Tag Label

Kepolisian (3820) daerah (1040) Pemerintahan (559) Jurnalistik (417) Demontrasi (84) Lintas Opini (74) DPRD (71) Desa (62) RSUD (45) Kebakaran (34) KPU (30) Iklan (29) Mahasiswa (11) DPRD kota pasuruan (8) PDAM (5) Desperindag (4) DPR RI (2)

Mensos Gus Ipul Sosialisasikan DTSEN di Pasuruan, Tekankan Akurasi Data demi Bansos Tepat Sasaran

Share it:


 Pasuruan,suarakpkcyber.com,– Menteri Sosial Republik Indonesia, Saifullah Yusuf, kembali melakukan kunjungan kerja ke wilayah Pasuruan pada Sabtu (7/2/2026). Dalam agenda tersebut, Mensos yang akrab disapa Gus Ipul ini menyosialisasikan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial Elektronik Nasional (DTSEN) kepada masyarakat dan jajaran pemerintah daerah Kabupaten Pasuruan.

Kegiatan sosialisasi berlangsung di Gedung Diponegoro, Kelurahan Bendomungal, Kecamatan Bangil. Gus Ipul hadir didampingi Sekretaris Jenderal Kementerian Sosial Robben Rico serta Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial Supomo.

Kedatangan Mensos disambut langsung oleh Wakil Bupati Pasuruan Shobih Asrori, Wali Kota Pasuruan Adi Wibowo, Sekretaris Daerah Kabupaten Pasuruan Yudha Triwidya Sasongko, unsur Forkopimda Kota dan Kabupaten Pasuruan, serta para pemangku kepentingan lainnya.

Dalam sambutannya, Gus Ipul menegaskan bahwa kunci utama agar bantuan sosial benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak adalah akurasi data. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh pihak, mulai dari pemerintah kabupaten, kecamatan, desa, hingga para pendamping sosial, untuk terus memperkuat konsolidasi data bersama Badan Pusat Statistik (BPS).

“Kalau datanya akurat, maka program yang kita jalankan pasti tepat sasaran. Karena itu kami mendorong camat, kepala desa, perangkat, dan pendamping agar terus berkoordinasi dengan BPS,” ujar Gus Ipul.

Ia menjelaskan, pemutakhiran data DTSEN dilakukan secara berkelanjutan setiap hari oleh pemerintah bersama BPS. Langkah tersebut diambil untuk menyesuaikan data dengan kondisi riil di lapangan, mengingat masih ditemukan bantuan sosial yang belum sepenuhnya tepat sasaran akibat data yang belum diperbarui.

“Dengan konsolidasi yang terus-menerus, saya optimistis ke depan data kita akan semakin valid dan bisa diandalkan,” tambahnya.

Gus Ipul juga menyampaikan bahwa sosialisasi DTSEN menjadi momentum penting untuk menegaskan keterbukaan pemerintah terhadap partisipasi publik. Hal ini sejalan dengan Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2025 yang menekankan bahwa tidak boleh ada keluarga atau individu yang membutuhkan perlindungan sosial namun tidak tercatat dalam sistem.

“Tidak ada lagi ruang untuk menutup-nutupi data. Masyarakat justru kita libatkan untuk ikut memperbaiki dan memutakhirkan DTSEN, termasuk melalui digitalisasi penyaluran bantuan sosial,” tegasnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Pasuruan Shobih Asrori menyatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Pasuruan menyambut positif pembaruan sistem DTSEN. Menurutnya, data yang akurat menjadi instrumen penting dalam menciptakan efisiensi anggaran, baik di tingkat daerah maupun pusat.

“DTSEN ini bukan sekadar data statistik, tapi menjadi dasar perencanaan yang terukur dan solusi jangka panjang untuk mengakhiri persoalan bansos yang kerap salah sasaran,” kata Shobih.

Ia juga menyinggung masih ditemukannya kasus warga yang tergolong mampu namun tercatat sebagai penerima bantuan sosial. Untuk itu, Pemkab Pasuruan berkomitmen mendukung penuh proses verifikasi dan validasi data di lapangan agar berjalan jujur dan bebas dari intervensi.

“Atas nama Bupati Pasuruan, kami mendukung penuh langkah Kemensos dalam konsolidasi data ini. Harapannya, bantuan benar-benar diterima oleh yang berhak, dan masyarakat pun merasa lebih adil serta tenang,” pungkasnya.(Usj)


Share it:

Post A Comment:

0 comments: