Bogor, suarakpkcyber.com - Asosiasi Guru Ekonomi Syariah Indonesia (AGESI) kembali menggelar Seminar dan Musyawarah Besar (MUBES) ke-3 ,3 - 4 April 2026 di Universitas Tazkia ,Sentul Bogor ,yang diikuti oleh para pendidik dan praktisi ekonomi syariah dari berbagai daerah di Indonesia. Acara ini mengangkat tema penting, yaitu “Resiliensi Ekonomi Syariah Indonesia 2026: Transformasi Digital, Inklusi Keuangan, dan Perisai Moral Bangsa,” yang menjadi fokus utama dalam berbagai sesi diskusi dan presentasi.
Dalam seminar tersebut, Prof. Syafii Antonio, tokoh terkemuka di bidang ekonomi syariah, memberikan wejangan mendalam kepada para guru dan pendidik. Ia menekankan bahwa di era digital saat ini, transformasi teknologi harus dimanfaatkan secara optimal untuk memperkuat inklusi keuangan syariah, sehingga seluruh lapisan masyarakat dapat mengakses layanan keuangan yang sesuai dengan prinsip syariah.
“Guru harus punya Ijtihad kontemporer bukan sekedar transfer ilmu lama, karena buku fiqh klasik tidak cukup menjawab realitas modern ,” ujar Prof. Syafii Antonio dalam menanggapi isu isu di kelas terkini
![]() |
| Narasumber Prof Syafii Antonio |
Selain itu, seminar juga membahas pentingnya peran guru ekonomi syariah dalam membentuk karakter generasi muda yang tidak hanya cerdas secara ekonomi, tetapi juga berakhlak mulia dan berintegritas. Hal ini menjadi kunci dalam menjaga moral bangsa sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi syariah di Indonesia.
MUBES ke-3 AGESI juga menjadi ajang evaluasi dan perencanaan strategis untuk pengembangan pendidikan ekonomi syariah ke depan, termasuk inovasi metode pengajaran dan pemanfaatan teknologi digital dalam proses belajar mengajar.
Pembina AGESI, Bapak Aqiful Khoir serta ibu Yuli Rahayu mewakili Ustad Asnan Purba sebagai Ketua Dewan Pembina AGESI menyampaikan apresiasi yang tinggi atas terselenggaranya acara ini. Ia menekankan pentingnya sinergi antara para guru ekonomi syariah dalam menghadapi dinamika ekonomi global dan tantangan digitalisasi. “Semoga AGESI terus menjadi garda terdepan dalam memperkuat pendidikan ekonomi syariah yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga kokoh dalam nilai moral dan etika,” ujarnya.
Selain itu, dalam MUBES ini juga terpilih Presiden baru AGESI, Bapak Endang Nugraha Putra, S.E.I, periode 2026-2028,yang diharapkan dapat membawa organisasi ini ke arah yang lebih maju dan inovatif dalam mendukung pengembangan pendidikan ekonomi syariah di Indonesia.
Presiden AGESI terpilih menyampaikan apresiasi atas antusiasme peserta dan berharap hasil seminar dan MUBES ini dapat memperkuat sinergi para guru ekonomi syariah dalam mendukung kemajuan ekonomi syariah nasional,dan juga Terimakasih kepada pengurus yang lama terutama kepada ibu Indah Presiden agesi periode 2023 -2025 atas dedikasinya untuk membesarkan organisasi ini.
Acara ini tidak akan terlaksana tanpa dukungan dari para sponsor yang sangat berperan penting, yaitu Universitas Tazkia, Akirah, Bank Jakarta Syariah, KNEKS, Moria Fund, OJK, dan Mitra Edukasi Nusantara. AGESI mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas dukungan dan kerjasama yang telah diberikan demi suksesnya acara ini.
Acara ini menjadi momentum penting untuk memperkokoh jaringan pendidik ekonomi syariah dan memperluas dampak positif pendidikan berbasis syariah di Indonesia, khususnya dalam menghadapi tantangan ekonomi global di tahun 2026. (Ihw)



Post A Comment:
0 comments: