Pasuruan,suarakpkcyber.com,– Eksistensi ratusan pedagang sayur di Pasar Plaza Gempol terbukti menjadi salah satu penggerak utama roda perekonomian masyarakat di wilayah Kecamatan Gempol. Mayoritas pedagang tersebut merupakan petani asal Kabupaten Pasuruan, seperti dari Kecamatan Tutur dan Tosari, serta pedagang lokal yang selama dua tahun terakhir berjualan di sisi barat Gedung Lantai II dan sisi belakang Pasar Plaza Gempol.
Keberadaan mereka tidak hanya memudahkan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan aneka sayur mayur segar dengan harga relatif terjangkau, namun juga memberikan kontribusi nyata terhadap pendapatan daerah.
Di tengah keterbatasan sarana dan prasarana, para pedagang sayur tetap bertahan. Mereka merintis usaha di atas aset milik Pemerintah Kabupaten Pasuruan yang dinilai belum memadai. Aktivitas jual beli dilakukan sejak pukul 14.00 WIB hingga malam hari, dengan kondisi berjualan di bawah tenda-tenda terpal, penerangan minim, serta fasilitas pendukung yang terbatas.
Meski demikian, keterbatasan tersebut tidak menyurutkan semangat para pedagang. Dengan kekompakan dan tekad yang kuat, mereka akhirnya mampu membangun tenda permanen secara swadaya demi kenyamanan dan keberlangsungan usaha.
Berdasarkan data yang dihimpun awak media, penerimaan retribusi Pasar Plaza Gempol yang disetorkan ke Pemerintah Kabupaten Pasuruan pada tahun 2025 tercatat cukup tinggi. Untuk Pasar Plaza Gempol, retribusi mencapai sekitar Rp152 juta, sementara pasar tradisional lainnya mencapai Rp139 juta. Capaian tersebut berkontribusi besar terhadap target pendapatan yang ditetapkan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Pasuruan sebesar Rp211 juta, bahkan mengalami kenaikan hingga sekitar Rp291 juta, termasuk dari sektor lampu dengan target Rp80 juta.
Realisasi target yang dinilai cukup fantastis tersebut menunjukkan adanya koordinasi yang baik antara pengelola Pasar Plaza Gempol dengan paguyuban pedagang sayur.
“Secara umum, kenaikan target yang dicapai Pasar Gempol tidak lepas dari kreativitas paguyuban pedagang sayur serta koordinasi yang baik dengan petugas pasar,” ujar Ayu, staf pengelola Pasar Plaza Gempol, saat dikonfirmasi pada Senin (12/01/2026).
Ke depan, persoalan yang menjadi sorotan adalah sejauh mana peran Pemerintah Kabupaten Pasuruan dalam memberikan pelayanan serta penyediaan sarana berjualan yang layak bagi ratusan pedagang sayur tersebut. Mengingat kontribusi yang telah mereka berikan hingga ratusan juta rupiah, para pedagang berharap adanya perhatian lebih, agar mereka tidak lagi harus mengeluarkan dana pribadi untuk membangun lapak permanen demi kenyamanan dan keberlangsungan usaha.


Post A Comment:
0 comments: