Kirab budaya menjadi pusat perhatian masyarakat. Beragam tampilan seni, budaya lokal, serta partisipasi warga dari berbagai kalangan memperlihatkan kuatnya nilai persatuan yang terus dijaga. Tema peringatan tahun ini, “Guyub Rukun Bareng-bareng Mbangun Pasuruan Kutho Anugrah,” tercermin nyata melalui keterlibatan aktif masyarakat dalam setiap rangkaian kegiatan.
Suasana perayaan semakin semarak dengan kehadiran pelawak senior Kirun dan Kadir. Aksi mereka di atas panggung sukses menghibur warga dan menciptakan suasana hangat penuh tawa, menjadikan peringatan hari jadi tidak hanya sarat makna sejarah, tetapi juga dekat dengan hiburan rakyat.
Di sisi lain, Pemerintah Kota Pasuruan turut menghadirkan bazar UMKM dengan konsep jajanan tempo dulu. Aneka makanan tradisional dibagikan secara gratis kepada pengunjung, sekaligus menjadi sarana memperkenalkan kembali kuliner khas lokal. Kegiatan ini dipadukan dengan pelaksanaan Car Free Day dan Car Free Night, sehingga ruang publik dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat.
Beragam penampilan turut menyita perhatian pengunjung, salah satunya atraksi Polisi Cilik (Pocil) dari Sekolah Rakyat yang mendapat sambutan meriah. Selain itu, penghargaan juga diberikan kepada atlet-atlet berprestasi sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi mereka dalam membawa nama baik Kota Pasuruan di tingkat regional maupun nasional.
Wali Kota Pasuruan, Adi Wibowo, S.TP., M.Si., menyampaikan bahwa peringatan Hari Jadi ke-340 bukan sekadar agenda tahunan, melainkan momentum penting untuk melihat kembali perjalanan pembangunan Kota Pasuruan.
“Perjalanan panjang selama 340 tahun ini patut kita syukuri bersama. Namun, masih banyak tantangan yang perlu dihadapi dan diselesaikan secara gotong royong,” ungkapnya.
Menurutnya, semangat guyub rukun harus terus dijaga dan diterjemahkan dalam pembangunan yang melibatkan seluruh elemen masyarakat. Ia menegaskan bahwa kemajuan kota tidak bisa dicapai hanya oleh pemerintah, tetapi memerlukan peran aktif warga.
“Hari jadi ini milik seluruh masyarakat Kota Pasuruan. Dengan kebersamaan, kita bisa menjadikan Pasuruan sebagai kota yang memberi manfaat dan keberkahan bagi semua,” tegasnya.
Dalam rangkaian peringatan Hari Jadi ke-340, Pemkot Pasuruan juga sebelumnya menggelar sarasehan terkait Peraturan Wali Kota mengenai pakaian khas daerah. Busana tersebut digali dari nilai-nilai sejarah dan terinspirasi dari sosok Untung Suropati, kemudian ditetapkan sebagai identitas daerah setelah melalui kajian mendalam.
“Ini bukan hanya soal pakaian, tetapi simbol jati diri dan kebanggaan daerah yang berangkat dari sejarah panjang Kota Pasuruan,” tambahnya.
Sepanjang peringatan Hari Jadi ke-340, tercatat sekitar 40 kegiatan digelar dengan melibatkan partisipasi luas masyarakat. Meski dilaksanakan di tengah keterbatasan anggaran, Pemerintah Kota Pasuruan menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan pelayanan publik dan memperkuat kemandirian daerah.
Rangkaian kirab dan kegiatan Hari Jadi diharapkan mampu menumbuhkan rasa memiliki masyarakat terhadap Kota Pasuruan serta memperkuat nilai gotong royong sebagai fondasi pembangunan berkelanjutan ke depan.
Acara tersebut turut dihadiri Wakil Wali Kota Pasuruan, Ketua TP PKK Kota Pasuruan, Sekretaris Daerah, jajaran Forkopimda, Ketua dan Anggota DPRD Kota Pasuruan, kepala perangkat daerah, camat, lurah, serta tokoh masyarakat dan pemuda.(Usj)



Post A Comment:
0 comments: