Lomba yang melibatkan Tim Penggerak PKK desa dan kelurahan se-Kabupaten Pasuruan tersebut diikuti oleh 175 peserta. Berbagai kategori penilaian dilombakan, mulai dari pelayanan Posyandu 6 SPM, keterampilan akupresur dan akupunktur sederhana, hingga pemanfaatan jamu sebagai sarana meningkatkan daya tahan tubuh.
Pengumuman sekaligus penyerahan hadiah kepada para pemenang dilaksanakan di Auditorium Mpu Sindok, Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Pasuruan di Raci, Rabu (3/6/2026).
Berdasarkan hasil penilaian dewan juri, Posyandu Sakura Desa Kluwut, Kecamatan Wonorejo berhasil meraih Juara I. Posisi Juara II diraih Posyandu Arwana Desa Tambakan, Kecamatan Bangil, sedangkan Juara III diraih Posyandu Pesantren, Kecamatan Purwodadi. Sementara itu, Juara Harapan I diraih Posyandu Mangga Desa Rejosari, Kecamatan Kraton, dan Juara Harapan II diraih Posyandu Edelweis Desa Tebas, Kecamatan Gondangwetan.
Kepala Dinas Kesehatan P2KB Kabupaten Pasuruan, Arma Rossalia, mengatakan bahwa kegiatan tersebut bertujuan mengenalkan sekaligus melestarikan budaya minum jamu sebagai bagian dari gaya hidup sehat masyarakat, khususnya generasi muda.
Menurutnya, peringatan Hari Jamu Nasional tidak sekadar seremoni tahunan, tetapi menjadi momentum untuk mendorong kemandirian masyarakat dalam memanfaatkan tanaman obat keluarga (TOGA) yang dapat diolah menjadi minuman sehat dan berkhasiat.
“Jamu yang dimaksud bukan hanya jamu dengan rasa pahit. Banyak jenis jamu yang segar saat diminum, memiliki cita rasa yang enak, sekaligus memberikan manfaat bagi kesehatan tubuh. Inilah yang ingin kami kenalkan kepada masyarakat agar terbiasa mengonsumsi jamu dari tanaman TOGA yang ditanam sendiri maupun yang dijual di pasar tradisional,” ujarnya.
Arma menambahkan, jamu Indonesia kini telah mendapat pengakuan dunia setelah ditetapkan oleh UNESCO pada tahun 2023 sebagai Warisan Budaya Takbenda. Pengakuan tersebut menjadi peluang besar bagi Indonesia untuk mengembangkan industri obat bahan alam (OBA) hingga menembus pasar ekspor.
“Sebagai negara yang kaya akan sumber daya alam dan tradisi pengobatan herbal, kita harus menjadi yang terdepan dalam melestarikan sekaligus memanfaatkan warisan budaya ini,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Pasuruan, Mella Rusdi, menegaskan pentingnya membiasakan konsumsi jamu dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, jamu merupakan salah satu cara alami untuk menjaga kesehatan dan meningkatkan imunitas tubuh.
Ia berharap budaya minum jamu dapat terus diwariskan kepada generasi muda sebagai bagian dari upaya mencetak Generasi Emas Indonesia 2045 yang sehat, kuat, dan produktif.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Pasuruan, drg. Merita Rusdi Sutejo, juga menunjukkan antusiasmenya terhadap berbagai olahan jamu tradisional, salah satunya minuman sinom yang dikenal memiliki rasa segar dan manfaat kesehatan.
“Senang sekali bisa mengetahui cara membuat sinom yang segar, menyehatkan, dan tetap memiliki khasiat untuk tubuh,” ungkapnya.
Menurut Merita, minat generasi muda terhadap jamu saat ini masih kalah dibandingkan tren minuman modern seperti kopi maupun minuman boba. Padahal, jamu memiliki manfaat yang jauh lebih baik untuk menjaga kebugaran tubuh dan meningkatkan daya tahan tubuh secara alami.
“Masih perlu edukasi yang lebih luas agar anak-anak muda tidak ragu menjadikan jamu sebagai bagian dari gaya hidup sehat mereka,” katanya.
Di hadapan seluruh peserta dan tamu undangan, istri Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo tersebut mengajak masyarakat untuk lebih mencintai produk herbal tradisional Indonesia.
“Mari menjamu masa depan dengan jamu. Mari kita terus hidup sehat melalui budaya minum jamu, melestarikan kearifan lokal, serta bangga menggunakan produk nusantara,” pungkasnya.



Post A Comment:
0 comments: