Pasuruan,suarakpkcyber.com, – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Bangil kembali menunjukkan komitmennya dalam memberikan pembinaan posit...
Pasuruan,suarakpkcyber.com,– Polres Pasuruan menyatakan kesiapan penuh dalam menghadapi arus mudik dan balik Lebaran melalui pelaksanaan Operasi Ketupat Semeru 2026.
Dalam operasi pengamanan Hari Raya Idul Fitri 1447 H tersebut, ratusan personel gabungan diterjunkan serta sejumlah pos pengamanan dan pelayanan disiagakan di titik strategis wilayah Kabupaten Pasuruan.
Operasi Ketupat Semeru 2026 sendiri akan berlangsung selama 13 hari, mulai 13 hingga 25 Maret 2026, dengan tujuan menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) serta kelancaran arus lalu lintas selama momentum Lebaran.
Kapolres Pasuruan AKBP Harto Agung Cahyono mengatakan bahwa pihaknya telah menyiapkan berbagai langkah strategis, termasuk penggelaran pos pengamanan, pos pelayanan dan pos terpadu untuk mengantisipasi lonjakan mobilitas masyarakat saat mudik maupun arus balik.
“Polres Pasuruan bersama TNI dan instansi terkait siap melaksanakan Operasi Ketupat Semeru 2026 guna memastikan masyarakat dapat merayakan Idul Fitri dengan aman dan nyaman,” kata AKBP Harto Agung Cahyono.
Dalam pelaksanaan operasi tersebut, Polres Pasuruan mendirikan 7 pos pengamanan dan pelayanan, yang terdiri dari 4 Pos Pengamanan (Pos Pam), 2 Pos Pelayanan (Pos Yan) dan 1 Pos Terpadu. Pos-pos tersebut ditempatkan di sejumlah titik strategis yang memiliki mobilitas tinggi.
Empat Pos Pengamanan berada di Alun-Alun Bangil, Arteri Gempol, Cimory Prigen, dan Tosari yang menjadi jalur menuju kawasan wisata Gunung Bromo. Sementara dua Pos Pelayanan didirikan di Rest Area KM 66 A dan KM 66 B Tol Pandaan–Malang, sedangkan Pos Terpadu berada di Taman Dayu Pandaan yang menjadi pusat kendali operasi lapangan.
Untuk mendukung pengamanan tersebut, Polres Pasuruan menyiapkan 220 personel Polri yang terlibat langsung dalam operasi. Dari jumlah tersebut, 110 personel ditempatkan pada Pos Pam, Pos Yan, dan Pos Terpadu, sementara 110 personel lainnya bertugas di posko dan satuan tugas operasi.
Selain itu, operasi ini juga melibatkan 242 personel dari berbagai instansi terkait yang akan ditempatkan di pos-pos operasi, serta 153 personel yang disiagakan di mako sebagai cadangan.
Unsur yang terlibat di antaranya berasal dari TNI, Dinas Kesehatan, Dinas Perhubungan, Satpol PP, Jasa Marga, Senkom Mitra Polri, Banser, Pramuka, hingga organisasi komunikasi masyarakat.
Kapolres menambahkan bahwa pengamanan tidak hanya difokuskan pada jalur mudik, tetapi juga pada lokasi dengan potensi keramaian seperti pusat perbelanjaan, kawasan wisata, rumah ibadah, terminal, serta titik rawan kemacetan dan kecelakaan lalu lintas.
“Melalui sinergi dengan TNI dan seluruh stakeholder, kami berharap situasi kamtibmas tetap kondusif serta arus mudik dan balik di wilayah Kabupaten Pasuruan dapat berjalan aman, lancar dan terkendali,” ujar AKBP Harto Agung Cahyono.
Selain pengamanan jalur, Polres Pasuruan juga menyiapkan langkah antisipasi terhadap potensi gangguan kamtibmas, bencana alam, hingga lonjakan kendaraan di jalur wisata dan jalan tol yang menjadi lintasan utama pemudik di wilayah tersebut.
Dengan berbagai kesiapan tersebut, Polres Pasuruan optimistis Operasi Ketupat Semeru 2026 dapat memberikan rasa aman bagi masyarakat yang melaksanakan perjalanan mudik maupun merayakan Idul Fitri di wilayah Kabupaten Pasuruan.(Usj)
Pasuruan,suarakpkcyber.com,— Polres Pasuruan menggelar kegiatan Gerakan Pangan Murah Polri Serentak melalui bazar atau pasar murah yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting pada Jumat (13/3/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Mapolres Pasuruan dan serentak oleh seluruh Polsek jajaran. ini bertujuan membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau di tengah fluktuasi harga pangan.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kapolres Pasuruan Harto Agung Cahyono, Wakapolres Pasuruan, para Pejabat Utama Polres Pasuruan, perwakilan Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Pasuruan, serta Kepala Bulog Cabang Malang.
Dalam program tersebut, masyarakat dapat membeli bahan pokok dengan harga lebih murah dari harga pasar. Salah satu komoditas utama yang disediakan adalah beras dengan harga Rp55.000 per kemasan 5 kilogram.
Kasat Binmas Polres Pasuruan AKP Sunarti menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program nasional yang digelar serentak oleh Polri bekerja sama dengan Perum Bulog dan instansi terkait untuk menjaga stabilitas harga pangan.
“Melalui program Gerakan Pangan Murah ini, masyarakat dapat memperoleh bahan pokok dengan harga yang lebih terjangkau sehingga diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari,” ujarnya.
Dalam pelaksanaannya di wilayah Kabupaten Pasuruan, total beras yang berhasil disalurkan kepada masyarakat mencapai 45 ton.
Kapolres Pasuruan AKBP Harto Agung Cahyono mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian Polri dalam membantu masyarakat, khususnya dalam menjaga ketersediaan dan keterjangkauan harga bahan pokok.
“Polri hadir untuk membantu masyarakat. Melalui Gerakan Pangan Murah ini kami berharap kebutuhan pokok masyarakat dapat terpenuhi dengan harga yang lebih terjangkau,” kata Harto.(Usj)
Kudus, suarakpkcyber.com - Semangat berbagi terus digaungkan Laznas BMH selama bulan suci Ramadhan 1447 H.Mulai tanggal 1-20 Ramadhan BMH Kudus bersinergi dengan Pesantren Hidayatullah bagikan 3400 paket Buka Puasa untuk Santri Penghafal Al-Qur’an di Kudus.
Dalam kegiatan tersebut , para santri mulai tanggal 1-20 Ramadhan menerima hidangan buka puasa dari berbagai mitra kebaikan para donatur.
“Acara ini bukan hanya tentang berbagi makanan, tapi juga menyemangati anak-anak untuk terus gigih belajar, menghafal, memahami, dan mengamalkan Al-Qur’an. Kami ingin menghadirkan nuansa Ramadhan yang penuh cinta dan keberkahan,” ungkap Eko Kusniyanto Kepala BMH ULZ Kudus.
Dalam tausiyah singkatnya, Eko juga menyampaikan motivasi kepada para santri, “Bukan banyaknya hafalan yang jadi tujuan utama, tapi ridha Allah. Sesulit apapun, itu tanda kasih sayang Allah. Semakin sering murojaah, semakin Allah ridha, in syaa Allah.”
“Alhamdulillah hari ini saya bisa bareng bareng bersama kawan kawan BMH untuk berbagi langsung dengan adik adik santri penghafal Al Quran ,sangat bahagia terharu melihat semangat adik adik santri menuntut ilmu ,semoga apa yg kami bawa ini bisa menyemangati adik adik santri dalam menuntut ilmu."Ujar Vendra Perwakilan dari Bank Jateng Cabang Kudus yang turut hadir dalam acara tersebut. (Ihw)
Kegiatan yang berlangsung penuh kehangatan tersebut juga dihadiri kepala sekolah, tokoh masyarakat, komite sekolah, serta perwakilan warga sekitar. Safari Ramadhan ini menjadi momentum penting untuk mempererat silaturahmi antara dunia pendidikan, masyarakat, dan pemerintah daerah.
Dalam sambutannya, Samsul Hidayat yang juga merupakan politisi asal Desa Bulusari menyampaikan sejumlah pesan penting terkait pentingnya menjaga hubungan harmonis antara wali murid dan para guru. Menurutnya, kerja sama yang baik antara orang tua dan pihak sekolah akan sangat menentukan keberhasilan pendidikan anak.
“Perlu kita pahami bersama bahwa mencetak generasi yang pintar dan sholeh tidak bisa dibebankan sepenuhnya kepada lembaga pendidikan di sekolah. Dibutuhkan kerja sama yang intens antara orang tua murid dan para guru agar proses mentransformasikan ilmu kepada anak didik bisa berjalan optimal,” ujar Samsul di hadapan para siswa dan wali murid.
Ia juga menjelaskan bahwa kegiatan Safari Ramadhan memiliki tujuan untuk mempererat tali silaturahmi antara pemerintah, ulama, dan masyarakat dalam memperkuat ukhuwah islamiyah di bulan suci Ramadhan. Selain menjadi sarana dakwah, kegiatan ini juga dimanfaatkan untuk menyerap aspirasi masyarakat secara langsung sekaligus mensosialisasikan berbagai program pemerintah.
“Melalui kegiatan seperti ini, kita bisa berdialog langsung dengan masyarakat, menyerap aspirasi mereka, serta bersama-sama menjaga kondusifitas wilayah,” tambahnya.
Suasana acara semakin meriah ketika Samsul Hidayat memberikan kuis seputar pengetahuan Ramadhan kepada para siswa. Anak-anak yang berhasil menjawab pertanyaan dengan benar mendapatkan hadiah langsung dari Ketua DPRD. Kegiatan tersebut tidak hanya menghibur, tetapi juga menambah wawasan keagamaan para siswa di luar materi pembelajaran di kelas.
Sementara itu, Kepala Sekolah Abdul Rohman menyampaikan bahwa kegiatan Safari Ramadhan di sekolah tersebut merupakan agenda rutin yang melibatkan seluruh elemen lingkungan sekolah.
Menurutnya, kegiatan ini diikuti oleh para guru, paguyuban wali murid, kepala desa, tokoh masyarakat, komite sekolah, serta para siswa. Pihak sekolah juga secara khusus mengundang Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan yang selama ini dinilai banyak memberikan perhatian dan kontribusi bagi perkembangan sekolah.
“Kami sangat bersyukur kegiatan ini bisa berjalan dengan baik. Selama ini beliau juga banyak memberikan kontribusi nyata bagi sekolah kami,” ujar Abdul Rohman.
Dalam kesempatan tersebut, pihak sekolah bersama para guru dan siswa juga menggelar kegiatan sosial dengan membagikan paket sembako kepada masyarakat yang membutuhkan. Sebanyak 140 paket sembako disalurkan kepada siswa kurang mampu di lingkungan sekolah, sementara 84 paket lainnya diberikan kepada warga sekitar yang membutuhkan bantuan.
Kegiatan Safari Ramadhan ini diharapkan tidak hanya memperkuat hubungan antara sekolah, orang tua, dan masyarakat, tetapi juga menumbuhkan nilai kepedulian sosial serta semangat berbagi di bulan suci Ramadhan.(Usj)
Pasuruan, suarakpkcyber.com – Polres Pasuruan mengerahkan personel gabungan dalam pengamanan arus mudik dan perayaan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah melalui Operasi Ketupat Semeru 2026. Kesiapan tersebut ditandai dengan pelaksanaan apel gelar pasukan di Lapangan Apel Sarja Arya Racana Polres Pasuruan, Kamis (12/3/2026) pagi.
Apel dipimpin langsung Kapolres Pasuruan AKBP Harto Agung Cahyono dan dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Pasuruan Yudha Triwidya Sasongko, unsur Forkopimda, perwakilan TNI, instansi pemerintah, serta sejumlah tamu undangan.
Dalam kegiatan tersebut, Kapolres Pasuruan melakukan penyematan pita tanda dimulainya Operasi Ketupat Semeru 2026 kepada perwakilan personel sebagai simbol kesiapan pengamanan Lebaran.
Kapolres Pasuruan AKBP Harto Agung Cahyono mengatakan apel gelar pasukan menjadi momentum penting untuk memastikan kesiapan seluruh personel maupun sarana dan prasarana yang terlibat dalam pengamanan Lebaran.
“Apel gelar pasukan ini merupakan bentuk kesiapan kami bersama TNI dan seluruh stakeholder untuk memastikan pengamanan arus mudik dan perayaan Idul Fitri berjalan aman, tertib, dan lancar,” ujarnya.
Ia menambahkan, sinergi lintas sektor sangat diperlukan agar pelaksanaan Operasi Ketupat Semeru 2026 dapat berjalan optimal dan memberikan rasa aman bagi masyarakat yang akan melaksanakan perjalanan mudik.
Operasi Ketupat 2026 akan dilaksanakan selama 13 hari, mulai 13 hingga 25 Maret 2026, dengan melibatkan personel gabungan dari TNI, Polri, serta instansi terkait lainnya.
Dalam amanat Kapolri yang dibacakan Kapolres Pasuruan disebutkan bahwa momentum Idul Fitri merupakan agenda nasional yang selalu diikuti dengan meningkatnya mobilitas masyarakat.
Berdasarkan survei Kementerian Perhubungan RI, potensi pergerakan masyarakat pada Lebaran 2026 diperkirakan mencapai 143,9 juta orang.
Karena itu, aparat diminta mengantisipasi berbagai potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat, seperti kejahatan konvensional, premanisme, balap liar hingga konflik antar kelompok masyarakat.
Selain pengamanan arus lalu lintas, petugas juga diminta melakukan patroli rutin di titik-titik rawan serta melakukan pendataan rumah kosong yang ditinggalkan pemudik. Masyarakat juga dapat memanfaatkan layanan penitipan kendaraan di kantor kepolisian guna meningkatkan rasa aman selama mudik.
Apel gelar pasukan diikuti sejumlah unsur pasukan gabungan, di antaranya personel Polres Pasuruan, Kodim 0819/Pasuruan, Satpol PP Kabupaten Pasuruan, Dinas Perhubungan, Senkom, hingga perwakilan BPBD Kabupaten Pasuruan.
Usai apel, Kapolres Pasuruan bersama Forkopimda melakukan pemeriksaan sarana dan prasarana kesiapan personel yang akan dilibatkan dalam Operasi Ketupat Semeru 2026. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemusnahan barang bukti hasil Operasi Keselamatan, Operasi Pekat Semeru 2026 serta Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) menjelang pelaksanaan operasi pengamanan Lebaran.
Kapolres Pasuruan berharap dengan keterlibatan seluruh unsur dan dukungan masyarakat, pelaksanaan Operasi Ketupat Semeru 2026 di wilayah Kabupaten Pasuruan dapat berjalan aman dan kondusif.
“Kami berharap masyarakat dapat merayakan Idul Fitri dengan aman dan nyaman, serta perjalanan mudik berlangsung lancar,” pungkasnya. (Usj)
Melalui Dinas Perhubungan Kabupaten Pasuruan yang bekerja sama dengan Polres Pasuruan, pemerintah menyiapkan enam unit bus dengan total kuota mencapai 240 kursi bagi para pemudik.
Pendaftaran program mudik gratis ini telah dibuka sejak 20 Februari 2026 dan akan ditutup pada 17 Maret 2026. Sementara itu, keberangkatan para peserta dijadwalkan pada Rabu, 18 Maret 2026 pukul 08.00 WIB, dengan titik kumpul di halaman Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Pasuruan di Kompleks Perkantoran Raci, Pasuruan.
Hingga H-7 menjelang keberangkatan, masih terdapat sejumlah kursi yang belum terisi pada dua rute perjalanan. Rute tersebut adalah Pasuruan – Lamongan – Babat – Tuban serta Pasuruan – Lumajang – Jember. Kondisi ini membuat panitia berharap masyarakat segera memanfaatkan kesempatan tersebut agar seluruh kursi dapat terisi saat hari pemberangkatan.
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Pasuruan, Digdo Su Tjahjo, saat dikonfirmasi awak media pada Rabu (11/03/2026) menjelaskan bahwa program ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah daerah kepada masyarakat, khususnya warga yang memiliki KTP Pasuruan agar bisa merayakan Idul Fitri bersama keluarga di kampung halaman.
“Program mudik gratis ini adalah wujud perhatian Pemerintah Kabupaten Pasuruan kepada masyarakat, terutama agar warga Pasuruan dapat berkumpul dengan keluarga saat Lebaran tanpa terbebani biaya perjalanan,” ujarnya melalui sambungan telepon.
Menanggapi masih adanya kursi kosong pada dua rute perjalanan, Digdo mengatakan pihaknya akan terus mengupayakan agar kuota dapat terpenuhi, salah satunya dengan membuka pendaftaran hingga batas akhir yang telah ditentukan.
“Kalaupun nanti kuota tidak terpenuhi seluruhnya, keberangkatan tetap akan dilaksanakan. Bus sudah disediakan dan itu merupakan komitmen pemerintah daerah,” tegasnya.
Program mudik gratis ini merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Pasuruan dan Polres Pasuruan. Dari total enam bus yang disiapkan, empat bus pariwisata disediakan oleh Dishub, sementara dua bus lainnya berasal dari Polres Pasuruan.
Untuk mengikuti program ini, peserta yang berdomisili di wilayah Pasuruan Raya cukup membawa KTP Pasuruan sebagai syarat pendaftaran. Sedangkan bagi warga yang tinggal di Kabupaten Pasuruan namun memiliki KTP luar daerah, diwajibkan melampirkan surat keterangan domisili dari RT/RW atau tempat mereka bekerja.
Pemerintah berharap program ini dapat membantu masyarakat sekaligus mengurangi kepadatan lalu lintas selama arus mudik Lebaran, sehingga perjalanan para pemudik dapat berlangsung lebih aman dan nyaman.(Usj)
Dalam amar putusannya, majelis hakim menjatuhkan hukuman 5 bulan 15 hari penjara kepada kedua terdakwa. Vonis tersebut lebih ringan dibandingkan dengan tuntutan yang sebelumnya diajukan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU).
Hakim menyampaikan sejumlah pertimbangan yang menjadi dasar dalam menjatuhkan putusan. Salah satunya adalah sikap para terdakwa yang dinilai kooperatif selama proses persidangan berlangsung. Selain itu, keduanya juga diketahui memiliki latar belakang yang baik di masyarakat dan belum pernah tersangkut perkara hukum sebelumnya.
Majelis hakim juga mempertimbangkan fakta bahwa Gus Tom dan Gus Puja hadir di lokasi kejadian hanya sebagai undangan, sehingga tidak terbukti memiliki peran utama dalam peristiwa yang menjadi pokok perkara.
Selama proses persidangan, tim kuasa hukum menghadirkan sejumlah saksi yang dinilai memberikan keterangan penting. Beberapa saksi tersebut disebut mampu menguatkan alibi para terdakwa serta menjelaskan posisi dan keterlibatan mereka dalam kejadian tersebut.
Keterangan para saksi ini turut menjadi bahan pertimbangan hakim karena dinilai dapat mengurangi tingkat kesalahan terdakwa serta memberikan gambaran lebih jelas mengenai kronologi peristiwa. Hal itu juga memperkuat argumentasi tim pembela bahwa keterlibatan kedua terdakwa tidak seperti yang dituduhkan sebelumnya.
Kuasa hukum Gus Tom dan Gus Puja menyatakan pihaknya menghormati sepenuhnya putusan majelis hakim yang telah dibacakan dalam sidang tersebut.
“Putusan hakim adalah 5 bulan 15 hari. Jika dihitung dari masa penahanan yang sudah dijalani, Gus Tom sudah menjalani sekitar 5 bulan 10 hari, sedangkan Gus Puja sekitar 5 bulan 7 hari. Artinya, keduanya tinggal menunggu beberapa hari lagi untuk menyelesaikan masa hukuman,” ujar kuasa hukum seusai sidang.
Dengan perhitungan tersebut, kedua terdakwa diperkirakan akan segera menghirup udara bebas dalam waktu dekat, karena masa penahanan yang telah dijalani hampir memenuhi vonis yang dijatuhkan hakim.
Meski demikian, pihak kuasa hukum menyampaikan bahwa mereka masih akan berdiskusi terlebih dahulu dengan Gus Tom dan Gus Puja terkait langkah hukum selanjutnya.
“Kami masih berembuk dengan klien, apakah putusan ini akan diterima atau akan diajukan banding. Semua keputusan akan dibicarakan bersama,” tambahnya.
Putusan ini sekaligus menutup rangkaian panjang persidangan kasus makam Winongan yang sebelumnya sempat menjadi perhatian publik di wilayah Kabupaten Pasuruan. Banyak pihak berharap perkara ini dapat menjadi pelajaran agar persoalan serupa tidak kembali terjadi di kemudian hari.(Usj)
Hal itu disampaikan Menteri Sosial Saifullah Yusuf yang dikenal dengan sapaan Gus Ipul saat menghadiri kegiatan sinergi antara Program Keluarga Harapan (PKH) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Desa Gejugjati, Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan, Selasa (10/03/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Gus Ipul menyampaikan rencana pemerintah untuk mendorong jutaan keluarga penerima manfaat di Jawa Timur agar menjadi bagian dari koperasi desa. Langkah ini diharapkan dapat membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.
Ia menyebutkan, di Kabupaten Pasuruan sendiri terdapat sekitar 229 ribu keluarga penerima manfaat PKH yang nantinya akan diarahkan untuk bergabung dalam Koperasi Desa Merah Putih. Sementara secara keseluruhan di Jawa Timur jumlahnya mencapai sekitar 5 juta keluarga.
Menurut Gus Ipul, keterlibatan masyarakat dalam koperasi tidak hanya sebatas sebagai pembeli kebutuhan sehari-hari. Lebih dari itu, mereka juga menjadi bagian dari pemilik koperasi sehingga berpeluang mendapatkan manfaat ekonomi dari kegiatan usaha yang dijalankan bersama.
“Kalau menjadi anggota koperasi, masyarakat bukan hanya membeli barang, tetapi juga ikut memiliki usaha tersebut,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa kerja sama antara program bantuan sosial dengan koperasi desa merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk meningkatkan pemberdayaan masyarakat.
Dengan cara ini, pemerintah berharap penerima bantuan tidak selamanya bergantung pada bantuan yang diberikan setiap beberapa bulan sekali. Sebaliknya, mereka didorong untuk membangun usaha dan meningkatkan pendapatan keluarga.
Selain membahas pemberdayaan ekonomi, Gus Ipul juga menyoroti pentingnya keakuratan data dalam program penanganan kemiskinan. Hal tersebut, menurutnya, sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang meminta agar seluruh kebijakan berbasis pada data yang benar.
Ia menilai masih banyak masyarakat yang sebenarnya membutuhkan bantuan tetapi belum terdata secara optimal. Karena itu, pemerintah terus memperbaiki sistem pendataan agar berbagai program sosial dapat tepat sasaran.
“Jika datanya benar, maka langkah yang diambil pemerintah juga akan tepat,” ujarnya.
Gus Ipul juga mengajak masyarakat untuk aktif melaporkan kondisi sosial di lingkungan sekitarnya melalui jalur resmi yang telah disediakan oleh Kementerian Sosial.
Menurutnya, keterlibatan masyarakat sangat penting agar upaya pengentasan kemiskinan dapat berjalan lebih efektif dan menyentuh mereka yang benar-benar membutuhkan.
Dalam kesempatan itu, Gus Ipul kembali mengingatkan bahwa bantuan sosial bukanlah tujuan akhir. Pemerintah berharap masyarakat penerima bantuan memiliki tekad untuk menjadi keluarga yang mandiri secara ekonomi.
“Bansos itu sifatnya sementara. Yang paling penting adalah bagaimana masyarakat bisa berdaya dan mandiri ke depannya,” tegasnya.
Pada acara tersebut, Gus Ipul hadir bersama Menteri Koperasi Ferry Juliantono dan Wakil Menteri Koperasi Farida Farichah. Mereka secara simbolis menyerahkan kartu keanggotaan koperasi serta buku tabungan kepada sejumlah penerima manfaat PKH-Sembako dan para pilar sosial di Desa Gejugjati.
Selain itu, bantuan sembako juga diberikan kepada warga penerima manfaat. Rombongan pejabat juga menyempatkan diri meninjau langsung aktivitas koperasi desa yang menjadi lokasi kegiatan.
Tidak hanya itu, sejumlah bantuan juga disalurkan untuk memperkuat operasional koperasi dan pemberdayaan masyarakat. Salah satunya bantuan dari BNI berupa simpanan pokok dan simpanan wajib untuk 400 anggota KDMP Gejugjati dengan total nilai Rp20 juta.
Dukungan lain datang dari beberapa perusahaan, di antaranya pupuk dari PT Pupuk Indonesia, satu unit komputer dari Perum Bulog untuk operasional koperasi, mesin printer serta paket sembako dari ID Food sebagai dukungan modal usaha, hingga tablet dari PT Pertamina.
Dalam kegiatan yang sama, Gus Ipul juga menyerahkan bantuan pemberdayaan sosial kepada kelompok masyarakat yang dipimpin Zubaidah berupa 100 paket ayam petelur dengan total nilai mencapai Rp570 juta.
Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menilai kolaborasi antara koperasi desa dan program PKH memiliki potensi besar dalam memperkuat ekonomi masyarakat di tingkat desa.
Ia mengatakan bahwa koperasi desa bisa menjadi ruang bagi berbagai aktivitas ekonomi yang melibatkan warga secara langsung sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat.
“Sinergi antara koperasi desa dan PKH dapat membuka banyak peluang baik bagi penguatan ekonomi di desa,” ujarnya.
Di sisi lain, Menteri Koperasi Ferry Juliantono menyampaikan bahwa saat ini sudah tersedia sekitar 2.200 bangunan gudang dan gerai yang dikelola oleh Koperasi Desa Merah Putih di berbagai daerah. Pemerintah juga sedang menyiapkan pembangunan sekitar 32 ribu unit fasilitas serupa di berbagai wilayah.
Menurutnya, fasilitas tersebut nantinya akan menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat desa yang dikelola secara bersama melalui koperasi.
Melalui program ini, pemerintah berharap koperasi desa dapat berkembang menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan sekaligus membantu keluarga penerima bantuan untuk bertransformasi menjadi masyarakat yang lebih produktif dan mandiri.
Sorong, suarakpkcyber.com - Dalam semangat kebersamaan dan kepedulian di bulan suci Ramadan, Prajurit Petarung Brigif 3 Marinir melaksanakan kegiatan berbagi takjil kepada masyarakat. Kegiatan tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian serta upaya mempererat hubungan antara prajurit TNI dengan Masyarakat, Kegiatan ini dilaksanakan di sekitar Pasar Umbul Harjo, Kelurahan Majener, Distrik Salawati, Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya. Senin (09/03/2026).
Para prajurit turun langsung ke jalan untuk membagikan paket takjil kepada para pengguna jalan, pengendara, serta warga yang melintas menjelang waktu berbuka puasa. Dengan penuh kehangatan dan senyum ramah, para prajurit menyapa masyarakat sambil menyerahkan takjil sebagai hidangan pembuka puasa.
Kegiatan ini disambut dengan antusias oleh masyarakat. Banyak warga yang merasa senang dan terbantu dengan adanya pembagian takjil tersebut. Selain menjadi momen berbagi berkah Ramadan, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat silaturahmi antara prajurit Brigif 3 Marinir dan masyarakat.
Di tempat terpisah, Kolonel Marinir Danang Wahyu Isbiantoro (Komandan Brigif 3 Mar) menyampaikan bahwa kegiatan berbagi takjil bukan hanya membagikan makanan berbuka, tetapi sebagai bentuk kepedulian dan kebersamaan prajurit dengan masyarakat. Ia menegaskan bahwa meskipun sederhana, kegiatan ini dilakukan dengan niat tulus untuk berbagi kebahagiaan dan mempererat silaturahmi. Prajurit Marinir juga diingatkan agar selalu memberi manfaat bagi masyarakat, menumbuhkan empati, serta memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat, terutama di bulan Ramadan yang penuh berkah.
Melalui kegiatan tersebut, prajurit Brigif 3 Marinir berharap dapat menumbuhkan semangat kebersamaan, kepedulian sosial, serta memperkuat hubungan harmonis antara prajurit dan masyarakat, sehingga nilai-nilai kebaikan di bulan Ramadan dapat terus terjaga dan membawa keberkahan bagi semua.(Dedi)
Kudus, suarakpkcyber.com - Bersegera untuk berbuka ketika telah tiba waktunya merupakan salah satu sunnah dalam menjalankan ibadah puasa.
Dalam rangka hal tersebut, Ahad sore menjelang waktu berbuka puasa, LAZNAS BMH Perwakilan Jawa Tengah ULZ Kudus berkolaborasi dengan RSK Radio Suara Kudus membagikan Takjil. Bertitik mula di depan RSK Jl Panglima Sudirman,sebelum pembagian takjil masyarakat bisa ikut cek kesehatan gratis yg di sediakan panitia di titik kumpul utama.
Takjil tersebut dibagikan kepada para pengunjung dan warga yang melintas di jalur tersebut. Agar mereka dapat segera berbuka puasa bila adzan maghrib berkumandang selagi mereka masih di jalan.
Berbagi takjil merupakan salah satu program ramadhan di LAZNAS BMH Kudus yang konsisten dilakukan setiap tahun. "semoga dengan menyalurkan takjil ini, niat mulia para donatur BMH terwakili. Karena ganjaran orang yang memberi makan orang yang berpuasa sama dengan pahala orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa sedikit pun."Ungkap Eko Kusniyanto Ketua ULZ BMH Kudus.
Kami sampaikan Terimakasih atas sinergi Bersama Laznas BMH bersama Radio Suara Kudus dalam beberapa kegiatan, baik acara ngabuburit Takjil On The Road ,maupun talk show seputar Zakat ,harapan kami semoga sinergi ini bisa bermanfaat untuk Umat dan membahagiakan warga yg sedang melaksanakan Ibadah Puasa." Ujar mbak Nana Perwakilan dari Radio Suara Kudus. (Ihw)