Tag Label

Kepolisian (3832) daerah (1043) Pemerintahan (561) Jurnalistik (423) Demontrasi (84) Lintas Opini (74) DPRD (71) Desa (62) RSUD (45) Kebakaran (34) KPU (30) Iklan (29) Mahasiswa (11) DPRD kota pasuruan (8) PDAM (5) Desperindag (4) DPR RI (2)

Pemerintah Kabupaten Pasuruan Melalui Dinas Kesehatan, Melounching 33 Puskesmas UGD 24 Jam

Share it:


Pasuruan,suarakpkcyber.com,–Pemerintah Kabupaten Pasuruan melalui Dinas Kesehatan Daerah, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana resmi meluncurkan layanan Unit Gawat Darurat (UGD) 24 jam di seluruh puskesmas se-Kabupaten Pasuruan. Peluncuran program ini digelar di Puskesmas Pohjentrek pada Sabtu sore (7/3/2026) sebagai langkah meningkatkan akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo, Wakil Bupati Shobih Asrori, Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Pasuruan Andri Wahyudi, Ketua PCNU KH Imron Mutamakkin, Sekretaris Daerah Yudha Triwidya Sasongko serta sejumlah pejabat dari lingkungan Pemerintah Kabupaten Pasuruan.

Dalam kesempatan itu, Bupati Rusdi Sutejo secara langsung meresmikan layanan UGD yang kini beroperasi selama 24 jam di 33 puskesmas yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Pasuruan.

“Dengan ridho Allah SWT, saya resmikan layanan UGD 24 jam di seluruh puskesmas Kabupaten Pasuruan,” ujar Rusdi yang disambut tepuk tangan para undangan.

Rusdi menjelaskan bahwa kehadiran layanan UGD 24 jam menjadi bukti bahwa pelayanan kesehatan di Kabupaten Pasuruan terus mengalami peningkatan. Program ini diharapkan mampu memberikan kemudahan bagi masyarakat yang membutuhkan penanganan medis darurat, khususnya di luar jam operasional pelayanan puskesmas.

Menurutnya, selama ini tidak sedikit masyarakat yang membutuhkan pertolongan medis pada malam hari atau di waktu-waktu tertentu ketika fasilitas kesehatan tidak beroperasi secara penuh. Dengan adanya layanan ini, pasien dapat langsung mendapatkan penanganan di puskesmas terdekat.

“Misalnya terjadi kecelakaan di sekitar wilayah Pohjentrek. Dengan adanya layanan 24 jam, pasien bisa langsung dibawa ke puskesmas untuk mendapatkan pertolongan pertama tanpa harus menunggu lama,” jelasnya.

Ia berharap keberadaan layanan UGD yang beroperasi sepanjang hari ini mampu memperluas jangkauan pelayanan kesehatan masyarakat, sekaligus mempercepat penanganan kasus-kasus kegawatdaruratan.

Bupati juga mengingatkan seluruh tenaga kesehatan di puskesmas agar terus menjaga kualitas pelayanan serta meningkatkan kompetensi sumber daya manusia (SDM) yang ada.

“Setelah diluncurkan, kami berharap pelayanan di puskesmas semakin maksimal. Masyarakat harus benar-benar merasakan manfaatnya. Karena itu kualitas layanan dan kemampuan tenaga medis harus terus ditingkatkan,” tegasnya.


Selain peningkatan layanan, Rusdi juga meminta seluruh puskesmas aktif melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait adanya layanan UGD 24 jam tersebut. Sosialisasi dinilai penting agar masyarakat mengetahui fasilitas kesehatan yang kini tersedia setiap saat.

“Pasang papan informasi yang jelas, manfaatkan media sosial, dan sampaikan juga melalui kegiatan posyandu atau pelayanan kesehatan lainnya agar masyarakat mengetahui bahwa puskesmas sudah melayani 24 jam,” tambahnya.

Ia juga mengajak Komisi IV DPRD Kabupaten Pasuruan untuk turut mengawasi pelaksanaan layanan ini agar dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Daerah, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Pasuruan, dr. Arma Roosalina menyampaikan bahwa program layanan UGD 24 jam merupakan salah satu kebijakan strategis yang menjadi bagian dari 33 program prioritas pembangunan daerah Kabupaten Pasuruan.

Menurutnya, keberadaan layanan tersebut berfungsi sebagai pintu utama bagi masyarakat untuk memperoleh pertolongan medis secara cepat ketika menghadapi kondisi darurat.

“UGD 24 jam ini menjadi gerbang pertama bagi masyarakat untuk mendapatkan pelayanan kegawatdaruratan secara cepat dan tepat di wilayah masing-masing,” ungkap Arma.

Untuk mendukung operasional layanan tersebut, Dinas Kesehatan telah menyiapkan tenaga medis dan tenaga kesehatan yang memiliki kompetensi dalam penanganan kasus darurat. Selain itu, berbagai unsur dari perangkat daerah juga dilibatkan untuk mendukung operasional puskesmas.

Arma menyebutkan bahwa dukungan dari pemerintah daerah tidak hanya dalam bentuk kebijakan, tetapi juga penyediaan tenaga pendukung seperti pengemudi, petugas keamanan, hingga tenaga kebersihan yang ditempatkan di puskesmas.

“Kami sangat mengapresiasi dukungan dari Bupati Pasuruan yang telah membantu penyediaan berbagai kebutuhan operasional, termasuk tenaga pendukung dari OPD lain untuk memperkuat pelayanan di 33 puskesmas,” ujarnya.

Terkait kebutuhan tenaga kesehatan, Dinas Kesehatan juga telah melakukan rekrutmen tambahan tenaga perawat dan bidan melalui mekanisme pengadaan e-purchasing dengan memanfaatkan anggaran BLUD puskesmas.

Selain SDM, berbagai sarana dan prasarana penunjang juga telah dipersiapkan sejak tahun 2025, termasuk perbaikan ruang instalasi gawat darurat dan pengadaan peralatan medis di sejumlah puskesmas.

“Persiapan sudah kami lakukan sejak tahun lalu, termasuk renovasi ruang IGD serta penyediaan alat kesehatan yang dibutuhkan untuk mendukung pelayanan kegawatdaruratan,” jelasnya.

Arma menambahkan bahwa uji coba penerapan layanan UGD 24 jam sebenarnya sudah dilakukan sejak 1 Januari 2025 melalui sistem petugas jaga yang disiapkan secara bergantian.

Hal ini dilakukan agar seluruh tenaga kesehatan di puskesmas dapat beradaptasi dengan sistem pelayanan baru yang mengharuskan kesiapan petugas selama 24 jam penuh.

“Dengan sistem tersebut, tenaga medis benar-benar siap berada di tempat sehingga pelayanan bisa langsung diberikan ketika ada pasien yang membutuhkan. Kami optimistis layanan ini akan sangat membantu masyarakat,” pungkasnya.(Usj)

Share it:
Next
This is the most recent post.
Previous
Posting Lama

Post A Comment:

0 comments: