Pasuruan, suarakpkcyber.com - Banjir akhir-akhir ini merendam wilayah Kabupaten dan Kota Pasuruan. Selain mengganggu aktivitas warga, banjir juga memberikan ancaman serius bagi kesehatan terutama kesehatan kulit.
Air banjir diketahui mengandung kuman dan bakteri dihimbau masyarakat sekitar banjir dapat waspada dari beberapa ancaman penyakit yang akan terjadi Berikut berbagai penyakit kulit yang bisa terjadi akibat paparan air banjir yang kotor:
1. Infeksi kulit dan jaringan lunak
Paparan air banjir yang kotor dan memicu infeksi kulit pada luka terbuka yang sudah ada sebelumnya.
Gejala infeksi akibat kondisi ini meliputi kemerahan yang meluas, rasa hangat, serta nyeri saat ditekan dan keluar cairan.
Karenanya sangat penting untuk memantau semua luka dengan hati-hati dan segera mencari perawatan jika melihat salah satu dari tanda-tanda ini. Karena infeksi ini bisa serius atau bahkan sangat fatal.
Orang tua juga perlu waspada, karena anak kecil juga bisa mengalami infeksi akibat kuman.
2. Penyakit Kulit Akibat Gigitan Hewan
Ketika bukan hanya mengandung kuman, terkadang berbagai hewan atau serangga juga bisa bermunculan dari genangan air banjir dan memicu risiko penyakit kulit. Salah satu yang cukup berbahaya adalah nyamuk.
Gigitan nyamuk bisa menimbulkan bentol yang terasa gatal. Namun, umumnya kondisi tersebut bisa membaik setelah beberapa saat.
Meski begitu, pada orang tertentu, gigitan serangga tersebut bisa menyebabkan reaksi alergi.
Selain itu, gigitan nyamuk yang masih berair dan gatal kemungkinan terjadi karena infeksi. Jadi, ketika kamu menggaruk kulit yang gatal, mungkin saja terjadi luka yang berpotensi terinfeksi.
Ketika terinfeksi, luka garukan akan lebih lama sembuhnya, terasa nyeri, bahkan bernanah.
Untuk mengurangi risiko infeksi tersebut, kamu sebaiknya menyediakan kotak P3K yang mencakup persediaan untuk membersihkan, menutupi dan merawat luka ringan
3. Kurap
Kurap biasanya muncul karena kondisi yang kotor dan lembap. Itulah sebabnya banjir bisa menyebabkan munculnya kurap ataupun memperparah kondisi kulit tersebut yang sudah ada sebelumnya.
Perlu kamu ketahui, jamur penyebab kurap bisa berkembang-biak dengan cepat pada situasi lembap, terutama di sela-sela jari dan lipatan kulit.
Kaki yang terendam air banjir dapat memicu pertumbuhan jamur di sela-sela yang jarang dibersihkan.
Jadi, hindarilah berjalan di dalam air banjir. Selain genangan banjir, hindari juga Area yang Sering Disentuh dan Paling Penuh Kuman ini.
4. Dermatitis alergi
Nah, orang yang memiliki kulit yang sensitif perlu lebih waspada terhadap genangan air banjir. Sebab, mereka lebih berisiko mengalami dermatitis alergi.
Ini adalah reaksi alergi yang terjadi ketika kulit bersentuhan dengan zat alergen. Kulit yang sensitif, terutama pada situasi dingin dan lembap, bisa memicu terjadinya jenis alergi ini.
Apalagi jika terendam air yang kotor, pastinya bisa menyebabkan komplikasi dan memperparah dermatitis alergi yang kamu alami.
Jika kamu berisiko mengalami penyakit kulit karena kondisi lembap, segera lakukan pencegahan dan perawatan yang lebih spesifik.
Misalnya, kamu bisa membersihkan area yang gampang mengalami iritasi kulit dengan cermat serta selalu menyediakan antiseptik.
Apabila memungkinkan, hindari menginjakkan kaki ke area genangan banjir. Kalau tanpa sengaja terinjak, segera bersihkan dan keringkan. (Red)

