Tag Label

Kepolisian (3856) daerah (1068) Pemerintahan (576) Jurnalistik (453) Demontrasi (84) Lintas Opini (75) DPRD (74) Desa (62) RSUD (47) Iklan (37) Kebakaran (34) KPU (30) Mahasiswa (11) DPRD kota pasuruan (8) PDAM (5) Desperindag (4) DPR RI (2)

Talang Irigasi Belum Diperbaiki, Puluhan Petani di Gempol Pilih Kosongkan Sawah

Share it:

Pasuruan,suarakpkcyber.com,– Kekecewaan terhadap lambannya penanganan infrastruktur pertanian membuat puluhan petani di Dusun Sumberpandan, Desa Bulusari, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, memilih tidak menanam padi pada musim tanam kali ini. Keputusan tersebut diambil sebagai bentuk protes sekaligus langkah antisipasi agar tidak kembali mengalami kerugian akibat gagal panen.

Para petani mengaku masih terdampak kerusakan talang air irigasi yang ambrol diterjang banjir pada 4 November 2025 lalu. Hingga memasuki pertengahan tahun 2026, bangunan yang menjadi sumber pengairan bagi puluhan hektare sawah tersebut belum juga mendapat perbaikan permanen.

Akibat kondisi tersebut, pasokan air ke lahan pertanian menjadi tidak optimal. Ditambah lagi, petani harus menghadapi ancaman serangan hama tikus yang dalam beberapa musim terakhir menyebabkan hasil panen menurun drastis.

Kepala Dusun Sumberpandan, Bambang Yuanto, mengatakan masyarakat sebenarnya berharap proses perbaikan segera dilakukan sesuai rencana yang pernah disampaikan. Namun hingga kini belum terlihat adanya aktivitas pembangunan di lokasi talang yang rusak.

“Informasi yang kami terima, talang irigasi yang rusak akibat bencana itu rencananya akan dibangun pada Juni 2026. Namun sampai sekarang belum ada tanda-tanda pekerjaan dimulai,” ujar Bambang saat ditemui, Senin (1/6/2026).

Menurutnya, ketidakjelasan waktu perbaikan membuat banyak petani memilih menunda masa tanam. Mereka khawatir biaya produksi yang dikeluarkan tidak sebanding dengan hasil yang diperoleh apabila pasokan air tetap tidak mencukupi.

Lahan pertanian yang terdampak diperkirakan mencapai sekitar 25 hektare. Sebagian besar warga setempat menggantungkan mata pencaharian dari sektor pertanian padi sehingga kerusakan talang irigasi sangat berpengaruh terhadap kondisi ekonomi masyarakat.

Salah seorang petani, Poniti, mengaku trauma dengan kerugian yang pernah dialami akibat hasil panen yang tidak maksimal. Menurutnya, biaya pengolahan lahan, pembelian benih, pupuk, hingga perawatan tanaman cukup besar, sementara hasil yang diperoleh jauh dari harapan.

“Dulu kami tetap menanam padi, tetapi hasilnya sangat jelek dan tidak sebanding dengan biaya yang dikeluarkan. Kerugiannya mencapai ratusan ribu rupiah,” ungkapnya dengan nada kecewa.

Para petani berharap pemerintah segera turun tangan untuk mempercepat perbaikan talang irigasi yang rusak. Mereka menilai keberadaan saluran tersebut sangat vital karena menjadi penopang utama pengairan sawah di wilayah Sumberpandan.

Jika perbaikan terus tertunda, warga khawatir semakin banyak lahan pertanian yang tidak produktif. Selain mengancam pendapatan petani, kondisi tersebut juga berpotensi memengaruhi produksi pangan di wilayah Kecamatan Gempol.

Masyarakat berharap janji pembangunan yang sebelumnya disampaikan dapat segera direalisasikan, sehingga petani kembali memiliki kepastian untuk mengolah sawah dan meningkatkan hasil pertanian mereka. Dengan pulihnya jaringan irigasi, roda perekonomian warga yang selama ini bergantung pada sektor pertanian diharapkan dapat kembali bergerak normal.(Usj)


Share it:

Post A Comment:

0 comments: