Tag Label

Kepolisian (3848) daerah (1065) Pemerintahan (574) Jurnalistik (450) Demontrasi (84) Lintas Opini (75) DPRD (73) Desa (62) RSUD (47) Iklan (36) Kebakaran (34) KPU (30) Mahasiswa (11) DPRD kota pasuruan (8) PDAM (5) Desperindag (4) DPR RI (2)

Dinas SDA Kabupaten Pasuruan Rampungkan 12 Proyek Perbaikan Infrastruktur Pascabencana

Share it:

Pasuruan, suarakpkcyber.com,– Pemerintah Kabupaten Pasuruan melalui Dinas Sumber Daya Air (SDA) bergerak cepat menangani kerusakan infrastruktur yang terjadi akibat bencana banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah beberapa minggu lalu. Melalui anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) Tahun 2026, sebanyak 12 pekerjaan perbaikan infrastruktur kini telah berhasil diselesaikan.

Perbaikan tersebut difokuskan pada titik-titik yang mengalami kerusakan cukup parah akibat tingginya curah hujan saat musim penghujan. Langkah ini dilakukan untuk mengembalikan fungsi infrastruktur yang sempat terganggu, sekaligus memastikan aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan normal.

Kabid Sumber Daya Air menjelaskan bahwa penanganan kerusakan dilakukan secara terpadu dengan melibatkan dua bidang, yakni Bidang Sumber Daya Air dan Bidang Bina Marga.

“Total ada 12 pekerjaan yang sudah rampung kami tangani. Rinciannya, 7 titik berada di bidang SDA dan 5 titik lainnya di bidang Bina Marga,” jelasnya pada Jumat (15/05/2026).

Untuk pekerjaan di bidang SDA, mayoritas berupa pemasangan bronjong sebagai penguat tebing sungai dan pengendali aliran air agar tidak menyebabkan kerusakan lanjutan. Pekerjaan ini dilaksanakan di 7 titik yang tersebar di lima kecamatan, yaitu Winongan, Nguling, Gondang Wetan, Rembang, dan Pandaan.

Sementara itu, perbaikan pada bidang Bina Marga meliputi penanganan infrastruktur fisik yang terdampak bencana seperti jalan dan fasilitas pendukung lainnya. Pekerjaan ini dilakukan di 5 titik yang berada di tiga kecamatan, yakni Lumbang, Prigen, dan Pasrepan.

Menurut pihak Dinas SDA, seluruh pekerjaan tersebut dilakukan berdasarkan hasil asesmen tim teknis yang turun langsung ke lokasi saat bencana terjadi. Penilaian kondisi lapangan dilakukan bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta memperhatikan berbagai laporan dan usulan dari masyarakat terdampak.

Tidak hanya sekadar memperbaiki kerusakan, pembangunan ini juga menjadi bagian dari langkah mitigasi struktural. Artinya, perbaikan dilakukan dengan mempertimbangkan kekuatan konstruksi agar lebih tahan terhadap potensi bencana di masa mendatang.

Dengan selesainya belasan proyek penanganan pascabencana ini, diharapkan akses masyarakat kembali lancar, aktivitas ekonomi dapat pulih, serta risiko kerusakan akibat bencana serupa dapat diminimalkan.

Pemerintah Kabupaten Pasuruan juga menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan dan respons cepat terhadap berbagai potensi bencana, khususnya saat musim hujan yang rawan memicu banjir dan longsor di sejumlah wilayah.(Usj)


 

Share it:

Post A Comment:

0 comments: