Tag Label

Kepolisian (3819) daerah (1037) Pemerintahan (559) Jurnalistik (415) Demontrasi (84) Lintas Opini (74) DPRD (71) Desa (62) RSUD (45) Kebakaran (34) KPU (30) Iklan (29) Mahasiswa (11) DPRD kota pasuruan (8) PDAM (5) Desperindag (4) DPR RI (2)

Korupsi Rusak Bangsa dan Masa Depan Generasi, Wabup Pasuruan Tegaskan Pentingnya Keluarga Berintegritas

Share it:


Pasuruan,suarakpkcyber.com,– Korupsi merupakan kejahatan besar yang merusak sistem pemerintahan, merugikan keuangan negara, serta menghancurkan masa depan generasi yang akan datang. Karena itu, perang melawan korupsi bukan hanya menjadi tugas aparat penegak hukum, tetapi juga tanggung jawab seluruh elemen masyarakat, mulai dari pribadi, keluarga hingga lingkungan kerja.

Kesadaran itulah yang kembali ditegaskan Wakil Bupati Pasuruan, Shobih Asrori, dalam Focus Group Discussion (FGD) bertema Keluarga Berintegritas yang digelar oleh Inspektorat Kabupaten Pasuruan, Senin (8/12/2025). Kegiatan tersebut menjadi salah satu langkah nyata pemerintah daerah dalam memperkuat pencegahan korupsi berbasis keluarga.

“Korupsi harus kita lawan bersama melalui penguatan integritas. Baik dalam diri pribadi maupun lingkungan keluarga. Keluarga adalah pondasi awal terbentuknya karakter seseorang. Jika keluarga tidak berintegritas, maka mustahil bangsa berdiri kokoh,” tegas Wabup yang akrab disapa Gus Shobih di Auditorium Mpu Sindok, Komplek Perkantoran Kabupaten Pasuruan.

Ia menekankan bahwa keberhasilan upaya pencegahan korupsi tidak hanya bergantung pada sistem pengawasan dan regulasi, tetapi juga pada komitmen setiap ASN serta dukungan keluarga. Nilai moral yang kuat, kebiasaan jujur, dan karakter disiplin yang ditanamkan sejak dini akan melahirkan pribadi yang berani menolak segala bentuk penyimpangan.

“ASN yang tumbuh dari keluarga berintegritas akan bekerja profesional dan menjadi benteng pencegahan korupsi di instansinya. Pemberantasan korupsi bukan tugas satu lembaga saja, ini tugas bersama termasuk keluarga kita masing-masing,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, pemerintah juga menghadirkan narasumber dari BPK RI, yaitu Zaini Arief Budiman, Widyaiswara Ahli Madya Pembina Utama Muda. Ia memaparkan materi tentang PP No. 60 Tahun 2008 terkait Sistem Pengendalian Intern Pemerintah dan penerapannya dalam keluarga.

Zaini mencontohkan bahwa keluarga sejatinya memiliki peran layaknya auditor internal yang menjalankan kontrol dalam pengelolaan keuangan rumah tangga. Keterbukaan dan pembatasan gaya hidup termasuk bagian penting untuk mencegah tindakan curang.

“Suami-istri harus saling mengingatkan, membuat aturan keuangan, memonitor pengeluaran dan menekan godaan hidup konsumtif. Statistik KPK tahun 2004–2022 mencatat dari 1.444 pelaku korupsi yang dianalisis, terdapat keterlibatan istri, anak maupun keluarga. Ini menunjukkan tekanan kebutuhan keluarga bisa ikut memperngaruhi tindakan korupsi,” jelasnya.

Sementara itu, Inspektur Kabupaten Pasuruan Rachmat Syarifuddin menyampaikan bahwa kegiatan FGD ini digelar sebagai rangkaian penguatan integritas memperingati Hari Antikorupsi Sedunia (HAKORDIA). Program ini juga menjadi bagian dari upaya pencegahan gratifikasi, pembangunan zona integritas dan pengendalian kecurangan.

“Keluarga adalah tempat pertama seorang anak belajar tentang kejujuran dan tanggung jawab. Jika nilai integritas diperkuat dari rumah, maka akan tercipta budaya antikorupsi dalam lingkungan kerja dan masyarakat,” ungkapnya.

Kegiatan FGD dihadiri oleh Wabup Pasuruan, para Staf Ahli, Asisten, Kepala Perangkat Daerah, Camat dan tamu undangan lainnya dengan penuh antusias. Diskusi berlangsung hangat, penuh gagasan, dan diharapkan menjadi awal lahirnya gerakan keluarga antikorupsi di Kabupaten Pasuruan.

Dengan penguatan karakter melalui keluarga, pemerintah berharap masyarakat semakin sadar bahwa korupsi tidak hanya merugikan negara secara ekonomi, tetapi juga memutus masa depan anak-anak bangsa. Integritas keluarga menjadi kunci dalam mencetak generasi yang jujur, beradab dan berani menolak segala bentuk penyimpangan.

Share it:

Post A Comment:

0 comments: