisi lain, konflik internal yang berlangsung hingga kini juga dikabarkan berdampak pada aktivitas sejumlah pejabat kampus. Beberapa pejabat yang berada dalam kepengurusan yayasan bersama Gus Najib disebut tidak diperkenankan memasuki area kampus yang berada di kawasan Graha PCNU Bangil.

Mereka di antaranya Penjabat Rektor Wonadi Idris, Wakil Rektor I Siti Yumna, Wakil Rektor II M. Sulaiman, serta Wakil Rektor III Dr. Khoirul Anam.

Kondisi tersebut semakin menambah kekhawatiran mahasiswa mengenai kepastian proses akademik, tata kelola kampus, hingga legalitas ijazah yang akan diterbitkan apabila konflik kepengurusan belum juga menemukan penyelesaian.(Usj/Adf)

Perdana Digelar, Olimpiade Madrasah Ibtidaiyah se-Kabupaten Pasuruan Jadi Ajang Cetak Generasi Berprestasi

Pasuruan,suarakpkcyber.com, – Upaya meningkatkan kualitas pendidikan di lingkungan Madrasah Ibtidaiyah (MI) terus dilakukan. Salah satunya melalui penyelenggaraan Olimpiade Madrasah Ibtidaiyah (MI) se-Kabupaten Pasuruan yang untuk pertama kalinya digelar oleh Kelompok Kerja Madrasah Ibtidaiyah (KKMI) Kabupaten Pasuruan.

Kompetisi akademik yang melibatkan siswa-siswi terbaik dari madrasah negeri maupun swasta tersebut mencapai puncaknya pada babak final yang berlangsung di Auditorium Mpu Sindok, Kantor Bupati Pasuruan, Rabu (17/6/2026). Acara penutupan sekaligus penyerahan penghargaan dipimpin langsung oleh Bupati Pasuruan, Rusdi Sutejo.

Babak final berlangsung sejak pukul 08.00 hingga 11.00 WIB dengan suasana kompetitif namun tetap menjunjung tinggi sportivitas. Para peserta menunjukkan kemampuan terbaiknya dalam menjawab berbagai soal yang telah disiapkan panitia.

Ketua KKMI Kabupaten Pasuruan, Hariyono, mengatakan bahwa animo madrasah terhadap olimpiade perdana ini sangat tinggi. Pada tahap penyisihan, lebih dari 200 siswa ikut ambil bagian. Setelah melalui seleksi berjenjang, hanya para peraih juara I, II, dan III dari masing-masing kecamatan yang berhak tampil di babak final.

“Jumlah peserta final sebanyak 69 siswa. Mereka merupakan perwakilan terbaik dari seluruh kecamatan yang ada di Kabupaten Pasuruan,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, perlombaan mempertandingkan enam bidang mata pelajaran. Dari setiap bidang dipilih tiga peserta terbaik sehingga total terdapat 18 juara yang menerima penghargaan.

Menurut Hariyono, kegiatan ini bukan sekadar ajang perlombaan, melainkan sebagai sarana membangun budaya belajar, meningkatkan daya saing akademik, sekaligus menemukan bibit-bibit unggul yang nantinya mampu mengharumkan nama Kabupaten Pasuruan di berbagai kompetisi pendidikan.

“Melalui olimpiade ini kami ingin memberikan ruang bagi siswa madrasah untuk mengembangkan potensi akademiknya. Kami yakin kemampuan anak-anak MI tidak kalah dengan sekolah lainnya,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo memberikan apresiasi kepada seluruh peserta, guru pembimbing, serta panitia yang telah menyukseskan penyelenggaraan olimpiade perdana tersebut.

Ia berpesan agar para siswa yang berhasil meraih prestasi tidak cepat berpuas diri, melainkan terus meningkatkan kemampuan melalui belajar yang tekun dan disiplin. Sementara bagi peserta yang belum berhasil, ia meminta agar tidak menyerah dan menjadikan pengalaman tersebut sebagai motivasi untuk tampil lebih baik pada kesempatan berikutnya.

“Prestasi adalah hasil dari kerja keras dan semangat belajar. Bagi yang hari ini menjadi juara, pertahankan pencapaiannya. Sedangkan yang belum berhasil, jangan putus asa karena kesempatan untuk meraih prestasi masih terbuka lebar,” ujar Rusdi.

Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap dunia pendidikan, Pemerintah Kabupaten Pasuruan turut memberikan bonus uang pembinaan sebesar Rp10 juta bagi para pemenang. Bantuan tersebut diharapkan dapat menjadi penyemangat bagi para siswa untuk terus mengembangkan kemampuan akademiknya.

Penyelenggaraan Olimpiade Madrasah Ibtidaiyah perdana ini diharapkan menjadi agenda tahunan yang mampu melahirkan generasi muda Kabupaten Pasuruan yang cerdas, berkarakter, serta siap bersaing di tingkat regional maupun nasional.(Usj/Adf)

Mahasiswa UNUBA Minta Pendampingan Hukum ke PERADI Bangil, Soroti Dualisme Kepemimpinan Kampus

 

Pasuruan,suarakpkcyber.com,– Sejumlah mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Bangil (UNUBA) yang tergabung dalam Aliansi Sudut Kampus mendatangi Kantor Hukum Suryono Pane, SH & Partner di Jalan Joko Sambang No. 3A, RT 01/RW 06, Desa Gununggangsir, Kecamatan Beji, Rabu malam (17/6/2026). Kedatangan mereka bertujuan mengajukan permohonan pendampingan hukum kepada DPC PERADI Bangil terkait berbagai persoalan yang tengah terjadi di lingkungan kampus.

Mahasiswa menilai kondisi internal kampus yang diwarnai dualisme kepemimpinan telah menimbulkan ketidakpastian dalam tata kelola akademik. Situasi tersebut dinilai berdampak terhadap pemenuhan hak-hak mahasiswa, termasuk sulitnya menyampaikan aspirasi karena belum adanya kepastian mengenai pihak yang memiliki kewenangan sebagai pimpinan kampus.

Ketua BEM UNUBA, Amirul Falakh, mengatakan pendampingan hukum diperlukan agar persoalan yang berlarut-larut dapat segera menemukan titik terang. Menurutnya, yang paling mendesak saat ini adalah kejelasan mengenai legalitas rektor.

“Yang menjadi perhatian utama kami adalah kepastian siapa rektor yang sah. Selama hal itu belum jelas, mahasiswa kesulitan menyampaikan berbagai aspirasi maupun persoalan lain karena tidak mengetahui kepada siapa seharusnya kami menyampaikan tuntutan,” ujarnya.

Selain persoalan kepemimpinan, mahasiswa juga menyoroti dugaan pemotongan dana bantuan Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah. Amirul mengungkapkan bahwa pihaknya telah meminta penjelasan kepada kampus, namun hingga kini belum memperoleh jawaban yang memuaskan.

Ia menjelaskan, setiap mahasiswa penerima KIP Kuliah memperoleh alokasi bantuan sekitar Rp6,6 juta. Namun, menurut informasi yang diterima mahasiswa, dana yang diterima secara langsung hanya sekitar Rp600 ribu yang disebut sebagai biaya transportasi.

“Biaya kuliah reguler per mahasiswa sekitar Rp2,75 juta setiap semester, sedangkan nilai bantuan KIP mencapai Rp6,6 juta. Karena itu kami berharap ada penjelasan yang transparan mengenai pengelolaan dana tersebut,” katanya.

Menanggapi permohonan tersebut, Ketua DPC PERADI Bangil, H. Suryono Pane, SH, membenarkan bahwa pihaknya menerima permintaan pendampingan hukum dari perwakilan mahasiswa. Menurutnya, keresahan mahasiswa berpusat pada kepastian hukum mengenai legalitas pimpinan universitas.

“Mahasiswa mempertanyakan siapa yang nantinya berwenang menandatangani ijazah mereka. Jangan sampai muncul kekhawatiran mengenai keabsahan ijazah apabila ditandatangani oleh pihak yang kemudian dinyatakan tidak memiliki kewenangan,” jelas Suryono Pane.

Ia juga mengimbau seluruh pihak yang sedang berselisih di lingkungan kampus untuk segera mengedepankan dialog dan menyelesaikan persoalan secara musyawarah demi menjaga kepentingan mahasiswa.

Menurutnya, apabila konflik kepemimpinan terus berlarut tanpa penyelesaian yang jelas, dikhawatirkan dapat menimbulkan persoalan hukum yang lebih luas.

“Semua pihak harus berhati-hati. Kami berharap persoalan ini segera diselesaikan melalui mekanisme yang sesuai dengan ketentuan hukum, sehingga tidak berkembang menjadi persoalan yang berpotensi menimbulkan konsekuensi pidana maupun merugikan mahasiswa,” pungkasnya.

DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025, Pemkab Pertahankan Opini WTP ke-13 Berturut-turut

Pasuruan,suarakpkcyber.com,– Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan Samsul Hidayat membuka sekaligus memimpin Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Pasuruan yang berlangsung di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Pasuruan, Rabu (17/6/2026). Agenda rapat kali ini adalah penyampaian pidato pengantar Bupati Pasuruan mengenai Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2025.

Rapat paripurna tersebut dihadiri Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo, jajaran pimpinan dan anggota DPRD, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Sekretaris Daerah, para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), instansi vertikal, serta tamu undangan lainnya.

Mengawali jalannya sidang, Ketua DPRD Samsul Hidayat menyampaikan salam penghormatan kepada seluruh tamu undangan dan menegaskan bahwa rapat paripurna digelar sebagai bagian dari pelaksanaan fungsi konstitusional DPRD dalam membahas pertanggungjawaban pelaksanaan APBD yang telah dijalankan pemerintah daerah.

Selanjutnya, Bupati Rusdi Sutejo menyampaikan pidato pengantar Raperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025. Dalam sambutannya, ia menyampaikan penghormatan kepada Ketua DPRD Samsul Hidayat, para Wakil Ketua DPRD, seluruh anggota DPRD, Forkopimda, Sekretaris Daerah, pimpinan perangkat daerah, tokoh masyarakat, serta seluruh peserta rapat yang hadir.

Rusdi menjelaskan, penyampaian Raperda tersebut merupakan amanat Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara serta Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, yang mengharuskan kepala daerah menyampaikan pertanggungjawaban pelaksanaan APBD kepada DPRD setelah laporan keuangan selesai diaudit oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Ia menyebutkan bahwa Pemerintah Kabupaten Pasuruan telah menyerahkan dokumen Raperda kepada DPRD pada 8 Juni 2026. Penyusunannya mengacu pada Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Tahun Anggaran 2025 yang telah diperiksa oleh BPK RI Perwakilan Provinsi Jawa Timur.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga menyampaikan capaian membanggakan. Pemerintah Kabupaten Pasuruan kembali berhasil meraih Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan Keuangan Tahun Anggaran 2025. Prestasi itu menjadi raihan WTP ke-13 secara berturut-turut, yang mencerminkan semakin baiknya kualitas tata kelola keuangan daerah.

Menurut Rusdi, keberhasilan mempertahankan opini WTP tidak lepas dari kerja sama yang solid antara pemerintah daerah, DPRD, serta seluruh perangkat daerah dalam menjaga akuntabilitas pengelolaan anggaran.

“Kami menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada pimpinan serta seluruh anggota DPRD Kabupaten Pasuruan atas dukungan, masukan, dan sinergi yang telah diberikan selama proses penyelenggaraan pemerintahan dan pengelolaan keuangan daerah,” ujarnya.

Pendapatan Daerah Hampir Mencapai Target

Dalam pemaparannya, Bupati menjelaskan bahwa pendapatan daerah Tahun Anggaran 2025 ditargetkan sebesar Rp4,096 triliun. Hingga akhir tahun anggaran, realisasi pendapatan mencapai Rp4,075 triliun atau 99,48 persen dari target yang telah ditetapkan.

Realisasi tersebut meningkat sekitar 7,33 persen dibandingkan tahun 2024. Adapun komposisi pendapatan terdiri atas Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp1,192 triliun, pendapatan transfer sebesar Rp2,882 triliun, serta lain-lain pendapatan daerah yang sah sebesar Rp40 juta.

Belanja Daerah Terkendali dan Efisien

Sementara itu, belanja daerah yang dianggarkan sebesar Rp4,345 triliun terealisasi sebesar Rp4,022 triliun atau 92,57 persen. Dari capaian tersebut, pemerintah daerah berhasil mencatat efisiensi anggaran mencapai Rp323,07 miliar.

Belanja tersebut meliputi belanja operasi, belanja modal, belanja tak terduga, serta belanja transfer yang digunakan untuk mendukung pelayanan publik, pembangunan infrastruktur, penyelenggaraan pemerintahan, dan program prioritas daerah.

Menariknya, meskipun APBD Perubahan Tahun 2025 dirancang mengalami defisit sebesar Rp248,85 miliar, realisasi akhir justru menunjukkan kondisi keuangan daerah mengalami surplus sebesar Rp52,81 miliar.

Selain itu, Pemerintah Kabupaten Pasuruan mencatat Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA) Tahun Anggaran 2025 sebesar Rp303,36 miliar. Dana tersebut akan dimanfaatkan sebagai salah satu sumber pembiayaan pada APBD Tahun Anggaran 2026.

Siap Lanjutkan Pembahasan P-APBD 2026

Menutup pidatonya, Bupati Rusdi Sutejo berharap pembahasan Raperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025 bersama DPRD Kabupaten Pasuruan dapat berlangsung lancar hingga memperoleh persetujuan bersama dan ditetapkan menjadi Peraturan Daerah.

Ia juga menegaskan bahwa setelah tahapan tersebut selesai, pemerintah daerah bersama DPRD akan melanjutkan pembahasan agenda strategis berikutnya, yakni Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026, sebagai upaya menjaga kesinambungan pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Pasuruan.

Rapat paripurna ditutup dengan harapan agar sinergi antara Pemerintah Kabupaten Pasuruan dan DPRD terus terjalin erat dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, serta mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.(Usj)

Sebanyak 414 Siswa-siswi MI Ikuti Ajang OMIPAS 2026 Tingkat Kabupaten, Rusdi Sutejo Berharap Dapat Mencetak Bibit Unggul Siswa MI Berprestasi di Kabupaten Pasuruan



Pasuruan, suarakpkcyber.com - Sebanyak 414 siswa siswi Madrasah Ibtidaiyah (MI) terbaik tiap kecamatan melaju ke tahap selanjutnya. Hasil seleksi OMIPAS (Olimpiade MI Pasuruan) tingkat Kecamatan kini berlaga untuk mengikuti OMIPAS 2026 tingkat Kabupaten. Ajang Kompetensi tersebut digelar di Auditorium Empu Sindok, Rabu (17/06/2026).

Diketahui Ajang Kompetensi OMIPAS tingkat kabupaten terdapat enam mata pelajaran yang dilombakan diantaranya mata pelajaran Matematika, MIPA , Bahasa Inggris, Bahasa Arab, Bahasa Indonesia, dan pendidikan agama islam.

Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo sebagai upaya penghargaan secara langsung dalam mengapresiasi kepada Kelompok Kerja Madrasah Ibtidaiyah (KKMI) Kabupaten Pasuruan atas terselenggaranya kegiatan Olimpiade MI Pasuruan (OMIPAS) secara perdana di tahun 2026.

Rusdi Sutejo juga berharap untuk KKMI terus selalu berinovasi untuk meningkatkan kompetensi peserta didik Madrasah Ibtidaiyah se- Kabupaten Pasuruan agar para siswa-siswi memiliki etos untuk giat belajar, sehingga OMIPAS ini sebagai motivasi para siswa-siswi untuk terus berprestasi.

"Sebab OMIPAS merupakan wadah terbaik untuk menjadi motivasi dan menggali potensi, kompetensi siswa dalam pembelajaran akademik" ujar Mas Rusdi sapaan Akrab Bupati Pasuruan.

Ketua KKMI se-kabupaten Pasuruan, saat diwawancarai awak media

Dikesempatan yang sama Ketua Kelompok Kerja Madrasah Ibtidaiyah (KKMI) Kabupaten Pasuruan, Hariono menyatakan bahwa OMIPAS bertujuan tidak hanya menjadi ajang perlombaan akademik, tetapi juga bisa dapat menumbuhkan prestasi, motivasi bagi peserta didik dalam mendapatkan ilmu.

" Sehingga melalui OMIPAS ini ingin memberikan ruang bagi peserta didik untuk mengembangkan kemampuan akademisnya untuk menumbuhkan semangat kompetisi dalam persaingan juara secara sehat" ujarnya.  dengan kegiatan ini kami berharap akan lahir 

Selain itu Hariono juga berharap dengan adanya OMIPAS ini dapat menjadikan  budaya untuk menumbuhkan prestasi dan mengasah kompetensi siswa di lingkungan Madrasah Ibtidaiyah.

" Peserta didik terbaik yang nanti nya akan mampu mewakili Kabupaten Pasuruan pada ajang lebih tinggi selanjutnya" imbuhnya.

Dengan adanya Olimpiade MI Pasuruan ini dapat mencetak generasi unggul di lingkup Madrasah Ibtidaiyah khususnya dan ajang olimpiade tersebut dapat dilaksanakan pada tahun-tahun berikutnya sebagai ajang untuk mencari bibit-bibit unggul siswa MI di Pasuruan. (Usj)

Bhabinkamtibmas Desa Pungging Tinjau Tanaman Cabe Kecil, Dukung Ketahanan Pangan Nasional

 



Pasuruan, suarakpkcyber.com– Komitmen Polri dalam mendukung program ketahanan pangan nasional terus diwujudkan melalui berbagai kegiatan di tingkat desa. Salah satunya dilakukan oleh Bhabinkamtibmas Desa Pungging, Polsek Nongkojajar, yang melaksanakan pemantauan tanaman cabe kecil di lahan Pekarangan Pangan Bergizi (P2B) Desa Pungging, Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan, Senin (15/6/2026).


Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 14.00 hingga 14.30 WIB tersebut dipimpin langsung oleh Aipda Daud B selaku Bhabinkamtibmas dan penggerak ketahanan pangan desa. Pemantauan dilakukan sebagai bentuk implementasi Program 1 Pekarangan Pangan Bergizi (P2B) dalam mendukung Asta Cita Presiden Republik Indonesia di bidang ketahanan pangan, meskipun Desa Pungging bukan termasuk desa percontohan.


Dalam kegiatan tersebut, Aipda Daud B meninjau kondisi dan pertumbuhan tanaman cabe kecil yang dikelola warga di lahan pekarangan produktif. Selain melakukan pengecekan, ia juga berdialog dengan masyarakat guna memberikan motivasi dan semangat agar terus memanfaatkan lahan pekarangan untuk menanam berbagai komoditas pangan yang bernilai ekonomis dan bermanfaat bagi kebutuhan sehari-hari.


Menurutnya, pemanfaatan lahan pekarangan secara optimal dapat membantu meningkatkan ketersediaan pangan keluarga sekaligus mendukung program pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan. Upaya ini juga diharapkan mampu menjaga stabilitas harga bahan pokok dan menekan inflasi di daerah.


Kapolsek Nongkojajar AKP Budi Luhur Sedjati menyampaikan bahwa kegiatan berjalan dengan aman, lancar, dan kondusif. Polsek Nongkojajar akan terus bersinergi dengan masyarakat melalui pendampingan dan pemantauan secara berkelanjutan guna memperkuat ketahanan pangan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dengan semangat kebersamaan, Polri hadir untuk masyarakat dalam mendukung terwujudnya kemandirian pangan nasional (usj).

Harlah WG SANINDO ke 10 di gelar di Ponpes Zamzam Al-Murtaqo Kudus.

 


Kudus, suarakpkcyber.com – Dalam rangka memperingati Hari Lahir (Harlah) ke-10 Wadah Gerakan Santri Indonesia (WG SANINDO), diselenggarakan acara Khataman Kitab Risalah Laduniyah, Pengijazahan Ilmu Laduni, dan Wisuda Santri Akademi SANINDO Angkatan I yang bertempat di Pondok Pesantren Zamzam Al-Murtaqo Kudus.

Kegiatan yang berlangsung dengan khidmat dan penuh keberkahan ini dihadiri oleh para santri, alumni, pengurus SANINDO , serta tamu undangan dari berbagai daerah baik dalam dan luar negeri yang di siarkan secara langsung melalui kanal sanindo. Pada kesempatan tersebut, sebanyak 5 santri Akademi SANINDO Angkatan I PP Zam Zam Al Murtaqo

Fatiroh (Pemalang),Slamet Subchi (Pekalongan),H. Mardi Suprihanto (Jakarta),Ayus Andri Pratama (Pacitan),Ayom Ade L (Malang), secara resmi diwisuda setelah menyelesaikan proses pembelajaran dan pembinaan yang telah ditetapkan.

Selain prosesi wisuda, para peserta juga mengikuti khataman Kitab Risalah Laduniyah serta menerima ijazah ilmu laduni sebagai bentuk sanad keilmuan yang diharapkan dapat diamalkan dan disebarluaskan untuk kemaslahatan umat.

Acara berlangsung dengan penuh suasana kekeluargaan dipandu oleh Gus Nasir Sekretaris Jenderal WG Santri Indonesia yang berasal dari Demak, sebagai moderator.

Pembina SANINDO, Gus Bahaudin, menyampaikan rasa syukur atas perjalanan organisasi yang telah memasuki usia satu dekade dan terus berkontribusi dalam pembinaan generasi santri.

"Alhamdulillah, sepuluh tahun perjalanan SANINDO merupakan nikmat besar yang harus disyukuri. Saya berharap para wisudawan tidak berhenti belajar setelah menerima wisuda dan ijazah keilmuan. Justru ini adalah awal untuk mengamalkan ilmu, menjaga akhlak, serta menjadi penerang bagi masyarakat. Semoga SANINDO terus melahirkan generasi santri yang berilmu, beradab, dan bermanfaat bagi umat." Senin (15/06/2026)

Presiden WG SANINDO yang juga Pengasuh PP Zam Zam Al Murtaqo Ustadz Aqiful Khoir, menyampaikan bahwa wisuda angkatan pertama menjadi tonggak penting dalam perjalanan Akademi SANINDO Asrama Zam Zam Al Murtaqo Kudus.

"Hari ini menjadi momentum bersejarah bagi SANINDO. Wisuda Santri Akademi Angkatan I membuktikan bahwa gerakan ini tidak hanya menjadi wadah silaturahmi santri, tetapi juga menjadi pusat kaderisasi dan pengembangan keilmuan. Kami berharap para wisudawan mampu menjadi duta-duta kebaikan yang membawa nilai-nilai keislaman dan kebangsaan di tengah masyarakat."

Beliau juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pembina, pengurus, serta para peserta yang telah berkontribusi dalam menyukseskan rangkaian Harlah ke-10 SANINDO.


Perwakilan wisudawan asal Jakarta, H. Mardi Suprihanto, menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya dapat menjadi bagian dari angkatan pertama Akademi SANINDO.

"Kami merasa sangat bersyukur mendapatkan kesempatan belajar, dibimbing, dan memperoleh sanad keilmuan melalui Akademi SANINDO. Pengalaman ini bukan hanya menambah wawasan keilmuan, tetapi juga mempererat ukhuwah dengan sesama santri dari berbagai daerah di Indonesia. Semoga ilmu yang kami peroleh dapat menjadi bekal untuk mengabdi kepada agama, bangsa, dan masyarakat."

Acara ditutup dengan doa bersama, ramah tamah, serta foto bersama seluruh peserta dan tamu undangan sebagai bentuk syukur atas terselenggaranya kegiatan yang penuh makna tersebut. (Ihw)

Laznas BMH Salurkan 50 Al-Qur'an dan 30 Kitab Ar-Risalah untuk Rumah Qur'an Zamzam Al-Murtaqo Asrama Santri Indonesia.


Kudus, suarakpkcyber.com  – Sebagai bentuk kepedulian terhadap penguatan pendidikan Al-Qur'an dan keilmuan Islam, Laznas BMH menyalurkan bantuan berupa 50 mushaf Al-Qur'an dan 30 kitab Ar-Risalah kepada Rumah Qur'an Zamzam Al-Murtaqo Asrama Santri Indonesia, sabtu,(13/06/2026).

Bantuan tersebut diharapkan dapat mendukung aktivitas belajar mengajar para santri dalam menghafal, membaca, dan memahami ajaran Islam melalui kajian kitab-kitab dasar yang menjadi fondasi keilmuan pesantren.

Penyaluran bantuan berlangsung dalam Harlah Sanindo Santri I donesia ke 10 dalam suasana penuh kehangatan dan rasa syukur. Para santri menyambut dengan antusias hadirnya Al-Qur'an dan kitab yang akan menjadi sarana belajar mereka sehari-hari.

Ucapan Terima Kasih dari Pembina Sanindo

Pembina Santri Indonesia (Sanindo), Gus Bahaudin, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Laznas BMH atas perhatian yang diberikan kepada para santri.

"Kami mengucapkan jazakumullahu khairan katsiran kepada Laznas BMH atas bantuan 50 Al-Qur'an dan 30 kitab Ar-Risalah untuk Rumah Qur'an Zamzam Al-Murtaqo. Bantuan ini sangat bermanfaat dalam menunjang proses pendidikan para santri. Semoga menjadi amal jariyah yang terus mengalir pahalanya dan Allah memberikan keberkahan kepada seluruh donatur serta keluarga besar BMH."

Sambutan Ketua BMH ULZ Kudus

Sementara itu, Ketua BMH ULZ Kudus, Eko Kusniyanto, menyampaikan bahwa program distribusi Al-Qur'an dan kitab merupakan bagian dari komitmen BMH dalam mendukung lahirnya generasi Qur'ani yang berakhlak mulia dan berilmu.

"Alhamdulillah, melalui amanah para donatur, Laznas BMH dapat menyalurkan 50 mushaf Al-Qur'an dan 30 kitab Ar-Risalah kepada Rumah Qur'an Zamzam Al-Murtaqo Asrama Santri Indonesia. Kami berharap bantuan ini menjadi sarana peningkatan kualitas pendidikan Islam serta menumbuhkan semangat belajar para santri. Terima kasih kepada seluruh donatur yang telah mempercayakan zakat, infak, dan sedekahnya melalui BMH."

Melalui program ini, Laznas BMH terus berkomitmen menghadirkan manfaat nyata bagi umat, khususnya dalam bidang pendidikan dan dakwah, sehingga semakin banyak generasi muda yang dekat dengan Al-Qur'an dan memiliki bekal ilmu agama yang kuat untuk masa depan. (Ihw)

Bhabinkamtibmas Bangil Pantau Budidaya Ternak Kambing di Latek, Dukung Program P2B Asta Cita

Pasuruan,suarakpkcyber.com,– Bhabinkamtibmas Kelurahan Latek Polsek Bangil, Aiptu Moch Arifin, melaksanakan pemantauan Pekarangan Bergizi P2B berupa budidaya ternak kambing milik warga di RT 01 RW 01, Kelurahan Latek, Kecamatan Bangil, Jumat (12/6/2026). 

Kegiatan ini merupakan wujud implementasi Asta Cita Presiden RI di bidang ketahanan pangan.

Pukul 09.15 WIB, Aiptu Moch Arifin tiba di pekarangan milik Bapak Sai untuk memantau langsung proses budidaya ternak kambing. Pemantauan meliputi kondisi kandang, kesehatan ternak, hingga ketersediaan pakan yang dibuat warga secara mandiri. Bhabinkamtibmas juga ikut membersihkan kandang dan memberi pakan sebagai bentuk dukungan nyata kepada peternak.

Kapolsek Bangil Kompol Ahmad Firman Wahyudi, S.E., S.H. menjelaskan, P2B atau Pekarangan Pangan Bergizi adalah program yang mendorong pemanfaatan pekarangan rumah untuk komoditas pangan. Meski Kelurahan Latek bukan desa percontohan Program 1, warga tetap didorong aktif mengelola ternak kambing guna meningkatkan ketahanan pangan keluarga. 

“Peran Bhabinkamtibmas sebagai penggerak ketahanan pangan penting untuk memastikan program Asta Cita berjalan sampai ke tingkat RT. Dengan budidaya kambing ini, kebutuhan protein hewani warga bisa terpenuhi sekaligus menambah penghasilan,” tegas Kompol Ahmad.

Bapak Sai selaku pemilik ternak mengapresiasi pendampingan Polri. Menurutnya, kehadiran Bhabinkamtibmas memberi motivasi dan rasa aman dalam mengembangkan usaha ternak. 

Kegiatan selesai pukul 09.25 WIB dalam keadaan aman dan tertib. Polsek Bangil berkomitmen terus mengawal program ketahanan pangan Asta Cita melalui pemantauan rutin, sehingga pekarangan warga benar-benar produktif dan mendukung swasembada pangan nasional.

Polres Pasuruan Ringkus Pengedar Sabu di Lumbang, Barang Bukti Disembunyikan di Ikatan Gorden

 



Pasuruan, suarakpkcyber.com – Satresnarkoba Polres Pasuruan berhasil meringkus seorang pria yang diduga sebagai pengedar narkotika jenis sabu di wilayah Kecamatan Lumbang, Kabupaten Pasuruan. Dalam penggerebekan yang dilakukan di rumah pelaku, petugas menemukan 10 paket sabu yang disembunyikan di dalam ikatan gorden jendela.

Pelaku diketahui berinisial SYR (63), warga Dusun Sumbersari, Desa Watu Lumbung, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Pasuruan. Ia diamankan pada Kamis (23/4/2026) sekitar pukul 04.00 WIB di rumahnya.

Dari hasil penggeledahan, polisi menyita 10 bungkus plastik klip berisi kristal putih diduga narkotika golongan I jenis sabu dengan total berat 4,008 gram. Selain itu, petugas juga mengamankan satu unit telepon seluler, satu bendel plastik klip kosong, satu sekrop dari sedotan, satu dompet warna cokelat, serta uang tunai sebesar Rp825 ribu yang diduga berkaitan dengan aktivitas peredaran narkotika.

Kapolres Pasuruan AKBP Harto Agung Cahyono mengatakan, pengungkapan kasus tersebut merupakan hasil analisa dan evaluasi dari sejumlah kasus narkotika yang sebelumnya berhasil diungkap Satresnarkoba Polres Pasuruan.

“Dari hasil analisa dan evaluasi beberapa pengungkapan kasus narkotika sebelumnya, kami menemukan indikasi bahwa peredaran sabu mulai masuk ke wilayah Kecamatan Lumbang. Setelah dilakukan pendalaman dan penyelidikan secara intensif, petugas berhasil mengamankan tersangka berikut barang bukti sabu yang disembunyikan di dalam rumahnya,” ujar AKBP Harto Agung Cahyono.

Menurutnya, sebelum dilakukan penangkapan, tim Satresnarkoba melakukan penyelidikan selama kurang lebih dua hari setelah menerima informasi valid mengenai dugaan aktivitas peredaran sabu di Desa Watu Lumbung.

Lokasi desa yang berada di kawasan lereng Pegunungan Bromo dengan akses jalan yang cukup sulit membuat petugas harus melakukan pengamatan secara khusus. Bahkan, satu anggota kepolisian diterjunkan untuk menyamar dan tinggal di rumah warga guna memastikan keberadaan serta aktivitas tersangka.

Setelah memastikan tersangka berada di rumah, tim yang dipimpin Kasat Narkoba bergerak menuju lokasi pada dini hari. Setibanya di lokasi, petugas langsung melakukan penggerebekan dan penggeledahan.

Saat diperiksa, tersangka sempat membantah terlibat dalam peredaran maupun penggunaan narkotika. Namun berkat kejelian petugas, 10 paket sabu akhirnya ditemukan tersimpan di dalam ikatan gorden jendela rumah yang ditempati tersangka.

Selanjutnya tersangka beserta seluruh barang bukti dibawa ke Polres Pasuruan guna menjalani proses penyidikan lebih lanjut.

AKBP Harto Agung Cahyono menegaskan bahwa pihaknya akan terus berupaya menekan peredaran narkotika hingga ke wilayah pelosok Kabupaten Pasuruan.

“Kami berkomitmen memberantas peredaran narkotika sampai ke daerah terpencil sekalipun. Tidak ada ruang bagi pelaku penyalahgunaan maupun pengedar narkoba di wilayah hukum Polres Pasuruan. Kami juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif memberikan informasi demi menyelamatkan generasi muda dari bahaya narkotika,” tegasnya.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 114 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dan/atau Pasal 609 ayat (1) huruf a KUHP juncto Pasal VII ke-50 ayat (1) huruf a Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana. (Usj)