Tag Label

Kepolisian (3860) daerah (1068) Pemerintahan (576) Jurnalistik (454) Demontrasi (84) Lintas Opini (75) DPRD (74) Desa (62) RSUD (47) Iklan (37) Kebakaran (34) KPU (30) Mahasiswa (11) DPRD kota pasuruan (8) PDAM (5) Desperindag (4) DPR RI (2)

Tranding Topic

Polres Pasuruan Ungkap Tiga Kasus Menonjol, Pelaku Jambret Maut hingga Penembakan Airsoft Gun Berhasil Ditangkap

  Pasuruan, suarakpkcyber.com– Polres Pasuruan mengungkap tiga kasus kriminal menonjol dalam kegiatan press release yang digelar di Lapangan...

Headline NewsLihat Semuanya

Polres Pasuruan Ungkap Tiga Kasus Menonjol, Pelaku Jambret Maut hingga Penembakan Airsoft Gun Berhasil Ditangkap

 



Pasuruan, suarakpkcyber.com– Polres Pasuruan mengungkap tiga kasus kriminal menonjol dalam kegiatan press release yang digelar di Lapangan Mapolres Pasuruan, Jumat (5/6/2026).


Kasus yang diungkap meliputi pencurian dengan kekerasan yang mengakibatkan korban meninggal dunia, pencurian dengan pemberatan, serta penganiayaan berat menggunakan airsoft gun.


Kapolres Pasuruan AKBP Harto Agung Cahyono mengatakan pengungkapan tersebut merupakan hasil kerja keras penyidik dalam memberikan kepastian hukum sekaligus menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah Kabupaten Pasuruan.


"Kami berkomitmen menindak tegas setiap tindak pidana yang meresahkan masyarakat. Seluruh tersangka dalam perkara ini berhasil diamankan dan saat ini menjalani proses hukum sesuai ketentuan yang berlaku," kata AKBP Harto Agung Cahyono.


Kasus pertama yang diungkap adalah pencurian dengan kekerasan yang terjadi pada Rabu, 5 November 2025 di Jalan Raya Pandaan–Beji, tepatnya di depan PT Finexco Prima, Dusun Wangi, Desa Sumberrejo, Kecamatan Pandaan.


Tersangka berinisial MC alias R (31), warga Dusun Klagen, Desa Sebani, Kecamatan Pandaan, ditangkap polisi pada Selasa, 2 Juni 2026 sekitar pukul 11.00 WIB di rumahnya.


Dalam aksinya, korban yang sedang mengendarai sepeda motor usai pulang dari Pasar Pandaan dipepet oleh pelaku yang juga mengendarai sepeda motor. Pelaku kemudian menarik paksa kalung emas yang dikenakan korban hingga korban terjatuh dari sepeda motor dan meninggal dunia.

Polisi menyita barang bukti berupa satu lembar nota pembelian kalung emas milik korban.


Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 479 ayat (3) KUHP dengan ancaman pidana penjara paling lama 15 tahun.


Selain itu, polisi juga mengungkap kasus pencurian dengan pemberatan yang terjadi pada Minggu, 31 Mei 2026 sekitar pukul 02.30 WIB di sebuah rumah di Dusun Tuban, RT 004 RW 002, Desa Gendro, Kecamatan Tutur.


Tersangka berinisial IN (36), warga Dusun Curah Tutur, Desa Sumberpitu, Kecamatan Tutur, diduga masuk ke rumah korban dengan cara mencongkel jendela lalu mengambil sepeda motor menggunakan kunci letter T.


Saat hendak membawa kabur sepeda motor melalui pintu belakang rumah, aksinya diketahui oleh korban sehingga kendaraan yang dibawa terjatuh. Tersangka kemudian diamankan warga dan diserahkan ke Polsek Nongkojajar sekitar pukul 03.30 WIB.


Dari kasus tersebut polisi menyita sejumlah barang bukti, di antaranya dua buah kunci letter T, kunci sepeda motor, tas selempang, pakaian yang digunakan tersangka, serta dokumen kendaraan milik korban.


Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 477 ayat (2) KUHP tentang pencurian dengan pemberatan dengan ancaman pidana penjara paling lama sembilan tahun.


Kasus lainnya adalah penganiayaan berat yang terjadi pada 15 April 2026 sekitar pukul 06.00 WIB di Wisma Senopati, wilayah Pesanggrahan, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan.


Tersangka SZPJ (33), seorang wiraswasta asal Desa Menturus, ditangkap pada Selasa, 26 Mei 2026 sekitar pukul 14.00 WIB di Jalan Jawa, Kelurahan Mangkujayan, Kabupaten Ponorogo.


Kapolres menjelaskan, tersangka menembak korban menggunakan airsoft gun jenis Glock 19 warna hitam yang berisi tujuh butir gotri berukuran 4,5 milimeter. Tembakan tersebut mengenai bagian perut, dada, bahu, dan pipi kiri korban.


"Dari hasil penyidikan diketahui motif kejadian dipicu persoalan pribadi. Akibat perbuatannya, korban mengalami luka serius dan masih terdapat gotri yang bersarang di bagian pipi kiri sehingga harus menjalani tindakan operasi," jelas AKBP Harto Agung Cahyono.


Berdasarkan hasil penyidikan, peristiwa bermula ketika korban mendatangi tersangka di Wisma Senopati untuk meminta uang ganti rugi sebesar Rp500 ribu.


Permintaan tersebut berkaitan dengan pelayanan anak buah tersangka yang dinilai kurang memuaskan terhadap tamu korban. Perselisihan yang terjadi kemudian berujung pada aksi penembakan menggunakan airsoft gun.


Polisi mengungkapkan bahwa airsoft gun yang digunakan tersangka merupakan jenis Glock 19 warna hitam yang dibeli dari seorang kenalannya di Surabaya pada Februari 2026 dengan harga sekitar Rp3 juta.


Namun, barang bukti utama tersebut hingga kini masih dalam pencarian. Berdasarkan keterangan tersangka, airsoft gun itu dibuang ke aliran Sungai Brantas di wilayah Kota Mojokerto sekitar tiga hari setelah kejadian.


Dalam perkara tersebut, polisi menyita sebuah flashdisk berisi rekaman CCTV sebagai barang bukti. Sementara pencarian terhadap airsoft gun yang digunakan pelaku masih terus dilakukan untuk melengkapi proses penyidikan.


Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 466 ayat (2) KUHP tentang penganiayaan berat dengan ancaman pidana penjara paling lama lima tahun.


Turut hadir dalam kegiatan press release tersebut Kasi Humas Polres Pasuruan IPTU Joko Suseno, Kasat Reskrim Polres Pasuruan, serta jajaran penyidik dan personel kepolisian lainnya. (Usj)

Kapolres Pasuruan Kembalikan Motor Curian kepada Korban, Tangis Haru Warnai Penyerahan Motor

Pasuruan,suarakpkcyber.com,– Suasana haru mewarnai kegiatan press release pengungkapan kasus pencurian kendaraan bermotor yang digelar di Lapangan Mapolres Pasuruan, Jumat (5/6/2026).

Seorang korban pencurian tak mampu menyembunyikan rasa syukurnya saat sepeda motor miliknya yang sempat hilang akhirnya dikembalikan langsung oleh Polres Pasuruan.

Penyerahan kendaraan tersebut dilakukan oleh Kapolres Pasuruan AKBP Harto Agung Cahyono usai memaparkan keberhasilan Satreskrim dalam mengungkap kasus pencurian sepeda motor yang terjadi di wilayah Kecamatan Sukorejo.

Kasus tersebut bermula dari laporan pencurian sepeda motor Honda Beat warna biru bernopol N 5202 TAK milik warga Dusun Karanglo, Desa Sukorejo, Kecamatan Sukorejo. Aksi pencurian terjadi pada Minggu, 11 Januari 2026 sekitar pukul 12.55 WIB di teras rumah korban.

Kapolres Pasuruan AKBP Harto Agung Cahyono mengatakan tersangka berinisial LH alias G (37), warga Dusun Lumbang, Desa Wonosari, Kecamatan Gempol, berhasil diamankan petugas setelah dilakukan penyelidikan.

"Alhamdulillah kendaraan milik korban berhasil kami temukan dan hari ini kami serahkan kembali kepada pemiliknya. Ini merupakan bentuk komitmen Polres Pasuruan dalam memberikan pelayanan dan menghadirkan rasa keadilan bagi masyarakat," ujar AKBP Harto Agung Cahyono saat press release.

Berdasarkan hasil penyidikan, tersangka mengambil sepeda motor yang diparkir di teras rumah korban dalam kondisi kunci masih menancap. Pelaku kemudian membawa kabur kendaraan tersebut.

Petugas berhasil mengamankan tersangka pada Sabtu, 30 Mei 2026 sekitar pukul 14.00 WIB di Gudang Katul, Desa Jeruk Purut, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan.

Dari tangan tersangka, polisi menyita satu unit sepeda motor Honda Beat milik korban, satu celana pendek levis yang digunakan pelaku, rekaman CCTV, serta satu unit telepon genggam.

Kapolres mengungkapkan bahwa tersangka merupakan residivis kasus pencurian kendaraan bermotor yang pernah terlibat perkara serupa di wilayah Gempol pada tahun 2020.

"Tersangka kami jerat Pasal 476 ayat 1 KUHP tentang pencurian dengan ancaman pidana penjara paling lama lima tahun. Kami juga mengimbau masyarakat untuk selalu meningkatkan kewaspadaan dan tidak meninggalkan kunci kendaraan pada motor yang diparkir," tambahnya.

Momen paling mengharukan terjadi saat motor yang berhasil ditemukan diserahkan kepada korban. Dengan mata berkaca-kaca, korban menyampaikan rasa terima kasih kepada jajaran Polres Pasuruan karena telah bekerja keras hingga kendaraan yang menjadi sarana aktivitas sehari-harinya dapat kembali.(Usj/Red)

Polsek Tosari Dampingi Warga Kelola Pertanian, Pantau Lahan Kentang di Podokoyo

 



Pasuruan, suarakpkcyber.com– Polsek Tosari melalui Gugus Tugas Ketahanan Pangan mendampingi warga sekaligus melakukan pemantauan lahan pertanian hortikultura tanaman kentang di Desa Podokoyo, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari dukungan terhadap implementasi Asta Cita Presiden Republik Indonesia di bidang ketahanan pangan. Pemantauan dilakukan untuk mengetahui kondisi tanaman kentang yang menjadi salah satu komoditas unggulan masyarakat di wilayah pegunungan Tosari.

Dalam kegiatan itu, petugas turun langsung ke lahan pertanian dan berdialog dengan warga guna mengetahui perkembangan tanaman serta berbagai kendala yang dihadapi petani selama proses budidaya.

Kapolsek Tosari IPTU Sumbut Pujaningwang mengatakan bahwa pendampingan kepada masyarakat merupakan bentuk dukungan Polri terhadap upaya mewujudkan ketahanan pangan nasional.

"Kami hadir untuk mendampingi warga dan memastikan sektor pertanian tetap berjalan dengan baik. Pertanian merupakan salah satu penopang ketahanan pangan, sehingga perlu mendapat perhatian dan dukungan bersama," ujar IPTU Sumbut Pujaningwang.

Menurutnya, sinergi antara pemerintah, kepolisian, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam menjaga produktivitas pertanian. Dengan pendampingan yang berkelanjutan, diharapkan hasil pertanian warga dapat terus meningkat dan memberikan manfaat bagi kesejahteraan petani.

Melalui kegiatan pemantauan tersebut, Polsek Tosari berharap semangat masyarakat dalam mengelola lahan pertanian tetap terjaga sehingga mampu mendukung program ketahanan pangan yang menjadi salah satu prioritas pembangunan nasional. (Usj)

DLH Kabupaten Pasuruan Siapkan Rp2,9 Miliar untuk Benahi Sistem Lindi di TPA Wonokerto

Pasuruan,suarakpkcyber.com,– Pemerintah Kabupaten Pasuruan melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) terus berupaya meningkatkan kualitas pengelolaan sampah guna mencegah dampak pencemaran lingkungan. Salah satu langkah yang dilakukan adalah menyiapkan anggaran sebesar Rp2,9 miliar untuk membenahi sistem pengelolaan lindi di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Wonokerto, Kecamatan Sukorejo.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pasuruan, Nur Kholis, menjelaskan bahwa perbaikan sistem lindi menjadi salah satu prioritas utama dalam pengelolaan sampah di TPA Wonokerto. Lindi merupakan cairan yang dihasilkan dari proses peresapan air melalui tumpukan sampah dan berpotensi mencemari tanah maupun sumber air apabila tidak ditangani dengan baik.

“Perbaikan ini difokuskan pada peningkatan sistem pengelolaan lindi agar dapat berfungsi secara optimal. Penanganannya harus dilakukan secara serius karena jika dibiarkan, risiko pencemaran lingkungan di sekitar TPA dapat semakin meluas,” ujarnya, Rabu (3/6/2026).

Menurutnya, proyek tersebut mencakup berbagai pekerjaan penting, mulai dari pembangunan dan rehabilitasi saluran lindi, pembangunan platform pre-treatment, perbaikan fasilitas pengolahan lindi, hingga optimalisasi Waste Water Treatment Plant (WWTP) atau instalasi pengolahan air limbah.

Selain itu, DLH juga akan membangun fasilitas pendukung berupa area pencucian kendaraan operasional yang digunakan dalam aktivitas pengangkutan dan pengelolaan sampah di TPA Wonokerto.

Nur Kholis menegaskan bahwa seluruh pekerjaan akan dilaksanakan berdasarkan dokumen perencanaan teknis yang telah disusun secara matang. Pelaksanaan proyek juga harus mengacu pada rencana kerja, spesifikasi teknis, serta rencana anggaran biaya yang telah ditetapkan.

“Dalam pelaksanaannya, kami mengutamakan kualitas pekerjaan, ketepatan waktu penyelesaian, serta aspek keselamatan kerja agar hasil yang diperoleh benar-benar maksimal dan sesuai dengan target,” katanya.

Melalui pembenahan tersebut, DLH Kabupaten Pasuruan berharap sistem pengelolaan lindi di TPA Wonokerto dapat beroperasi lebih efektif, terintegrasi, dan mampu menekan risiko pencemaran lingkungan secara signifikan.

Upaya ini juga menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Pasuruan dalam mewujudkan pengelolaan sampah yang lebih modern, ramah lingkungan, dan berkelanjutan. Dengan sistem pengolahan lindi yang semakin baik, diharapkan kualitas lingkungan di sekitar TPA Wonokerto tetap terjaga serta memberikan manfaat bagi masyarakat dalam jangka panjang.(Usj)

Bhabinkamtibmas Polsek Nongkojajar Pantau Tanaman Tomat di Desa Pungging, Dukung Program P2B Ketahanan Pangan



Pasuruan, suarakpkcyber.com – Dalam rangka mendukung implementasi Asta Cita Presiden RI di bidang ketahanan pangan, Bhabinkamtibmas Desa Pungging Polsek Nongkojajar Polres Pasuruan melaksanakan pemantauan lahan Pekarangan Pangan Bergizi (P2B) di Desa Pungging, Kecamatan Tutur,

Kegiatan yang berlangsung pukul 14.00 hingga 14.30 WIB tersebut dipimpin Aipda Daud B selaku Bhabinkamtibmas sekaligus penggerak ketahanan pangan Polsek Nongkojajar. Adapun komoditas yang dipantau adalah tanaman bawang prei dan tomat yang ditanam warga di lahan P2B Desa Pungging.

Kapolsek Nongkojajar AKP Budi Luhur Sedjati menyampaikan, meski Desa Pungging bukan desa percontohan, kegiatan ini merupakan bentuk pendampingan Polri untuk memotivasi masyarakat agar aktif memanfaatkan pekarangan sebagai sumber pangan. Langkah ini sejalan dengan arahan Presiden RI untuk menjamin ketahanan pangan nasional hingga tingkat desa.

"Melalui sambang dan peninjauan ini, kami mengajak warga bertanam komoditas bahan pokok. Tujuannya agar masyarakat ikut berpartisipasi menjaga ketahanan pangan, khususnya di wilayah Kecamatan Tutur," ujar AKP Budi dalam laporan yang ditujukan kepada Kapolres Pasuruan.

Selain pemantauan, Aipda Daud juga memberikan motivasi kepada petani agar konsisten merawat tanaman. Hasil kegiatan menunjukkan antusiasme warga cukup baik dan seluruh rangkaian berjalan lancar, aman, serta kondusif.

Kegiatan ini menjadi bukti komitmen Polres Pasuruan melalui Polsek Nongkojajar untuk hadir di tengah masyarakat, sesuai semangat “Polri Untuk Masyarakat”, sekaligus mengawal program strategis nasional di sektor pangan. (Usj)

Peringati Hari Jamu Nasional 2026, Dinas Kesehatan P2KB Kabupaten Pasuruan Gelar Lomba Posyandu 6 SPM

Pasuruan,suarakpkcyber.com,– Dalam rangka memperingati Hari Jamu Nasional Tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Pasuruan melalui Dinas Kesehatan P2KB menggelar Lomba Posyandu 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM) Tingkat Kabupaten Pasuruan. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam mengajak masyarakat membudayakan hidup sehat melalui pemanfaatan obat tradisional dan pelayanan kesehatan berbasis masyarakat.

Lomba yang melibatkan Tim Penggerak PKK desa dan kelurahan se-Kabupaten Pasuruan tersebut diikuti oleh 175 peserta. Berbagai kategori penilaian dilombakan, mulai dari pelayanan Posyandu 6 SPM, keterampilan akupresur dan akupunktur sederhana, hingga pemanfaatan jamu sebagai sarana meningkatkan daya tahan tubuh.

Pengumuman sekaligus penyerahan hadiah kepada para pemenang dilaksanakan di Auditorium Mpu Sindok, Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Pasuruan di Raci, Rabu (3/6/2026).

Berdasarkan hasil penilaian dewan juri, Posyandu Sakura Desa Kluwut, Kecamatan Wonorejo berhasil meraih Juara I. Posisi Juara II diraih Posyandu Arwana Desa Tambakan, Kecamatan Bangil, sedangkan Juara III diraih Posyandu Pesantren, Kecamatan Purwodadi. Sementara itu, Juara Harapan I diraih Posyandu Mangga Desa Rejosari, Kecamatan Kraton, dan Juara Harapan II diraih Posyandu Edelweis Desa Tebas, Kecamatan Gondangwetan.

Kepala Dinas Kesehatan P2KB Kabupaten Pasuruan, Arma Rossalia, mengatakan bahwa kegiatan tersebut bertujuan mengenalkan sekaligus melestarikan budaya minum jamu sebagai bagian dari gaya hidup sehat masyarakat, khususnya generasi muda.

Menurutnya, peringatan Hari Jamu Nasional tidak sekadar seremoni tahunan, tetapi menjadi momentum untuk mendorong kemandirian masyarakat dalam memanfaatkan tanaman obat keluarga (TOGA) yang dapat diolah menjadi minuman sehat dan berkhasiat.

“Jamu yang dimaksud bukan hanya jamu dengan rasa pahit. Banyak jenis jamu yang segar saat diminum, memiliki cita rasa yang enak, sekaligus memberikan manfaat bagi kesehatan tubuh. Inilah yang ingin kami kenalkan kepada masyarakat agar terbiasa mengonsumsi jamu dari tanaman TOGA yang ditanam sendiri maupun yang dijual di pasar tradisional,” ujarnya.

Arma menambahkan, jamu Indonesia kini telah mendapat pengakuan dunia setelah ditetapkan oleh UNESCO pada tahun 2023 sebagai Warisan Budaya Takbenda. Pengakuan tersebut menjadi peluang besar bagi Indonesia untuk mengembangkan industri obat bahan alam (OBA) hingga menembus pasar ekspor.

“Sebagai negara yang kaya akan sumber daya alam dan tradisi pengobatan herbal, kita harus menjadi yang terdepan dalam melestarikan sekaligus memanfaatkan warisan budaya ini,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Pasuruan, Mella Rusdi, menegaskan pentingnya membiasakan konsumsi jamu dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, jamu merupakan salah satu cara alami untuk menjaga kesehatan dan meningkatkan imunitas tubuh.

Ia berharap budaya minum jamu dapat terus diwariskan kepada generasi muda sebagai bagian dari upaya mencetak Generasi Emas Indonesia 2045 yang sehat, kuat, dan produktif.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Pasuruan, drg. Merita Rusdi Sutejo, juga menunjukkan antusiasmenya terhadap berbagai olahan jamu tradisional, salah satunya minuman sinom yang dikenal memiliki rasa segar dan manfaat kesehatan.

“Senang sekali bisa mengetahui cara membuat sinom yang segar, menyehatkan, dan tetap memiliki khasiat untuk tubuh,” ungkapnya.

Menurut Merita, minat generasi muda terhadap jamu saat ini masih kalah dibandingkan tren minuman modern seperti kopi maupun minuman boba. Padahal, jamu memiliki manfaat yang jauh lebih baik untuk menjaga kebugaran tubuh dan meningkatkan daya tahan tubuh secara alami.

“Masih perlu edukasi yang lebih luas agar anak-anak muda tidak ragu menjadikan jamu sebagai bagian dari gaya hidup sehat mereka,” katanya.

Di hadapan seluruh peserta dan tamu undangan, istri Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo tersebut mengajak masyarakat untuk lebih mencintai produk herbal tradisional Indonesia.

“Mari menjamu masa depan dengan jamu. Mari kita terus hidup sehat melalui budaya minum jamu, melestarikan kearifan lokal, serta bangga menggunakan produk nusantara,” pungkasnya.

Horee.. Empat Ekor Anak Harimau Sumatra Lahir di Taman Safari Prigen, Bukti TSI Prigen Berhasil dalam Program Konservasi Satwa Langkah



Pasuruan, suarakpkcyber.com - Taman Safari Indonesia II Prigen bersama Lembaga konservasi Prigen Pasuruan kembali berhasil mencatat keberhasilan program konservasi satwa langka yakni dengan kelahiran empat ekor anak harimau Sumatra.

Anak harimau itu dari pasangan indukan jantan Praja dan betina Dini, dengan komposisi anak tiga jantan satu betina, ini kelahiran yang kedua oleh induk betina Dini.  

Saat ini koleksi harimau Sumatra di TSI Prigen ada 8 ekor harimau. Hal ini menunjukkan keberhasilan bahwa pengelolaan satwa dan program breending konservasi di TSI Prigen yang berkelanjutan dengan satwa satwa langka yang dimiliki lainnya.

drh. Bongot Huaso Mulai Vice Presiden Life Sciences TSI Grup menyampaikan bahwa kelahiran harimau Sumatra merupakan kado istimewa Taman Safari Prigen.

" Dengan kelahiran ini merupakan kado istimewa bisa kembali melakukan breending harimau Sumatra asli Indonesia yang mulai terancam punah dan langka. Dan saat ini keberadaan harimau Sumatra di TSI Prigen bukan untuk pengunjung, sekarang diutamakan untuk meningkatkan populasi secara global dan regional"  jelasnya, rabu (03/06/2026).

Harimau Sumatra merupakan subspesies yang dimiliki Indonesia yang terakhir, saat ini berstatus Critically Endangered ( kritis) yang berdasarkan daftar merah IUCN. Karena populasinya yang sering mendapatkan ancaman di alam liar.

" Populasinya di alam terus mendapatkan ancaman populasinya, seperti konflik antara manusia dan satwa, perburuan ilegal, kehilangan habitat satwa. Pada saat ini perburuan harimau Sumatra sangat besar yang dilakukan perburuan ilegal sehingga habitatnya hampir punah" tambahnya.

Sebab itulah kelahiran harimau Sumatra menjadi harapan baru bagi kelestarian spesis, hal ini merupakan pencapaian yang sangat penting dalam hal konservasi, ini menjadi pengingat akan pentingnya menjaga keberlangsungan ekosistem hutan Indonesia sebagai habitat alami harimau Sumatra.

Dalam konservasi ini perlu dukungan dari seluruh pihak agar konservasi ini berhasil terutama dukungan dari masyarakat, pemerintah, dan dunia pendidikan.

Dengan adanya momentum kelahiran Bayi Harimau Sumatra ini Taman Safari Indonesia II Prigen mengajak masyarakat untuk semakin peduli terhadap pelestarian satwa liar terutama satwa yang langkah dengan populasinya yang semakin menurun. (Usj)

Dukung Asta Cita Presiden, Polsek Puspo Panen Jagung Bersama Petani

 


PASURUAN, suarakpkcyber.com – Polsek Puspo bersama Tim Pembina Gugus Tugas Ketahanan Pangan Polri Polres Pasuruan, penyuluh pertanian lapangan (PPL), dan kelompok tani melaksanakan panen jagung Kuartal II di Dusun Punjul, Desa Puspo, Kecamatan Puspo, Kabupaten Pasuruan, Selasa (2/6/2026).

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari implementasi program Asta Cita Presiden Republik Indonesia di bidang ketahanan pangan tahun 2026.

Panen dilakukan di lahan produktif seluas kurang lebih 500 meter persegi yang dikelola oleh petani setempat, Ngatiman. Kegiatan ini melibatkan unsur Polri, pemerintah kecamatan, PPL, gabungan kelompok tani (Gapoktan), dan masyarakat setempat sebagai bentuk sinergi dalam mendukung ketahanan pangan nasional.

Kapolsek Puspo AKP Johanes Hardiono, S.H., mengatakan bahwa keterlibatan Polri dalam sektor pertanian merupakan salah satu upaya nyata mendukung program pemerintah untuk mewujudkan swasembada pangan.

“Panen jagung ini merupakan bentuk dukungan kami terhadap program Asta Cita Presiden di bidang ketahanan pangan. Melalui sinergi antara Polri, pemerintah, dan petani, kami berharap produktivitas pertanian terus meningkat sehingga mampu memperkuat ketahanan pangan masyarakat,” ujar AKP Johanes Hardiono.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kasubbag Binkar Polres Pasuruan AKP Endah Dwi selaku Tim Pembina Gugus Tugas Ketahanan Pangan Polri Polres Pasuruan, Sekretaris Kecamatan Puspo Suparjana, perwakilan Koramil Puspo Sertu Zaki, Bhabinkamtibmas Bripka Steven, Koordinator PPL Kecamatan Puspo Titik, PPL Desa Puspo Lia, Gapoktan Rukun Maju Puspo, serta kelompok tani setempat.

Sebelum panen dilaksanakan, Polsek Puspo bersama PPL dan kelompok tani terlebih dahulu menggelar rapat koordinasi untuk menentukan jadwal pelaksanaan panen. Selanjutnya, kegiatan panen diawali dengan petik jagung secara simbolis oleh PPL Kecamatan Puspo dan dilanjutkan dengan pemanenan bersama oleh personel Polri, anggota Gapoktan, serta warga Dusun Punjul.

Usai panen, hasil jagung dipilah untuk menentukan kualitas yang layak menjalani proses pengeringan sebelum disimpan di lumbung kelompok tani. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan lancar hingga selesai pada pukul 14.00 WIB.

AKP Johanes Hardiono menambahkan bahwa Polri akan terus mendukung berbagai program pemberdayaan petani dan pemanfaatan lahan produktif sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan nasional.

“Kami berharap kolaborasi yang telah terjalin ini dapat terus ditingkatkan sehingga mampu memberikan manfaat nyata bagi petani dan masyarakat luas,” pungkasnya. (Usj)

Pantau Lahan Jagung Petani, Polres Pasuruan Kawal Sukses Swasembada Pangan

Pasuruan,suarakpkcyber.com,– Polres Pasuruan melakukan kegiatan pemantauan lahan jagung milik petani di Desa Tampung, Kecamatan Rembang, Kabupaten Pasuruan

Polres Pasuruan ingin memastikan program swasembada pangan berjalan secara optimal di tingkat desa hingga langkah pendampingan dan pengecekan secara berkala rutin dilakukan.

Pemantauan tersebut dilakukan oleh Kasat Binmas Polres Pasuruan bersama sejumlah pihak terkait dengan meninjau langsung kondisi tanaman jagung yang dikelola kelompok tani setempat. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pengawasan sekaligus pendampingan terhadap sektor pertanian sebagai salah satu penopang ketahanan pangan nasional.

Kegiatan tersebut merupakan hasil sinergi antara Polres Pasuruan, PT Syngenta Seeds Indonesia, PT Yanmar, Pemerintah Desa Tampung, serta kelompok tani Desa Tampung. Kolaborasi lintas sektor ini diarahkan untuk meningkatkan produktivitas pertanian melalui penggunaan benih unggul, pemanfaatan teknologi pertanian, serta pendampingan berkelanjutan kepada para petani.

Kapolres Pasuruan AKBP Harto Agung Cahyono mengatakan bahwa keterlibatan Polri dalam program ketahanan pangan merupakan bentuk dukungan nyata terhadap upaya pemerintah mewujudkan swasembada pangan nasional.

"Polri siap mendukung program ketahanan pangan melalui sinergi dengan seluruh stakeholder dan masyarakat. Kami berharap produktivitas pertanian terus meningkat sehingga mampu mendukung terwujudnya swasembada pangan yang berkelanjutan," ujar AKBP Harto Agung Cahyono.

Menurutnya, keberhasilan program swasembada pangan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan peran aktif seluruh elemen masyarakat, termasuk petani, dunia usaha, dan aparat negara.

Melalui kegiatan pemantauan ini, diharapkan terjalin kerja sama yang semakin kuat antara seluruh pihak terkait dalam mendukung peningkatan hasil pertanian, memperkuat kesejahteraan petani, serta mewujudkan ketahanan pangan nasional yang tangguh dan berkelanjutan.(Usj/Adf)

Hari Lahir Pancasila 2026, Ketua DPRD Pasuruan Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan dan Semangat Gotong Royong

 

Pasuruan,suarakpkcyber.com,– Peringatan Hari Lahir Pancasila yang jatuh pada 1 Juni 2026 menjadi momentum penting bagi seluruh elemen masyarakat untuk kembali meneguhkan komitmen terhadap nilai-nilai kebangsaan. Melalui upacara yang digelar Pemerintah Kabupaten Pasuruan di halaman Kantor Bupati Pasuruan, Senin (1/6/2026), semangat persatuan dan gotong royong kembali digaungkan di tengah berbagai tantangan yang dihadapi bangsa.

Upacara berlangsung khidmat dengan dipimpin langsung oleh Komandan Kodim 0819 Pasuruan, Letkol Inf Boga Bramiko. Kegiatan tersebut dihadiri Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan Samsul Hidayat, Sekretaris Daerah Kabupaten Pasuruan Yudha Triwidya Sasongko, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), kepala perangkat daerah, TNI-Polri, serta berbagai unsur masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Dandim 0819 Pasuruan membacakan amanat tertulis Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia, Yudian Wahyudi. Tema yang diangkat tahun ini, “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”, menegaskan bahwa nilai-nilai luhur Pancasila tetap relevan sebagai pedoman kehidupan berbangsa dan bernegara, sekaligus menjadi inspirasi dalam menciptakan perdamaian di tingkat global.

Secara terpisah, Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan Samsul Hidayat menyampaikan bahwa Hari Lahir Pancasila bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan momen refleksi bagi seluruh masyarakat untuk memperkuat persatuan dalam menghadapi berbagai dinamika dan tantangan zaman.

Menurutnya, kondisi global saat ini masih dibayangi ketidakpastian ekonomi, konflik geopolitik di berbagai kawasan dunia, perubahan iklim, hingga fluktuasi harga komoditas yang berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat. Tantangan tersebut menuntut bangsa Indonesia untuk terus menjaga soliditas dan memperkuat ketahanan nasional.

“Nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila harus terus menjadi pedoman dalam kehidupan sehari-hari. Persatuan, kebersamaan, dan gotong royong merupakan modal utama untuk menghadapi berbagai tantangan yang ada,” ujarnya.

Samsul menambahkan, di tingkat nasional pemerintah dan seluruh komponen bangsa saat ini terus berupaya menjaga stabilitas ekonomi, memperkuat daya saing daerah, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta memastikan demokrasi berjalan secara sehat dan bermartabat.

Sementara itu, di Kabupaten Pasuruan sendiri masih terdapat sejumlah tantangan pembangunan yang membutuhkan dukungan dan kolaborasi seluruh pihak. Mulai dari penguatan ekonomi kerakyatan, peningkatan kualitas pelayanan publik, penanganan banjir, pelestarian lingkungan hidup, hingga pemerataan pembangunan di berbagai wilayah.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan daerah tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah semata, melainkan memerlukan partisipasi aktif masyarakat, dunia usaha, akademisi, serta seluruh pemangku kepentingan.

“Pancasila mengajarkan bahwa perbedaan bukanlah sesuatu yang memecah belah. Justru keberagaman adalah kekuatan besar yang harus dirawat untuk membangun daerah dan bangsa yang lebih maju,” tegasnya.

Lebih lanjut, Samsul mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Pasuruan untuk terus mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Nilai Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Musyawarah, dan Keadilan Sosial dinilai menjadi fondasi penting dalam mewujudkan masyarakat yang harmonis, sejahtera, dan berkeadilan.

Melalui peringatan Hari Lahir Pancasila tahun 2026 ini, diharapkan semangat kebangsaan semakin mengakar di tengah masyarakat, sehingga mampu menjadi energi positif dalam menjaga persatuan serta mendukung percepatan pembangunan di Kabupaten Pasuruan dan Indonesia secara keseluruhan.(Usj/Adf)

Talang Irigasi Belum Diperbaiki, Puluhan Petani di Gempol Pilih Kosongkan Sawah

Pasuruan,suarakpkcyber.com,– Kekecewaan terhadap lambannya penanganan infrastruktur pertanian membuat puluhan petani di Dusun Sumberpandan, Desa Bulusari, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, memilih tidak menanam padi pada musim tanam kali ini. Keputusan tersebut diambil sebagai bentuk protes sekaligus langkah antisipasi agar tidak kembali mengalami kerugian akibat gagal panen.

Para petani mengaku masih terdampak kerusakan talang air irigasi yang ambrol diterjang banjir pada 4 November 2025 lalu. Hingga memasuki pertengahan tahun 2026, bangunan yang menjadi sumber pengairan bagi puluhan hektare sawah tersebut belum juga mendapat perbaikan permanen.

Akibat kondisi tersebut, pasokan air ke lahan pertanian menjadi tidak optimal. Ditambah lagi, petani harus menghadapi ancaman serangan hama tikus yang dalam beberapa musim terakhir menyebabkan hasil panen menurun drastis.

Kepala Dusun Sumberpandan, Bambang Yuanto, mengatakan masyarakat sebenarnya berharap proses perbaikan segera dilakukan sesuai rencana yang pernah disampaikan. Namun hingga kini belum terlihat adanya aktivitas pembangunan di lokasi talang yang rusak.

“Informasi yang kami terima, talang irigasi yang rusak akibat bencana itu rencananya akan dibangun pada Juni 2026. Namun sampai sekarang belum ada tanda-tanda pekerjaan dimulai,” ujar Bambang saat ditemui, Senin (1/6/2026).

Menurutnya, ketidakjelasan waktu perbaikan membuat banyak petani memilih menunda masa tanam. Mereka khawatir biaya produksi yang dikeluarkan tidak sebanding dengan hasil yang diperoleh apabila pasokan air tetap tidak mencukupi.

Lahan pertanian yang terdampak diperkirakan mencapai sekitar 25 hektare. Sebagian besar warga setempat menggantungkan mata pencaharian dari sektor pertanian padi sehingga kerusakan talang irigasi sangat berpengaruh terhadap kondisi ekonomi masyarakat.

Salah seorang petani, Poniti, mengaku trauma dengan kerugian yang pernah dialami akibat hasil panen yang tidak maksimal. Menurutnya, biaya pengolahan lahan, pembelian benih, pupuk, hingga perawatan tanaman cukup besar, sementara hasil yang diperoleh jauh dari harapan.

“Dulu kami tetap menanam padi, tetapi hasilnya sangat jelek dan tidak sebanding dengan biaya yang dikeluarkan. Kerugiannya mencapai ratusan ribu rupiah,” ungkapnya dengan nada kecewa.

Para petani berharap pemerintah segera turun tangan untuk mempercepat perbaikan talang irigasi yang rusak. Mereka menilai keberadaan saluran tersebut sangat vital karena menjadi penopang utama pengairan sawah di wilayah Sumberpandan.

Jika perbaikan terus tertunda, warga khawatir semakin banyak lahan pertanian yang tidak produktif. Selain mengancam pendapatan petani, kondisi tersebut juga berpotensi memengaruhi produksi pangan di wilayah Kecamatan Gempol.

Masyarakat berharap janji pembangunan yang sebelumnya disampaikan dapat segera direalisasikan, sehingga petani kembali memiliki kepastian untuk mengolah sawah dan meningkatkan hasil pertanian mereka. Dengan pulihnya jaringan irigasi, roda perekonomian warga yang selama ini bergantung pada sektor pertanian diharapkan dapat kembali bergerak normal.(Usj)