Tag Label

Kepolisian (3833) daerah (1043) Pemerintahan (561) Jurnalistik (426) Demontrasi (84) Lintas Opini (74) DPRD (71) Desa (62) RSUD (45) Kebakaran (34) KPU (30) Iklan (29) Mahasiswa (11) DPRD kota pasuruan (8) PDAM (5) Desperindag (4) DPR RI (2)
Tampilkan postingan dengan label daerah. Tampilkan semua postingan

BMH: Safari Dakwah Ramadhan , Merajut Kebersamaan dan Mengabdi untuk Umat

 


Kudus, suarakpkcyber.com - Bulan suci Ramadhan kembali menghadirkan nuansa penuh keberkahan. Momentum ini dimanfaatkan BMH Bersama Pesantren Hidayatullah Kudus melalui program Safari Dakwah Ramadhan 1447 H, Dai Membangun Negri dan Pengabdian kepada Masyarakat.Dengan menghadirkan Da'i MUI Pusat Ust Aqiful Khoir .

Tim safari Dakwah hadir di tengah masyarakat, menyebarkan dakwah Islam yang menyejukkan sekaligus melaksanakan berbagai kegiatan sosial yang bermanfaat.

Kegiatan ini tidak hanya berisi tausiyah dan ceramah Ramadhan, tetapi juga dirangkai dengan pengabdian nyata: pembinaan anak anak , bersih musolla,serta buka bersama. Kehadiran tim safari Dakwah disambut hangat oleh warga yang merasa dekat, akrab, dan diperhatikan kebutuhannya.kali ini bertempat di Masjid Al Huda Graha Kastara.

“Safari dakwah ini adalah bentuk komitmen Kami untuk hadir di tengah umat, mendampingi mereka tidak hanya dalam urusan spiritual, tetapi juga sosial. Ramadhan adalah bulan pengabdian, bulan pelayanan, dan bulan kebersamaan,” ujar ust Edi Mulyanto pembina Safari dengan penuh semangat.

Suasana kehangatan kian terasa ketika para santri yang tergabung dalam tim safari turut berinteraksi langsung dengan masyarakat, berbagi pengalaman, sekaligus belajar kearifan lokal. Sinergi antara BMH,pesantren Hidayatulloh dan masyarakat ini menegaskan bahwa pendidikan sejati tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi juga di tengah kehidupan nyata.

Melalui safari dakwah ini, BMH ingin meneguhkan jati diri sebagai Lembaga zakat yang tidak sekadar berkutat di ziswaf tapi meneguhkan lembaga zakat berbasis dakwah, sehingga bisa menyinari kehidupan masyarakat dengan kasih sayang, kepedulian, dan amal nyata.ujar Eko Kusniayanto Ketua BMH ULZ Kudus (ihw)

Atasi Krisis Sampah di Kabupaten Pasuruan, Pemkab Pasuruan Melalui DLH Siapkan Dana 15,2 Miliar



Pasuruan, suarakpkcyber.com -  Pemerintah Kabupaten Pasuruan melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) menyiapkan anggaran sebesar Rp 15,2 miliar untuk mengatasi krisis sampah di 4 Kecamatan. 

Kecamatan tersebut terdiri dari wilayah Kecamatan Tosari, Lekok, Puspo dan Bangil diusulkan untuk menambah armada mesin insinerator langkah ini merupakan kelanjutan dari program serupa tahun lalu guna menciptakan tata kelola yang lebih mandiri, Kamis (12/02/2026).

Dengan perancangan strategis baru Pemerintah Kabupaten Pasuruan melalui DLH dalam menanggulangi volume sampah yang semakin meningkat baik dipemukiman kota maupun desa.

Proyek ini melibatkan pengadaan teknologi pembakar sampah modern guna memastikan limbah dikelola secara tuntas di setiap Kecamatan dengan insinerator.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pasuruan (DLH) Nur Kholis mengatakan bahwa dengan penambahan alat tersebut sebagai upaya untuk menekan biaya operasional dalam menanggulangi sampah.

"Kami ingin memotong rantai pengangkatan sampah jarak jauh agar beban TPA bisa ditekan sedemikian rupa dan biaya operasional lebih efisien" ujarnya.

Nur Kholis menambahkan penentuan lokasi penempatan alat pembakar sampah ini didasarkan pada tingginya produksi limbah sampah harian serta pertimbangan geografis yang sulit menjangkau TPA pusat.

Tim Tekhnik saat ini masih melakukan kajian mendalam agar titik koordinasi mesin nantinya tidak berdampak negatif terhadap kenyamanan lingkungan pemukiman warga sekitar.

" Tekhnologi yang diusung dalam program ini diklaim ramah lingkungan dengan menerapkan standar zero waste untuk meminimalkan sisa residu pembakaran Pemerintah Daerah optimis bahwa dengan adanya fasilitas ini pencemaran lingkungan bisa teratasi" tambah Nur Kholis. (Usj)

Kepengurusan PWI Teluk Bintuni Mandek, PWI Pusat Diminta Turun Tangan.

 


Teluk Bintuni, Papua | suarakpkcyber.com – Kepengurusan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Teluk Bintuni dinilai mandek dan tidak berjalan sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) organisasi. 

Kondisi ini memicu desakan dari sejumlah anggota PWI yang ada di Papua Barat Daya lebih khususnya PWI yang ada di Kabupaten Teluk Bintuni. 

Organisasi tersebut meminta agar PWI Pusat segera turun tangan dalam kepengurusan (AD/ART) nya.

Menurut mereka, Masa bakti kepengurusan PWI Teluk Bintuni periode 2022–2025 diketahui telah berakhir pada September 2025. 

Dan kepengurusan tersebut kemudian diperpanjang hingga Desember 2025 oleh PWI Papua Barat dengan alasan untuk melaksanakan Konferensi Cabang (Konfercab) guna memilih pengurus periode 2025–2028.

Namun hingga kini, Konfercab tersebut belum juga dilaksanakan. Bahkan, beredar informasi bahwa masa kepengurusan kembali diperpanjang hingga 2 Maret 2026 tanpa mekanisme organisasi yang jelas.

Situasi ini menimbulkan pertanyaan di kalangan anggota PWI Teluk Bintuni.

“Kondisi ini sangat janggal dan memicu kecurigaan adanya penyimpangan dalam pengelolaan organisasi,” keluh salah satu anggota PWI Teluk Bintuni yang enggan disebutkan namanya.

Ia juga berharap dan menekankan agar PWI Pusat harus bersikap tegas dalam menegakkan AD/ART organisasi. 

Menurutnya Kepengurusan daerah, seharusnya berjalan sesuai aturan dan tidak boleh diperpanjang secara sepihak tanpa dasar yang sah.

Lanjut, Selain itu akan muncul kekhawatiran bahwa organisasi profesi wartawan ini dimanfaatkan untuk kepentingan tertentu, khususnya terkait pengelolaan dana hibah dan proposal kegiatan yang bersumber dari pemerintah daerah.

“Jangan sampai PWI dijadikan alat untuk menguras uang negara dengan dalih organisasi. Jika tidak transparan, ini berpotensi menimbulkan praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN),” katanya.

Ia juga menegaskan bahwa pengurus PWI wajib memahami aturan organisasi serta menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik (KEJ). 

Jika ditemukan indikasi penyalahgunaan dana atau ketidak transparanan anggaran, persoalan ini berpotensi dilaporkan kepada aparat penegak hukum.

Karena itu, Ketua Umum PWI Pusat periode 2025–2030, Akhmad Munir, yang terpilih dalam Kongres Persatuan PWI di Cikarang pada 30 Agustus 2025, bersama Dewan Kehormatan PWI Pusat, termasuk Atal Depari selaku mantan Ketua Umum PWI Pusat, diminta segera mengevaluasi kinerja PWI Papua Barat, khususnya PWI Kabupaten Teluk Bintuni.

Langkah tegas dari PWI Pusat dinilai penting untuk memastikan organisasi berjalan sesuai prinsip profesionalisme, transparansi, dan integritas, serta menjaga marwah PWI agar tidak tercoreng oleh dugaan praktik-praktik yang bertentangan dengan nilai-nilai jurnalistik.(dedi/tim)

Grand Launcing & Tasyakkuran Asrama Sanindo "Zam Zam Al Murtaqo" Wadah Gerakan Santri Indonesia.

 


Kudus, suarakpkcyber.com - Wadah Gerakan Santri Indonesia (WG SANINDO) adalah sebuah wadah santri dari berbagai daerah beranggotakan 32 cabang di Indonesia dan 6 Cabang Istimewa (Hongkong,Taiwan,Jepang,Arab Saudi ,USA),dengan Motto Memasyarakatkan Santri dan Mensantrikan Masyarakat . Pada Kamis (5/02) bertepatan dengan 17 Syaban 1447 H,secara resmi Pengurus Pusat WG Santri Indonesia menggelar grand launching & Tasyakkuran asrama sanindo "Zam Zam Al Murtaqo" yang beralamatkan di jalan Kyai Kijing ,Ngembal Kulon Kabupaten Kudus Jawa Tengah.

Acara ini dihadiri oleh Pembina sanindo Gus Baha'udin,Penasehat WG santri Indonesia Syeikh Mustofa Kamal ,Wakil Presiden Sanindo Gus Nasir serta para tamu undangan lain.

Dalam Tausiahnya Gus Baha'udin menyampaikan bahwa dengan di launcingnya Asrama sanindo Zam Zam Al Murtaqo ini semoga nantinya Asrama ini bisa mengalir seperti filosofi air Zam Zam Simbol Harapan dan Keteguhan,Simbol Keberkahan dan Keajaiban Allah,Penyuci Hati dan Jiwa.



Adaptasi (Mengikuti Bentuk Wadah),Sumber Kehidupan dan Kebermanfaatan,Terus Bergerak (Mengalir ke Muara) sehingga bisa membentuk generasi santri intelektual yang memiliki jiwa kepemimpinan dan berkarakter ,berdaya saing dan menanamkan nilai-nilai Islam Akhlaqul Karimah dalam kehidupan sehari hari,” 

Dalam kesempatan yang sama, Presiden WG Santri Indonesia Kang Aqif menyampaikan bahwa launcing dan tasyakkuran ini bisa di katakan beda dengan yang lain yg biasanya dengan potong pita Ini launcing dengan memotong INGKUNG ayam Jago saja, Sebagai simbol untuk bisa menyembelih sifat sifat kebinatangan yang ada pada diri dan wadah gerakan kita sehingga bisa menjadi manusia yang seutuhnya (insan kamil), bertaqwa, dan memiliki mulia akhlak, yang Berjiwa Sosial & Empati,serta menjadi manusia yang humanis.

Acara yang digelar secara meriah ini di siarkan secara live melalui kanal you tube WG Sanindo diawali dengan pembacaan Sholawat,Tausiah Reflexi santri , dan dilanjut acara inti, yakni pemotongan Ingkung, serta ramah tamah oleh semua tamu undangan yang dipandu oleh moderator acara.

Selain itu, acara juga semakin lengkap dengan adanya pembanding dari motivator kawakan tentang bagaimana adab seorang pencari ilmu serta strategi pembelajaran asrama, nantinya dalam mencetak generasi yang unggul serta pembelajaran dari semua disiplin ilmu (Tasawuf,Filsafat /Akhlaq,Fiqh dan lain Sebagainya ) yang disampaikan oleh Gus Akhlis,dan di tutup dengan terapi para peserta. 

Sidang Ke-8 Makam di Winongan, Saksi Meringankan Terdakwa




Bangil, suarakpkcyber.com - Sidang pembongkaran makam Winongan kini memasuki sidang ke-8 dengan agenda mendengarkan ke-2 belah saksi untuk meringankan kedua terdakwa, bertempat di pengadilan Negeri Bangil, senin (02/02/2026).

Sidang kali ini ada yang berbeda, kali ini kedua saksi berasal dari media yang melihat langsung kejadian pembongkaran tersebut, bahkan salah satu saksi yang bernama, Mifta Farid dari Media PWI LSI dan Media Sadap99 beliau ngelive saat kejadian pembongkaran bahkan ada vidio yang di unggah di yutube.

Sebelumnya Mifta mengatakan bahwa beliau datang pada jam 8 pagi, atas info dari grup PWI LSI yaitu undangan acara kubro Aulia Serambi.

Saat acara Kubro Aulia Serambi dihadiri oleh Gus Huda dan Gus Tom serta Kepala Desa.

" Dalam acara tersebut datanglah Gus Son yang menyatakan kepada kepala Kepala Desa terkait ijin makam tersebut, Gus Son adalah ahli waris makam yang di tindih makam Habib" ujarnya.

Selanjutnya Gus Son bertanya kepada Kepala Desa mengenai status tanah makam. Melainkan Kepala Desa Serambi menyatakan bahwa tidak ada ijin atas status tanah tersebut. 

" bahwa status tanah itu tidak ada ijin dan akhirnya timbullah yel yel yang provokatif yang berapi-api dengan kata kata mengajak untuk membongkar karena kata Kepala Desa tidak ada ijin" ujar Mifta.

Dalam aksi provokatif tersebut diketahui sekitar 5 orang naik ke genteng makam dengan ituasi yang tidak bisa dikendalikan. Gus Son sempat melarang dengan meneriaki " jangan bongkar, jangan anarkis", namun berbeda dari aparat penegak hukum tidak ada yang melarang dan terkesan pembiaran.

" Gus Son sempat melarang dengan meneriaki " Jangan Bongkar, Jangan Anarkis " Karena keadaan sudah keos Gus Son menyuruh istighotsah ke masjid. Namun saya tidak melihat Gus Tom hanya melihat Gus Puja yang datang dari awal" ujar saksi.

Tim penasihat hukum Gus Tom dan Gus Puja Sumringah dan menyambut baik keterangan saksi yang tidak memberatkan terdakwa. Mereka menilai bahwa saksi-saksi tersebut tidak dapat membuktikan peran aktif Gus Tom dan Gus Puja dalam pembongkaran makam Winongan.

Penasihat hukum, Bambang Wahyu Widodo, menyatakan bahwa keterangan saksi tidak dapat membuktikan unsur mens rea (niat jahat) pada diri Gus Tom dan Gus Puja. Mereka juga menyoroti bahwa dakwaan JPU tidak jelas dan tidak spesifik, sehingga tidak dapat dijadikan dasar untuk menjerat terdakwa.

" Dakwaan JPU terkesan tidak jelas dan spesifik, saksipunntidak dapat membuktikan unsur peran aktif Gus Tom dan Gus Puja" ujar Wahyu.

Tim penasihat hukum juga meminta Majelis Hakim untuk mempertimbangkan eksepsi yang telah diajukan, yaitu bahwa dakwaan JPU tidak sah dan tidak dapat diterima. Mereka berharap bahwa Majelis Hakim dapat membebaskan Gus Tom dan Gus Puja dari tuduhan . (Usj)

Kebun Raya Purwodadi Tanam Bibit Durio Zibethinus dan Shorea Ovalis di HUT Ke-85

Pasuruan, suarakpkcyber.com - Kebun Raya Purwodadi kini mencapai usia 85 tahun. Untuk merayakan hari jadinya tersebut, Kebun Raya Purwodadi bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melakukan penanaman bibit pohon Durio zibethinus danShorea ovalis. Penanaman bibit secara simbolis yang akan dilakukan oleh perwakilan MNR dan BRIN di Lawn Kawista. Jumat (30/01/2026).

Seluruh pihak baik dari unsur pemerintah dan unsur swasta hadir dalam HUT Kebun Raya Purwodadi untuk berkolaborasi bersama untuk menjaga pelestarian Tumbuhan.

“Pada HUT KRP kali ini, seluruh pihak, unsur pemerintah dan pihak swasta secara bersama-sama menanam bibit tanaman, ini bukan hanya simbol kolaborasi bersama, namun sebuah aksi nyata bersama dalam menjalankan fungsi konservasi,” ujar Managing Director PT Mitra Natura Raya (MNR), Marga Anggrianto.

Selain itu, Marga mengatakan PT MNR selaku mitra swasta dalam pengelolaan Kebun Raya milikbpemerintah, mendukung penuh tujuan konservasi yang dipegang oleh Kebun Raya. 

“Semoga Kebun Raya selain menjadi pusat konservasi, riset dan edukasi tumbuhan. Tetapi juga menjadi percontohan kolaborasi seluruh pihak strategis dimana semua memiliki peran yang sama untuk menjaga lingkungan serta menjaga fungsi konservasi untuk generasi masa depan,” harapnya.

Kolaborasi Kebun Raya Purwodadi bersama Pemerintah dan Swasta dalam Konservasi di HUT Kebun Raya Purwodadi ke-85


Direktur Pengelolaan Koleksi Ilmiah (DPKI) BRIN, Sasa Sofyan Munawar, mengatakan Kebun Raya Purwodadi memegang peran strategis dalam mendukung konservasi ex situ, riset ilmiah, pendidikan, serta pemanfaatan berkelanjutan sumber daya hayati. 

DPKI berperan dalam meningkatkan, memelihara, menjaga dan memanfaatkan koleksi ilmiah tumbuhan di Kebun Raya Purwodadi.

“Momentum peringatan ulang tahun Kebun Raya ke-85 ini menjadi penguat komitmen bersama untuk terus menjaga, mengembangkan, dan memanfaatkan koleksi ilmiah sebagai fondasi ilmu pengetahuan dan pembangunan berkelanjutan,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Pasuruan, Shobih Asrori, mengatakan ditengah perkembangan dunia yang begitu cepat, keberadaan kebun raya memiliki peran sangat penting dalam menjaga dan mengonservasi kekayaan tumbuhan nabati Indonesia. 

Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya penguatan kolaborasi antara Kebun Raya Purwodadi dan Pemerintah Kabupaten Pasuruan. Tak hanya melakukan penanaman bibit di área Kebun Raya Purwodadi, di usia ke 85 Tahun, Kebun Raya Purwodadi terus berkomitmen sebagai pelestari lingkungan melalui kegiatan konservasi.

Program CSR juga dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab publik dan membangun citra positif bagi perusahaan sesuai dengan lima pilar kebun raya yaitu konservasi, wisata alam, jasa lingkungan, edukasi, dan penelitian.

Selain itu, juga ada pameran konservasi dengan tema lestari dalam konservasi. Pameran ini menampilkan foto atau data koleksi tumbuhan langka dan endemik di Kebun Raya Purwodadi dan keterangan tanamannya. Pameran koleksi botani yang didukung oleh komunitas.

Menjaga Akar, Menumbuhkan Harapan 

Selama perjalanannya, tentu saja sudah banyak karya dan inovasi yang telah dilakukan. Untuk itu, di tahun ini, untuk merayakan hari jadinya, Kebun Raya Purwodadi mengangkat tema Menjaga Akar, Menumbuhkan Harapan.

Tema ini menggambarkan komitmen panjang Kebun Raya Purwodadi dalam menjaga akar keanekaragaman hayati Indonesia (konservasi ex-situ), sekaligus menumbuhkan harapan baru melalui inovasi, edukasi, dan kolaborasi lintas generasi serta lintas negara. Kata “akar” menggambarkan sejarah dan nilai dasar konservasi. 

Sementara “harapan” adalah simbol masa depan yang berkelanjutan untuk bumi dan manusia. Dalam perayaan kali ini, ada sejumlah kegiatan yang dilakukan. Dengan tiga fokus utama yaitu konservasi untuk semua, edukasi popular dan kolaborasi nasional.

 Konservasi untuk semua dapat diartikan membuat konservasi menjadi isu yang dekat dan dapat dimaknai oleh semua kalangan. Sedangkan edukasi popular, yatiu edukasi konservasi dalam bentuk storytelling, media visual, danpengalaman langsung. 

Sementara kolaborasi nasional melibatkan lembaga penelitian, komunitas lingkungan. Rangkaian acara perayaan hut diantaranya seremonial tumpengan, penanaman bibit di Taman Buah Lokal, pemberian bibit tanaman, tour konservasi, pameran komunitas botani, konferensi mini, family day, pasar durian, pop up market tanaman hias, pop up market kuliner, live musik, melukis wajah, kelas edukasi Platycerium, kelas edukasi Anggrek, merangkai bunga, dan membatik. Rangkaian acara ini dilaksanakan mulai Jumat, 30 Januari 2026 sampai Minggu,1 Februari 2026.

Edukasi tumbuhan

Kebun Raya Purwodadi juga terus mengusung sisi edukasi dengan menyelenggarakan beberapa kelas edukasi, yaitu kelas edukasi Anggrek dan kelas mounting Platycerium. 

Kelas edukasi Anggrek adalah kegiatan kelas edukasi menawarkan pembelajaran mengenai budidaya tanaman yang diadakan oleh pihak kebun raya. Kelas edukasi ini terbuka untuk semua kalangan.

Kegiatan ini akan diselenggarakan per sesi dengan sistem pendaftaran. Sebagai keuntungan, peserta yang mengikuti kelas ini akan mendapatkan tanaman dan bisa dibawa pulang.

Sedangkan kelas mounting Platycerium, merupakan kegiatan kelas edukasi menawarkan pembelajaran mengenai budidaya tanaman yang diadakan oleh pihak kebun raya.

Kelas edukasi ini terbuka untuk semua kalangan. Kegiatan ini akan diselenggarakan per sesi dengan sistem pendaftaran. Sebagai keuntungan, peserta yang mengikuti kelas ini akan mendapatkan tanaman dan bisa dibawa pulang (usj)

Peresmian Penanganan Kawasan Pemukiman Kumuh Tersebut dan Terintegrasi di Bendomungal, Kadis Perkim : Pemkab Mengusulkan 2 Kecamatan Untuk Penanganan Kawasan Kumuh



Pasuruan,suarakpkcyber.com - Kunjungan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di Kelurahan Bendomungal Kecamatan Bangil Kabupaten Pasuruan. Kunjungan tersebut guna meresmikan Penanganan kawasan pemukiman kumuh Terpadu dan terintegrasi yang dibangun dengan konsep ramah anak atau Ruang Terbuka Hijau (RTH) dan wisata Religi.

Dengan adanya peresmian tersebut kawasan yang kumuh awalnya kini semakin sedap dipandang dan menjadi jujukan anak-anak untuk bermain riang bersama keluarga.

Penanganan kawasan kumuh tersebut dibangun dengan anggaran kurang 5 miliar yang dianggarkan oleh Pemprov Jatim. Adapun penanganan yang dilakukan meliputi peningkatan fungsi infrastruktur permukiman, seperti pembangunan dan perbaikan jalan lingkungan, sistem drainase, sanitasi, penyediaan air bersih, pengelolaan sampah, serta renovasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). 

Kawasan tersebut juga difasilitasi oleh Taman Bermain Anak, penyediaan air minum, drainase lingkungan, pengelolaan sampah serta proteksi kebakaran, yang semuanya diatur dan diukur dengan sarana kualitas sistem yang memenuhi standar.



Peresmian tersebut diresmikan langsung oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, Rabu (21/01/2026) siang dipusatkan di kawasan Makam Al Habib Abdullah Bin Ali Al Hada, Kelurahan Bendomungal. 

Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam mewujudkan lingkungan permukiman yang layak, sehat, dan berkelanjutan. Dengan kegiatan tersebut merupakan bukti bahwa kelurahan Bendomungal sudah tidak ada lagi kawasan kumuh yang tidak terawat.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, dalam peresmian menyatakan bahwa penanganan kawasan kumuh harus dilakukan secara terintegrasi antara Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten atau Kota, sebab pemukiman sehat adalah kunci kwalitas hidup masyarakat.

Beliau juga menghimbau agar masyarakat dapat merawat dan menjaganya dengan baik. 

" Setelah diresmikan kawasan ini harus dijaga dengan prilaku hidup sehat dan bersih" himbau Gubernur.

Wakil Bupati Kabupaten Pasuruan, Shobih Asrori dalam sambutannya menuturkan persoalan kawasan kumuh di kelurahan Bendomungal Kecamatan Bangil sudah tidak ada lagi.

" Kami berharap dengan terpilihnya kelurahan Bendomungal, karena merupakan kawasan kumuh perkotaan dan berada di ibu kota Kabupaten, sehingga merupakan prioritas utama" ujarnya.

Sementara Kepala Dinas Perkim, Eko Bagus Wicaksono yang dikonfirmasi terpisah mengatakan bahwa luas lahan kumuh di kelurahan Bendomungal Kecamatan Bangil sebanyak 11,82 ha, dan saat ini sudah tidak ada lagi seiring direalisasikan usulan kumuh oleh Pemprov Jawa Timur.

" Pada tahun 2026 ini Pemerintah Kabupaten Pasuruan mengusulkan lagi penanganan kawasan kumuh di wilayah Kraton dan Lekok, mudah mudah dapat terealisasi dengan segera"  ujar Eko. (Usj)

Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo Lantik 297 Pejabat Eselon II, III dan IV, Himbau untuk tingkatkan Kinerja



Pasuruan, suarakpkcyber.com - Bupati Rusdi Sutejo melantik 297 pejabat di lingkungan Kabupaten Pasuruan.

Dari 297 pejabat yang dilantik, 16 orang diantaranya merupakan Pejabat Tinggi Pratama alias Eselon II. Kemudian 105 orang Jabatan Administrator atau Eselon III dan 176 orang Jabatan Pengawas alias Eselon IV.

Pejabat Eselon II yang diganti diantaranya :

  1.  Rakhmat Syarifudin yang sebelumnya menjabat Inspektur atau Kepala Inspektorat kini diamanahi jabatan sebagai Kepala Dinas Ketenagakerjaan.
  2. Sedangkan Kepala Dinas Ketenagakerjaan sebelumnya, Heru Farianto dilantik sebagai Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan.
  3.  Taufiqul Ghoni yang kini mendapat kepercayaan sebagai Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan. 
  4.  Eka Wara Brehaspati yang sebelumnya menjabat Asisten Administrasi Umum, sekarang diambil sumpahnya sebagai Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD).
  5. Agus Mashadi yang kini menjabat Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora)..
  6. Mujiono kini menjabat Staf Ahli bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, menggantikan Diana Lukita Rahayu
  7.  Diana Lukita Rahayu yang diberi amanah baru sebagai Asisten Administrasi Umum.
  8.  Tidak hanya itu peleburan 3 dinas yang dulunya Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, Dinas Perikanan serta Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, sekarang berubah menjadi Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan. Jabatan tersebut diberikan kepada drh Ainur Alfiah.
  9.  Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pasuruan yang sebelumnya diemban dr Ani Latifah kini diamanahkan kepada dr Arma Roosalina.
  10. Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dipimpin oleh dr. Ani Latifah.
  11. Tri Agus Budiharto yang mendapat kepercayaan sebagai Sekretaris DPRD kabupaten Pasuruan, menggantikan Eddy Supriyanto yang telah memasuki masa purna tugas. 
  12. Lilik Widji Asri yang dilantik sebagai Kepala Badan Pendapatan Daerah.


Sedangkan beberapa nama-nama baru yang menjabat sebagai camat diantaranya:

  1. Diantaranya Eddy Santoso sebagai Camat Bangil.
  2. dr. Ugik setyo darmoko sebagai Camat kraton. 
  3.  Joko Purnomo sebagai Camat Pasrepan, 
  4. Saiful Anwar Rohman sebagai Camat puspo.
  5. Yudianto menjadi Camat rembang 
  6.  Zaki Yamani sebagai Camat sukorejo.

Rusdi Sutejo mengucapkan selamat dan berharap agar amanah dalam melaksanakan tugas-tugas pelayanan publik serta senantiasa mengutamakan kepentingan masyarakat/umum/organisasi daripada kepentingan pribadi. 

"Selamat untuk jabatan yang baru. Semoga amanah dan dapat memberikan energi baru dalam pelaksanaan tugas-tugas pelayanan publik dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Selalu utamakan kepentingan umum daripada kepentingan pribadi," katanya.

Beliau juga menghimbau untuk selalu meningkatkan kapasitas untuk memberikan capaian kinerja secara maksimal di setiap instansi yang dipimpinnya.

“Selamat bekerja dan selamat menjalankan tugas kepada Bapak Ibu yang pada hari ini sudah dilantik. Semoga amanah terbaru yang diemban membawa berkah dan hikmah bagi Bapak Ibu semuanya dan memberi manfaat bagi masyarakat. Karena jabatan lahir dari kepercayaan pimpinan disematkan kepada PNS yang memenuhi persyaratan. Baik sisi loyalitas, kemampuan, kompetensi maupun moralitas,” ujarnya. (Ndah)


Kegiatan pelantikan tersebut dihadiri oleh Wakil Bupati Pasuruan, Shobih Asrori; Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, Samsul Hidayat; Sekretaris Daerah, Yudha Triwidya Sasongko dan Ketua Tim Pengarah Percepatan Pembangunan Daerah, Rohani Siswanto. Acara turut diikuti oleh Asisten, Kepala OPD, Camat beserta seluruh jajarannya. (Ndah)

Bandel Jualan di Zona Terlarang, Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo Geram Saat Sidak Pasar Bangil

 

Pasuruan,suarakpkcyber.com,— Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo dibuat geram dengan ulah segelintir pedagang yang masih nekat berjualan di area terlarang depan Pasar Bangil, meski aturan penertiban telah lama diberlakukan dan mayoritas pedagang sudah mematuhinya.

Kondisi tersebut terlihat saat Mas Rusdi sapaan akrab Bupati Pasuruan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Pasar Bangil pada Rabu (31/12/2025) malam. Dalam sidak itu, ia mendapati masih ada pedagang yang tetap berjualan di trotoar dan bahu jalan depan pasar yang telah ditetapkan sebagai zona steril.

Menurut Mas Rusdi, larangan berjualan di depan Pasar Bangil sudah sangat jelas. Bahkan, sebagian besar pedagang telah sepakat untuk pindah dan menempati area baru yang telah disiapkan pemerintah di dalam pasar.

Namun kenyataannya, masih ada satu dua pedagang yang bersikukuh tetap berdagang di lokasi yang dilarang.

Saya ingin memastikan aturan tetap harus ditegakkan. Jangan sampai ketika kebanyakan pedagang sudah pindah, tapi masih ada satu dua pedagang yang bandel,” tegas Mas Rusdi.


Ia menekankan bahwa penertiban pedagang yang terbilang ilegal harus dilakukan secara adil, demi menjaga kepercayaan dan rasa keadilan bagi pedagang lain yang sudah tertib.

Saya tidak mau dikatakan tidak adil. Jadi tidak boleh lagi ada pedagang yang berjualan di depan pasar,” ujarnya dengan nada serius.


Sebelumnya, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Pasuruan telah melakukan penataan kawasan Pasar Bangil, mulai dari penertiban pedagang kaki lima, parkir liar, hingga aktivitas bongkar muat di area depan pasar.

Penataan tersebut mengacu pada Peraturan Daerah Kabupaten Pasuruan Nomor 11 Tahun 2005 tentang Penataan dan Pembinaan Kegiatan Pedagang Kaki Lima, yang mulai diberlakukan sejak 24 November 2025. Sebelum penertiban dilakukan, pemerintah juga telah memasang sejumlah himbauan dan melakukan sosialisasi kepada para pedagang.

Penataan ini bertujuan untuk mengembalikan fungsi jalan, meningkatkan kelancaran arus lalu lintas, serta menjaga ketertiban dan kenyamanan kawasan Pasar Bangil.

Mas Rusdi mengaku kecewa dengan sikap salah satu pedagang yang nekat berjualan di trotoar. Menurutnya, tindakan tersebut justru menimbulkan kesan seolah pemerintah tidak tegas, padahal sebagian besar pedagang sudah patuh.

Saya minta pedagang bisa saling mengerti. Jangan merugikan pedagang lain yang sudah tertib,” katanya.


Selain menyoal ketertiban, Mas Rusdi juga menegaskan bahwa penataan ini penting untuk mencegah praktik pungutan liar (pungli). Pasalnya, pedagang yang berjualan di dalam pasar secara resmi telah tertib membayar retribusi kepada Pemerintah Kabupaten Pasuruan.

Pertanyaannya, pedagang yang di luar pasar itu membayar retribusinya ke siapa? Ini yang harus ditertibkan agar kewajiban pedagang tidak hilang begitu saja,” tambahnya.


Sebagai informasi, Disperindag Kabupaten Pasuruan telah menyiapkan dua lokasi alternatif bagi pedagang yang sebelumnya berjualan di depan pasar. Lokasi tersebut yakni Kampung Planet (eks Terminal Bangil) dan Kios Selatan atau Kios Mangga.

Kedua lokasi itu dipilih karena dinilai lebih tertata, aman, serta tidak mengganggu lalu lintas utama di depan pasar. Pemerintah menegaskan bahwa penataan ini dilakukan bukan untuk melarang pedagang berjualan, melainkan untuk menciptakan aktivitas perdagangan yang tertib, nyaman, dan tidak merugikan kepentingan umum.

Dengan langkah ini, Pemkab Pasuruan berharap seluruh pedagang dapat menaati aturan demi terciptanya kawasan Pasar Bangil yang tertib, adil, dan nyaman bagi semua pihak.(Red)


Sahabuddin Terpilih Jadi Ketua Percasi Kota Sorong 2026 - 2029


Foto Bersama Ketua Terpilih dan Pengurus Percasi Kota Sorong Masa Bakti 2026-2029


Kota Sorong, Papua | suarakpkcyber.com – Dalam Musyawarah Luar Biasa (Muslub) Persatuan Catur Seluruh Indonesia, Sahabuddin atau yang biasa di sapa Raja Bima resmi terpilih sebagai Ketua Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Kota Sorong untuk masa bakti 2026–2029.

Penetapan tersebut dilakukan melalui Musyawarah Luar Biasa (Muslub) Percasi Kota Sorong yang digelar di Sorong Cafe Kota Sorong pada Selasa (30/12/2025).

Muslub tersebut dilaksanakan guna memilih ketua baru Percasi Kota Sorong setelah berakhirnya masa kepengurusan sebelumnya. Kegiatan ini dihadiri oleh pengurus, steering committee, pengurus Wilayah,KONI Kota Sorong serta perwakilan klub catur di wilayah Kota Sorong.

Dalam proses penjaringan bakal calon ketua, hanya satu nama yang muncul dan memenuhi syarat, yakni Sahabuddin. Sesuai dengan aturan organisasi Percasi, apabila hanya terdapat satu calon tunggal, maka yang bersangkutan dapat langsung ditetapkan sebagai ketua terpilih.

Berdasarkan rekomendasi tersebut, steering committee Muslub Percasi Kota Sorong secara resmi menetapkan Sahabuddin sebagai Ketua Percasi Kota Sorong masa bakti 2026–2029 tanpa melalui proses pemungutan suara.

Dengan Surat Keputusan nomor :01/TP-Muskotlub/ PERCASI-Kt.Srg/PBD/XII_2025 tentang hasil Pemilihan Ketua Percasi Kota Sorong Masa Bakti 2026-2029

Dalam sambutannya, Sahabuddin yang juga sebagai Kepala Dinas Perikanan Kota Sorong menyampaikan komitmennya untuk menjalankan amanah yang telah dipercayakan kepadanya. Ia menegaskan siap bekerja maksimal demi kemajuan olahraga catur di Kota Sorong.

“Amanah ini akan saya emban dengan penuh tanggung jawab. Pada tahun 2026, kami berencana menggelar event catur di Kota Sorong sebagai langkah awal membangkitkan gairah olahraga catur,” ujar Sahabuddin.

Sahabuddin mengungkapkan usai Muslub ini mereka akan berkoordinasi dengan KONI sebagai tindak lanjut agar dapat diketahui oleh KONI Kota Sorong

Ketua Terpilih Sahabuddin mengatakan akan melakukan pelantikan Pengurus di bulan januari 2026 setelah itu akan melakukan event turnamen sorong cup.

Ia juga menekankan pentingnya pembinaan berkelanjutan bagi atlet catur lokal agar mampu bersaing di tingkat regional maupun nasional. Menurutnya, Percasi harus hadir sebagai wadah pembinaan yang konsisten dan profesional.

Sementara itu, Ketua Harian Percasi Kota Sorong, Jhon Hutapea, mengungkapkan bahwa dirinya sempat ditawari untuk menjadi ketua. Namun karena kesibukan, ia memilih tidak mengambil peran tersebut.

“Beberapa waktu lalu saya ditawari sebagai ketua, tetapi karena banyak kesibukan, saya belum bisa mengemban amanah itu. Namun saat ditunjuk sebagai ketua harian, saya tidak keberatan,” kata Jhon Hutapea.

Ia menegaskan siap berkontribusi aktif dan berkolaborasi bersama pengurus lainnya untuk memajukan Percasi Kota Sorong melalui penyelenggaraan berbagai event catur berskala besar.

“Saya akan berkontribusi dan berkolaborasi untuk mengangkat Percasi di Kota Sorong, agar ke depan Percasi bisa maju dan berkembang di Papua Barat Daya,” ujarnya.

Menurutnya, kekompakan dan persatuan antar pengurus serta klub menjadi kunci agar Percasi dapat dipercaya dan diperhitungkan. Ia juga menargetkan perluasan cabang serta pengembangan sekolah catur guna mencetak atlet profesional hingga berprestasi di tingkat internasional.(dedi)

Terpantau Hampir Seribu Wisatawan Masuk Bromo Lewat Tosari Kapolres Pasuruan : Situasi Aman dan Kondusif

 


Pasuruan, suarakpkcyber.com — Arus kunjungan wisatawan ke kawasan Wisata Gunung Bromo melalui Pintu TNBTS Tosari, Kabupaten Pasuruan, terpantau aman dan terkendali pada Senin (29/12/2025) pagi.

Berdasarkan data pemantauan hingga pukul 08.00 WIB, tercatat sebanyak 967 orang wisatawan memasuki kawasan Bromo sejak pukul 00.00 WIB. Jumlah tersebut didominasi pengunjung yang menggunakan kendaraan roda dua dan roda empat.

Rincian kendaraan yang masuk meliputi 135 unit kendaraan roda empat (R-4) dan 406 unit kendaraan roda dua (R-2). Selain itu, terdapat satu orang pejalan kaki, sementara pengunjung menggunakan sepeda nihil.

Kapolres Pasuruan AKBP Jazuli Dani Iriawan menyampaikan bahwa situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di jalur Tosari hingga kawasan wisata Bromo terpantau kondusif.

“Kami pastikan pengamanan dan pemantauan terus dilakukan agar aktivitas wisata berjalan aman, tertib, dan lancar,” ujar AKBP Jazuli Dani Iriawan.

Polres Pasuruan bersama pihak terkait tetap melakukan pengawasan arus wisata, pengaturan lalu lintas, serta kesiapsiagaan personel guna mengantisipasi lonjakan pengunjung selama masa libur akhir tahun.

Masyarakat dan wisatawan diimbau untuk mematuhi aturan yang berlaku, menjaga keselamatan, serta mengikuti arahan petugas demi kenyamanan bersama selama berwisata di kawasan Gunung Bromo. (Usj)

Sebanyak 620 PPPK Paruh Waktu Menerima SK Dari Bupati Pasuruan

 


Pasuruan,suarakpkcyber.com - Pemerintah Kabupaten Pasuruan resmi menyerahkan Surat Keputusan (SK) Pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu formasi tahun 2025.

Bupati Pasuruan, Rusdi Sutedjo menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh PPPK paruh waktu yang telah berhasil, melalui tahapan seleksi, bahwa capaian ini merupakan hasil perjuangan yang harus disyukuri.

" Saya dan Bapak Wakil Bupati mengucapkan selamat atas diangkatnya pan jenengan atas dilantiknya PPPK Paruh Waktu, yang diraih melalui proses seleksi yang panjang"  ujar Rusdi.



Beliau juga berpesan agar para PPPK paruh waktu yang telah menerima SK tidak melupakan peran banyak pihak yang telah berjasa hingga bisa pada tahap ini, rasa syukur harus diwujudkan dalam bentuk kinerja yang baik dan profesional.

" Pesan saya kepada PPPK paruh waktu untuk selalu berterima kasih kepada semua pihak yang telah berjasa kepada panjenengan, tanpa dukungan dan perjuangan bersama tentu capaian ini tidak mudah diraih" harapnya.

Rusdi juga menambahkan bahwa pelantikan ini bukan akhir, tapi awal tanggungjawab yang akan diembannya.

" saya berharap panjenengan semua terus belajar, berlatih serta meningkatkan kapasitas diri agar pelayanan kepada masyarakat semakin baik dan kedisiplinan nya harus ditingkatkan" imbuhnya. (Usj)


Puluhan Kapal Ikan Dilarang Mencari Diperairan Kabupaten Sorong.

 



Sorong, suarakpkcyber.com - Puluhan kapal ikan dari luar Kabupaten Sorong dilarang untuk mencari ikan di perairan Igim Kabupaten Sorong. Ini disampaikan langsung oleh Kepala Distrik (Kadistrik) Salawati Selatan (Salsel), Amirudin Umalelen kepada wartawan disela-sela menunjukan surat pemberitahuan kepada salah satu Kapa nelayan dengan anak buah kapal (ABK).

"lebih baik mati daripada hak milik diambil orang"tegas Amirudin. Sembari menunjukan surat saat berada di sekitar perairan Pulau Igim, Rabu (24/12-2025) . Selain menunjukan surat pemberitahuan tersebut ia mengatakan bahwa surat pemberitahuan ini berdasarkan pengaduan masyarakat dimana sekitar 30-an kapal ikan nelayan yang sering mencari dan memanfaatkan perairan tersebut hanya untuk memperkaya diri.

Padahal sambung Amirudin, masyarakat nelayan yang umumnya merupakan warga Kota Sorong sampai mencari di perairan Pulau Igim ini harus dengan sadar memperhatikan fasilitas umum warga yang ada sekitar kawasan itu.

“Setidaknya mereka memberikan bantuan untuk pembangunan masjid maupun gereja bagi warga yang ada di kawasan pesisir itu. Bukannya mereka hanya datang mencari ikan dan setelah mendapatkan hasil itu langsung pulang begitu saja,”imbaunya.

Saat menyerahkan surat imbauan atau pemberitahuan yang ditandatanganinya itu, dengan nomor surat 900/48/DIST- SALSEK/XII/2025 tertanggal 22 Desember 2025.

 Surat pemberitahuan itu langsung ditujukan kepada Bupati Sorong, serta tembusannya disampaikan kepada Ketua DPRK Kabupaten Sorong, serta pihak terkait lainnya.

Dimana, saat menyerahkan surat itu kepada salah satu nelayan asal Jembatan Puri Kota Sorong, Isac Numberi yang mana kapal motornya lagi berlabuh di sekitaran perairan itu. Kadistrik Amirudin dengan tegas agar surat pemberitahuan ini bisa disampaikan sesegera mungkin kepada semua kapal untuk mengindahkan pemberitahuan itu.

“Kami tidak melarang saudara mencari ikan di perairan ini. Tapi harus diingat bahwa di tempat ini merupakan milik dari petuanan Sailolof,” bebernya.

Kami juga berharap para nahkoda maupun pemilik kapal harus datang melapor. Baik itu identitas kapal maupun hal lainnya kepada kami selaku Kepala Distrik Salawati Sela tan, tutupnya.(dedi)

Tiga Puluh Warga Kampung Weibel, Raja Ampat Ingin Bergabung Kembali Dengan Sorong.

 

Warga Kampung Weibel yang bersepakat bergabung dengan Pemerintahan Kabupaten Sorong Distrik Salawati Selatan.


Aimas, Papua Barat Daya | suarakpkcyber.com - Warga Kampung Weibel, Distrik Salawati Barat, Kabupaten Raja Ampat ingin bergabung kembali dengan Sorong sebagai kabupaten induk.

Melalui pernyataan sikap secara tertulis dan ditandatangani sekitar 30 orang perwakilan dari kampung tersebut, Selasa (23/12/2025) siang kemarin di Kampung Weibel. Bahwa alasan untuk kembali bergabung dengan Kabupaten Sorong, karena selama ini kami tidak mendapat perhatian apapun dari Pemkab Raja Ampat.

Untuk diketahui bahwa Kampung Weibel ini merupakan pemekaran dari Kampung Kaliam pada tahun 2020.

Salah satu perwakilan Tokoh masyarakat Kampung Weibel, Gaspers M menyatakan kepada wartawan, lebih lanjut Gasper menjelaskan bahwa sejak kampung kami dimekarkan 2020 ini, kami tidak pernah mendapatkan bantuan apapun dari Pemda Raja Ampat.

" Kami tidak pernah dapat bantuan apapun dari Pemda Raja Ampat sejak pemekaran" ujarnya.

Sambung dia, Gesper M dan masyarakat Weibel ingin bergabung kembali ke kabupaten Induk atau Sorong.

" Alangkah baiknya kami pindah kembali ke kabupaten induk (Kabupaten Sorong). Termasuk, selama ini kami juga tidak mendapatkan pembangunan fasilitas umum" imbuhnya.

Fasilitas umum yang dimaksud, seperti pembangunan gedung sekolah (SD), Pustu (Puskesmas Pembantu) dan lainnya. 

“Intinya, pembangunan fasilitas umum apapun dari Pemda Raja Ampat ke Kampung Weibel ini tidak tersentuh sama sekali,” akui Gaspers dan direspons positif dari warga yang menghadiri pada pertemuan tersebut.

Bahkan, untuk menyekolahkan sekitar kurang lebih 20 anak kami dari Kampung Weibel ini ke SD di Kampung Kalian harus menggunakan perahu dengan jarak yang cukup jauh (berjam-jam). Tentu hal ini sangat kami sesali, ungkap Gaspers dengan nada kesal.

Selain itu, kata Gaspers, beberapa hari lalu, kami dari sejumlah perwakilan sempat menemui Bupati Raja Ampat, Orideko Burdam di Waisai. Dalam pertemuan tersebut, soal tanggapan dari beliau (Bupati Raja Ampat) belum ada kepastian. Bahkan, beliau sampaikan hanya dua tahun lagi.

Bagi kami dua tahun lagi waktu yang cukup lama. “Alasan yang paling penting di sini bahwa bantuan dalam bentuk apapun dari pemerintah, baik itu dari pemerintah pusat maupun Pemda Raja Ampat pihaknya belum pernah dapat sama sekali,” ucap Gaspers.

Beliau juga menambahkan mengenai nomor register di kementerian dalam negeri untuk kamling Weibel di masa pemerintahan Gubernur Dominggus.

“Lebih aneh lagi kok, nomor register dari Kementerian Dalam Negeri untuk Kampung Weibel ini sudah ada. Sejak kita masih bergabung dengan Provinsi Papua Barat di masa pemerintahan Gubernur Dominggus Mandacan di periode pertama itu.

Nomor register Kampung Weibel adalah 05.21.008, tapi yang kami tidak habis berfikir hanya kampung kami ini yang tidak pernah mendapatkan bantuan dana desa. Sedangkan, ada beberapa kampung tetangga lainnya sudah mendapatkan dana desa itu, tambahnya.

Selain dana desa, bantuan langsung tunai (BLT) serta berbagai jenis bantuan yang dikucurkan pemerintah pusat selama ini, kami di sini hanya tahu sebatas informasi saja dan tidak satu kali pun kami terima, kesalnya.

“Jadi, dengan adanya berbagai masalah yang sangat tidak jelas itu, alangkah baiknya, kami segera pindah ke Kabupaten Sorong agar biar jelas status kami. Biar lihat kitorang dan bisa mendapat perhatian langsung dari kabupaten induk kami ini,”pintanya.

Berikutnya, kata Gaspers daripada sudah lima tahun lebih ini kondisi kami masih seperti ini terus. Mending, segera kami semua ambil langkah yang pasti untuk memperoleh kejelasan status kami untuk kembali bergabung di Distrik Salawati Selatan, Kabupaten Sorong.

Sementara itu, tokoh perempuan setempat, Marice Tepimbu dengan lantang mengatakan bahwa keberadaan kami di Kampung Weibel ini sebagai tempat untuk meminta dukungan suara, saat momen politik saja. Seperti pemilihan calon anggota legislatif dan pemilihan calon Bupati dan Wakil Bupati Raja Ampat.

Setelah momen itu selesai, maka hubungan kami akan selesai begitu saja. Tanpa ada tindak lanjut apapun program dari pemerintah, entah itu melalui anggaran dana desa (dana kampung) yang bersumber dari APBN maupun berbagai jenis bantuan apapun belum pernah tersentuh atau kami terima. 

“Hal ini patut kami sangat sesali (kecewa). Jadi pada prinsipnya para pihak yang berkepentingan datang ke Kampung Weibel ini untuk meminta dukungan suara dan setelah itu hilang tak kunjung datang lagi,” beber Marice tokoh wanita yang cukup vokal kepada awak media suarakpkcyber.

Marice menambahkan, saaat kami ada 6 orang perwakilan temui Bupati Raja Ampat beberapa hari kemarin, untuk menyampaikan aspirasi seperti yang telah dijelaskan oleh sumber pertama tadi dari kami.

Bahwa rencana kami dari Kampung Weibel ini untuk kembali bergabung dengan Kabupaten Sorong di hadapan Bupati Raja Ampat. Lantas beliau (Bupati Raja Ampat) bertanya apakah masalah ini bisa? Dengan suara lantang 6 perwakilan kami ini mengatakan sangat bisa.

Usai dari pertemuan itu mereka langsung membubarkan diri.Bahkan, saking kesalnya warga 6 orang itu saat disuguhi minuman, merekapun tak meneguk sedikitpun dan langsung bergegas pulang.

Rencananya, dalam waktu dekat ini sejumlah tokoh Kampung Weibel untuk bertatap muka dengan Bupati Sorong Johny Kamuru. 

Selanjutnya, mereka minta untuk difasilitasi bisa bertemu langsung dengan Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu agar segera mencarikan solusi untuk secepatnya kami pindah atau bergabung kembali dengan Kabupaten Sorong.

Acara diakhiri dengan sesi foto bersama. Kegiatan yang cukup sederhana ini mendapat sambutan positif dari sejumlah warga yang hadir untuk menyerahkan pernyataan sikap ini kepada pihak yang dianggap sangat berkompeten untuk menyelesaikan persoalan ini. (dedi)

Disperindag Kabupaten Pasuruan Gelar Pasar Murah, Tekan Harga Pasar Menjelang Nataru

Antusiasme warga dalam pasar murah


Pasuruan,suarakpkcyber.com - Pemerintah Kabupaten Pasuruan melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) menggelar pasar murah untuk menekan kebutuhan pokok menjelang hari Natal dan tahun baru.

Pasar murah ini digelar selama dua hari yaitu tanggal 23 dan 24 Desember 2025. Bertempat di halaman Kecamatan Purwosari (23/12) sedang hari rabu (24/12) di kecamatan Nguling.

Sejak pagi warga memadati lokasi pasar murah untuk membeli berbagi kebutuhan pokok dengan harga yang jauh lebih rendah dari harga pasaran. 

Selain itu Pasar murah ini didukung oleh sejumlah pihak antara lain PT Sinergi Gula Nasional, Bank Indonesia, Bulog, PT Rajawali Nusindo, PT Indofood Sukses Makmur dan organisasi perangkat daerah yang terkait.

Sementara itu Mita Kristiani, Plt Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Pasuruan, menjelaskan bahwa pasar murah ini komoditas yang dijual meliputi beras medium SPHP, beras premium Be Food, minyakita, gula medium dan premium, tepung terigu, kecap, bawang merah, bawang putih. Menurut nya seluruh barang yang dijual dibawah harga pasar.

" Yah lumayan murah harga gula medium yang biasanya Rp 15.500 sekarang dijual Rp 14.500. Kalau gula premium kita jual Rp 15 ribu, padahal normalnya Rp 17 ribu. Telur juga selisih Rp 4 ribu dari Rp 28 ribu jadi Rp 24 ribu saja," jelasnya. 

Mita menegaskan bahwa antusias masyarakat sangat tinggi. Dimana semua komoditas yang disediakan, ludes terjual seluruhnya. 

"Alhamdulillah, semua barang dagangan yang kami sediakan, habis terjual. Tidak ada yang tersisa," tegasnya. 

Selain menekan harga pasar bahwa tujuan diadakan pasar murah ini untuk membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan bahan pokok masyarakat agar dapat terjangkau menjelang nataru. (Usj)

Peringati Puncak HUT DWP ke-26 dan Hari Ibu Nasional, KadisPendikbud : Setiap Anak Harus dalam Keluarga Yang Memberi Asah, Asuh dan Asih

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pasuruan bersama Narasumber Dr.Umi Dayanti

Pasuruan,suarakpkcyber.com - Dharma Wanita Persatuan(DWP) Dinas Pendidikan Kabupaten Pasuruan peringati puncak Hari Ulang Tahun ke-26 tahun dan juga memperingati peringatan Hari Ibu Nasional yang bertajuk " Peran Strategis Dharma Wanita Persatuan Dalam Pendidikan Anak bangsa Untuk Indonesia Emas 2045" dengan tagline DWP Mengajar : Mendidik dengan hati, Menginspirasi Negeri, Selasa (22/12/2025) di GOR Sasana Krida Komplek Perkantoran Raci.

Ulfa Ketua Dharma wanita unsur pelaksana Dinas Pendidikan Kabupaten Pasuruan, menyatakan bahwa tema tersebut mendorong anggota DWP untuk terlibat langsung dalam kegiatan edukasi, literasi, serta pembentukan karakter anak di lingkungan Pendidikan melalui pendekatan yang humanis dan inspiratif.

" Program ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi pengembangan potensi anak anak bangsa, menuju Indonesia emas 2045" ujarnya Ulfa.

Suasana Kemeriahan dalam Peringatan HUT DWP ke-26 sekaligus Hari Ibu


Sedangkan rasa bangga dan terimakasih yang diungkapkan oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pasuruan Tri Kristi Astuti atas terselenggaranya kegiatan tersebut dengan meriah.

Selain itu dalam kegiatan HUT DWP Ke-26 tahun juga mengundang narasumber yang sangat inspiratif yakni Dr. Umi Dayanti selaku motivator dari Universitas Negeri Malang.

" Bangga dan terharu kepada pengurus DWP Kabupaten Pasuruan dan ucapan terimakasih atas terselenggaranya acara ini yang begitu meriah, dengan menghadirkan motivator Prof, DR Umi Dayati dari Universitas Negeri Malang " ungkap Tri Kristi.

Selain itu Dengan adanya kolaborasi yang kompak antara anggota dan pengurus DWP kegiatan seminar tersebut berjalan dengan lancar dan tanpa adanya hambatan.

" Dengan kolaborasi antara anggota dan pengurus DWP ini bisa terselenggara acara ini dengan sukses tanpa kendala" Ujarnya.

Beliau juga menambahkan bahwa peringatan HUT DWP dan Peringatan Hari Ibu bukan hanya sekedar seremoni tahunan melainkan momentum refleksi dan penguatan peran kita semua sebagai bagian penting dalam pembangunan bangsa.

" Sebab peran perempuan atau peran Ibu dalam keluarga sangat penting untuk memastikan setiap tumbuh kembangnya anak dipastikan tumbuh sesuai potensinya" imbuhnya.

Beliau juga berpesan bahwa bahwa masa depan Indonesia tidak hanya ditentukan oleh kebijakan dan teknologi, tetapi juga oleh kekuatan keluarga, karakter generasi dan ketangguhan perempuan untuk mewujudkan generasi yang bermartabat dan sukses.

" Setiap anak harus tumbuh dalam keluarga yang memberi Asih, Asuh dan Asah yang baik " tutupnya. 

Momentum peringatan HUT DWP ke-26 dan juga momen Hari Ibu sebagai refleksi bagi para pendidik di lingkup Dinas Pendidikan untuk saling asah dan asuh membentuk karakter anak bangsa untuk persiapan Indonesia Emas di tahun 2045. (Usj)

Tanggul Penahan Jalan Betro-Wonosunyo Ambrol, Dinas Bina Marga dan Kontrusi Akhirnya Memperbaiki dengan Segera

 


Pasuruan, suarakpkcyber.com - Hujan Deras membaut Tanggul Penahan Jalan (TPT) tepatnya di jalan Betro-Wonosunyo Ambrol cukup parah hingga sepanjang 10 meter. TPT tersebut kini di benahi oleh Dinas Bina Marga dan Bina Kontruksi Kabupaten Pasuruan, untuk perbaikan bangunan yang rusak di tangani oleh Pemdes setempat mulai Senin (22/12/2025).

Saat dikonfirmasi Media suarakpkcyber Kepala Desa Wonosunyo M. Saleh yang menuturkan bahwa perbaikan TPT perlu penanganan secara cepat dan segera karena badan jalan Betro-Wonosunyo mengalami penyempitan. 

Hal tersebut sangatlah mengganggu aktifitas warga dan kelancaran moda transpotasi karena jalan tersebut merupakan jalan utama. 

"Kemarin kita kordinasi dengan Kapala Dusun dan tokoh masyarakat untuk segera di benahi biar kerusakan tak semakin lebar , Alhamdulillah sekarang sudah di benahi" jelasnya Kades Wonosunyo.



M. Saleh pun menambahkan bahwa kebetulan di Desa Wonosunyo sedang ada pembangunan jalan hotmix juga, pihaknya berkordinasi dengan pemborong apakah kerusakan bangunan plesengan tersebut bisa di tangani pihak pemborong atau tidak karena titik yang rusak ada di satu jalur jalan yang di hotmix 

"Rencana akan di bangun secara swadaya, tapi ternyata bisa di tangani oleh pemborong" tambahnya.

Dari pantauan di lokasi dan juga keterangan pekerja, plengsengan yang ambrol di tangani oleh pihak kontraktor rencananya panjang yang akan di benahi adalah 10 meter, tapi untuk sementara yang di bangun 4 meter dengan ketinggian 1,8 dulu agar mobilitas material dan pengerjaan hotmix bisa lancar. (Usj)

200 Anak Yatim dan Dhuafa Mengikuti Khitan Bahagia, Kolaborasi Pemerintah Kabupaten Pasuruan Bersama HPPEI Peringati Hari Kesetiakawanan Nasional

Pembukaan Acara Khitan Gratis dengan Tajuk Khitan Bahagia Inisiasi Pemkab Pasuruan bersama HPPEI


Pasuruan,suarakpkcyber.com - Senyum bahagia yang terukir bagi anak yatim dan dhuafa, sebanyak 200 anak mengikuti khitan massal yang bertajuk "Khitan bahagia" diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Pasuruan melalui Dinas Sosial bersama HPPEI (Himpunan Pesunat Plasma Energi Indonesia) yang disponsori oleh Bank BRI dan PLN Indonesia Power dalam rangka peringatan Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN) 2025.

Kegiatan tersebut dimulai pukul 07.00 wib dengan antusias 200 anak yatim dhuafa beserta family memadati Pendopo Bupati Nyawiji Ngesti Wenganing Gusti Pasuruan, Minggu (21/12/2025).

Ketua HPPEI Jawa Timur saat diwawancari awak media


Dalam Sambutannya Ketua Himpunan Pesunat Plasma Energi Indonesia (HPPEI) Jawa Timur, Dr. Aris Wahyudi Santoso menyatakan bahwa keterlibatan HPPEI merupakan komitmen organisasi sosial para dokter dan Pesunat yang bertujuan untuk membantu mereka yang membutuhkan khitan, seperti anak yatim dan dhuafa.

" Organisasi HPPEI ini bertujuan membantu masyarakat yang kurang mampu untuk dikhitan secara gratis" ungkapnya

HPPEI sebagai organisasi tingkat provinsi kini hadir untuk meringankan beban masyarakat yang tidak mampu, dengan waktu dekat HPPEI akan membentuk Kepengurusan organisasi di tingkat Kabupaten untuk menjangkau wilayah masing-masing di setiap kabupaten atau kota.

" HPPEI ini keorganisasian nya masih berada di tingkat Jawa Timur dan dalam waktu dekat akan di bentuk pada tingkat Kabupaten dan Kota"  tegas dr. Aris.

Wakil Bupati Pasuruan Shobih Asrori bersama ketua HPPEI meninjau langsung jalannya Khitan Bahagia 


Sementara Wakil Bupati Pasuruan, Shobi Asrori atau akrab dipanggil Gus Shobih dalam sambutannya mengatakan bahwa khitan bahagia ini merupakan wujud kepedulian Pemerintah Daerah terhadap anak anak yang kurang mampu, meringankan beban masyarakat, menurutnya khitan adalah memiliki nilai kesehatan sekaligus mempunyai nilai ibadah.

" Acara khitan ini menjadi bentuk solidaritas sosial Pemerintah memastikan anak anak yatim dan dhuafa memperoleh layanan kesehatan yang baik , aman, dan nyaman" ujar Gus Shobih.

Beliau juga menyampaikan terimakasih dan menegaskan penting nya kolaborasi lintas sektoral antara Pemerintah dan Pihak Swasta untuk ikut mendukung kegiatan sosial, peran dunia usaha dan perbankan dinilai sangat membantu kelancaran pelaksanaan program.

" Kami juga mengucapkan terimakasih kepada HPPEI yang telah banyak membantu acara khitan ini, juga sinergi antar Pemerintah dan swasta dan masyarakat harus terus diperkuat, agar kegiatan sosial seperti ini dapat berkelanjutan dan menjangkau bagi masyarakat yang menerima manfaat" tegasnya.

Diwaktu yang sama Fathurrahman Plt Kepala Dinas Sosial Kabupaten Pasuruan, memastikan bahwa seluruh peserta mendapatkan penanganan layanan medis yang sesuai standar, peserta juga mendapatkan sertifikat dan pendampingan , mendapatkan paket sembako, uang saku.

" Dan seluruh proses khitan dilakukan oleh tenaga medis yang profesional dengan prosedur kesehatan yang sesuai standar"  ujar Fatkhur.

Dengan adanya Khitan Massal Gratis dapat meringankan beban anak yatim dan dhuafa sebagai bentuk kepedulian pemerintah kabupaten Pasuruan terhadap anak-anak yang membutuhkan. (Usj)

Gelar Istighosah Kubro, Ribuan Warga Nguling dan Grati Ketuk Hati Prabowo Pinta Kembalikan Tanah Sengketa AL

 

Pasuruan,suarakpkcyber.com - Ribuan warga dari 10 Desa di Kecamatan Lekok dan Ngulung, Kabupaten Pasuruan mengelar aksi Istighosah kubro dilapangan Arepas Semongkrong, Desa Pasinan, Jumat (19/12/2025).

Dalam aksi Istighosah mereka memohon pertolongan kepada Alloh dan berdoa untuk mengetuk hati Presiden RI, Prabowo Subianto untuk mengembalikan hak atas tanah yang disengketakan dengan TNI AL.

Aksi Istighosah yang dipimpin oleh KH Imron Ketua PCNU Kota Pasuruan, dan dihadiri oleh Kepala Desa yang terdampak dan Ribuan warga Desa dengan membawa puluhan spanduk bertuliskan "Pak Prabowo Kembalikan Tanah Rakyat" Dan "ini Tanah Milik Pribumi, Bukan Milik TNI AL" Spanduk berkibar dilokasi.

Sementara Eko Mantan Kades Sumberanyar, mengkritisi bahwa TNI AL yang dianggap tidak memiliki dasar hukum yang kuat.

" Sertifikat hak pakai TNI AL itu patut diduga mal administrasi" ujarnya.

Surat terbuka untuk Presiden Prabowo, mengungkap penderitaan warga, administrasi terhambat, pembangunan dilarang, aktivitas sehari-hari dikriminalisasi, kami hidup tidak normal selama puluhan tahun, yang di baca oleh salah satu warga.

KH Imron meminta kepada Bupati dan Forkopimda untuk memfasilitasi dialog dan TNI menjalankan tugasnya sebagai pelindung masyarakat, aksi ini ditutup dengan isak tangis warga.

Pak Presiden, tolong kembalikan tanah kami... kembalikan hak anak cucu kami,"Warga berharap Presiden Prabowo memberikan kebijakan diskresi yang mengedepankan kemanusiaan. (Usj)


100 Becak Listrik Dibagikan Pemkab Pasuruan, Bantuan Presiden Prabowo Subianto

 

Pasuruan,suarakpkcyber.com -Pemerintah Kabupaten Pasuruan membagikan sebanyak 100 unit becak listrik bantuan dari Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Pembagian becak listrik tersebut diserahkan langsung oleh Bupati Pasuruan, Rusdi Sutejo, dan dilaksanakan di Raci Gedung Bupati Pasuruan Lantai 2, Mpuk Sendok, pada Selasa (16/12/2025).

Becak listrik ini merupakan bagian dari program Presiden Prabowo Subianto dengan tujuan membantu para tukang becak, khususnya yang sudah lanjut usia, agar tetap dapat bekerja dan memenuhi kebutuhan sehari-hari. Program ini diharapkan mampu menjaga stabilitas ekonomi masyarakat kelas bawah serta meningkatkan kesejahteraan mereka.


Bupati Pasuruan, Rusdi Sutejo, menjelaskan bahwa program becak listrik ini adalah bentuk perhatian pemerintah pusat terhadap masyarakat kecil.

“Program becak listrik ini merupakan program dari Bapak Presiden Prabowo Subianto untuk membantu masyarakat kecil, khususnya tukang becak, agar perekonomiannya meningkat dan memperoleh penghasilan yang memadai,” ujar Rusdi.

Rusdi juga berpesan kepada seluruh penerima becak listrik agar menjaga dan merawat bantuan tersebut dengan baik. Becak listrik ini memiliki banyak keunggulan, di antaranya ramah lingkungan, lebih ringan digunakan, dan tidak menggunakan bahan bakar.

" Saya berharap becak ini dirawat dengan baik agar bisa dimanfaatkan dalam jangka panjang,” jelasnya.

Salah satu penerima becak listrik mengaku sangat bersyukur atas bantuan yang diterimanya.

“Alhamdulillah, kami sangat berterima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto dan Bapak Bupati Pasuruan. Becak listrik ini sangat membantu kami, terutama karena usia kami sudah tidak muda lagi. Sekarang bekerja jadi lebih ringan dan penghasilan bisa lebih baik,” ungkap salah satu tukang becak penerima bantuan.

Dengan adanya bantuan becak listrik ini, Pemerintah Kabupaten Pasuruan berharap para tukang becak dapat terus bekerja dengan lebih nyaman dan produktif, sehingga kesejahteraan masyarakat kecil di Kabupaten Pasuruan semakin meningkat. (Usj)