Tag Label

Kepolisian (3869) daerah (1091) Pemerintahan (579) Jurnalistik (470) Demontrasi (84) Lintas Opini (75) DPRD (74) Desa (62) RSUD (47) Iklan (38) Kebakaran (34) KPU (30) Mahasiswa (11) DPRD kota pasuruan (8) PDAM (5) Desperindag (4) DPR RI (2)
Tampilkan postingan dengan label daerah. Tampilkan semua postingan

Gledekan Bearing Gelar Event Perdananya, Sempat Berhenti Sementara Untuk Evaluasi

 

Wakil Bupati Pasuruan Shobih Asrori mencoba menaiki Gledekan untuk membuka event Gledekan Barier

‎Pasuruan, suarakpkcyber.com - Sempat dihentikan sementara Gledekan di Prigen kini mengadakan event perdana Gledekan Bearing khususnya untuk warga Kabupaten Pasuruan. Insiden kecelakaan yang di alami salah satu peserta gledekan beberapa waktu lalu, Komunitas GledekanGankz tak patah asa untuk bisa menyalurkan hobi para peserta atau pegiat Gledekan Bearing.

‎Dengan semangat dan segala upaya dari Punggawa-punggawa Komunitas GledekanGankz melakukan evaluasi untuk peningkatan Regulasi dan SOP keselamatan peserta.

‎Terkini, GledekanGankz sukses menggelar Event perdana di Sirkuit Lapaloma, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan pada hari ini, Minggu (26/07/2026).



‎Event ini sukses melewati proses panjang,  pertemuan pengurus Komunitas GledekanGank bersama Camat, Lurah dan Kepolisian beberapa waktu yang lalu, menyepakati peningkatan Regulasi dan SOP keselamatan peserta, yang mencakup kewajiban penggunaan alat pelindung diri lengkap, kepatuhan pada arahan marshal, serta larangan manuver berbahaya.

‎Peningkatan Regulasi dan SOP ini ditekankan oleh komunitas GledekanGankz untuk para peserta dan penonton di sepanjang lintasan sirkuit gledekan.

‎Wakil Bupati Pasuruan, Gus Shobih Asrori dengan antusias hadir di event perdana GledekanGankz di Sirkuit Lapaloma pukul 04.52 Wib, untuk menyaksikan langsung aksi para pegiat gledekan bearing memacu adrenalin dan adu skill mengendalikan gledekan.

‎Di tengah para peserta gledekan Wakil Bupati Pasuruan Shobih Asrori atau dikenal dengan Gus Shobih menyampaikan kekagumannya terhadap keahlian para peserta Gledekan Bearing.

" Setelah mengamati, dan menyaksikan, Saya sangat kagum melihat keahlian peserta mengendalikan gledekan masing-masing, terutama peserta anak-anak" ujarnya.

Selain itu Gus Shobih berpesan serta menghimbau kepada para peserta untuk memperhatikan savety dengan menaati Regulasi SOP keselamatan guna mengurangi resiko. 

‎"Alhamdulillah Gledekan yang asal-mulanya dulu terbuat dari kayu dan digunakan penduduk untuk angkutan rumput atau panen dari dataran tinggi ke dataran rendah kini dilestarikan dan dimodifikasi ekstrem oleh Komunitas GledekanGankz menjadi salah satu kegiatan masyarakat yang bisa dikategorikan sebagai olahraga ekstrem sekaligus wisata Prigen yang membanggakan Kabupaten Pasuruan," kesan Gus Shobih

‎Lanjut Gus Shobih, memberikan penjelasan asal muasal perjalanan awal Gledekan Bearing yang menjadi daya tarik bagi wisatawan lokal kabupaten Pasuruan.

"Perjalanan awal sejak adanya Gledekan Bearing (GledekanGankz) hingga saat ini ramai menjadi daya tarik bisa dicatat dan dibuat buku yang bisa dipublikasikan sebagai salah satu icon wisata Prigen" ujarnya.

Beliau juga berharap olahraga ekstrem ini dapat semakin maju dan berkembang agar dapat menjadi lebih baik lagi.

‎"Saya sangat bangga dan berharap kreatifitas GledekanGankz kedepannya bisa semakin maju berkembang," pungkas Gus Shobih

‎Turut menyaksikan giat masyarakat Palembon bersama Gus Shobih, diantaranya nampak Perwakilan Dinas Pariwisata Kabupaten Pasuruan, Forkopimcam Prigen yakni Ifan Gunardi selaku Camat, Kapolsek Prigen atau yang mewakili, Danramil Prigen atau yang mewakili. (Usj/red)

Dir Intelkam Berharap Noken Center Bisa Memperkuat Nilai Leluhur Budaya Papua.

 

Dir Intelkam saat mebgikuti Acara Rapat Kerja Lembaga Pengenbangan Noken Center Provinsi Papua Barat Daya

Aimas, suarakpkcyber.com  - Polda Papua Barat Daya terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga stabilitas keamanan melalui pendekatan edukatif dan kolaboratif bersama berbagai elemen masyarakat. Komitmen tersebut diwujudkan dalam Pelantikan dan Rapat Kerja Lembaga Pengembangan Noken Center Provinsi Papua Barat Daya Tahun 2026 yang menghadirkan Direktur Intelkam Polda Papua Barat Daya, Kombes Pol. Angling Guntoro, S.I.K., sebagai narasumber utama, Saptu (25/07).


Dalam pemaparannya, Kombes Pol. Angling Guntoro menegaskan bahwa penguatan nilai-nilai Pancasila merupakan langkah strategis untuk menjaga persatuan bangsa di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi. Menurutnya, ancaman hoaks, ujaran kebencian, hingga penyebaran paham radikalisme harus dihadapi melalui peningkatan literasi digital, kesadaran hukum, dan keterlibatan aktif seluruh komponen masyarakat.


Polda Papua Barat Daya mengajak masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi serta senantiasa mengedepankan budaya dialog, toleransi, dan semangat gotong royong. Langkah preventif tersebut dinilai penting untuk menjaga ruang digital tetap sehat sekaligus memperkuat ketahanan masyarakat dalam menghadapi berbagai bentuk disinformasi yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban.


Sinergi dengan Lembaga Pengembangan Noken Center menjadi bukti bahwa pelestarian budaya Papua memiliki peran penting dalam memperkuat identitas kebangsaan. Nilai-nilai luhur budaya lokal yang diwariskan secara turun-temurun dinilai sejalan dengan semangat Pancasila dalam membangun persatuan, keharmonisan, dan kehidupan masyarakat yang damai.


Melalui kegiatan ini, Polda Papua Barat Daya menegaskan bahwa menjaga keamanan tidak hanya dilakukan melalui penegakan hukum, tetapi juga melalui pembinaan, edukasi, serta kemitraan yang kuat dengan tokoh adat, akademisi, organisasi masyarakat, dan generasi muda. Pendekatan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kepercayaan publik sekaligus memperkuat partisipasi masyarakat dalam menjaga situasi kamtibmas.


Dengan kolaborasi yang semakin erat bersama Lembaga Pengembangan Noken Center dan seluruh elemen masyarakat, Polda Papua Barat Daya optimistis stabilitas kamtibmas akan tetap terpelihara. Sinergi ini diharapkan menjadi fondasi yang kokoh dalam mewujudkan Papua Barat Daya yang aman, damai, harmonis, serta mendukung percepatan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.(dedi)

DKP3 Kabupaten Pasuruan Bidang Peternakan Gelar Pelatihan Pengolahan Hasil Peternakan, Dorong Pencegahan Stunting dan Penguatan Ekonomi Keluarga

Pasuruan,suarakpkcyber.com, – Pemerintah Kabupaten Pasuruan melalui Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) menggelar Pelatihan Pengolahan Hasil Peternakan sebagai bagian dari upaya mempercepat penurunan angka stunting pada anak sekaligus meningkatkan perekonomian keluarga.

Kegiatan yang dikemas dalam program Gelar Pangan Menu Tinggi Protein tersebut berlangsung di Balai Desa Masangan, Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan, Jumat (24/7/2026). Peserta kegiatan terdiri dari ibu-ibu PKK, kader Posyandu, serta kelompok UMKM perempuan di Desa Masangan.

Pelatihan ini bertujuan memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya konsumsi protein hewani bagi tumbuh kembang anak, sekaligus membekali peserta dengan keterampilan mengolah hasil peternakan menjadi produk bernilai gizi tinggi dan memiliki nilai ekonomi.

Ketua TP PKK Kabupaten Pasuruan, Mella Rusdi, mengatakan bahwa stunting bukan hanya disebabkan kurangnya jumlah makanan, tetapi juga kurangnya asupan protein hewani yang berkualitas.

“Melalui pelatihan ini, kami ingin mengubah pola pikir masyarakat. Hasil peternakan tidak hanya dijual dalam bentuk mentah, tetapi dapat diolah menjadi produk pangan bergizi dengan nilai jual yang lebih tinggi,” ujarnya.

Menurut Mella, selain mampu memenuhi kebutuhan gizi keluarga, pengolahan hasil peternakan juga dapat menjadi peluang usaha rumahan yang mampu meningkatkan pendapatan keluarga.

“Anak-anak kita bisa memperoleh asupan menu tinggi protein untuk mencegah stunting sejak dari rumah. Di sisi lain, ibu-ibu juga memiliki kesempatan membuka usaha kecil berbasis olahan hasil peternakan sehingga ekonomi keluarga ikut meningkat,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kabupaten Pasuruan, drh. Ainur Alfiyah, menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen memberikan pendampingan secara berkelanjutan kepada masyarakat dalam pengelolaan pangan bergizi.

“Kami akan terus mendampingi masyarakat agar memahami pentingnya makanan sehat serta cara mengolahnya dengan baik, sehingga hasil olahannya lebih menarik, lezat, dan disukai anak-anak,” jelasnya.

Ia menjelaskan, dalam pelatihan tersebut peserta diajarkan berbagai teknik pengolahan hasil peternakan. Daging dapat diolah menjadi bakso, sosis, abon, nugget, hingga kornet. Sementara susu dapat diolah menjadi minuman aneka rasa, keju, mentega, stik susu, hingga permen susu.

“Selain memenuhi kebutuhan gizi keluarga, berbagai produk olahan tersebut juga memiliki nilai ekonomi yang dapat dikembangkan menjadi usaha rumahan. Dengan demikian, manfaatnya tidak hanya membantu menekan angka stunting, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” pungkas Ainur.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Pasuruan berharap semakin banyak keluarga yang memahami pentingnya konsumsi protein hewani sebagai bagian dari upaya menciptakan generasi yang sehat, cerdas, bebas stunting, serta mampu mendorong lahirnya pelaku UMKM baru berbasis pengolahan hasil peternakan.

Ketua LPNC Papua Barat Daya Ajak Masyarakat Sukseskan Pelantikan dan Rapat Kerja Lembaga Pengembangan Noken Center

 


Sorong, suarakpkcyber.com – Ketua Lembaga Pengembangan Noken Center (LPNC) Provinsi Papua Barat Daya, Benediktus Bame, S.T., M.Si., mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mendukung dan menyukseskan pelantikan serta rapat kerja pengurus LPNC Provinsi Papua Barat Daya yang dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 25 Juli 2026. Kegiatan tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat upaya pelestarian, pengembangan, dan pemberdayaan budaya noken sebagai warisan budaya asli Papua yang memiliki nilai historis dan sosial yang tinggi.

Benediktus Bame menyampaikan bahwa pelantikan dan rapat kerja LPNC merupakan langkah awal dalam membangun sinergi antara pemerintah, tokoh adat, akademisi, organisasi kepemudaan, dan masyarakat dalam menjaga eksistensi noken di tengah perkembangan zaman. Menurutnya, noken tidak hanya memiliki nilai budaya, tetapi juga berpotensi mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pengembangan ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal.

Lebih lanjut, Benediktus Bame menegaskan bahwa pelantikan dan rapat kerja LPNC Papua Barat Daya menjadi agenda strategis untuk menyusun program kerja yang terarah dan berkelanjutan dalam rangka memperkuat komitmen bersama menjaga identitas budaya Papua sekaligus mendukung pembangunan sumber daya manusia yang berkarakter dan berdaya saing. Upaya pelestarian budaya berbasis pendidikan dan komunitas dinilai penting guna memastikan nilai-nilai lokal tetap diwariskan kepada generasi mendatang.

“Kami mengajak seluruh masyarakat Papua Barat Daya untuk bersama-sama menyukseskan pelantikan dan rapat kerja Lembaga Pengembangan Noken Center sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian budaya dan penguatan jati diri Orang Asli Papua. Melalui kebersamaan dan sinergi seluruh elemen masyarakat, kami optimistis noken akan terus menjadi simbol persatuan, kebanggaan, serta kekuatan budaya masyarakat Papua,” ujar Benediktus Bame.

Ia juga berharap pelaksanaan pelantikan dan rapat kerja LPNC dapat menghasilkan berbagai gagasan dan program inovatif yang mampu memperluas peran noken dalam bidang pendidikan, ekonomi kreatif, pariwisata, dan pemberdayaan masyarakat di Papua Barat Daya.

Pelantikan dan rapat kerja Lembaga Pengembangan Noken Center Provinsi Papua Barat Daya diharapkan menjadi tonggak awal dalam memperkuat peran budaya lokal sebagai bagian dari pembangunan daerah yang inklusif, sekaligus mempererat hubungan antarmasyarakat dalam menjaga nilai-nilai adat dan tradisi Papua. (Dedi)

Gempur Rokok Ilegal, Stop Peredarannya dan Laporkan Kepada Pihak Berwenang

 

Pasuruan, suarakpkcyber.com - Kampanye edukasi mengenai Bahaya Rokok Ilegal terus digaungkan oleh Pemerintah Kabupaten Pasuruan bersama Bea Cukai dengan tajuk "Gempur Rokok Ilegal".

Kampanye tersebut mengajak langsung peran Masyarakat untuk mengenali Ciri-ciri, dampak dan bahaya mengenai Rokok Ilegal dan melaporkan peredarannya kepada pihak Berwenang atau menghubungi Bravo Bea Cukai 0895323407724.

Masyarakat dihimbau untuk mengetahui ciri-ciri Rokok Ilegal diantaranya :

  • Rokok dengan Pita Cukai Palsu
  •  Rokok Pita Cukai Bekas
  • Rokok Pita Cukai Berbeda
  • Rokok Polos Tanpa Pita Cukai

Pita cukai sendiri merupakan dokumen sekuriti negara yang menjadi bukti bahwa kewajiban cukai atas produk hasil tembakau telah dipenuhi. Oleh karena itu, keberadaan pita cukai yang asli menjadi salah satu indikator legalitas suatu produk rokok.

Jual Beli Rokok Ilegal dilarang dan diatur dalam Undang-undang RI No.39 Tahun 2007 Tentang Cukai dikenakan Sanksi Kurungan Penjara dan Sanksi Administratif bagi Mereka yang Memproduksi, Mengedarkan dan Menjual serta mengkonsumsi barang yang kenai Cukai ( Rokok Ilegal)


Sedangkan Bahaya Rokok Ilegal diantaranya: 

  • Tidak mengandung Uji Kualitas sehingga dikhawatirkan mengandung Zat Berbahaya
  • Merugikan Industri Rokok Nasional dan mengganggu stabilitas Industri Tembakau
  • Tidak Memiliki Cukai sehingga merugikan Pendapatan Negara
Stop Rokok Ilegal ! Rokok Ilegal Membahayakanmu !! (Usj/red)

Kasus PTSL Desa Randupitu Buntu, Kuasa Hukum Tergugat Menolak Perdamaian Pinta Lanjut Persidangan


Pasuruan, suarakpkcyber.com - Sidang mediasi perkara sengketa Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap ( PTSL) di Desa Randupitu Kecamatan Gempol Kabupaten Pasuruan berakhir tanpa adanya kesepakatan antara penggugat dan tergugat.

Kuasa hukum tergugat menolak semua opsi perdamaian yang diajukan pada sidang mediasi di Pengadilan Negeri Bangil, Selasa (21/07/2025).

Menurut kuasa hukum penggugat Kudus Surya Dharma, SH menyampaikan bahwa sidang mediasi ini tidak ada kesepakatan atau tidak ada hasil apapin terkait persoalan PTSL.

" Tapi tidak menutup kemungkinan ada mediasi diluar sidang pengadilan" ujarnya.

Kudus menambahkan kalau tidak ada kesepakatan lanjut ke sidang selanjutnya, dan jadwal menunggu dari pengadilan. Pihaknya juga merasa penawaran perdamaian hanya sebatas penawaran sesuai dengan proses peradilan.

" Pada intinya kami tidak ada beban meskipun pihak tergugat tidak mau damai kami hanya berdasarkan aduan masyarakat yang merasa keberatan terkait adanya penyimpanan, pelanggaran, dan kita udah menawarkan perdamaian hanya sebatas penawaran saja" imbuhnya.

Menurutnya pihaknyapun sudah mempertimbangkan banyak hal sebelum melaporkan terkait permasalahan tersebut.

" Kita pun udah mempertimbangkan sebab masalah ini udah masuk ke Kejaksaan mengenai masalah pidananya terkait penyalahgunaan wewenang, pelanggaran dan penyimpangan" ungkapnya.

Kudus juga sudah melaporkan pihak tergugat ke Kejaksaan terkait penyalahgunaan kewenangan dan penyimpangan yang dilakukan oleh perangkat yang ditunjuk sebagai panitia PTSL.

" Pelaporan pidana di Kejaksaan udah masuk kami masih mempertimbangkan apakah pidananya dulu atau perdatanya yang di proses dulu sehingga tidak ada benturan jadwalnya. Sebab dari pihak Kejaksaan juga sudah mempertimbangkan mana yang lebih dulu pidana atau perdatanya" ujarnya.

Sedangkan dari pihak Kuasa Hukum Tergugat Nofi Hariyanto, menolak seluruh resume perdamaian yang diajukan oleh kuasa hukum penggugat dan akan dilanjutkan ke sidang pokok perkara.

Menurutnya penolakan itu berdasarkan pada keyakinan bahwa penggugat tidak memiliki dasar hukum yang kuat dan bertentangan dengan regulasi dan fakta. Nofi menegaskan bahwa peraturan Bupati Pasuruan yang menjadi dasar pelaksanaan PTSL telah disahkan dan sudah dijalankan berlaku di Kabupaten Pasuruan.

" Sebab Perbub itu sudah disahkan dan dilaksanakan sesuai ketentuan di Kabupaten Pasuruan, sehingga tidak bisa disamakan dengan mekanisme lainya" ujarnya.

Terkait tuntutan pengembalian uang yang diajukan penggugat, ia menyatakan bahwa panitia ataupun kepala desa tidak memiliki kewajiban untuk mengembangkan sebab proses PTSL masih berjalan. 

" Kami dari panitia dan kepala desa tidak bisa mengembalikan uang karena program sedang berjalan" ujarnya. (Usj)

Program Sambungan Air Bersih dari Pemkab Pasuruan Disambut Baik Oleh Warga Kalianyar

 


Pasuruan, suarakpkcyber.com - Adanya program pengembangan Jaringan Distribusi dan Sambungan Air Bersih dari Pemkab Pasuruan. Warga kelurahan Kalianyar Kecamatan Bangil merasa terbantu sekali dengan adanya program tersebut. Program tersebut dibiayai dari anggaran APBD mencapai Rp 470.252.772 jt melalui Dinas Cipta Karya dan tata Ruang kabupaten Pasuruan tahun 2026 ini.

Sebelumnya puluhan masyarakat kelurahan Kalianyar yang selama bertahun-tahun belum terpenuhi sarana air bersih untuk masak dan minum lantaran belum Adanya jaringan air bersih sehingga untuk kebutuhan sehari-hari terkadang warga harus membeli air bersih galon dari toko. Diketahui warga disekitar kelurahan Kalianyar dekat dengan laut sehingga rasa airnya asin.

Bapak Budi, ketua RW setempat yang di temui awak media pada Sabtu (18/07/26) menjelaskan untuk memenuhi kebutuhan air bersih sehari hari seperti minum dan masak puluhan warga setempat membeli air galon dari toko.

"Air di sini rasanya asin kerena dekat dengan laut, ada juga yang ambil air di Mushollah terdekat" jelas nya.

Ia menambahkan, dengan adanya bantuan program Air Bersih dan Saluran Air yang telah dicanangkan oleh Bupati Pasuruan  berupa sambungan air tersebut di anggap sangat membantu masyarakat karena mereka sekitar jadi mudah mendapatkan air bersih

Dari pantaun di lapangan, proses pengerjaan proyek pengembangan Jaringan Distribusi dan Sambungan Rumah (SR) yang di kerjakan CV Mahardika mulai proses pemasangan/penggalian pipa distribusi dengan ukuran 2 dim dan 3 dim.

“untuk pengerjaan pemasangan pipa PE mulai kemarin, kalau yang meteran sudah terpasang 100 meter” jelas Tito Pelaksana proyek lapangan.

Rencana Sambungan Rumah yang ada di kelurahan kalianyar sebanyak 117 titik, sedangkan yang 40 SR di titik lain.

Guna kelancaran pengerjaan di lapangan pihaknya intens berkordinasi dengan warga setampat karena lokasinya fisiknya berada di dalam lingkungan yang padat penduduk.(Usj)

Euforia Ribuan Suporter Pasuruan United, Disambut Gembira Usai Raih Juara di Liga 4 Piala Presiden



Pasuruan, suarakpkcyber.com - Euforia menyambut Kemenangan Pasuruan United terasa mulai jalur exit tol Gempol menuju Bangil mengalami kemacetan panjang.

Jalan Nasional Pasuruan - Probolinggo dipadati oleh ribuan supporter setia Pasuruan United hingga kemacetan tak terbendung usai menjadi juara di liga 4 Piala Presiden, Minggu (12/07/2026). 

Ribuan suporter berkonvoi diiringi Sound Horeg mulai dari exit tol Gempol hingga alun-alun Bangil dengan pengawalan dari kepolisian. 

Tiba pukul 15.15 wib rombongan suporter dan pemain disambut CEO Pasuruan United, Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo dan Wakil Bupati Pasuruan Shobih Asrori menuju Kantor Bupati, Raci Bangil untuk ceremony atas keberhasilannya menjadi juara di Liga 4 Piala Presiden tersebut.

Suasana penuh kegembiraan di halaman kantor Bupati Pasuruan menyambut kedatangan Pemain Pasuruan United dalam acara syukuran sekaligus potong tumpeng yang dihadiri Wakil Bupati Pasuruan, Kepala OPD, Camat, serta punggawa pelatih tim Pasuruan United dan tamu undangan lainnya.

Rusdi Sutejo, Bupati Pasuruan dalam sambutannya mengucapkan rasa bangganya atas kemenangan Pasuruan United yang sudah memastikan lolos ke liga tiga dan menjadi juara liga empat Piala Presiden, dengan melawan Persik Kuningan skor 1-0.

" Kami dan warga Kabupaten Pasuruan patut berbangga atas prestasi kemenangan Pasuruan United menjadi juara liga 4 Piala Presiden dan masuk Liga 3" ungkapnya.

Rusdi menambahkan  mengucapkan terimakasih kepada CEO Pasuruan United Shobi Asrori yang ikut bersama sama mengawal dan dukungan nya kepada Pasuruan United Rasa terimakasih terucap oleh Bupati Pasuruan atas keberhasilannya yang telah membawa nama Harum Pasuruan United maju ke laga 3.

 " Saya ucapkan terimakasih kepada Presiden Club, Mas Bayu Aji atas didikan dan suporter nya" ujar Bupati.

Rusdi Sutejo mengakhiri sambutannya dengan memotong tumpeng dan doa bersama guna syukuran atas kemenangan pemain Pasuruan United bersama ribuan suporter dari laskar santri Mbeling yang diiringi musik menambah meriah suasana sore itu. (Usj)

Diskoperindag Bersama Satgas Polres Lakukan Pengawasan Terhadap Harga Telur di Pasar Bangil



Pasuruan, suarakpkcyber.com - Tim Satgas Pangan Polres Pasuruan mengintensifkan pengawasan harga telur ayam di pasar Bangil dengan menggandeng Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) serta Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan untuk memantau langsung pergerakan harga komoditas telur ayam ada di pasar tradisional.

Langkah taktis ini membuahkan hasil positif. Fluktuasi harga yang kerap dikhawatirkan konsumen terbukti tidak terjadi. Sebaliknya, grafik harga bahan pangan sumber protein tersebut berada di zona aman dan relatif stabil, didukung dengan ketersediaan barang yang melimpah.

Tim Satgas Pangan sekaligus Kanit Ekonomi Polres Pasuruan, Ipda Eko Hadi Saputro saat ditemui pada Kamis (9/7/2026) mengatakan bahwa monitoring berkala ini sangat krusial untuk mendeteksi potensi gangguan distribusi maupun kelangkaan barang sejak dini.

"Kami turun ke lapangan bersama instansi terkait untuk mengecek harga sekaligus memastikan ketersediaan komoditas telur. Alhamdulillah untuk harga telur yang dijual oleh pedagang antara 22.500 hingga 23.000 perkilo," katanya.

Perwira dengan satu balok emas di pundak tersebut juga memastikan mata rantai pasokan dari pihak produsen hingga pedagang eceran berjalan tanpa hambatan. Volume barang yang masuk ke pasar dinilai lebih dari cukup untuk memenuhi permintaan harian warga.

"Kondisi stok di pasar sangat tercukupi. Hambatan atau kelangkaan pasokan dipastikan nihil, baik di tingkat peternak, pos pengepul, hingga konsumen akhir. Bahkan, di beberapa titik pasar yang kami datangi, ketersediaan barangnya tergolong sangat melimpah," imbuhnya.

Sementara Kapolres Pasuruan (nama lengkap gelar) melalui Kasatreskrim Polres Pasuruan, AKP Rizky Akbar Kurniadi menjelaskan hasil monitoring didapati stok bahan pokok tersedia dan aman bahkan mayoritas harga komoditas stabil dan sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.

"Kami tidak temukan ada fluktuasi harga yang bervariasi, seperti penurunan harga cukup signifikan telur ayam ras. Ini merupakan hasil intervensi dari Satgas Pangan sebagai acuan harga di wilayah Kabupaten Pasuruan," jelasnya. (Usj)

Tokoh Masyarakat Soroti Dugaan Pembangunan Paving di Desa Carat Tak Sesuai Spesifikasi




Pasuruan, suarakpkcyber.com - Tokoh Masyarakat Desa Carat menyoroti Pengerjaan proyek rekonstruksi jalan (pavingisasi) di Desa Carat, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan. Hal tersebut  lantaran ketebalan bantalan pasir penahan paving tidak sesuai spesifikasi yang di syaratkan di dokumen kontrak.

Sorotan tersebut di sampaikan oleh Gatot Edi Wibowo. Menurutnya, saat melakukan pengecekan hasil pemasangan paving ukuran 8 cm, ia menemukan ketebalan hamparan pasir hanya sekitar 4-5 centimeter.

"Ini berapa senti. Cuma 4-5 senti. Jika mengacu pada dokumen kontrak Harusnya minimal 8 senti," ujar pria yang juga seorang pengusaha.

Ia menilai bantalan pasir 4-5 cm tersebut dikhawatirkan dapat memengaruhi kualitas konstruksi jalan yakni paving mudah pecah karena yang melintas di jalan sini rata rata kendaraan bertonase besar. 

Gatot juga membeberkan kepada awak media, kalau ketebalan tidak sesuai, terus sisa pasirnya di gunakan untuk apa? Berapakah sudah ada perhitungan teknis dari PPKom.

"Terus sisa pasir dilarikan ke mana. Sudah berapa kubik itu sisanya. Kalikan saja berapa meter proyek ini," katanya.

Gatot berharap proyek rekonstruksi jalan tersebut benar-benar dikerjakan sesuai spesifikasi sehingga dapat bertahan lama dan memberi manfaat bagi masyarakat.

"Kalau seperti ini kami ragu apa ada jaminan usia paving bertahan lama, kasihan warga juga," ujarnya.

Terpisah, pihak pelaksana justru menantang baik pihak yang melontarkan tuduhan untuk menunjukkan bukti apabila benar ditemukan ketebalan hanya 4 sentimeter.

Mandor CV Almana, Saiful, saat ditemui pada Kamis siang (9/7/2026), membantah adanya hamparan pasir dengan ketebalan 4-5 sentimeter sebagaimana yang dipersoalkan.

Ia memastikan pekerjaan telah dilaksanakan sesuai spesifikasi teknis. Menurutnya, perbedaan ketebalan di beberapa titik hanya terjadi pada bagian tepi jalan dan tetap tidak berada pada angka sebagaimana yang ditudingkan. 

"Enggak ada (ketebalan pasir) yang 4-5 cm. Semuanya sudah sesuai spek. Sebagian ruas malah sampai 18 cm. Kalau di sisi pinggir mungkin tidak sampai 10 cm, tapi tidak ada yang 4-5 cm. Coba tunjukkan fotonya kalau benar 4-5 cm," tegas Saiful.

Keterangan yang sama di sampaikan oleh staff CV Almana, Hamdan, ia memberikan penjelasan terkait adanya kemungkinan ketebalan pasir yang berbeda di beberapa titik, Menurutnya, kondisi tersebut dilakukan untuk leveling atau penyesuaian elevasi permukaan jalan.

"Ya enggak apa-apa. Kan sesuai leveling. Memang kalau sesuai spesifikasi, ketebalan pasir minimal 8-10 cm, tapi kan tidak harus semuanya rata 8-10 cm. Jadi kalau ada yang cuma 4 cm ya wajar," paparnya.



Berdasarkan informasi pada papan proyek, pekerjaan rekonstruksi jalan tersebut dibiayai Pemerintah Kabupaten Pasuruan melalui Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi dengan nilai kontrak sebesar Rp389.691.476, termasuk PPN, yang bersumber dari Anggaran Tahun 2026.

Hingga berita ini di turunkan,Dinas Sumberdaya Air,Bina marga dan Bina Kontruksi Sarina Roestif belum bisa di konfirmasi,saat di hubungi selulernya tidak aktif.(Usj/red)

Silaturahmi IMADE dan BMH Kudus Perkuat Sinergi Program Sosial dan Kemanusiaan

 



Kudus, suarakpkcyber.com – Ikatan Mahasiswa Demak (IMADE) menggelar silaturahmi bersama BMH (Baitul Maal Hidayatullah) Kudus sebagai langkah awal membangun kolaborasi dalam berbagai program sosial dan kemanusiaan.


Pertemuan yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh semangat kebersamaan ini menjadi wadah untuk mempererat ukhuwah sekaligus membahas peluang kerja sama yang dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.


Ketua IMADE Kudus, Khikmatul Urfiyah, menyampaikan harapannya agar silaturahmi ini menjadi awal dari sinergi yang berkelanjutan. Menurutnya, kolaborasi antara organisasi mahasiswa dan lembaga amil zakat memiliki potensi besar dalam menghadirkan program-program yang berdampak positif bagi masyarakat.


Sementara itu, Ketua BMH Kudus, Eko Kusniyanto, menyambut baik inisiatif tersebut. Ia menegaskan bahwa BMH Kudus selalu terbuka untuk menjalin kemitraan dengan berbagai elemen masyarakat, termasuk organisasi mahasiswa, dalam upaya memperluas manfaat program sosial, pendidikan, dakwah, dan kemanusiaan.


Melalui silaturahmi ini, IMADE dan BMH Kudus berkomitmen untuk membangun sinergi yang kuat dalam pelaksanaan berbagai kegiatan sosial, pemberdayaan masyarakat, serta aksi kemanusiaan. Diharapkan kerja sama ini dapat menjadi langkah nyata dalam menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat, khususnya di wilayah Demak dan sekitarnya. (Ihw)

Antusias Pelaku UMKM dan IKM sekitar Pasar Pandaan Berbondong-bondong Mendaftarkan Sertifikat Halal Gratis


Pasuruan, suarakpkcyber.com - Roadshow Pendampingan Sertifikasi Halal kini berada di Pasar Pandaan. Para pedagang IKM dan UMKM sekitar Pandaan dengan antusias dan sadar mengenai Sertifikasi Produk Halal di sekitar pasar Pandaan.

Mereka berbondong-bondong mendaftarkan usahanya untuk mendapatkan sertifikat halal produksi. Antusiasme warga Pandaan dan sekitarnya wajib menuai acungan jempol.

Harianto salah satu produsen UMKM produk Kopi dari Leduk Prigen turut antusias dari pagi mengantri untuk mendapatkan logo halal di produk kopi buatannya. 

" Saya sangat senang sekali dengan adanya sertifikat halal secara gratis, mudah-mudahan produk kopi saya yang baru saya rintis ini bisa maju dan disukai konsumen" ujarnya optimis. Rabu (24/06/2026).

Dikesempatan yang sama kepala pasar Pandaan Sudarmaji menyambut hangat dan bersyukur dengan program Roadshow Pendampingan Sertifikat Halal secara cuma-cuma.

"Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Pemerintah Daerah melalui Diskoperindag dengan adanya sertifikasi produk halal ini apalagi pengurusannya gratis" ungkapnya.

Selain itu Sudarmaji juga menghimbau kepada seluruh UMKM agar segera mendaftarkan diri guna mendapatkan sertifikat halal karena program tersebut harus dimanfaatkan dengan baik untuk memberikan kepercayaan pada konsumen dan agar produksi lebih meningkat.

" ini adalah kesempatan yang harus dimanfaatkan oleh UMKM dan IKM untuk daya saing dan memberikan kepercayaan pembeli sehingga bisa meningkatkan kesejahteraannya dan omzetnya meningkat" himbaunya.

Selain itu Sudarmaji juga berharap dengan adanya sertifikasi produk Halal ini dapat membantu para UMKM dan IKM sekitar Pandaan untuk bisa naik kelas dan sejahtera dapat bersaing dengan produk-produk lainnya di pasaean

" saya berharap UMKM kita bisa terbantu dengan adanya sertifikasi halal, serta UMKM dapat maju dan sejahtera." Tutupnya. (Usj)

Diskoperindag Adakan Roadshow Pendampingan Sertifikat Halal, Disambut Antusias Para UMKM Kabupaten Pasuruan

Pasuruan, suarakpkcyber.com - Dalam upaya memperkuat daya saing usaha mikro, kecil dan menengah Pemerintah Kabupaten Pasuruan menggagas Program sertifikat halal untuk membantu para UMKM mendapatkan legalitas produknya dengan mudah dan Gratis tentunya.diserbu UMKM Kabupaten Pasuruan. 

Hal ini merupakan Program Pemerintah Daerah yang dijalankan oleh Diskoperindag Kabupaten Pasuruan dalam rangka meningkatkan daya saing produk lokal untuk naik kelas. Hal ini mendapatkan sambutan positif dari para pelaku UMKM.

Pantauan awak media di lapangan para UMKM sangat antusias berbondong-bondong menyerbu dan mendaftarkan usahanya di posko pendaftaran Produk Halal yang dibuka di kantor pengelolaan pasar Bangil, Selasa (23/06/2026).

Siti Khaninah salah satu pelaku UMKM yang yang punya usaha makanan dan minuman yang berlokasi di pasar Bangil saat di temui awak media mengucapkan Terimakasih dan sangat senang dengan adanya program sertifikat halal ini secara Gratis.

" Terimakasih Pemkab Pasuruan sudah memfasilitasi produk Halal untuk UMKM secara gratis" ujarnya.

Selain itu beliau beliau juga berharap dengan adanya produk Halal ini warung dan produk yang beliau jual semakin ramai dan semakin dinikmati konsumen karena sudah bersertifikat Halal.

" harapan saya semoga dengan adanya sertifikat halal warung saya semakin rame, dan di percaya masyarakat" imbuhnya.

Sementara itu Riswahyudi sekretaris Diskoperindag Kabupaten Pasuruan , mengatakan ini adalah dukungan dari pemerintah terhadap penguatan UMKM dan sekaligus memastikan produk lokal memenuhi standar yang telah ditetapkan.

" ini adalah kesempatan yang harus dimanfaatkan oleh UMKM bahwa sertifikat halal sangat diperlukan bagi UMKM untuk daya saing dan kepercayaan pembeli" ujarnya.

Riswahyudi juga berharap bahwa penguatan aspek legalitas sertifikat halal pemerintah daerah berharap produk makanan dan minuman olahan yang dihasilkan UMKM Pasuruan menjadi olahan khas yang dipercaya konsumen sehingga mampu bersaing di pasar baik lokal atau internasional untuk menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

" Dengan adanya produk Halal ini berharap UMKM dapat naik Kelas dan UMKM kita bisa sejahtera" tambahnya. (Usj)


Diskoperindag Gelar Pelatihan Packaging Produk IKM Pasuruan, Guna Mensuport UMKM Naik Kelas


Purwosari, suarakpkcyber.com -  Dinas Koperasi, Usaha kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Pasuruan menyelengarakan  pelatihan pengemasan produk IKM untuk UMKM di Kabupaten Pasuruan.

Pelatihan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kualitas pengemasan produk agar produk semakin menarik minat pembeli dan menambah nilai jual. Selain itu pelatihan Pengemasan produk makanan untuk pelaku usaha mikro, kecil dan menengah dibidang produk makanan yang ingin meningkatkan kualitas pengemasan produksinya.

Dalam pelatihan IKM tersebut peserta belajar cara mengemas produk yang aman, higienis, menarik dan berdaya saing ehingga meningkatkan nilai jual dipasaran. Pelatihan IKM tersebut bertempat di HM Roeslan Conversation Hall, Sengon Pucangsari Purwosari, minggu (21/06/2026) siang.

Kepala Dinas Koperasi, Usaha kecil Menengah, Perindustrian dan perdagangan Kabupaten Pasuruan, Taufiqul Ghoni menjelaskan maksud dan tujuan diadakan pelatihan yaitu Supaya peserta diharapkan mampu meningkatkan pemahaman tentang pentingnya pengemasan produk yang berkualitas. 

"Produk berkualitas sangat penting untuk menambah nilai jual produk" ujarnya.

Selain itu Abah Ghoni sapaan akrabnya juga berharap para peserta dapat dapat menguasai tehnik pengemasan yang aman higienis dan menarik secara visual.

" Dari sini kami berharap para peserta dapat menguasai teknik pengemasan yang higienis yang aman dan menarik" ujarnya.

Disamping itu dalam pelatihan IKM ini para peserta dapat memahami standar keamanan pangan dan regulasi pengemasan produk agar UMKM dapat naik kelas sesuai jargon Diskoperindag kabupaten Pasuruan.

" Sehingga dapat meningkatkan daya saing produk UMKM melalui desain kemasan dan branding, sehingga produk UMKM bisa naik kelas" ungkap Taufiqul Ghoni.

Rusdi Sutejo, Bupati Pasuruan, menyampaikan apresiasi kepada semua pelaku usaha yang datang ditengah tengah banyak perusahaan yang mengurangi tenaga kerja.

" Pemerintah Kabupaten Pasuruan hadir untuk memberikan pelatihan bagi IKM, agar produksi diminati masyarakat baik lokal, internasional" ungkapnya.

Beliau juga berharap dengan adanya pelatihan ini dapat memberikan wawasan kepada para peserta khususnya para UMKM di Kabupaten Pasuruan dalam pemilihan bahan kemasan yang menarik dan ramah lingkungan.

" Dengan pelatihan ini saya berharap bisa memberi wawasan tentang pemilihan bahan kemasan yang ramah lingkungan dan mempunyai nilai ekonomi yang tinggi, sehingga bisa mensejahterakan pelaku IKM khususnya di Kabupaten Pasuruan" Tegas Rusdi Sutejo

29 Ekor Kambing dalam Program Ketahanan Pangan Desa Karangrejo dikabarkan Mati, LSM GP3H Soroti Tajam Pengelolaan Program Tersebut


Pasuruan, suarakpkcyber.com – Pelaksanaan Program Ketahanan Pangan di Desa Karangrejo disorot tajam oleh LSM GP3H (Gerakan Pemuda Peduli Pengamat Hukum) Bagaimana tidak Program tersebut yang digadang-gadang sebagai program unggulan dengan anggaran 300 juta dalam satu semester kini dikabarkan mengalami kematian sebanyak 29 ekor kambing dari total 52 ekor ternak kambing.

Sorotan itu muncul setelah pengurus BUMDes Maslahat Karangrejo menyampaikan laporan pertanggungjawaban semester pertama Program Ketahanan Pangan Tahun Anggaran 2025 dalam rapat yang digelar di Gedung Serbaguna Kyai Culat, Kantor Desa Karangrejo, Jumat (12/6).

Dalam laporan tersebut, Ketua BUMDes Maslahat Karangrejo, Khotib, mengungkapkan bahwa dari total 52 ekor kambing yang dikelola, sebanyak 29 ekor dilaporkan mati selama enam bulan pertama pelaksanaan program. Dengan demikian, hanya tersisa 23 ekor kambing yang masih dipelihara.

Data tersebut menjadi perhatian oleh LSM GP3H karena tingkat kematian ternak mencapai sekitar 55,77 persen dari total populasi awal.

Ketua Umum GP3H, Anjar Supriyanto, SH, sabtu (20/6/2026) pada awak media menyarakan peristiwa tersebut bukan sekadar persoalan kematian ternak biasa, melainkan harus dilihat dari aspek perencanaan, kelayakan usaha, hingga pertanggungjawaban penggunaan anggaran yang bersumber dari keuangan negara melalui mekanisme Dana Desa dan pengelolaan BUMDes.

“Dari 52 ekor kambing, sebanyak 29 ekor dilaporkan mati. Artinya tingkat kematian mencapai sekitar 55,77 persen. Angka ini sangat tinggi dan patut menjadi perhatian serius. Pertanyaannya bukan hanya kambingnya mati, tetapi apakah sejak awal program telah disusun berdasarkan kajian yang matang dan sesuai ketentuan program ketahanan pangan,” tegas Anjar.

Menurutnya, setiap program ketahanan pangan seharusnya diawali dengan identifikasi potensi desa, studi kelayakan usaha, analisis risiko, perencanaan teknis pemeliharaan, pendampingan peternakan, hingga pengawasan yang berkelanjutan. Apabila tahapan tersebut tidak dilaksanakan dengan baik, maka penggunaan anggaran berpotensi tidak mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

GP3H menegaskan bahwa pihaknya tidak ingin terburu-buru menyimpulkan adanya tindak pidana. Namun demikian, besarnya tingkat kematian ternak dan nilai anggaran yang digunakan menjadi alasan kuat untuk dilakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap seluruh proses perencanaan dan pelaksanaan program.

“Kami tidak sedang mencari kesalahan, tetapi mencari kepastian apakah uang negara telah digunakan secara efektif, efisien, dan sesuai ketentuan. Jika memang terjadi wabah atau faktor alam yang dapat dibuktikan secara ilmiah, tentu itu berbeda dengan kelalaian atau kesalahan perencanaan,” lanjutnya.

Sebagai bentuk kontrol sosial, LSM GP3H menyatakan akan menempuh sejumlah langkah hukum dan administratif, antara lain :

  1. Meminta dokumen perencanaan program ketahanan pangan dan kajian kelayakan usaha.
  2. Meminta laporan pertanggungjawaban penggunaan anggaran kepada pemerintah desa dan pengelola BUMDes.
  3. Meminta audit khusus kepada Inspektorat Kabupaten Pasuruan.
  4. Meminta klarifikasi dari pendamping desa, pengurus BUMDes, serta pihak terkait lainnya.
  5. Apabila ditemukan indikasi penyimpangan yang berpotensi merugikan keuangan negara, GP3H akan menyampaikan laporan kepada aparat penegak hukum untuk dilakukan penyelidikan sesuai ketentuan perundang-undangan.

Tujuan utama pengawasan dari LSM GP3H tersebut bukan untuk menghambat pembangunan desa, melainkan memastikan setiap rupiah anggaran ketahanan pangan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Program ketahanan pangan dibuat untuk memperkuat ekonomi desa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, ketika lebih dari separuh populasi ternak mati dalam waktu singkat, publik berhak mengetahui apa penyebabnya, bagaimana pengelolaannya, dan siapa yang bertanggung jawab apabila ditemukan kesalahan dalam penggunaan anggaran,” pungkasnya.

GP3H berharap pemerintah desa dan seluruh pihak yang terlibat bersikap terbuka dalam memberikan informasi agar persoalan tersebut dapat dijelaskan secara objektif dan tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat. (Usj)

Jalan Penghubung Desa Carat-Bulusari Akan dibenahi Akhir Juni, Ini Respon Masyarakat

 


Pasuruan, suarakpkcyber.com - Jalan rusak di sepenjang jalan Desa penghubung Desa Carat- Bulusari Kecamatan Gempol Kabupaten Pasuruan, bertahun-tahun tak tersentu pembangunan ya sempat di keluhkan warga masyarakat dan pengguna jalan dalam waktu dekat akan segera di bangun oleh Pemkab Pasuruan pada akhir bulan Juni 2026 ini.

Informasi yang di terima oleh awak media dari Dinas Sumberdaya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi pada Jum’at (19/06/26) menyebutkan bahwa kerusakan jalan kabupaten di Desa Carat menuju Bulusari Kecamatan Gempol segera di bangun melalui anggaran DAU (Dana Alokasi Umum).

“ kemarin tim dari Dinas, rekanan dan konsultan pengawas melakukan pengukuran di lokasi, startnya pengerjaan nanti dari sisi utara berupa rekontruksi jalan paving “ jelas Badrus salah satu konsultan pengawas melalui selulernya.

Pemerintah kabupaten Pasuruan telah menyiapkan sebesar Rp. 380 Juta Rupiah guna memperbaiki jalan penghubung desa Carat dan Bulusari tersebut.

Informasi yang didapat pengerjaan jalan tersebut akan di tangani oleh pihak kontraktor asal Purwosari yang sudah berpengalaman di bidang perbaikan jalan. 

Gatot Tokoh masyarakat Carat yang mendengar kabar jalan rusak akan di bangun merasa senang sekali, pasalnya jalan tersebut menjadi sarana fital bagi masyarakat serta jantung roda ekonomi warga ,pada saat terjadi kemacetan di jalan Nasional,

“ Jalan di Carat merupakan akses alternatif bagi pengendaraan roda empat saat ada kemacetan, kami atas nama warga bersyukur keluhan mereka di respon cepat oleh bapak Bupati Pasuruan” jelasnya.

Dirinya bersama masyarakat akan mengawal penuh progam pembangunan tersebut karena ini merupakan cita cita seluruh warga untuk bisa menikmati jalan yang lulus dan bebas dari lubang.(Usj)

Sebanyak 414 Siswa-siswi MI Ikuti Ajang OMIPAS 2026 Tingkat Kabupaten, Rusdi Sutejo Berharap Dapat Mencetak Bibit Unggul Siswa MI Berprestasi di Kabupaten Pasuruan



Pasuruan, suarakpkcyber.com - Sebanyak 414 siswa siswi Madrasah Ibtidaiyah (MI) terbaik tiap kecamatan melaju ke tahap selanjutnya. Hasil seleksi OMIPAS (Olimpiade MI Pasuruan) tingkat Kecamatan kini berlaga untuk mengikuti OMIPAS 2026 tingkat Kabupaten. Ajang Kompetensi tersebut digelar di Auditorium Empu Sindok, Rabu (17/06/2026).

Diketahui Ajang Kompetensi OMIPAS tingkat kabupaten terdapat enam mata pelajaran yang dilombakan diantaranya mata pelajaran Matematika, MIPA , Bahasa Inggris, Bahasa Arab, Bahasa Indonesia, dan pendidikan agama islam.

Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo sebagai upaya penghargaan secara langsung dalam mengapresiasi kepada Kelompok Kerja Madrasah Ibtidaiyah (KKMI) Kabupaten Pasuruan atas terselenggaranya kegiatan Olimpiade MI Pasuruan (OMIPAS) secara perdana di tahun 2026.

Rusdi Sutejo juga berharap untuk KKMI terus selalu berinovasi untuk meningkatkan kompetensi peserta didik Madrasah Ibtidaiyah se- Kabupaten Pasuruan agar para siswa-siswi memiliki etos untuk giat belajar, sehingga OMIPAS ini sebagai motivasi para siswa-siswi untuk terus berprestasi.

"Sebab OMIPAS merupakan wadah terbaik untuk menjadi motivasi dan menggali potensi, kompetensi siswa dalam pembelajaran akademik" ujar Mas Rusdi sapaan Akrab Bupati Pasuruan.

Ketua KKMI se-kabupaten Pasuruan, saat diwawancarai awak media

Dikesempatan yang sama Ketua Kelompok Kerja Madrasah Ibtidaiyah (KKMI) Kabupaten Pasuruan, Hariono menyatakan bahwa OMIPAS bertujuan tidak hanya menjadi ajang perlombaan akademik, tetapi juga bisa dapat menumbuhkan prestasi, motivasi bagi peserta didik dalam mendapatkan ilmu.

" Sehingga melalui OMIPAS ini ingin memberikan ruang bagi peserta didik untuk mengembangkan kemampuan akademisnya untuk menumbuhkan semangat kompetisi dalam persaingan juara secara sehat" ujarnya.  dengan kegiatan ini kami berharap akan lahir 

Selain itu Hariono juga berharap dengan adanya OMIPAS ini dapat menjadikan  budaya untuk menumbuhkan prestasi dan mengasah kompetensi siswa di lingkungan Madrasah Ibtidaiyah.

" Peserta didik terbaik yang nanti nya akan mampu mewakili Kabupaten Pasuruan pada ajang lebih tinggi selanjutnya" imbuhnya.

Dengan adanya Olimpiade MI Pasuruan ini dapat mencetak generasi unggul di lingkup Madrasah Ibtidaiyah khususnya dan ajang olimpiade tersebut dapat dilaksanakan pada tahun-tahun berikutnya sebagai ajang untuk mencari bibit-bibit unggul siswa MI di Pasuruan. (Usj)

Harlah WG SANINDO ke 10 di gelar di Ponpes Zamzam Al-Murtaqo Kudus.

 


Kudus, suarakpkcyber.com – Dalam rangka memperingati Hari Lahir (Harlah) ke-10 Wadah Gerakan Santri Indonesia (WG SANINDO), diselenggarakan acara Khataman Kitab Risalah Laduniyah, Pengijazahan Ilmu Laduni, dan Wisuda Santri Akademi SANINDO Angkatan I yang bertempat di Pondok Pesantren Zamzam Al-Murtaqo Kudus.

Kegiatan yang berlangsung dengan khidmat dan penuh keberkahan ini dihadiri oleh para santri, alumni, pengurus SANINDO , serta tamu undangan dari berbagai daerah baik dalam dan luar negeri yang di siarkan secara langsung melalui kanal sanindo. Pada kesempatan tersebut, sebanyak 5 santri Akademi SANINDO Angkatan I PP Zam Zam Al Murtaqo

Fatiroh (Pemalang),Slamet Subchi (Pekalongan),H. Mardi Suprihanto (Jakarta),Ayus Andri Pratama (Pacitan),Ayom Ade L (Malang), secara resmi diwisuda setelah menyelesaikan proses pembelajaran dan pembinaan yang telah ditetapkan.

Selain prosesi wisuda, para peserta juga mengikuti khataman Kitab Risalah Laduniyah serta menerima ijazah ilmu laduni sebagai bentuk sanad keilmuan yang diharapkan dapat diamalkan dan disebarluaskan untuk kemaslahatan umat.

Acara berlangsung dengan penuh suasana kekeluargaan dipandu oleh Gus Nasir Sekretaris Jenderal WG Santri Indonesia yang berasal dari Demak, sebagai moderator.

Pembina SANINDO, Gus Bahaudin, menyampaikan rasa syukur atas perjalanan organisasi yang telah memasuki usia satu dekade dan terus berkontribusi dalam pembinaan generasi santri.

"Alhamdulillah, sepuluh tahun perjalanan SANINDO merupakan nikmat besar yang harus disyukuri. Saya berharap para wisudawan tidak berhenti belajar setelah menerima wisuda dan ijazah keilmuan. Justru ini adalah awal untuk mengamalkan ilmu, menjaga akhlak, serta menjadi penerang bagi masyarakat. Semoga SANINDO terus melahirkan generasi santri yang berilmu, beradab, dan bermanfaat bagi umat." Senin (15/06/2026)

Presiden WG SANINDO yang juga Pengasuh PP Zam Zam Al Murtaqo Ustadz Aqiful Khoir, menyampaikan bahwa wisuda angkatan pertama menjadi tonggak penting dalam perjalanan Akademi SANINDO Asrama Zam Zam Al Murtaqo Kudus.

"Hari ini menjadi momentum bersejarah bagi SANINDO. Wisuda Santri Akademi Angkatan I membuktikan bahwa gerakan ini tidak hanya menjadi wadah silaturahmi santri, tetapi juga menjadi pusat kaderisasi dan pengembangan keilmuan. Kami berharap para wisudawan mampu menjadi duta-duta kebaikan yang membawa nilai-nilai keislaman dan kebangsaan di tengah masyarakat."

Beliau juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pembina, pengurus, serta para peserta yang telah berkontribusi dalam menyukseskan rangkaian Harlah ke-10 SANINDO.


Perwakilan wisudawan asal Jakarta, H. Mardi Suprihanto, menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya dapat menjadi bagian dari angkatan pertama Akademi SANINDO.

"Kami merasa sangat bersyukur mendapatkan kesempatan belajar, dibimbing, dan memperoleh sanad keilmuan melalui Akademi SANINDO. Pengalaman ini bukan hanya menambah wawasan keilmuan, tetapi juga mempererat ukhuwah dengan sesama santri dari berbagai daerah di Indonesia. Semoga ilmu yang kami peroleh dapat menjadi bekal untuk mengabdi kepada agama, bangsa, dan masyarakat."

Acara ditutup dengan doa bersama, ramah tamah, serta foto bersama seluruh peserta dan tamu undangan sebagai bentuk syukur atas terselenggaranya kegiatan yang penuh makna tersebut. (Ihw)

Sensus Ekonomi 2026 Dimulai, BPS Kabupaten Pasuruan Siapkan 1.513 Petugas Sensus yang tersebar di 24 Kecamatan

Pasuruan, suarakpkcyber.com - Badan Pusat Statistik Kabupaten Pasuruan di tahun 2026 telah mempersiapkan sebanyak 1.513 petugas sensus ekonomi 2026 yang akan disebar di 24 Kecamatan Kabupaten Pasuruan.

Sebagai tanda dimulainya Sensus Ekonomi di Kabupaten Pasuruan, Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo melepaskan balon udara dalam gelaran Apel Siaga Petugas Sensus Ekonomi 2026  yang bertempat di halaman Gedung Putih Perkantoran Raci, Jumat (12/06/2026).

Sebanyak 1.513 Petugas tersebar dan Sensus Ekonomi akan dilaksanakan pada tanggal 15 Juni hingga 31 Agustus 2026.

" Sensus Ekonomi 2026 di 24 Kecamatan akan didata petugas sebanyak 1.513 petugas dan akan turun ke lapangan mulai tanggal 15 Juni hingga 31 Agustus mendatang" ujar Rusdi Sutejo

Menurutnya Rusdi Sutejo selaku Bupati Pasuruan Sensus Ekonomi sangat penting untuk memperoleh gambaran kondisi ekonomi daerah secara akurat sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan

" Mudah mudahan melalui sensus kita dapat mengetahui kondisi ekonomi daerah secara konpresif dan akurat" ungkapnya.

Selain itu Bupati Pasuruan berharap seluruh petugas dapat melaksanakan sensus dengan baik agar menghasilkan data yang akurat dan berkualitas sehingga bisa dimanfaatkan sebagai dasar pengambilan kebijakan untuk memperkuat dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi Kabupaten Pasuruan.

Beliau juga mengajak seluruh komponen pemerintah baik tingkat Dusun hingga Kecamatan dapat mendukung penuh pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 agar dapat terlaksana dengan baik dan sukses.

" Saya berharap para Camat, Kepala Desa, Kepala Dusun ikut membantu menyukseskan pelaksanaan sensus ini. Bahkan bila perlu ikut mendampingi petugas di lapangan agar pendataan berjalan lancar dan menjangkau di seluruh wilayah Kabupaten Pasuruan" Seru Bupati Pasuruan.

Dikesempatan yang sama pelaksanaan Harian Kepala BPS Kabupaten Pasuruan, Bagas menjelaskan pelaksanaan sensus ekonomi 2026 memiliki mekanisme yang berbeda dibandingkan sensus sebelum nya yaitu pendataan usaha besar dilakukan oleh petugas organik BPS, pendataan usaha menengah, kecil, mikro dan rumah tangga dilakukan oleh petugas Mitra yang telah mendapatkan pelatihan.

" Sebanyak 1.513 petugas telah kami siapkan, mereka akan melakukan pendataan secara serentak di seluruh wilayah Kabupaten Pasuruan selama kurang lebih dua setengah bulan dengan tugas dan pokok fungsi yang berbeda" ujarnya.

Menurutnya data yang dikumpulkan melalui sensus ekonomi 2026 tidak hanya digunakan untuk memetakan aktivitas ekonomi dan potensi investasi daerah tetapi juga menjadi bagian penting dalam pembaharuan data sosial ekonomi masyarakat.

" Melalui sensus ekonomi ini pemerintah daerah dapat mengetahui sektor usaha yang paling banyak menyerap tenaga kerja, Harapan nya data yang diperoleh dapat mendukung penyusunan kebijakan pembangunan dan program bantuan yang lebih tepat" pungkasnya. (Usj)