Tag Label

Kepolisian (3831) daerah (1043) Pemerintahan (561) Jurnalistik (421) Demontrasi (84) Lintas Opini (74) DPRD (71) Desa (62) RSUD (45) Kebakaran (34) KPU (30) Iklan (29) Mahasiswa (11) DPRD kota pasuruan (8) PDAM (5) Desperindag (4) DPR RI (2)

Bonus Atlet Dipangkas Drastis di Kota Pasuruan, Ayi Suhaya Kirim Karangan Bunga “Bela Sungkawa” dan Soroti Sikap Pemkot yang Dinilai Tak Hargai Prestasi

Share it:


Pasuruan,suarakpkcyber.com,— Kebijakan pemangkasan bonus atlet menuai gelombang protes di Kota Pasuruan. Puluhan atlet, aktivis, dan elemen masyarakat turun menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor pemerintah kota sebagai bentuk kekecewaan atas turunnya nominal penghargaan bagi peraih medali Porprov Jatim 2025.

Aksi yang melibatkan unsur GM-FKPPI dan LIRA Jatim itu berlangsung tegang. Massa membawa poster kritik, melakukan teatrikal, hingga menyuarakan sindiran keras terhadap kebijakan yang disebut tidak mencerminkan penghargaan terhadap perjuangan atlet.

Pemangkasan bonus dinilai sangat drastis. Jika sebelumnya peraih emas menerima Rp30 juta, kini hanya Rp10 juta. Peraih perak turun dari Rp20 juta menjadi Rp7,5 juta, sedangkan perunggu dari Rp10 juta menjadi Rp5 juta. Penurunan ini dianggap tidak sebanding dengan pengorbanan atlet yang bertahun-tahun berlatih demi membawa nama daerah.

“Kami berlatih dengan biaya sendiri, waktu tersita, bahkan meninggalkan pekerjaan. Tapi penghargaan yang diberikan justru dipangkas,” ujar Wahyu, salah satu perwakilan atlet dalam aksi tersebut.

Kekecewaan atlet sebelumnya juga sempat mencuat saat momen penyerahan bonus. Beberapa atlet secara simbolis menolak dan mengembalikan papan nominal yang diberikan, sebagai tanda protes terbuka terhadap kebijakan pemerintah.

Ketua GM-FKPPI sekaligus Wakil Gubernur LIRA Jawa Timur, Ayi Suhaya, S.H., menjadi salah satu tokoh yang paling lantang menyuarakan kritik. Ia bahkan mengirim karangan bunga bertuliskan “bela sungkawa” yang ditujukan kepada Wali Kota, Dinas Pemuda dan Olahraga, serta KONI Kota Pasuruan.

Menurutnya, kebijakan tersebut mencederai semangat pembinaan olahraga dan menunjukkan lemahnya keberpihakan kepada atlet.

“Ini bukan sekadar soal angka, tapi soal penghargaan terhadap perjuangan. Jangan sampai atlet yang mengharumkan nama daerah justru merasa ditinggalkan,” tegas Ayi dalam orasinya.

Aksi tersebut juga diwarnai kekecewaan massa karena Wali Kota tidak menemui langsung para demonstran. Aspirasi hanya diterima oleh perwakilan pemerintah, yang semakin memicu sorotan tajam terhadap sikap Pemkot.

Para peserta aksi menegaskan akan terus mengawal persoalan ini hingga ada evaluasi nyata terhadap kebijakan bonus atlet. Mereka berharap pemerintah daerah kembali menempatkan olahraga sebagai investasi prestasi, bukan sekadar pos anggaran yang bisa dipangkas.

“Kalau atlet tidak dihargai, bagaimana Pasuruan mau bicara prestasi di masa depan?” ujar salah satu peserta aksi.(Usj)

Share it:
Next
This is the most recent post.
Previous
Posting Lama

Post A Comment:

0 comments: