Tag Label

Kepolisian (3867) daerah (1082) Pemerintahan (579) Jurnalistik (465) Demontrasi (84) Lintas Opini (75) DPRD (74) Desa (62) RSUD (47) Iklan (37) Kebakaran (34) KPU (30) Mahasiswa (11) DPRD kota pasuruan (8) PDAM (5) Desperindag (4) DPR RI (2)

Tranding Topic

Bupati Pasuruan Salurkan BLT DBHCHT 2026 kepada 10.500 Penerima Manfaat

Pasuruan,suarakpkcyber.com, – Bupati Pasuruan, Rusdi Sutejo, secara simbolis menyerahkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang bersumber dari Da...

Headline NewsLihat Semuanya

Bupati Pasuruan Salurkan BLT DBHCHT 2026 kepada 10.500 Penerima Manfaat

Pasuruan,suarakpkcyber.com,– Bupati Pasuruan, Rusdi Sutejo, secara simbolis menyerahkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang bersumber dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) Tahun 2026 kepada para penerima manfaat. Penyaluran bantuan tersebut dilaksanakan di KUD Sumberrejo Unit SKT Sukorejo, Kabupaten Pasuruan, Jumat (10/7/2026).

Kegiatan ini turut dihadiri Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Pasuruan, Ani Latifah, Direktur KUD Sumberrejo Unit SKT, Nurul Huda, serta sejumlah tamu undangan dan para penerima manfaat.

Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Pasuruan, Ani Latifah, menjelaskan bahwa pada tahun 2026 sebanyak 10.500 warga menerima BLT DBHCHT. Mereka terdiri atas 7.838 buruh pabrik rokok, 1.186 petani tembakau, dan 1.476 warga yang masuk kategori miskin ekstrem.

“Setiap penerima memperoleh bantuan sebesar Rp1.200.000. Diharapkan bantuan ini dapat membantu memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus meningkatkan kesejahteraan para penerima manfaat,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo menyampaikan bahwa penyaluran BLT DBHCHT merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam memanfaatkan dana bagi hasil cukai hasil tembakau sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Menurutnya, dana DBHCHT tidak hanya digunakan untuk memberikan bantuan langsung kepada masyarakat yang terdampak langsung oleh industri hasil tembakau, tetapi juga dimanfaatkan untuk mendukung berbagai program pembangunan daerah, seperti sektor kesehatan, kesejahteraan masyarakat, penegakan hukum di bidang cukai, serta program-program prioritas lainnya.

“Alhamdulillah, pada tahun ini bantuan telah disalurkan kepada 10.500 penerima manfaat melalui Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Pasuruan. Semoga bantuan ini benar-benar dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” kata Rusdi.

Ia juga mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama mendukung pemberantasan peredaran rokok ilegal tanpa pita cukai. Menurutnya, upaya tersebut tidak hanya memberikan perlindungan kepada industri rokok yang taat aturan, tetapi juga berkontribusi terhadap peningkatan penerimaan negara dan daerah dari sektor cukai.

“Penertiban rokok ilegal sangat penting. Dengan begitu, industri hasil tembakau yang legal dapat berkembang lebih baik, pendapatan perusahaan meningkat, tenaga kerja tetap terlindungi, dan penerimaan DBHCHT yang diterima daerah juga bisa terus meningkat untuk kembali dimanfaatkan bagi kepentingan masyarakat,” pungkasnya.(Usj)

Diskoperindag Bersama Satgas Polres Lakukan Pengawasan Terhadap Harga Telur di Pasar Bangil



Pasuruan, suarakpkcyber.com - Tim Satgas Pangan Polres Pasuruan mengintensifkan pengawasan harga telur ayam di pasar Bangil dengan menggandeng Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) serta Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan untuk memantau langsung pergerakan harga komoditas telur ayam ada di pasar tradisional.

Langkah taktis ini membuahkan hasil positif. Fluktuasi harga yang kerap dikhawatirkan konsumen terbukti tidak terjadi. Sebaliknya, grafik harga bahan pangan sumber protein tersebut berada di zona aman dan relatif stabil, didukung dengan ketersediaan barang yang melimpah.

Tim Satgas Pangan sekaligus Kanit Ekonomi Polres Pasuruan, Ipda Eko Hadi Saputro saat ditemui pada Kamis (9/7/2026) mengatakan bahwa monitoring berkala ini sangat krusial untuk mendeteksi potensi gangguan distribusi maupun kelangkaan barang sejak dini.

"Kami turun ke lapangan bersama instansi terkait untuk mengecek harga sekaligus memastikan ketersediaan komoditas telur. Alhamdulillah untuk harga telur yang dijual oleh pedagang antara 22.500 hingga 23.000 perkilo," katanya.

Perwira dengan satu balok emas di pundak tersebut juga memastikan mata rantai pasokan dari pihak produsen hingga pedagang eceran berjalan tanpa hambatan. Volume barang yang masuk ke pasar dinilai lebih dari cukup untuk memenuhi permintaan harian warga.

"Kondisi stok di pasar sangat tercukupi. Hambatan atau kelangkaan pasokan dipastikan nihil, baik di tingkat peternak, pos pengepul, hingga konsumen akhir. Bahkan, di beberapa titik pasar yang kami datangi, ketersediaan barangnya tergolong sangat melimpah," imbuhnya.

Sementara Kapolres Pasuruan (nama lengkap gelar) melalui Kasatreskrim Polres Pasuruan, AKP Rizky Akbar Kurniadi menjelaskan hasil monitoring didapati stok bahan pokok tersedia dan aman bahkan mayoritas harga komoditas stabil dan sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.

"Kami tidak temukan ada fluktuasi harga yang bervariasi, seperti penurunan harga cukup signifikan telur ayam ras. Ini merupakan hasil intervensi dari Satgas Pangan sebagai acuan harga di wilayah Kabupaten Pasuruan," jelasnya. (Usj)

Peringati Bulan Sura 2026, Pemdes Tumpang Gelar Doa Bersama dan Wayang Kulit Gagrak Malangan

Malang,suarakpkcyber.com, – Pemerintah Desa Tumpang, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang, kembali menggelar Peringatan Bulan Sura BE 1960 atau Muharam 1448 Hijriah sebagai upaya menjaga tradisi sekaligus mempererat kebersamaan warga. Kegiatan budaya yang rutin dilaksanakan setiap tahun ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah desa dalam melestarikan warisan leluhur yang telah mengakar di tengah masyarakat.

Kepala Desa Tumpang, Widiarto, S.E., mengatakan bahwa peringatan Bulan Sura bukan sekadar agenda seremonial, melainkan menjadi ruang untuk memperkuat nilai-nilai spiritual, mempererat tali persaudaraan, dan menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap budaya lokal.

Mengangkat tema “Merawat Tradisi, Menguatkan Jati Diri”, Pemerintah Desa Tumpang menghadirkan pagelaran Wayang Kulit Gagrak Malangan dengan lakon “Kunjarakarna Ruwat” yang akan dibawakan oleh dalang Ki Soleh Adi Pramono. Lakon tersebut dipilih karena mengandung pesan tentang penyucian diri, introspeksi, serta harapan akan keselamatan dan kesejahteraan bagi masyarakat.

Menurut Widiarto, menjaga kelestarian budaya merupakan tanggung jawab bersama. Ia berharap generasi muda dapat terus mengenal dan mencintai tradisi yang diwariskan para leluhur.

“Budaya adalah jati diri bangsa sekaligus identitas masyarakat desa. Melalui peringatan Bulan Sura ini kami mengajak seluruh warga untuk terus menjaga tradisi, memperkuat persatuan, dan mewariskan nilai-nilai luhur kepada generasi penerus,” ujarnya.

Rangkaian kegiatan diawali dengan doa bersama yang digelar pada Kamis, 9 Juli 2026, pukul 19.00 WIB di Gedung Rakyat Tumpang. Kegiatan tersebut menjadi ikhtiar bersama untuk memohon keselamatan, keberkahan, dan kemajuan bagi masyarakat Desa Tumpang.

Selanjutnya, pada Jumat, 10 Juli 2026, pukul 19.00 WIB, masyarakat akan disuguhi Pagelaran Wayang Kulit Gagrak Malangan yang dipusatkan di Gedung Rakyat Tumpang, Jalan Raya Tumpang Nomor 25, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang.

Pemerintah Desa Tumpang berharap peringatan Bulan Sura dapat menjadi sarana mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat semangat gotong royong. Kehadiran tokoh agama, tokoh budaya, pemuda, hingga seluruh lapisan masyarakat diharapkan mampu menjaga budaya lokal agar tetap hidup dan berkembang di tengah perubahan zaman.

Selain fokus pada pembangunan infrastruktur, Pemerintah Desa Tumpang juga terus mendorong pembangunan karakter masyarakat melalui pelestarian budaya, penguatan kearifan lokal, serta terciptanya kehidupan sosial yang harmonis.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Desa Tumpang mengundang seluruh masyarakat, baik warga Desa Tumpang maupun daerah sekitar, untuk hadir dan bersama-sama memeriahkan Peringatan Bulan Sura 2026 sebagai bentuk penghormatan terhadap tradisi sekaligus mempererat persaudaraan dalam bingkai budaya Jawa yang tetap lestari.

Tokoh Masyarakat Soroti Dugaan Pembangunan Paving di Desa Carat Tak Sesuai Spesifikasi




Pasuruan, suarakpkcyber.com - Tokoh Masyarakat Desa Carat menyoroti Pengerjaan proyek rekonstruksi jalan (pavingisasi) di Desa Carat, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan. Hal tersebut  lantaran ketebalan bantalan pasir penahan paving tidak sesuai spesifikasi yang di syaratkan di dokumen kontrak.

Sorotan tersebut di sampaikan oleh Gatot Edi Wibowo. Menurutnya, saat melakukan pengecekan hasil pemasangan paving ukuran 8 cm, ia menemukan ketebalan hamparan pasir hanya sekitar 4-5 centimeter.

"Ini berapa senti. Cuma 4-5 senti. Jika mengacu pada dokumen kontrak Harusnya minimal 8 senti," ujar pria yang juga seorang pengusaha.

Ia menilai bantalan pasir 4-5 cm tersebut dikhawatirkan dapat memengaruhi kualitas konstruksi jalan yakni paving mudah pecah karena yang melintas di jalan sini rata rata kendaraan bertonase besar. 

Gatot juga membeberkan kepada awak media, kalau ketebalan tidak sesuai, terus sisa pasirnya di gunakan untuk apa? Berapakah sudah ada perhitungan teknis dari PPKom.

"Terus sisa pasir dilarikan ke mana. Sudah berapa kubik itu sisanya. Kalikan saja berapa meter proyek ini," katanya.

Gatot berharap proyek rekonstruksi jalan tersebut benar-benar dikerjakan sesuai spesifikasi sehingga dapat bertahan lama dan memberi manfaat bagi masyarakat.

"Kalau seperti ini kami ragu apa ada jaminan usia paving bertahan lama, kasihan warga juga," ujarnya.

Terpisah, pihak pelaksana justru menantang baik pihak yang melontarkan tuduhan untuk menunjukkan bukti apabila benar ditemukan ketebalan hanya 4 sentimeter.

Mandor CV Almana, Saiful, saat ditemui pada Kamis siang (9/7/2026), membantah adanya hamparan pasir dengan ketebalan 4-5 sentimeter sebagaimana yang dipersoalkan.

Ia memastikan pekerjaan telah dilaksanakan sesuai spesifikasi teknis. Menurutnya, perbedaan ketebalan di beberapa titik hanya terjadi pada bagian tepi jalan dan tetap tidak berada pada angka sebagaimana yang ditudingkan. 

"Enggak ada (ketebalan pasir) yang 4-5 cm. Semuanya sudah sesuai spek. Sebagian ruas malah sampai 18 cm. Kalau di sisi pinggir mungkin tidak sampai 10 cm, tapi tidak ada yang 4-5 cm. Coba tunjukkan fotonya kalau benar 4-5 cm," tegas Saiful.

Keterangan yang sama di sampaikan oleh staff CV Almana, Hamdan, ia memberikan penjelasan terkait adanya kemungkinan ketebalan pasir yang berbeda di beberapa titik, Menurutnya, kondisi tersebut dilakukan untuk leveling atau penyesuaian elevasi permukaan jalan.

"Ya enggak apa-apa. Kan sesuai leveling. Memang kalau sesuai spesifikasi, ketebalan pasir minimal 8-10 cm, tapi kan tidak harus semuanya rata 8-10 cm. Jadi kalau ada yang cuma 4 cm ya wajar," paparnya.



Berdasarkan informasi pada papan proyek, pekerjaan rekonstruksi jalan tersebut dibiayai Pemerintah Kabupaten Pasuruan melalui Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi dengan nilai kontrak sebesar Rp389.691.476, termasuk PPN, yang bersumber dari Anggaran Tahun 2026.

Hingga berita ini di turunkan,Dinas Sumberdaya Air,Bina marga dan Bina Kontruksi Sarina Roestif belum bisa di konfirmasi,saat di hubungi selulernya tidak aktif.(Usj/red)

PT Jasa Raharja Cabang Malang Bersama Polres Pasuruan Gelar Sosialisasi Keselamatan Berlalu Lintas di Kecamatan Beji

Pasuruan,suarakpkcyber.com,– Tingginya angka kecelakaan lalu lintas di Kabupaten Pasuruan mendorong PT Jasa Raharja Cabang Malang berkolaborasi dengan Polres Pasuruan menggelar sosialisasi keselamatan berlalu lintas di Kecamatan Beji, Selasa (7/7/2026).

Kegiatan tersebut diikuti oleh unsur pemerintah kecamatan, pemerintah desa, tokoh masyarakat, serta sejumlah perwakilan warga. Sosialisasi ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mematuhi aturan lalu lintas sekaligus menekan angka kecelakaan di wilayah Kabupaten Pasuruan.

Kecamatan Beji dipilih sebagai lokasi pelaksanaan sosialisasi karena berdasarkan data, wilayah tersebut menempati urutan kedua dengan jumlah warga yang mengalami kecelakaan lalu lintas terbanyak di Kabupaten Pasuruan, setelah Kecamatan Gempol.

Melalui kegiatan ini, PT Jasa Raharja menghadirkan pendekatan yang lebih dekat dengan masyarakat dengan menggandeng aparatur kecamatan, pemerintah desa, dan tokoh masyarakat. Langkah tersebut diharapkan mampu memperkuat budaya tertib berlalu lintas melalui edukasi yang dimulai dari lingkungan tempat tinggal masyarakat.

Kanit Keamanan dan Keselamatan (Kamsel) Satlantas Polres Pasuruan, Fian, menjelaskan bahwa sosialisasi ini merupakan salah satu upaya preventif untuk mengurangi angka kecelakaan yang masih cukup tinggi.

“Pengendara harus selalu mematuhi aturan lalu lintas, tidak berkendara secara ugal-ugalan atau kebut-kebutan, serta melengkapi seluruh persyaratan berkendara. Keselamatan harus menjadi prioritas utama,” ujarnya.

Ia menambahkan, seluruh ketentuan mengenai tata cara berlalu lintas telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

“Semua aturan sudah jelas diatur dalam undang-undang. Mulai dari kewajiban memiliki SIM dan STNK, menggunakan helm berstandar SNI bagi pengendara sepeda motor, hingga mematuhi rambu-rambu lalu lintas. Kepatuhan terhadap aturan tersebut diharapkan dapat menekan angka kecelakaan yang selama ini banyak melibatkan korban usia produktif,” jelasnya.


Sementara itu, PJ Pelayanan PT Jasa Raharja Cabang Malang, Jadi, memaparkan peran Jasa Raharja sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang memberikan perlindungan dasar kepada korban kecelakaan lalu lintas jalan maupun kecelakaan angkutan umum.

Ia menjelaskan bahwa dana santunan Jasa Raharja berasal dari Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan (SWDKLLJ) yang dibayarkan masyarakat saat melakukan registrasi atau pembayaran pajak kendaraan bermotor, serta dari iuran wajib penumpang angkutan umum.

Menurutnya, perlindungan Jasa Raharja mencakup kecelakaan angkutan umum resmi di darat, laut, udara, maupun kereta api, serta kecelakaan lalu lintas di jalan seperti tabrakan antar kendaraan, kendaraan yang menabrak pejalan kaki, hingga kecelakaan yang melibatkan angkutan umum.

Adapun besaran santunan yang diberikan Jasa Raharja meliputi santunan meninggal dunia sebesar Rp50 juta, santunan cacat tetap maksimal Rp50 juta, biaya perawatan maksimal Rp20 juta, serta biaya penguburan sebesar Rp4 juta bagi korban yang tidak memiliki ahli waris sesuai ketentuan yang berlaku.

Melalui sinergi antara PT Jasa Raharja dan Polres Pasuruan ini, diharapkan kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas semakin meningkat sehingga angka kecelakaan di Kabupaten Pasuruan dapat terus ditekan dan keselamatan pengguna jalan semakin terjamin.(Usj)

Truk Kontainer Diduga Hilang Kendali di Pandaan, Tiga Orang Meninggal dalam Kecelakaan Beruntun

Pasuruan,suarakpkcyber.com,– Kecelakaan lalu lintas beruntun yang melibatkan satu unit truk kontainer, satu truk tangki air, dan lima sepeda motor terjadi di Jalan Raya Tawang Rejo, tepatnya di Perempatan Patung Sapi, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan, pada Selasa (7/7/2026) sekitar pukul 07.00 WIB.

Peristiwa tragis tersebut mengakibatkan tiga orang meninggal dunia di lokasi kejadian, sementara lima korban lainnya mengalami luka-luka dan masih menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit.

Berdasarkan keterangan saksi di lokasi, truk kontainer bernomor polisi L-9381-CK melaju dari arah Pandaan menuju Surabaya. Saat memasuki kawasan perempatan yang berada di jalur menurun, kendaraan diduga kehilangan kendali sehingga menabrak dua sepeda motor yang melintas di depannya.

Laju truk tidak berhenti. Kendaraan berat tersebut kemudian menyerempet sebuah truk tangki air sebelum kembali menghantam tiga sepeda motor yang sedang berhenti mengantre di lampu lalu lintas.

Benturan keras menyebabkan bagian depan truk kontainer mengalami kerusakan cukup parah. Sejumlah sepeda motor ringsek dan beberapa di antaranya terjepit di bawah badan truk, sehingga proses evakuasi korban berlangsung dramatis dan melibatkan petugas kepolisian serta warga sekitar.

Korban meninggal dunia diketahui bernama Moch. Ashif (25), warga Desa Ledug, Kecamatan Prigen, Moch. Ashofi (25) yang merupakan saudara kembar Ashif dan juga warga Desa Ledug, serta Mukhammad Khoiron (44), warga Desa Sukolelo, Kecamatan Prigen.

Sementara itu, lima korban lainnya mengalami luka-luka dengan tingkat cedera yang bervariasi. Mereka telah dievakuasi ke sejumlah rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan medis.

Salah seorang anggota Satlantas di lokasi menyampaikan bahwa dugaan sementara kecelakaan terjadi karena truk kontainer kehilangan kendali saat melintasi jalan yang menurun. Namun, penyebab pasti insiden tersebut masih dalam penyelidikan lebih lanjut oleh Satlantas Polres Pasuruan.


Petugas kepolisian telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengamankan kendaraan yang terlibat, serta meminta keterangan dari sejumlah saksi guna mengungkap penyebab pasti kecelakaan.

Peristiwa ini sempat menyebabkan arus lalu lintas di Jalan Raya Tawang Rejo mengalami kepadatan beberapa jam karena proses evakuasi korban dan kendaraan yang terlibat kecelakaan.

Pihak kepolisian mengimbau seluruh pengguna jalan, khususnya pengemudi kendaraan berat, agar selalu memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan layak jalan, memeriksa sistem pengereman sebelum berkendara, serta meningkatkan kewaspadaan saat melintasi jalur menurun demi mencegah terjadinya kecelakaan serupa.(Red)

Polres Pasuruan Amankan Tiga Tersangka Kasus Pencurian Sapi di Tutur

Pasuruan,suarakpkcyber.com,– Satreskrim Polres Pasuruan Polda Jatim bersama Unit Reskrim Polsek Nongkojajar berhasil mengungkap kasus dugaan pencurian dua ekor sapi yang terjadi di Desa Andonosari, Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan. 

Dalam pengungkapan tersebut, Tiga orang terduga pelaku berhasil diamankan pada Minggu (5/7/2026) dini hari di lokasi yang berbeda.

Kasus ini bermula dari laporan seorang peternak yang kehilangan Dua ekor sapi miliknya di kandang yang berada di area ladang. 

Peristiwa tersebut diduga terjadi pada Kamis (2/7/2026) malam dan baru diketahui korban keesokan paginya. 

Akibat kejadian itu, korban mengalami kerugian sekitar Rp.35 juta. Berdasarkan hasil penyelidikan awal, sapi diduga diangkut menggunakan sebuah mobil pikap berwarna hitam.

Menindaklanjuti laporan masyarakat, Tim Opsnal Unit I Satreskrim Polres Pasuruan bersama Unit Reskrim Polsek Nongkojajar melakukan serangkaian penyelidikan hingga akhirnya berhasil mengamankan Tiga tersangka berinisial PS, AP, dan H. 

Selain mengamankan para tersangka, Polisi juga mengamankan barang bukti yang berkaitan dengan tindak pidana tersebut untuk kepentingan penyidikan lebih lanjut.

Kasi Humas Polres Pasuruan, Iptu Joko Suseno menyampaikan bahwa saat ini ketiga tersangka telah diamankan di Mapolres Pasuruan. 

"Penyidik masih terus mendalami peran masing-masing tersangka guna proses hukum lebih lanjut," kata Iptu Joko, Selasa (7/7/2026).

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat dengan Pasal 477 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan.

Polres Pasuruan Polda Jatim mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap tindak kejahatan dan segera melaporkan kepada pihak kepolisian apabila mengetahui adanya aktivitas yang mencurigakan agar dapat segera ditindaklanjuti. (Usj)

Wakil Bupati dan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan Hadiri Tabligh Akbar Muhammadiyah di Ngerong

Pasuruan,suarakpkcyber.com,– Ribuan jamaah memadati Lapangan Balai Desa Ngerong, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, untuk mengikuti Tabligh Akbar yang diselenggarakan Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Ngerong pada Minggu (5/7/2026).

Mengusung tema “Love in Life (Cinta dalam Kehidupan)”, kegiatan keagamaan tersebut menghadirkan dua penceramah, yakni Ustadz Rifky Ja’far Thalib dan Gus Aziz Musthofa Muhammad. Tausiyah yang disampaikan mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk membangun kehidupan yang berlandaskan nilai-nilai Islam, baik dalam keluarga maupun kehidupan bermasyarakat.

Acara ini turut dihadiri Wakil Bupati Pasuruan, Shobih Asrori, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, Adinda Denisa, jajaran pengurus Muhammadiyah, para tokoh agama, tokoh masyarakat, serta tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Pasuruan Shobih Asrori menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Tabligh Akbar tersebut. Menurutnya, kegiatan dakwah seperti ini memiliki peran penting dalam memperkuat keimanan sekaligus membangun karakter masyarakat yang religius.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Pasuruan, saya mengucapkan terima kasih kepada Muhammadiyah dan seluruh panitia yang telah menyelenggarakan kegiatan ini. Semoga Tabligh Akbar ini membawa keberkahan serta semakin meningkatkan keimanan dan ketakwaan masyarakat dalam menjalani kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Shobih juga berharap sinergi antara organisasi kemasyarakatan Islam, khususnya Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU), terus diperkuat. Menurutnya, kolaborasi yang harmonis dengan pemerintah daerah menjadi modal penting dalam membimbing masyarakat menghadapi berbagai tantangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai syariat Islam.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, Adinda Denisa, menilai materi yang disampaikan para penceramah sangat relevan dengan kondisi generasi muda saat ini. Ia mengatakan, pembahasan mengenai persiapan membangun rumah tangga menjadi bekal penting bagi kalangan Generasi Z.

“Banyak pelajaran yang bisa dipetik dari kajian ini, terutama mengenai pentingnya membangun keluarga yang sakinah serta memilih pasangan hidup yang sesuai dengan tuntunan syariat Islam,” ungkap Adinda.

Menjelang akhir acara, panitia menggelar aksi penggalangan dana untuk pembebasan lahan wakaf yang akan digunakan sebagai lokasi pembangunan masjid. Penggalangan donasi diawali oleh para penceramah, kemudian diikuti para tamu undangan dan jamaah yang hadir.

Dalam aksi tersebut, Wakil Bupati Pasuruan Shobih Asrori berpartisipasi dengan mewakafkan dana setara pembelian lahan seluas dua meter persegi. Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan Adinda Denisa turut memberikan donasi untuk pembelian tanah wakaf seluas 50 meter persegi.

Semangat gotong royong dan kepedulian yang ditunjukkan para tokoh daerah bersama masyarakat diharapkan dapat mempercepat terwujudnya pembangunan masjid sebagai pusat ibadah, pendidikan, dan pembinaan umat di Desa Ngerong.(Usj/Adf)

‎Tasyakuran Sederhana Berdirinya Yayasan Rehabilitasi Narkoba "AJI JIWO" di Kabupaten Pasuruan.

 


‎Pasueuan, suarakpkcyber.com - Yayasan Rehabilitasi "AJI JIWO" yang berlokasi di Jl.Tejosari Rt.004 Rw.004, Desa Tejowangi, Kecamatan Purwosari dengan Legalitas Kememkumham RI No. AHU-0010979.AH.01.04 Tahun 2026 dan Ijin Operasional Dinas Sosial Kabupaten Pasuruan Nomor : 400.9.12./2309/107/2026

‎Yayasan "AJI JIWO" adalah Hasil inisiator Sueb Efendi SH., selaku Ketua BPC Peradin, Ketua Gerakan Persatuan Nasional Nol Delapan (GPN 08), dan Ketua Gerakan Anti Narkotika Nasional (GANN) Kabupaten Pasuruan.

‎Ketua Dewan Pembina Yayasan Sueb Efendi SH., yang lebih dikenal Abah Sueb menyatakan bahwa ini salah satu wujud keseriusan dan kepedulian kami atas Pasuruan Darurat Narkoba, selain Preventif seperti Penyuluhan P4GN dimasyarakat Kabupaten Pasuruan, kami merealisasikan Fungsi Rehabilitatif. Merujuk pada UU Rehabilitasi narkoba mengacu pada Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, khususnya pasal-pasal yang mengatur mengenai rehabilitasi bagi pecandu dan penyalahguna narkotika. Pasal 54 UU Narkotika menyatakan bahwa pecandu narkotika dan korban penyalahgunaan narkotika wajib menjalani rehabilitasi medis dan sosial.

‎Yayasan "AJI JIWO" diketuai oleh M Faisal H., SH., didukung oleh Tenaga Profesional Adiksi bersertifikasi UKOM, UTC yang dikeluarkan Oleh Lembaga yang memiliki Legalitas Profesional bidang Adiksi serta Pelatihan On Job Trainning (OJT) Adiksi. Selain itu pula Fasilitas Yayasan yang sesuai spesifikasi untuk dijalankan Program Rehabilitasi ini didukung oleh tenaga Medis, dan Konselor ahli di bidangnya.

‎Fasilitas dilengkapi Ruang Tamu, Musholla, Bed berkapasitas 25 Residen/Klien Laki-laki dan 5 Perempuan, Ruang Classroom, Halaman Olahraga, Ruang Dokter, Ruang Detoxifikasi, Ruang Makan, spot cuci, Spot Vokasional Kolam Lele dan Box Kandang ayam (dalam proses) yang berguna nanti saat membentuk kreatifitas klien dalam program pemberdayaan dan pasca rehab, kamar mandi berjumlah 2 kamar mandi.

‎Abah Sueb juga menyampaikan dengan berdirinya Yayasan ini semoga dapat bermanfaat bagi Masyarakat Kabupaten Pasuruan khususnya dan Masyarakat Jawa Timur Umumnya demi terciptanya Visi Pemerintah Pusat Membentuk Generasi Muda Menuju Indonesia Emas 2045. Dan Menuju Jawa Timur BERSINAR (BERSIH NARKOBA).

‎Abah Sueb menyuarakan slogan Yayasan Rehabilitasi Narkoba AJI JIWO, "Aji Tanpo Jiwo, Koyo Kembang Tanpo Wangi"

‎"Yang bermakna Keberhasilan Hidup tidak hanya ditentukan oleh Kemampuan Fisik dan Materi, Tetapi juga oleh Kekuatan Jiwa, Moral, dan Spiritual yang menjadi sumber nilai serta Makna Kehidupan, Tanpa Jiwa yang Sehat dan Kuat, Kehidupan akan Kehilangan Arah dan Manfaat bagi Diri Sendiri Maupun Masyarakat".



‎Di lain tempat, Masduki SH., MH., selaku Kepala Badan Narkotika Nasional Kabupaten Pasuruan menyampaikan pesan harapan besar untuk Yayasan AJI JIWO,

 "Semoga menjadi mitra yang handal bagi BNN dalam merehabilitasi pecandu narkotika sehingga dapat pulih dan produktif kembali", singkat tegasnya. (Red)

Bhabinkamtibmas Sukorejo Dampingi Petani Pantau Pertumbuhan Jagung



Pasuruan, suarakpkcyber.com  – Bhabinkamtibmas Desa Glagahsari, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Pasuruan, melaksanakan pemantauan pertumbuhan tanaman jagung di lahan persawahan milik warga pada Jumat (3/7/2026).

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari implementasi program ketahanan pangan yang mendukung Asta Cita Presiden Republik Indonesia melalui pemanfaatan lahan produktif.

Pemantauan dilakukan di lahan persawahan seluas kurang lebih 1.000 meter persegi yang merupakan tanah milik perorangan dan dimanfaatkan oleh warga yang tergabung dalam Kelompok Tani Desa Glagahsari. Kegiatan dihadiri Bhabinkamtibmas Brigpol Wahyu bersama perwakilan kelompok tani, Khosim.

Dalam kegiatan tersebut, Bhabinkamtibmas tidak hanya memantau kondisi tanaman, tetapi juga memberikan motivasi kepada para petani agar terus mengoptimalkan pemanfaatan lahan yang tersedia.

Selain itu, Bhabinkamtibmas berperan sebagai pendamping dengan memberikan masukan terkait pengelolaan lahan agar lebih produktif, sekaligus menjadi penghubung apabila kelompok tani membutuhkan koordinasi dengan instansi terkait.

"Bhabinkamtibmas hadir untuk mendampingi masyarakat, memberikan motivasi, serta membantu mencarikan solusi apabila terdapat kendala dalam pemanfaatan lahan pertanian sehingga hasilnya bisa maksimal," ujar Kapolsek Sukorejo IPTU Bakti Adi Prayogo.

Hasil pemantauan menunjukkan tanaman jagung telah ditanam dan sebagian masih dalam proses penanaman dari persemaian. Kondisi tanaman terpantau tumbuh subur serta tidak ditemukan gangguan penyakit, gulma, maupun serangan hama.

Selain itu, kelompok tani juga menyampaikan tidak mengalami kendala dalam ketersediaan pupuk maupun sarana dan prasarana pertanian. Hingga saat ini, mereka juga belum memerlukan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan).

Melalui pendampingan tersebut, Polsek Sukorejo berharap produktivitas pertanian di wilayah Desa Glagahsari terus meningkat sehingga petani dapat memperoleh hasil panen yang maksimal dengan harga jual yang baik di pasaran. (Usj)

Desa Kalirejo Jadi Prioritas Penanganan Kawasan Kumuh, Puluhan RTLH Diperbaiki dan Infrastruktur Lingkungan Dibenahi

 Pasuruan,suarakpkcyber.com,– Pemerintah Kabupaten Pasuruan terus mempercepat upaya peningkatan kualitas permukiman warga melalui program penanganan kawasan kumuh. Pada tahun ini, Desa Kalirejo, Kecamatan Kraton, menjadi salah satu wilayah yang diprioritaskan untuk mendapatkan berbagai program pembangunan yang menyasar langsung kebutuhan masyarakat.

Program tersebut tidak hanya berfokus pada perbaikan fisik rumah warga, tetapi juga mencakup pembangunan infrastruktur lingkungan dan peningkatan sanitasi agar kawasan permukiman menjadi lebih sehat, layak huni, dan nyaman.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Pasuruan, Susanti Edi Peni, menjelaskan bahwa konsep penanganan kawasan kumuh kini dilakukan secara terpadu. Pemerintah tidak lagi menerapkan pembangunan secara bertahap atau hanya menyelesaikan satu persoalan, melainkan mengintegrasikan seluruh kebutuhan lingkungan dalam satu kawasan.

“Penanganan kawasan kumuh sekarang harus dilakukan secara menyeluruh. Tidak cukup hanya memperbaiki rumah, jalan, atau sanitasi secara terpisah. Semua aspek harus dibenahi agar hasilnya benar-benar memberikan perubahan bagi masyarakat,” jelas Susanti.

Dalam program tersebut, sebanyak 48 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) menjadi sasaran renovasi. Sebagian besar rumah kini telah memasuki tahap pengerjaan, bahkan beberapa di antaranya telah selesai sepenuhnya dan sudah dapat ditempati dengan kondisi yang jauh lebih layak.

Selain perbaikan rumah, pemerintah juga akan membangun 79 unit jamban sehat keluarga, mengoptimalkan satu unit Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R), serta membangun jaringan drainase dan jalan lingkungan guna mendukung kebersihan, kelancaran akses, dan mengurangi potensi genangan air.

Menurut Susanti, pekerjaan selain RTLH dijadwalkan mulai dilaksanakan dalam waktu dekat sehingga seluruh rangkaian penataan kawasan dapat berjalan sesuai target.

“Perbaikan rumah sedang berlangsung. Untuk pembangunan jamban sehat, optimalisasi TPS3R, drainase, dan jalan lingkungan akan segera dimulai,” katanya.

Ia berharap program ini mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat Desa Kalirejo, baik dari sisi kesehatan, kebersihan lingkungan, maupun kenyamanan tempat tinggal. Menurutnya, setelah seluruh fasilitas dibangun, peran masyarakat sangat penting untuk menjaga dan merawat hasil pembangunan agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

“Kami ingin menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan tertata. Setelah itu, masyarakat diharapkan ikut menjaga fasilitas yang sudah dibangun agar tetap berfungsi dengan baik,” tambahnya.

Salah satu warga penerima bantuan renovasi RTLH, Munif, mengaku sangat bersyukur atas perhatian yang diberikan Pemerintah Kabupaten Pasuruan. Selama bertahun-tahun, rumah yang ditempatinya kerap terdampak banjir saat musim hujan karena posisi bangunan yang rendah.

Kini, melalui program tersebut, rumahnya diperbaiki sekaligus ditinggikan sehingga diharapkan tidak lagi terendam banjir ketika hujan deras turun.

“Matur nuwun Pak Bupati. Rumah saya sekarang diperbaiki dan ditinggikan, semoga nanti tidak kebanjiran lagi saat musim hujan,” ujar Munif dengan penuh rasa syukur.

Program penataan kawasan kumuh ini menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Pasuruan dalam mewujudkan lingkungan permukiman yang lebih layak, sehat, aman, dan berkelanjutan, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pembangunan yang merata hingga tingkat desa.