Tag Label

Kepolisian (3836) daerah (1049) Pemerintahan (565) Jurnalistik (437) Demontrasi (84) Lintas Opini (75) DPRD (71) Desa (62) RSUD (45) Iklan (34) Kebakaran (34) KPU (30) Mahasiswa (11) DPRD kota pasuruan (8) PDAM (5) Desperindag (4) DPR RI (2)

Jembatan Bendungan Kraton Alih Fungsi Pembuangan Sampah Liar, Pemerintah Desa Setempat Terkesan Tutup Mata

Share it:

Pasuruan, suarakpkcyber.com - Jalan Nasional yang menghubungkan Wilayah Kraton dan Kota Pasuruan kini tampak kotor dan bau menyengat. Kini mulai beralih fungsi menjadi pembuangan sampah liar, tepatnya pinggir jembatan Bendungan Kecamatan Kraton Pasuruan.

Menurut pantauan awak media selasa (07/04/2026) siang, sampah yang kini nampak menggunung dan meluber hingga beberapa sampah masuk ke sungai yang mengakibatkan bau menyengat menusuk hidung para pengendara yang melintas melewati ruas jalan tersebut.

Saat dikonfirmasi awak Media Muklisin kasi Fungsional pengendali dampak lingkungan hidup , Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pasuruan mengatakan bahwa keadaan ini akibat rendah nya kesadaran masyarakat dan kurang nya peran aktif Pemerintah Desa dalam menangani pengelolaan sampah.

" Rendahnya kesadaran masyarakat menjadi tantangan serius dalam menangani masalah sampah, sampah itu bukan dari warga setempat melainkan warga yang melintasi jalan itu" ujarnya.

Beliau juga menambahkan bahwa Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pasuruan siap memberikan pendampingan bagi Desa yang berkomitmen membenahi masalah sampah agar tidak menimbulkan bau menyengat dan berdampak tidak sehat bagi lingkungan.

" Kalau mengenai sampah rumah tangga dari hulu sampai hilir saya rasa udah baik , sebaliknya jika di rumah tangga tidak ada pengelolaan sampah kedepan akan semakin sulit" ujarnya.

Sebelumnya pemerintah kabupaten Pasuruan Melalui Dinas Lingkungan Hidup sudah memfasilitasi dengan menyediakan Konterer sampah di lokasi tersebut. Ketidak kooperatifnya pemerintah Desa Kontener tersebut ditarik kembali.

" Kontener sampah sudah kami berikan, namun akhirnya ditarik kembali karen a pemerintah Desa dan masyarakat tidak di pergunakan secara optimal" ujarnya.

Mukhlisin juga menekankan pentingnya kepedulian Kepala Desa untuk menginisiasi pengelolaan sampah secara mandiri salah satunya dengan membentuk pengolahan sampah Reduce, Reuse dan Recycle (TPS3R) yang dapat dibiayai dari anggaran Desa setempat.


Share it:

daerah

Jurnalistik

Post A Comment:

0 comments: