Pasuruan,suarakpkcyber.com, – Pemerintah Kabupaten Pasuruan melalui Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) menggelar Pelatihan Pengolahan Hasil Peternakan sebagai bagian dari upaya mempercepat penurunan angka stunting pada anak sekaligus meningkatkan perekonomian keluarga.
Kegiatan yang dikemas dalam program Gelar Pangan Menu Tinggi Protein tersebut berlangsung di Balai Desa Masangan, Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan, Jumat (24/7/2026). Peserta kegiatan terdiri dari ibu-ibu PKK, kader Posyandu, serta kelompok UMKM perempuan di Desa Masangan.
Pelatihan ini bertujuan memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya konsumsi protein hewani bagi tumbuh kembang anak, sekaligus membekali peserta dengan keterampilan mengolah hasil peternakan menjadi produk bernilai gizi tinggi dan memiliki nilai ekonomi.
Ketua TP PKK Kabupaten Pasuruan, Mella Rusdi, mengatakan bahwa stunting bukan hanya disebabkan kurangnya jumlah makanan, tetapi juga kurangnya asupan protein hewani yang berkualitas.
“Melalui pelatihan ini, kami ingin mengubah pola pikir masyarakat. Hasil peternakan tidak hanya dijual dalam bentuk mentah, tetapi dapat diolah menjadi produk pangan bergizi dengan nilai jual yang lebih tinggi,” ujarnya.
Menurut Mella, selain mampu memenuhi kebutuhan gizi keluarga, pengolahan hasil peternakan juga dapat menjadi peluang usaha rumahan yang mampu meningkatkan pendapatan keluarga.
“Anak-anak kita bisa memperoleh asupan menu tinggi protein untuk mencegah stunting sejak dari rumah. Di sisi lain, ibu-ibu juga memiliki kesempatan membuka usaha kecil berbasis olahan hasil peternakan sehingga ekonomi keluarga ikut meningkat,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kabupaten Pasuruan, drh. Ainur Alfiyah, menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen memberikan pendampingan secara berkelanjutan kepada masyarakat dalam pengelolaan pangan bergizi.
“Kami akan terus mendampingi masyarakat agar memahami pentingnya makanan sehat serta cara mengolahnya dengan baik, sehingga hasil olahannya lebih menarik, lezat, dan disukai anak-anak,” jelasnya.
Ia menjelaskan, dalam pelatihan tersebut peserta diajarkan berbagai teknik pengolahan hasil peternakan. Daging dapat diolah menjadi bakso, sosis, abon, nugget, hingga kornet. Sementara susu dapat diolah menjadi minuman aneka rasa, keju, mentega, stik susu, hingga permen susu.
“Selain memenuhi kebutuhan gizi keluarga, berbagai produk olahan tersebut juga memiliki nilai ekonomi yang dapat dikembangkan menjadi usaha rumahan. Dengan demikian, manfaatnya tidak hanya membantu menekan angka stunting, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” pungkas Ainur.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Pasuruan berharap semakin banyak keluarga yang memahami pentingnya konsumsi protein hewani sebagai bagian dari upaya menciptakan generasi yang sehat, cerdas, bebas stunting, serta mampu mendorong lahirnya pelaku UMKM baru berbasis pengolahan hasil peternakan.



Post A Comment:
0 comments: