Kegiatan tahunan ini dihadiri sejumlah pejabat penting di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pasuruan. Turut hadir Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pasuruan Tri Krisni Astuti, Sekretaris Daerah Yudha Triwidya Sasongko, para guru pendamping, serta ratusan siswa peserta dari berbagai sekolah dasar di Kabupaten Pasuruan.
Dalam sambutannya, Bupati Rusdi Sutejo menegaskan bahwa O2SN bukan sekadar ajang kompetisi olahraga antar pelajar, tetapi juga menjadi wadah strategis untuk menumbuhkan karakter, sportivitas, serta semangat berprestasi bagi generasi muda.
Menurutnya, melalui kegiatan ini pemerintah daerah ingin menemukan dan membina bibit-bibit atlet potensial yang kelak dapat mengharumkan nama Kabupaten Pasuruan di berbagai ajang olahraga, termasuk pada tingkat provinsi maupun nasional.
“Tahun ini kita fokus pada empat cabang olahraga unggulan yang selama ini menjadi penyumbang medali bagi Kabupaten Pasuruan di ajang Pekan Olahraga Provinsi Jawa Timur, yaitu bulu tangkis, selam, renang, dan pencak silat,” ujar Rusdi Sutejo di hadapan para peserta.
Ia juga menekankan bahwa O2SN merupakan bagian dari proses pembinaan atlet sejak dini. Melalui kompetisi yang sehat dan terarah, diharapkan para siswa dapat mengembangkan bakat serta mental juara.
“Olimpiade ini tidak sekadar kompetisi, tetapi juga menjadi sarana pembinaan karakter bagi adik-adik kita. Pemerintah daerah ingin menemukan bibit-bibit unggul dari daerah yang nantinya bisa berkembang menjadi atlet berprestasi,” tambahnya.
Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap para siswa berprestasi, Bupati Pasuruan juga mengumumkan kebijakan khusus bagi para pemenang O2SN tahun ini. Peserta yang berhasil meraih juara pertama, kedua, dan ketiga tidak hanya akan mendapatkan uang pembinaan, tetapi juga memperoleh kesempatan istimewa untuk melanjutkan pendidikan ke SMP Negeri melalui jalur prestasi tanpa harus mengikuti tes seleksi.
Kebijakan tersebut merupakan hasil koordinasi antara Bupati Pasuruan, Sekretaris Daerah, serta Dinas Pendidikan Kabupaten Pasuruan sebagai upaya memberikan penghargaan bagi siswa yang menunjukkan prestasi di bidang olahraga.
“Selain uang pembinaan, para juara satu, dua, dan tiga akan langsung diterima di SMP Negeri melalui jalur prestasi tanpa tes. Ini bentuk komitmen pemerintah daerah dalam menghargai prestasi siswa,” tegas Rusdi Sutejo yang disambut tepuk tangan meriah dari para peserta dan guru pendamping.
Tak hanya itu, seluruh peserta O2SN juga akan mendapatkan sertifikat resmi yang dapat dimanfaatkan sebagai salah satu dokumen pendukung dalam jalur prestasi pendidikan di masa mendatang.
Di akhir sambutannya, Bupati Pasuruan menginstruksikan para guru pendamping untuk lebih aktif membina dan mendampingi para siswa dalam mengembangkan potensi olahraga. Ia juga berharap adanya sinergi antara sekolah dan pengurus cabang olahraga agar pembinaan atlet muda di Kabupaten Pasuruan dapat berjalan lebih maksimal.
Dengan terselenggaranya O2SN 2026 ini, Pemerintah Kabupaten Pasuruan berharap dapat melahirkan generasi atlet muda yang tidak hanya berprestasi di bidang olahraga, tetapi juga memiliki karakter kuat, disiplin, dan semangat juang tinggi.(Usj)


Post A Comment:
0 comments: