Pasuruan, suarakpkcyber.com - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa tinjau langsung Banjir yang masih menggenangi fasilitas umum hingga permukiman warga di Kabupaten Pasuruan, Kamis (26/3/2026).
Khofifah menyambangi warga terdampak banjir di Dusun Bandaran, Desa Jarangan, Kecamatan Rejoso yang diungsikan di camp pengungsian, tak jauh dari tempat tinggal warga.
Orang nomor satu di Jawa Timur tersebut membagi-bagikan sembako untuk para lansia maupun warga umum lainnya, serta makanan dan mainan untuk balita dan anak-anak.
Tak hanya memberikan bantuan, ia juga berkeliling melihat kondisi banjir terkini dengan menggunakan perahu boat bersama Wakil Bupati Pasuruan, Shobih Asrori; Kepala BPBD Provinsi Jawa Timur, Gatot Soebroto; Kepala Dinas Sosial Jatim, Restu Novi Widiani serta Kalaksa BPBD Kabupaten Pasuruan, Sugeng Hariyadi.
"Saya begitu datang langsung menerjang banjir untuk bisa melihat shelter dapur umum di Rejoso. Alhamdulillah dapur umum terus dibuat untuk supplai nasi bungkus bagi warga terdampak banjir di Kabupaten Pasuruan," kata Khofifah di hadapan awak media.
Soal banjir di Pasuruan, Khofifah menegaskan bahwa berbagai langkah sudah dilakukan. Salah satunya penyedotan genangan banjir melalui sistem pompanisasi.
Hanya saja, pompanisasi yang dilakukan seperti di wilayah Rejoso susah untuk dilakukan lantaran posisi luberan air sungai dengan dataran sama tingginya. Sehingga baru bisa dilakukan penyedotan ketika air sungai mulai surut.
"Kita sudah siapkan 6 pompa dari Dinas SDA Jatim dan 4 pompa dari Pemkab Pasuruan. Tapi tidak semua bisa berfungsi, karena dipompa mau ke mana, karena air di sungai sama tingginya dengan yang ada di sini," tegasnya.
Selain pompanisasi, Pemprov Jatim bersama Pemkab Pasuruan dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) juga telah melakukan normalisasi sungai rejoso. Hanya saja, dalam satu tahun tidak semua aliran sungai dapat ternormalisasi lantaran keterbatasan anggaran. Sehingga semua pihak harus bekerja sama, termasuk masyarakat untuk bisa membantu pemerintah dengan cara berperilaku baik terhadap lingkungan.
"Ini jadi PR yang harus dicari sebagai solusi jangka panjang. Semua harus duduk bersama. Normalisasi sudah dilakukan tapi belum menyeluruh memang, dan masyarakat saya minta untuk bisa bantu dengan tidak buang sampah ke sungai, tolong jangan membangun bangunan yang menghambat lajunya air dan perilaku lain yang dapat mengakibatkan banjir ketika musim hujan datang," harapnya. (Usj)


Post A Comment:
0 comments: