Pasuruan, suarakpkcyber.com - Bupati Rusdi Sutejo melantik 297 pejabat di lingkungan Kabupaten Pasuruan.
Dari 297 pejabat yang dilantik, 16 orang diantaranya merupakan Pejabat Tinggi Pratama alias Eselon II. Kemudian 105 orang Jabatan Administrator atau Eselon III dan 176 orang Jabatan Pengawas alias Eselon IV.
Pejabat Eselon II yang diganti diantaranya :
Sedangkan beberapa nama-nama baru yang menjabat sebagai camat diantaranya:
Rusdi Sutejo mengucapkan selamat dan berharap agar amanah dalam melaksanakan tugas-tugas pelayanan publik serta senantiasa mengutamakan kepentingan masyarakat/umum/organisasi daripada kepentingan pribadi.
"Selamat untuk jabatan yang baru. Semoga amanah dan dapat memberikan energi baru dalam pelaksanaan tugas-tugas pelayanan publik dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Selalu utamakan kepentingan umum daripada kepentingan pribadi," katanya.
Beliau juga menghimbau untuk selalu meningkatkan kapasitas untuk memberikan capaian kinerja secara maksimal di setiap instansi yang dipimpinnya.
“Selamat bekerja dan selamat menjalankan tugas kepada Bapak Ibu yang pada hari ini sudah dilantik. Semoga amanah terbaru yang diemban membawa berkah dan hikmah bagi Bapak Ibu semuanya dan memberi manfaat bagi masyarakat. Karena jabatan lahir dari kepercayaan pimpinan disematkan kepada PNS yang memenuhi persyaratan. Baik sisi loyalitas, kemampuan, kompetensi maupun moralitas,” ujarnya. (Ndah)
Kegiatan pelantikan tersebut dihadiri oleh Wakil Bupati Pasuruan, Shobih Asrori; Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, Samsul Hidayat; Sekretaris Daerah, Yudha Triwidya Sasongko dan Ketua Tim Pengarah Percepatan Pembangunan Daerah, Rohani Siswanto. Acara turut diikuti oleh Asisten, Kepala OPD, Camat beserta seluruh jajarannya. (Ndah)
Pasuruan,suarakpkcyber.com,— Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo dibuat geram dengan ulah segelintir pedagang yang masih nekat berjualan di area terlarang depan Pasar Bangil, meski aturan penertiban telah lama diberlakukan dan mayoritas pedagang sudah mematuhinya.
Kondisi tersebut terlihat saat Mas Rusdi sapaan akrab Bupati Pasuruan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Pasar Bangil pada Rabu (31/12/2025) malam. Dalam sidak itu, ia mendapati masih ada pedagang yang tetap berjualan di trotoar dan bahu jalan depan pasar yang telah ditetapkan sebagai zona steril.
Menurut Mas Rusdi, larangan berjualan di depan Pasar Bangil sudah sangat jelas. Bahkan, sebagian besar pedagang telah sepakat untuk pindah dan menempati area baru yang telah disiapkan pemerintah di dalam pasar.
Namun kenyataannya, masih ada satu dua pedagang yang bersikukuh tetap berdagang di lokasi yang dilarang.
“Saya ingin memastikan aturan tetap harus ditegakkan. Jangan sampai ketika kebanyakan pedagang sudah pindah, tapi masih ada satu dua pedagang yang bandel,” tegas Mas Rusdi.
Ia menekankan bahwa penertiban pedagang yang terbilang ilegal harus dilakukan secara adil, demi menjaga kepercayaan dan rasa keadilan bagi pedagang lain yang sudah tertib.
“Saya tidak mau dikatakan tidak adil. Jadi tidak boleh lagi ada pedagang yang berjualan di depan pasar,” ujarnya dengan nada serius.
Sebelumnya, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Pasuruan telah melakukan penataan kawasan Pasar Bangil, mulai dari penertiban pedagang kaki lima, parkir liar, hingga aktivitas bongkar muat di area depan pasar.
Penataan tersebut mengacu pada Peraturan Daerah Kabupaten Pasuruan Nomor 11 Tahun 2005 tentang Penataan dan Pembinaan Kegiatan Pedagang Kaki Lima, yang mulai diberlakukan sejak 24 November 2025. Sebelum penertiban dilakukan, pemerintah juga telah memasang sejumlah himbauan dan melakukan sosialisasi kepada para pedagang.
Penataan ini bertujuan untuk mengembalikan fungsi jalan, meningkatkan kelancaran arus lalu lintas, serta menjaga ketertiban dan kenyamanan kawasan Pasar Bangil.
Mas Rusdi mengaku kecewa dengan sikap salah satu pedagang yang nekat berjualan di trotoar. Menurutnya, tindakan tersebut justru menimbulkan kesan seolah pemerintah tidak tegas, padahal sebagian besar pedagang sudah patuh.
“Saya minta pedagang bisa saling mengerti. Jangan merugikan pedagang lain yang sudah tertib,” katanya.
Selain menyoal ketertiban, Mas Rusdi juga menegaskan bahwa penataan ini penting untuk mencegah praktik pungutan liar (pungli). Pasalnya, pedagang yang berjualan di dalam pasar secara resmi telah tertib membayar retribusi kepada Pemerintah Kabupaten Pasuruan.
“Pertanyaannya, pedagang yang di luar pasar itu membayar retribusinya ke siapa? Ini yang harus ditertibkan agar kewajiban pedagang tidak hilang begitu saja,” tambahnya.
Sebagai informasi, Disperindag Kabupaten Pasuruan telah menyiapkan dua lokasi alternatif bagi pedagang yang sebelumnya berjualan di depan pasar. Lokasi tersebut yakni Kampung Planet (eks Terminal Bangil) dan Kios Selatan atau Kios Mangga.
Kedua lokasi itu dipilih karena dinilai lebih tertata, aman, serta tidak mengganggu lalu lintas utama di depan pasar. Pemerintah menegaskan bahwa penataan ini dilakukan bukan untuk melarang pedagang berjualan, melainkan untuk menciptakan aktivitas perdagangan yang tertib, nyaman, dan tidak merugikan kepentingan umum.
Dengan langkah ini, Pemkab Pasuruan berharap seluruh pedagang dapat menaati aturan demi terciptanya kawasan Pasar Bangil yang tertib, adil, dan nyaman bagi semua pihak.(Red)
![]() |
| Foto Bersama Ketua Terpilih dan Pengurus Percasi Kota Sorong Masa Bakti 2026-2029 |
Kota Sorong, Papua | suarakpkcyber.com – Dalam Musyawarah Luar Biasa (Muslub) Persatuan Catur Seluruh Indonesia, Sahabuddin atau yang biasa di sapa Raja Bima resmi terpilih sebagai Ketua Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Kota Sorong untuk masa bakti 2026–2029.
Penetapan tersebut dilakukan melalui Musyawarah Luar Biasa (Muslub) Percasi Kota Sorong yang digelar di Sorong Cafe Kota Sorong pada Selasa (30/12/2025).
Muslub tersebut dilaksanakan guna memilih ketua baru Percasi Kota Sorong setelah berakhirnya masa kepengurusan sebelumnya. Kegiatan ini dihadiri oleh pengurus, steering committee, pengurus Wilayah,KONI Kota Sorong serta perwakilan klub catur di wilayah Kota Sorong.
Dalam proses penjaringan bakal calon ketua, hanya satu nama yang muncul dan memenuhi syarat, yakni Sahabuddin. Sesuai dengan aturan organisasi Percasi, apabila hanya terdapat satu calon tunggal, maka yang bersangkutan dapat langsung ditetapkan sebagai ketua terpilih.
Berdasarkan rekomendasi tersebut, steering committee Muslub Percasi Kota Sorong secara resmi menetapkan Sahabuddin sebagai Ketua Percasi Kota Sorong masa bakti 2026–2029 tanpa melalui proses pemungutan suara.
Dengan Surat Keputusan nomor :01/TP-Muskotlub/ PERCASI-Kt.Srg/PBD/XII_2025 tentang hasil Pemilihan Ketua Percasi Kota Sorong Masa Bakti 2026-2029
Dalam sambutannya, Sahabuddin yang juga sebagai Kepala Dinas Perikanan Kota Sorong menyampaikan komitmennya untuk menjalankan amanah yang telah dipercayakan kepadanya. Ia menegaskan siap bekerja maksimal demi kemajuan olahraga catur di Kota Sorong.
“Amanah ini akan saya emban dengan penuh tanggung jawab. Pada tahun 2026, kami berencana menggelar event catur di Kota Sorong sebagai langkah awal membangkitkan gairah olahraga catur,” ujar Sahabuddin.
Sahabuddin mengungkapkan usai Muslub ini mereka akan berkoordinasi dengan KONI sebagai tindak lanjut agar dapat diketahui oleh KONI Kota Sorong
Ketua Terpilih Sahabuddin mengatakan akan melakukan pelantikan Pengurus di bulan januari 2026 setelah itu akan melakukan event turnamen sorong cup.
Ia juga menekankan pentingnya pembinaan berkelanjutan bagi atlet catur lokal agar mampu bersaing di tingkat regional maupun nasional. Menurutnya, Percasi harus hadir sebagai wadah pembinaan yang konsisten dan profesional.
Sementara itu, Ketua Harian Percasi Kota Sorong, Jhon Hutapea, mengungkapkan bahwa dirinya sempat ditawari untuk menjadi ketua. Namun karena kesibukan, ia memilih tidak mengambil peran tersebut.
“Beberapa waktu lalu saya ditawari sebagai ketua, tetapi karena banyak kesibukan, saya belum bisa mengemban amanah itu. Namun saat ditunjuk sebagai ketua harian, saya tidak keberatan,” kata Jhon Hutapea.
Ia menegaskan siap berkontribusi aktif dan berkolaborasi bersama pengurus lainnya untuk memajukan Percasi Kota Sorong melalui penyelenggaraan berbagai event catur berskala besar.
“Saya akan berkontribusi dan berkolaborasi untuk mengangkat Percasi di Kota Sorong, agar ke depan Percasi bisa maju dan berkembang di Papua Barat Daya,” ujarnya.
Menurutnya, kekompakan dan persatuan antar pengurus serta klub menjadi kunci agar Percasi dapat dipercaya dan diperhitungkan. Ia juga menargetkan perluasan cabang serta pengembangan sekolah catur guna mencetak atlet profesional hingga berprestasi di tingkat internasional.(dedi)
Pasuruan, suarakpkcyber.com — Arus kunjungan wisatawan ke kawasan Wisata Gunung Bromo melalui Pintu TNBTS Tosari, Kabupaten Pasuruan, terpantau aman dan terkendali pada Senin (29/12/2025) pagi.
Berdasarkan data pemantauan hingga pukul 08.00 WIB, tercatat sebanyak 967 orang wisatawan memasuki kawasan Bromo sejak pukul 00.00 WIB. Jumlah tersebut didominasi pengunjung yang menggunakan kendaraan roda dua dan roda empat.
Rincian kendaraan yang masuk meliputi 135 unit kendaraan roda empat (R-4) dan 406 unit kendaraan roda dua (R-2). Selain itu, terdapat satu orang pejalan kaki, sementara pengunjung menggunakan sepeda nihil.
Kapolres Pasuruan AKBP Jazuli Dani Iriawan menyampaikan bahwa situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di jalur Tosari hingga kawasan wisata Bromo terpantau kondusif.
“Kami pastikan pengamanan dan pemantauan terus dilakukan agar aktivitas wisata berjalan aman, tertib, dan lancar,” ujar AKBP Jazuli Dani Iriawan.
Polres Pasuruan bersama pihak terkait tetap melakukan pengawasan arus wisata, pengaturan lalu lintas, serta kesiapsiagaan personel guna mengantisipasi lonjakan pengunjung selama masa libur akhir tahun.
Masyarakat dan wisatawan diimbau untuk mematuhi aturan yang berlaku, menjaga keselamatan, serta mengikuti arahan petugas demi kenyamanan bersama selama berwisata di kawasan Gunung Bromo. (Usj)
Pasuruan,suarakpkcyber.com - Pemerintah Kabupaten Pasuruan resmi menyerahkan Surat Keputusan (SK) Pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu formasi tahun 2025.
Bupati Pasuruan, Rusdi Sutedjo menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh PPPK paruh waktu yang telah berhasil, melalui tahapan seleksi, bahwa capaian ini merupakan hasil perjuangan yang harus disyukuri.
" Saya dan Bapak Wakil Bupati mengucapkan selamat atas diangkatnya pan jenengan atas dilantiknya PPPK Paruh Waktu, yang diraih melalui proses seleksi yang panjang" ujar Rusdi.
Beliau juga berpesan agar para PPPK paruh waktu yang telah menerima SK tidak melupakan peran banyak pihak yang telah berjasa hingga bisa pada tahap ini, rasa syukur harus diwujudkan dalam bentuk kinerja yang baik dan profesional.
" Pesan saya kepada PPPK paruh waktu untuk selalu berterima kasih kepada semua pihak yang telah berjasa kepada panjenengan, tanpa dukungan dan perjuangan bersama tentu capaian ini tidak mudah diraih" harapnya.
Rusdi juga menambahkan bahwa pelantikan ini bukan akhir, tapi awal tanggungjawab yang akan diembannya.
" saya berharap panjenengan semua terus belajar, berlatih serta meningkatkan kapasitas diri agar pelayanan kepada masyarakat semakin baik dan kedisiplinan nya harus ditingkatkan" imbuhnya. (Usj)
Sorong, suarakpkcyber.com - Puluhan kapal ikan dari luar Kabupaten Sorong dilarang untuk mencari ikan di perairan Igim Kabupaten Sorong. Ini disampaikan langsung oleh Kepala Distrik (Kadistrik) Salawati Selatan (Salsel), Amirudin Umalelen kepada wartawan disela-sela menunjukan surat pemberitahuan kepada salah satu Kapa nelayan dengan anak buah kapal (ABK).
"lebih baik mati daripada hak milik diambil orang"tegas Amirudin. Sembari menunjukan surat saat berada di sekitar perairan Pulau Igim, Rabu (24/12-2025) . Selain menunjukan surat pemberitahuan tersebut ia mengatakan bahwa surat pemberitahuan ini berdasarkan pengaduan masyarakat dimana sekitar 30-an kapal ikan nelayan yang sering mencari dan memanfaatkan perairan tersebut hanya untuk memperkaya diri.
Padahal sambung Amirudin, masyarakat nelayan yang umumnya merupakan warga Kota Sorong sampai mencari di perairan Pulau Igim ini harus dengan sadar memperhatikan fasilitas umum warga yang ada sekitar kawasan itu.
“Setidaknya mereka memberikan bantuan untuk pembangunan masjid maupun gereja bagi warga yang ada di kawasan pesisir itu. Bukannya mereka hanya datang mencari ikan dan setelah mendapatkan hasil itu langsung pulang begitu saja,”imbaunya.
Saat menyerahkan surat imbauan atau pemberitahuan yang ditandatanganinya itu, dengan nomor surat 900/48/DIST- SALSEK/XII/2025 tertanggal 22 Desember 2025.
Surat pemberitahuan itu langsung ditujukan kepada Bupati Sorong, serta tembusannya disampaikan kepada Ketua DPRK Kabupaten Sorong, serta pihak terkait lainnya.
Dimana, saat menyerahkan surat itu kepada salah satu nelayan asal Jembatan Puri Kota Sorong, Isac Numberi yang mana kapal motornya lagi berlabuh di sekitaran perairan itu. Kadistrik Amirudin dengan tegas agar surat pemberitahuan ini bisa disampaikan sesegera mungkin kepada semua kapal untuk mengindahkan pemberitahuan itu.
“Kami tidak melarang saudara mencari ikan di perairan ini. Tapi harus diingat bahwa di tempat ini merupakan milik dari petuanan Sailolof,” bebernya.
Kami juga berharap para nahkoda maupun pemilik kapal harus datang melapor. Baik itu identitas kapal maupun hal lainnya kepada kami selaku Kepala Distrik Salawati Sela tan, tutupnya.(dedi)
![]() |
| Warga Kampung Weibel yang bersepakat bergabung dengan Pemerintahan Kabupaten Sorong Distrik Salawati Selatan. |
Aimas, Papua Barat Daya | suarakpkcyber.com - Warga Kampung Weibel, Distrik Salawati Barat, Kabupaten Raja Ampat ingin bergabung kembali dengan Sorong sebagai kabupaten induk.
Melalui pernyataan sikap secara tertulis dan ditandatangani sekitar 30 orang perwakilan dari kampung tersebut, Selasa (23/12/2025) siang kemarin di Kampung Weibel. Bahwa alasan untuk kembali bergabung dengan Kabupaten Sorong, karena selama ini kami tidak mendapat perhatian apapun dari Pemkab Raja Ampat.
Untuk diketahui bahwa Kampung Weibel ini merupakan pemekaran dari Kampung Kaliam pada tahun 2020.
Salah satu perwakilan Tokoh masyarakat Kampung Weibel, Gaspers M menyatakan kepada wartawan, lebih lanjut Gasper menjelaskan bahwa sejak kampung kami dimekarkan 2020 ini, kami tidak pernah mendapatkan bantuan apapun dari Pemda Raja Ampat.
" Kami tidak pernah dapat bantuan apapun dari Pemda Raja Ampat sejak pemekaran" ujarnya.
Sambung dia, Gesper M dan masyarakat Weibel ingin bergabung kembali ke kabupaten Induk atau Sorong.
" Alangkah baiknya kami pindah kembali ke kabupaten induk (Kabupaten Sorong). Termasuk, selama ini kami juga tidak mendapatkan pembangunan fasilitas umum" imbuhnya.
Fasilitas umum yang dimaksud, seperti pembangunan gedung sekolah (SD), Pustu (Puskesmas Pembantu) dan lainnya.
“Intinya, pembangunan fasilitas umum apapun dari Pemda Raja Ampat ke Kampung Weibel ini tidak tersentuh sama sekali,” akui Gaspers dan direspons positif dari warga yang menghadiri pada pertemuan tersebut.
Bahkan, untuk menyekolahkan sekitar kurang lebih 20 anak kami dari Kampung Weibel ini ke SD di Kampung Kalian harus menggunakan perahu dengan jarak yang cukup jauh (berjam-jam). Tentu hal ini sangat kami sesali, ungkap Gaspers dengan nada kesal.
Selain itu, kata Gaspers, beberapa hari lalu, kami dari sejumlah perwakilan sempat menemui Bupati Raja Ampat, Orideko Burdam di Waisai. Dalam pertemuan tersebut, soal tanggapan dari beliau (Bupati Raja Ampat) belum ada kepastian. Bahkan, beliau sampaikan hanya dua tahun lagi.
Bagi kami dua tahun lagi waktu yang cukup lama. “Alasan yang paling penting di sini bahwa bantuan dalam bentuk apapun dari pemerintah, baik itu dari pemerintah pusat maupun Pemda Raja Ampat pihaknya belum pernah dapat sama sekali,” ucap Gaspers.
Beliau juga menambahkan mengenai nomor register di kementerian dalam negeri untuk kamling Weibel di masa pemerintahan Gubernur Dominggus.
“Lebih aneh lagi kok, nomor register dari Kementerian Dalam Negeri untuk Kampung Weibel ini sudah ada. Sejak kita masih bergabung dengan Provinsi Papua Barat di masa pemerintahan Gubernur Dominggus Mandacan di periode pertama itu.
Nomor register Kampung Weibel adalah 05.21.008, tapi yang kami tidak habis berfikir hanya kampung kami ini yang tidak pernah mendapatkan bantuan dana desa. Sedangkan, ada beberapa kampung tetangga lainnya sudah mendapatkan dana desa itu, tambahnya.
Selain dana desa, bantuan langsung tunai (BLT) serta berbagai jenis bantuan yang dikucurkan pemerintah pusat selama ini, kami di sini hanya tahu sebatas informasi saja dan tidak satu kali pun kami terima, kesalnya.
“Jadi, dengan adanya berbagai masalah yang sangat tidak jelas itu, alangkah baiknya, kami segera pindah ke Kabupaten Sorong agar biar jelas status kami. Biar lihat kitorang dan bisa mendapat perhatian langsung dari kabupaten induk kami ini,”pintanya.
Berikutnya, kata Gaspers daripada sudah lima tahun lebih ini kondisi kami masih seperti ini terus. Mending, segera kami semua ambil langkah yang pasti untuk memperoleh kejelasan status kami untuk kembali bergabung di Distrik Salawati Selatan, Kabupaten Sorong.
Sementara itu, tokoh perempuan setempat, Marice Tepimbu dengan lantang mengatakan bahwa keberadaan kami di Kampung Weibel ini sebagai tempat untuk meminta dukungan suara, saat momen politik saja. Seperti pemilihan calon anggota legislatif dan pemilihan calon Bupati dan Wakil Bupati Raja Ampat.
Setelah momen itu selesai, maka hubungan kami akan selesai begitu saja. Tanpa ada tindak lanjut apapun program dari pemerintah, entah itu melalui anggaran dana desa (dana kampung) yang bersumber dari APBN maupun berbagai jenis bantuan apapun belum pernah tersentuh atau kami terima.
“Hal ini patut kami sangat sesali (kecewa). Jadi pada prinsipnya para pihak yang berkepentingan datang ke Kampung Weibel ini untuk meminta dukungan suara dan setelah itu hilang tak kunjung datang lagi,” beber Marice tokoh wanita yang cukup vokal kepada awak media suarakpkcyber.
Marice menambahkan, saaat kami ada 6 orang perwakilan temui Bupati Raja Ampat beberapa hari kemarin, untuk menyampaikan aspirasi seperti yang telah dijelaskan oleh sumber pertama tadi dari kami.
Bahwa rencana kami dari Kampung Weibel ini untuk kembali bergabung dengan Kabupaten Sorong di hadapan Bupati Raja Ampat. Lantas beliau (Bupati Raja Ampat) bertanya apakah masalah ini bisa? Dengan suara lantang 6 perwakilan kami ini mengatakan sangat bisa.
Usai dari pertemuan itu mereka langsung membubarkan diri.Bahkan, saking kesalnya warga 6 orang itu saat disuguhi minuman, merekapun tak meneguk sedikitpun dan langsung bergegas pulang.
Rencananya, dalam waktu dekat ini sejumlah tokoh Kampung Weibel untuk bertatap muka dengan Bupati Sorong Johny Kamuru.
Selanjutnya, mereka minta untuk difasilitasi bisa bertemu langsung dengan Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu agar segera mencarikan solusi untuk secepatnya kami pindah atau bergabung kembali dengan Kabupaten Sorong.
Acara diakhiri dengan sesi foto bersama. Kegiatan yang cukup sederhana ini mendapat sambutan positif dari sejumlah warga yang hadir untuk menyerahkan pernyataan sikap ini kepada pihak yang dianggap sangat berkompeten untuk menyelesaikan persoalan ini. (dedi)
![]() |
| Antusiasme warga dalam pasar murah |
Pasuruan,suarakpkcyber.com - Pemerintah Kabupaten Pasuruan melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) menggelar pasar murah untuk menekan kebutuhan pokok menjelang hari Natal dan tahun baru.
Pasar murah ini digelar selama dua hari yaitu tanggal 23 dan 24 Desember 2025. Bertempat di halaman Kecamatan Purwosari (23/12) sedang hari rabu (24/12) di kecamatan Nguling.
Sejak pagi warga memadati lokasi pasar murah untuk membeli berbagi kebutuhan pokok dengan harga yang jauh lebih rendah dari harga pasaran.
Selain itu Pasar murah ini didukung oleh sejumlah pihak antara lain PT Sinergi Gula Nasional, Bank Indonesia, Bulog, PT Rajawali Nusindo, PT Indofood Sukses Makmur dan organisasi perangkat daerah yang terkait.
Sementara itu Mita Kristiani, Plt Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Pasuruan, menjelaskan bahwa pasar murah ini komoditas yang dijual meliputi beras medium SPHP, beras premium Be Food, minyakita, gula medium dan premium, tepung terigu, kecap, bawang merah, bawang putih. Menurut nya seluruh barang yang dijual dibawah harga pasar.
" Yah lumayan murah harga gula medium yang biasanya Rp 15.500 sekarang dijual Rp 14.500. Kalau gula premium kita jual Rp 15 ribu, padahal normalnya Rp 17 ribu. Telur juga selisih Rp 4 ribu dari Rp 28 ribu jadi Rp 24 ribu saja," jelasnya.
Mita menegaskan bahwa antusias masyarakat sangat tinggi. Dimana semua komoditas yang disediakan, ludes terjual seluruhnya.
"Alhamdulillah, semua barang dagangan yang kami sediakan, habis terjual. Tidak ada yang tersisa," tegasnya.
Selain menekan harga pasar bahwa tujuan diadakan pasar murah ini untuk membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan bahan pokok masyarakat agar dapat terjangkau menjelang nataru. (Usj)
![]() |
| Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pasuruan bersama Narasumber Dr.Umi Dayanti |
Pasuruan,suarakpkcyber.com - Dharma Wanita Persatuan(DWP) Dinas Pendidikan Kabupaten Pasuruan peringati puncak Hari Ulang Tahun ke-26 tahun dan juga memperingati peringatan Hari Ibu Nasional yang bertajuk " Peran Strategis Dharma Wanita Persatuan Dalam Pendidikan Anak bangsa Untuk Indonesia Emas 2045" dengan tagline DWP Mengajar : Mendidik dengan hati, Menginspirasi Negeri, Selasa (22/12/2025) di GOR Sasana Krida Komplek Perkantoran Raci.
Ulfa Ketua Dharma wanita unsur pelaksana Dinas Pendidikan Kabupaten Pasuruan, menyatakan bahwa tema tersebut mendorong anggota DWP untuk terlibat langsung dalam kegiatan edukasi, literasi, serta pembentukan karakter anak di lingkungan Pendidikan melalui pendekatan yang humanis dan inspiratif.
" Program ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi pengembangan potensi anak anak bangsa, menuju Indonesia emas 2045" ujarnya Ulfa.
![]() |
| Suasana Kemeriahan dalam Peringatan HUT DWP ke-26 sekaligus Hari Ibu |
Sedangkan rasa bangga dan terimakasih yang diungkapkan oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pasuruan Tri Kristi Astuti atas terselenggaranya kegiatan tersebut dengan meriah.
Selain itu dalam kegiatan HUT DWP Ke-26 tahun juga mengundang narasumber yang sangat inspiratif yakni Dr. Umi Dayanti selaku motivator dari Universitas Negeri Malang.
" Bangga dan terharu kepada pengurus DWP Kabupaten Pasuruan dan ucapan terimakasih atas terselenggaranya acara ini yang begitu meriah, dengan menghadirkan motivator Prof, DR Umi Dayati dari Universitas Negeri Malang " ungkap Tri Kristi.
Selain itu Dengan adanya kolaborasi yang kompak antara anggota dan pengurus DWP kegiatan seminar tersebut berjalan dengan lancar dan tanpa adanya hambatan.
" Dengan kolaborasi antara anggota dan pengurus DWP ini bisa terselenggara acara ini dengan sukses tanpa kendala" Ujarnya.
Beliau juga menambahkan bahwa peringatan HUT DWP dan Peringatan Hari Ibu bukan hanya sekedar seremoni tahunan melainkan momentum refleksi dan penguatan peran kita semua sebagai bagian penting dalam pembangunan bangsa.
" Sebab peran perempuan atau peran Ibu dalam keluarga sangat penting untuk memastikan setiap tumbuh kembangnya anak dipastikan tumbuh sesuai potensinya" imbuhnya.
Beliau juga berpesan bahwa bahwa masa depan Indonesia tidak hanya ditentukan oleh kebijakan dan teknologi, tetapi juga oleh kekuatan keluarga, karakter generasi dan ketangguhan perempuan untuk mewujudkan generasi yang bermartabat dan sukses.
" Setiap anak harus tumbuh dalam keluarga yang memberi Asih, Asuh dan Asah yang baik " tutupnya.
Momentum peringatan HUT DWP ke-26 dan juga momen Hari Ibu sebagai refleksi bagi para pendidik di lingkup Dinas Pendidikan untuk saling asah dan asuh membentuk karakter anak bangsa untuk persiapan Indonesia Emas di tahun 2045. (Usj)
Pasuruan, suarakpkcyber.com - Hujan Deras membaut Tanggul Penahan Jalan (TPT) tepatnya di jalan Betro-Wonosunyo Ambrol cukup parah hingga sepanjang 10 meter. TPT tersebut kini di benahi oleh Dinas Bina Marga dan Bina Kontruksi Kabupaten Pasuruan, untuk perbaikan bangunan yang rusak di tangani oleh Pemdes setempat mulai Senin (22/12/2025).
Saat dikonfirmasi Media suarakpkcyber Kepala Desa Wonosunyo M. Saleh yang menuturkan bahwa perbaikan TPT perlu penanganan secara cepat dan segera karena badan jalan Betro-Wonosunyo mengalami penyempitan.
Hal tersebut sangatlah mengganggu aktifitas warga dan kelancaran moda transpotasi karena jalan tersebut merupakan jalan utama.
"Kemarin kita kordinasi dengan Kapala Dusun dan tokoh masyarakat untuk segera di benahi biar kerusakan tak semakin lebar , Alhamdulillah sekarang sudah di benahi" jelasnya Kades Wonosunyo.
M. Saleh pun menambahkan bahwa kebetulan di Desa Wonosunyo sedang ada pembangunan jalan hotmix juga, pihaknya berkordinasi dengan pemborong apakah kerusakan bangunan plesengan tersebut bisa di tangani pihak pemborong atau tidak karena titik yang rusak ada di satu jalur jalan yang di hotmix
"Rencana akan di bangun secara swadaya, tapi ternyata bisa di tangani oleh pemborong" tambahnya.
Dari pantauan di lokasi dan juga keterangan pekerja, plengsengan yang ambrol di tangani oleh pihak kontraktor rencananya panjang yang akan di benahi adalah 10 meter, tapi untuk sementara yang di bangun 4 meter dengan ketinggian 1,8 dulu agar mobilitas material dan pengerjaan hotmix bisa lancar. (Usj)
![]() |
| Pembukaan Acara Khitan Gratis dengan Tajuk Khitan Bahagia Inisiasi Pemkab Pasuruan bersama HPPEI |
Pasuruan,suarakpkcyber.com - Senyum bahagia yang terukir bagi anak yatim dan dhuafa, sebanyak 200 anak mengikuti khitan massal yang bertajuk "Khitan bahagia" diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Pasuruan melalui Dinas Sosial bersama HPPEI (Himpunan Pesunat Plasma Energi Indonesia) yang disponsori oleh Bank BRI dan PLN Indonesia Power dalam rangka peringatan Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN) 2025.
Kegiatan tersebut dimulai pukul 07.00 wib dengan antusias 200 anak yatim dhuafa beserta family memadati Pendopo Bupati Nyawiji Ngesti Wenganing Gusti Pasuruan, Minggu (21/12/2025).
![]() |
| Ketua HPPEI Jawa Timur saat diwawancari awak media |
Dalam Sambutannya Ketua Himpunan Pesunat Plasma Energi Indonesia (HPPEI) Jawa Timur, Dr. Aris Wahyudi Santoso menyatakan bahwa keterlibatan HPPEI merupakan komitmen organisasi sosial para dokter dan Pesunat yang bertujuan untuk membantu mereka yang membutuhkan khitan, seperti anak yatim dan dhuafa.
" Organisasi HPPEI ini bertujuan membantu masyarakat yang kurang mampu untuk dikhitan secara gratis" ungkapnya
HPPEI sebagai organisasi tingkat provinsi kini hadir untuk meringankan beban masyarakat yang tidak mampu, dengan waktu dekat HPPEI akan membentuk Kepengurusan organisasi di tingkat Kabupaten untuk menjangkau wilayah masing-masing di setiap kabupaten atau kota.
" HPPEI ini keorganisasian nya masih berada di tingkat Jawa Timur dan dalam waktu dekat akan di bentuk pada tingkat Kabupaten dan Kota" tegas dr. Aris.
![]() |
| Wakil Bupati Pasuruan Shobih Asrori bersama ketua HPPEI meninjau langsung jalannya Khitan Bahagia |
Sementara Wakil Bupati Pasuruan, Shobi Asrori atau akrab dipanggil Gus Shobih dalam sambutannya mengatakan bahwa khitan bahagia ini merupakan wujud kepedulian Pemerintah Daerah terhadap anak anak yang kurang mampu, meringankan beban masyarakat, menurutnya khitan adalah memiliki nilai kesehatan sekaligus mempunyai nilai ibadah.
" Acara khitan ini menjadi bentuk solidaritas sosial Pemerintah memastikan anak anak yatim dan dhuafa memperoleh layanan kesehatan yang baik , aman, dan nyaman" ujar Gus Shobih.
Beliau juga menyampaikan terimakasih dan menegaskan penting nya kolaborasi lintas sektoral antara Pemerintah dan Pihak Swasta untuk ikut mendukung kegiatan sosial, peran dunia usaha dan perbankan dinilai sangat membantu kelancaran pelaksanaan program.
" Kami juga mengucapkan terimakasih kepada HPPEI yang telah banyak membantu acara khitan ini, juga sinergi antar Pemerintah dan swasta dan masyarakat harus terus diperkuat, agar kegiatan sosial seperti ini dapat berkelanjutan dan menjangkau bagi masyarakat yang menerima manfaat" tegasnya.
Diwaktu yang sama Fathurrahman Plt Kepala Dinas Sosial Kabupaten Pasuruan, memastikan bahwa seluruh peserta mendapatkan penanganan layanan medis yang sesuai standar, peserta juga mendapatkan sertifikat dan pendampingan , mendapatkan paket sembako, uang saku.
" Dan seluruh proses khitan dilakukan oleh tenaga medis yang profesional dengan prosedur kesehatan yang sesuai standar" ujar Fatkhur.
Dengan adanya Khitan Massal Gratis dapat meringankan beban anak yatim dan dhuafa sebagai bentuk kepedulian pemerintah kabupaten Pasuruan terhadap anak-anak yang membutuhkan. (Usj)
Pasuruan,suarakpkcyber.com - Ribuan warga dari 10 Desa di Kecamatan Lekok dan Ngulung, Kabupaten Pasuruan mengelar aksi Istighosah kubro dilapangan Arepas Semongkrong, Desa Pasinan, Jumat (19/12/2025).
Dalam aksi Istighosah mereka memohon pertolongan kepada Alloh dan berdoa untuk mengetuk hati Presiden RI, Prabowo Subianto untuk mengembalikan hak atas tanah yang disengketakan dengan TNI AL.
Aksi Istighosah yang dipimpin oleh KH Imron Ketua PCNU Kota Pasuruan, dan dihadiri oleh Kepala Desa yang terdampak dan Ribuan warga Desa dengan membawa puluhan spanduk bertuliskan "Pak Prabowo Kembalikan Tanah Rakyat" Dan "ini Tanah Milik Pribumi, Bukan Milik TNI AL" Spanduk berkibar dilokasi.
Sementara Eko Mantan Kades Sumberanyar, mengkritisi bahwa TNI AL yang dianggap tidak memiliki dasar hukum yang kuat.
" Sertifikat hak pakai TNI AL itu patut diduga mal administrasi" ujarnya.
Surat terbuka untuk Presiden Prabowo, mengungkap penderitaan warga, administrasi terhambat, pembangunan dilarang, aktivitas sehari-hari dikriminalisasi, kami hidup tidak normal selama puluhan tahun, yang di baca oleh salah satu warga.
KH Imron meminta kepada Bupati dan Forkopimda untuk memfasilitasi dialog dan TNI menjalankan tugasnya sebagai pelindung masyarakat, aksi ini ditutup dengan isak tangis warga.
Pak Presiden, tolong kembalikan tanah kami... kembalikan hak anak cucu kami,"Warga berharap Presiden Prabowo memberikan kebijakan diskresi yang mengedepankan kemanusiaan. (Usj)
Pasuruan,suarakpkcyber.com -Pemerintah Kabupaten Pasuruan membagikan sebanyak 100 unit becak listrik bantuan dari Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Pembagian becak listrik tersebut diserahkan langsung oleh Bupati Pasuruan, Rusdi Sutejo, dan dilaksanakan di Raci Gedung Bupati Pasuruan Lantai 2, Mpuk Sendok, pada Selasa (16/12/2025).
Becak listrik ini merupakan bagian dari program Presiden Prabowo Subianto dengan tujuan membantu para tukang becak, khususnya yang sudah lanjut usia, agar tetap dapat bekerja dan memenuhi kebutuhan sehari-hari. Program ini diharapkan mampu menjaga stabilitas ekonomi masyarakat kelas bawah serta meningkatkan kesejahteraan mereka.
Bupati Pasuruan, Rusdi Sutejo, menjelaskan bahwa program becak listrik ini adalah bentuk perhatian pemerintah pusat terhadap masyarakat kecil.
“Program becak listrik ini merupakan program dari Bapak Presiden Prabowo Subianto untuk membantu masyarakat kecil, khususnya tukang becak, agar perekonomiannya meningkat dan memperoleh penghasilan yang memadai,” ujar Rusdi.
Rusdi juga berpesan kepada seluruh penerima becak listrik agar menjaga dan merawat bantuan tersebut dengan baik. Becak listrik ini memiliki banyak keunggulan, di antaranya ramah lingkungan, lebih ringan digunakan, dan tidak menggunakan bahan bakar.
" Saya berharap becak ini dirawat dengan baik agar bisa dimanfaatkan dalam jangka panjang,” jelasnya.
Salah satu penerima becak listrik mengaku sangat bersyukur atas bantuan yang diterimanya.
“Alhamdulillah, kami sangat berterima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto dan Bapak Bupati Pasuruan. Becak listrik ini sangat membantu kami, terutama karena usia kami sudah tidak muda lagi. Sekarang bekerja jadi lebih ringan dan penghasilan bisa lebih baik,” ungkap salah satu tukang becak penerima bantuan.
Dengan adanya bantuan becak listrik ini, Pemerintah Kabupaten Pasuruan berharap para tukang becak dapat terus bekerja dengan lebih nyaman dan produktif, sehingga kesejahteraan masyarakat kecil di Kabupaten Pasuruan semakin meningkat. (Usj)
Pasuruan, suarakpkcyber.com - Maraknya Kabel Optik milik telepon seluler yang berseliweran di jalan dan semrawut membuat Komisi 1 dan 3 DPRD Kabupaten Pasuruan memanggil Beberapa OPD dan beberapa provider terkait, Senin (15/12/2025).
Rapat dihadiri ketua komisi 1 Rudi Hartono dan Bambang serta ketua komisi 3 Danial dan Abah Jumain serta provider dan satpol PP, Diskominfo, dinas perijinan serta dinas Bina Marga.
Yang jadi sorotan adalah banyaknya tiang tidak berijin yang di tancapkan dijalan milik pemerintah daerah ataupun jalan desa serta banyak nya kabel yang tidak beraturan. Hal ini dapat membahayakan penduduk seperti didaerah lain, yang tersangkut kabel putus hingga mengalami kecelakaan.
Disamping itu dibeberapa tempat, kabel-kabel tersebut ditancapkan di tiang beton milik PLN maupun tiang PJU milik pemerintah daerah tanpa ijin.
Rudi Hartono menanggapi persoalan ini. Beliau berharap adanya intropeksi dari beberapa provider akan semrawutnya kabel-kabel yang ada dijalan.
" Pemerintah daerah akan mengadakan sosialisasi bahwa yang telah mereka lakukan salah" ujarnya.
Rudi juga menambahkan Pemerintah Daerah akan bertindak tegas untuk provider yang bandel.
"Kalau tetap membandel saya akan meminta satpol PP untuk mensweping dan langsung memutus kabelnya" tambah Rudi.
Yusuf Danial menambahkan tiang-tiang kabel juga memakan bahu jalan juga harus ditertibkan
"itu juga tiang-tiang kabel yang memakan bahu jalan juga harus ditertibkan , jangan sampai disaat ada pelebaran jalan terkendala tiang kabel " tuturnya.
Salah satu provider Lambanet menyampaikan bahwa mereka meminta waktu untuk membenahi diri agar tidak diputus terlebih dahulu.
"kalau saat ini aturan bahwa kalau ada jaringan kabel optik milik provider yang menempel di tiang milik Pemda akan diputus, terus terang kami keberatan. Berilah kami waktu untuk berbenah diri , karena biayanya sangat mahal" tutur nya
Dalam penutup kegiatan Rudi Hartono menambahkan bahwa kehadiran provider bersama kepala OPD terkait agar Pemerintah Daerah mengetahui permasalahan yang dihadapi setiap provider
" Kehadiran anda disini agar kita tahu apa sih permasalahan provider yang membuat begitu banyaknya tiang tiang kabel,disisi lain banyak kabel yang berseliweran yang tidak tertata. Dan untuk kedepannya akan kita persiapkan regulasi nya" tutupnya.
Rudi juga berpesan kepada para provider agar jangan sampai kabupaten Pasuruan ini menjadi hutan tiang kabel jaringan optik yang semrawut.
Kepala Dinas Perizinan dan Penanaman Modal Kabupaten Pasuruan, Ridwan Haris, mengungkapkan belum adanya regulasi menjadi kendala utama. (Usj)
Kudus, suarakpkcyber.com - Kepedulian masyarakat kembali mengalir untuk membantu para korban bencana alam di Sumatra.Laznas BMH,AVOKA,Karang Taruna Kec Kota ,komunitas Reptil ,WG Sanindo Bersama Santri SMP SMK Lukman Al Hakim Kudus , menggelar aksi penggalangan donasi kemanusiaan yang berlangsung di Acara Car Free Day Alun Alun Simpang Tujuh Kudus .
Dalam aksi tersebut, bantuan kemanusiaan terkumpul dari para pengunjung Car Free Day di Alun Alun Simpang Tujuh Kudus.
Seluruh bantuan rencananya akan dikirimkan ke wilayah terdampak bencana di Sumatra melalui Laznas BMH.
Kordinator ULZ BMH Kudus , Eko Kusniyanto yang akrab disapa Eko, mengatakan bahwa aksi ini lahir dari semangat solidaritas para anggota komunitas dan relawan,nanti kita dari kudus juga akan menunjuk relawan TIM SAR serta mengawal bantuan untuk sampai ke sumatra melalui jalan darat.
“Ini benar-benar gerakan sosial dari teman-teman. Begitu mendengar bencana di Sumatra, mereka langsung tergerak menggalang donasi . Kepedulian tidak harus menunggu besar atau jauh, melalui komunitas pun bantuan bisa disalurkan dengan cepat,” jelas Ahmad Muhlisin Perwakilan dari AVOKA.
Ia menambahkan, kekuatan utama dari gerakan ini terletak pada semangat gotong royong masyarakat.
“Alhamdulillah, dalam sekali aksi respon masyarakat sangat luar biasa. Ini bukti bahwa rasa kemanusiaan kita masih sangat kuat,” imbuhnya.
Apresiasi juga disampaikan oleh Perwakilan Karang Taruna Kota ,Mas Eddy yang menilai gerakan sosial ini sebagai contoh kepedulian masyarakat yang tumbuh dari inisiatif mandiri.
“Saya sangat mengapresiasi kepedulian teman-teman .Dengan semangat kolaborasi, penggalangan dana ini berjalan lancar dan sukses walaupun beberapa kali di guyur Hujan. Semoga bantuan ini membawa manfaat besar bagi saudara-saudara kita di daerah terdampak bencana,” ujarnya.
Aksi kemanusiaan ini menjadi bukti bahwa sinergi antara komunitas , relawan , dan masyarakat mampu memberikan dampak nyata bagi penanganan bencana. Para voluntair berharap semangat solidaritas dan kepedulian sosial ini terus tumbuh sebagai budaya bersama setiap kali musibah melanda berbagai daerah di Indonesia. (Fauzi)
Pasuruan, suarakpkcyber.com - Bupati Kabupaten Pasuruan Rusdi Sutejo memimpin apel kesiapsiagaan bencana. Bupati mengajak seluruh elemen masyarakat agar bersama-sama melakukan pencegahan bencana hidrometeorologi seperti bencana tanah longsor, banjir dan angin puting beliung.
Apel kesiapsiagaan bencana dan gelar peralatan 2025 yang dilaksanakan di halaman Gedung Kantor Bupati Pasuruan, Senin (15/12/2025).
Rusdi Sutejo, Bupati Kabupaten Pasuruan menegaskan bahwa penanganan bencana merupakan tanggung jawab kita bersama, kerena itu dibutuhkan sinergi, kolaborasi, keperdulian sosial yang sangat tinggi untuk mewujudkan penanggulangan bencana yang lebih sigap dan berkualitas.
" Semoga Kabupaten Pasuruan dijauhkan dari ancaman bencana, kita harus melakukan pencegahan bencana dengan merawat alam terutama di daerah dataran tinggi yang rawan longsor dan terus digalakkan penanaman pohon atau reboisasi, guna mencegah bencana" tegas Bupati.
Rusdi, juga menghimbau kepada seluruh Kepala perangkat daerah yang berwenang khususnya Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan agar segera melakukan upaya upaya untuk mengurangi resiko bencana, seperti kegiatan normalisasi dan pembersihan sungai, gorong-gorong, irigasi dan pemaprasan dahan pohon dan menyiapkan rambu rambu petunjuk evakuasi bencana.
" Saya selalu menekankan dalam penanganan bencana Kalaksa BPBD kita harus punya upaya penanggulangan bencana dengan kemungkinan terburuk tapi dengan harapan terbaik, kita harus siap bahu membahu dalam penanganan bencana" himbaunya.
Sementara Kalaksa BPBD Kabupaten Pasuruan, Sugeng Hariyadi mengatakan Kami selalu mengikuti petunjuk dan arahan dari Bapak Bupati tentang penanganan bencana dan perawatan alat alat kebencanaan dan selalu sigap dalam penanganan bencana, sebab bencana tidak dapat kita prediksi, kita tidak tau kapan dan dimana bencana itu terjadi.
"Kami selaku Kalaksa BPBD mengucapkan terimakasih atas kekompakan dalam penanggulangan bencana selama ini, baik dalam penanganan bencana alam maupun pencegahan pandemi DBD" ujarnya. (Usj)
Pasuruan, suarakpkcyber.com - Ribuan Jamaah memadati jalan Nasional tepatnya kelurahan Karangjati Kecamatan Pandaan kabupaten Pasuruan pada Minggu pagi (14/12/2025).
Jamaah tersebut dari berbagai kabupaten maupun kota seperti Sidoarjo, Mojokerto, Malang serta warga sekitar Pasuruan. Kedatangan mereka tak lain untuk menggelar doa bersama melalui lantunan gebyar sholawat dan Dzikrul Ghofilin.
Kegiatan Dzikrul Ghofilin baru pertama kali digelar oleh Pemkab Pasuruan bersama panitia CFD Pandaan dan di dukung penuh oleh ketua DPRD Syamsul Hidayat, anggota Dewan serta jajaran Forkopimcam Kecamatan Pandaan.
Kegiatan tersebut bertujuan sebagai doa menjelang akhir tahun dan mendoakan Kabupaten Pasuruan agar selamat dan dijauhkan dari segala bencana dan mara bahaya lainnya.
Pantauan media suarakpkcyber ribuan jamaah nampak khusyuk dan tertib dalam melantunkan sholawat dan dzikir bersama yang dipimpin langsung oleh KH. Sholeh Bahrudin pengasuh pondok pesantren Ngalah dan terkenal karena pluralisme dan multikulturalismenya dalam merangkul semua agama di Pasuruan khususnya.
Dikesempatan yang sama Camat Pandaan Timbul Wijoyo yang dikonfirmasi usia acara ia mengatakan kegiatan gebyar sholawat dan dzikrul ghofilin berjalan dengan lancar dan sukses kegiatan di penghujung akhir tahun bertujuan untuk bermunajat kepada yang maha kuasa doa
" Doa bersama menjelang akhir tahun semoga kabupaten Pasuruan dan khususnya kecamatan pandaan diberikan kesehatan, keselamatan, selamet dunia akhirat dan di beri kecukupan rejeki " pungkasnya.
Beliau juga berharap kegiatan positif tersebut dapat menjadi agenda rutin setiap tahunnya untuk agar masyarakat dapat bersholawat bersama untuk keselamatan Kabupaten Pasuruan khususnya. (Usj/ndah)
Kota Pasuruan, suarakpkcyber.com - Pemerintah Kota Pasuruan melalui Dinas Sosial menggelar peringatan Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional ( HKSN). Kegiatan tersebut berlangsung di halaman Gedung Harmoni kota Pasuruan sebagai Puncak HKSN 2025.
Puncak HKSN yang diisi dengan berbagai kegiatan yaitu jalan santai, bazar UMKM, serta hiburan Pilar Sosial, dan berbagai door price lainnya. Tidak hanya itu puncak HKSN juga diwarnai dengan lomba Mewarnai dan Pemeriksaan Kesehatan gigi dan mulut bagi Penyandang Disabilitas, Minggu (14/12/2025) pagi.
Kegiatan Puncak HKSN ini terasa sangat istimewa dengan kehadiran peserta dari Sekolah Rakyat Kota Pasuruan sebagai wajah baru yang mewarnai puncak HKSN tahun ini.
Kepala Dinas Sosial Kota Pasuruan, Kokoh Arie Hidayat mengatakan bahwa momen perayaan HKSN ini bertujuan mempererat kolaborasi dan meningkatkan jiwa kesetiakawanan sosial untuk mendukung kesejahteraan sosial.
" Tujuan HKSN ini selain mempererat silaturrahmi juga bertujuan untuk meningkatkan kesetiakawanan terhadap sesama" ujarnya.
Kokoh Arie juga menambahkan adanya keterbatasan anggaran dalam penyelenggaraan HKSN ini. Kegiatan ini disupport dari beberapa sponsor utama diantaranya Bank Jatim, Jago Elektronik dls, sehingga acara ini berjalan begitu meriahnya dengan doorprize bagi yang beruntung.
"Meski anggaran terbatas kita adakan acara ini dengan dukungan sponsor diantaranya dari Bank jatim, Jago elektronik untuk memberikan hadiah doorprize, sehingga acara ini berjalan lancar dan meriah" tambahnya.
Sementara itu dalam sambutannya Walikota Pasuruan Adhi Wibowo, berterimakasih kepada kepala Dinas Sosial atas terselenggaranya acara ini dengan luar biasa meriah, ia berharap kegiatan ini dapat terus berjalan di tahun-tahun selanjutnya.
" Semoga dimomentum ini bisa berjalan di tahun tahun mendatang" ujar Walikota Pasuruan.
HKSN 2025 ini sebagai wujud untuk mencerminkan kekuatan sosial dan moral bangsa. Kesetiakawanan tidak hanya berbagai materi tetapi juga merupakan kepekaan terhadap penderitaan sesama
" Semoga HKSN ini sebagai cerminan dalam menumbuhkan empati dan menumbuhkan kepedulian terhadap kelompok rentan serta komitmen menjaga harmoni sosial dan nilai nilai yang penting dalam membangun masyarakat yang inklusif dan berkeadilan" tutup Adhi Wibowo.
Kota Pasuruan, suarakpkcyber.com - Pemerintah Kota Pasuruan menyatakan komitmennya dalam pembangunan inklusif untuk memperingati Hari Disabilitas Internasional (HDI) tahun 2025.
Pemerintah Kota Pasuruan menekankan pembangunan kota harus memberikan ruang bagi penyandang disabilitas agar dapat berpartisipasi dan memperoleh kehidupan yang sejahtera, Sabtu (13/12/2025) bertempat di Hutan Kota Pasuruan.
Adhi Wibowo Walikota Pasuruan menegaskan bahwa pembangunan berkeadilan bukan menyamaratakan perlakuan melainkan menyesuaikan pembangunan dengan kebutuhan masyarakat khususnya para penyandang Disabilitas.
" Inilah esensi pembangunan inklusif yang terus kami dorong di Kota Pasuruan" Tegas Walikota Adhi Wibowo.
Menurutnya penyandang disabilitas bukan obyek bantuan saja, tetapi subyek pembangunan yang memiliki potensi dan karya.
" Pemerintah berkewajiban memfasilitasi agar kemampuannya bisa berkembang dan memberi kontribusi bagi pemerintah" tambahnya.
Momen ini mengingatkan kita bahwa pembangunan harus berpusat pada manusia dan dapat dirasakan oleh semua warga tanpa memandang fisik, pangkat, kedudukan, maupun gender.
Dikesempatan yang sama Kepala Dinas Sosial Kota Pasuruan, Kokoh Arie Hidayat mengatakan berterima kasih atas kehadirannya, kami sangat bangga dengan antusiasme warga yang melampaui target panitia khusus nya lomba mewarnai, target 300 anak yang ikut mencapai 360 peserta.
Ini menandakan bahwa rangkaian HDI 2025 sangat meriah yang didalam kegiatan ini banyak hal yang positif diantaranya pemeriksaan kesehatan gigi dan mulut bagi penyandang disabilitas pada tanggal 2, 3 dan 5 Desember 2025 dengan total 111 peserta.
" Kami ingin perhatian pemerintah tidak sekedar seremonial saja, tetapi harus menyentuh aspek disamping kesehatan dan kesejahteraannya" ungkap Kepala Dinsos. (Usj/Red)